Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Karakteristik Hasil Pemeriksaan Darah Tepi Pasien Typhoid Fever Pada Anak. Muhammad Yazid Daradjat; Oktadoni Saputra; Liana Sidharti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit infeksi sistemik akut yang disebabkan oleh mikroorganisme Salmonella typhii yang masihmenjadi masalah kesehatan masyarakat, dimana kasusnya tersebar merata di seluruh Indonesia, terutama kelompok usia 319 tahun. Demam tifoid dapat didiagnosis berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan darah tepi, pemeriksaan serologis (tes Widal, tes TUBEX, metode EIA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay), metode ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) dan tes dipstik), uji kultur melalui isolasi bakteri, dan uji molekuler (Polymerase Chain Reaction (PCR)) dapat mendukung diagnosis demam tifoid. Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, dilakukan pemeriksaan kultur darah. Namun, pemeriksaan kultur darah membutuhkan beberapa hari untuk mengetahui hasilnya. Pemeriksaan darah tepi dapat dilakukan dengan cepat, mudah, dan murah untuk mengkonfirmasi dugaan tifoid. Pada pasien anak dengan demam tifoid dapat terjadi abnormalitas hasilpemeriksaan darah tepi, terutama anemia, leukopenia, dan trombositopenia. Hal tersebut dikarenakan adanya penekanan pada sumsum tulang belakang yang merupakan salah satu organ utama dalam myelopoiesis oleh endotoksin dari bakteri Salmonella typhii. Salmonella typhi termasuk pada golongan bakteri gram negatif yang dapat menghasilkan endotoksin pada dinding luar yang berupa lipopolisakarida di sumsum tulang yang merupakan organ utama dalam myelopoiesis.Terjadinya endotoksinemia akan merangsang hiperaktivitas vaskular dan pelepasan katekolamin yang menyebabkan nekrosis fokal dan perdarahan, sehingga berakibat penurunan jumlah neutrofil, sel darah merah, hemoglobin, leukosit dan trombosit. Kata Kunci: Tifoid, Pemeriksaan Darah Tepi, Salmonella typhii, Endotoksin, Sumsum Tulang Belakang, Anak.  
Analisis Faktor Risiko Terhadap Mortalitas Pasien Sepsis di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2018-2021 Putri Grace Aiko Purba; Ari Wahyuni; Novita Carolia; Liana Sidharti
Medula Vol 16 No 2 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i2.1788

Abstract

Sepsis is an organ dysfunction due to dysregulation of infection response. It is characterized by cardinal inflammatory signs such as vasodilation, leukocyte accumulation, and increased microvascular permeability in tissues away from the site of infection. Sepsis is identified using clinical criteria, specifically the Sequential (Sepsis-Related) Organ Failure Assessment Score with ≥2 points. Sepsis is a leading cause of mortality in the Intensive Care Unit. Its mortality is triggered by several risk factors, including age, low Glasgow Coma Scale and Mean Arterial Pressure scores, and the presence of comorbidities. This study aims to analyze the relationship between these determinants and mortality among the Intensive Care Unit sepsis patients. This study used an observational analytic method with a cross-sectional approach. The subjects were sepsis patients in the Intensive Care Unit of RSUD DR. H. Abdul Moeloek Lampung in 2018-2021 who met the inclusion and exclusion criteria. The independent variables were age, Glasgow Coma Scale, Mean Arterial Pressure, and comorbidities, while the dependent variable was mortality. Samples were collected using total sampling technique. The results showed that age, Glasgow Coma Scale, Mean Arterial Pressure, and comorbid disease were significantly associated sepsis mortality, with p-values of 0.008, 0.029, 0.040, and 0.013, respectively. Thus, there is a relationship between age, Glasgow Coma Scale, Mean Arterial Pressure, and comorbid disease to the mortality among sepsis patients.