Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Journal of Community Empowerment

Reimagining Edupark Camp Bell 2 Tawangsari Teras Boyolali: Menyemai Peluang Ekonomi Baru di Era Pasca Covid-19 Sudarmin Sudarmin; M. Aryono Adhi; Rr. Sri Endang Pujiastuti; Yosephine Debbie Damayanti
Journal of Community Empowerment Vol 3 No 1 (2023): Journal of Community Empowerment
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jce.v3i1.73598

Abstract

Abstrak. Di era pasca pandemi, Desa Tawangsari Teras Boyolali dengan destinasi wisata unggulannya, Edupark Camp Bell 2, menghadapi tantangan dalam pemulihan dan pengembangan ekonomi lokal. Pandemi Covid-19 telah meninggalkan dampak yang terlihat pada kondisi terawatnya lokasi wisata tersebut. Namun, di sisi lain, banyak warga desa yang mengandalkan kegiatan ekonomi di lokasi ini, terutama pada akhir pekan ketika mereka menjajakan makanan, minuman, dan produk lokal kepada para pengunjung. Untuk mengatasi permasalahan ini, sebuah program pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan tujuan merespons tantangan tersebut melalui revitalisasi landscape dan taman di Edupark Camp Bell 2, menciptakan suasana yang lebih ASRI (Aman dan asik, Serasi dan menarik, Ramah anak dan wisatawan, serta Indah). Kerjasama erat antara Universitas Negeri Semarang (UNNES), pihak kelurahan, dan komunitas setempat menjadi landasan pelaksanaan kegiatan. Metode yang diterapkan melibatkan pendekatan penyuluhan teoritis, praktek penyuluhan, serta implementasi melalui kerja bakti yang melibatkan mahasiswa UNNES, perangkat desa, masyarakat, dan pemuda. Kegiatan dimulai dengan koordinasi menyeluruh bersama pihak kelurahan dan tokoh masyarakat. Keberhasilan proyek diukur dari transformasi taman dan lokasi wisata menjadi lingkungan yang lebih harmonis dan menarik. Hasil dari upaya pengabdian ini tampak jelas, dengan Edupark Camp Bell 2 berhasil mengalami transformasi signifikan menjadi destinasi yang lebih ASRI daripada sebelumnya. Selain itu, area tersebut juga lebih nyaman untuk kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya dalam menjual produk dan jasa mereka kepada wisatawan. Kemitraan yang solid antara UNNES, kelurahan, dan masyarakat menjadi bukti nyata dari kesuksesan program pengabdian ini. Abstract. In the post-pandemic era, Tawangsari Teras Boyolali Village, with its prominent tourist destination, Edupark Camp Bell 2, faces challenges in local economic recovery and development. The Covid-19 pandemic has visibly impacted the well-maintained condition of the tourist site. However, on the other hand, many villagers rely on economic activities in this location, especially during weekends when they offer food, beverages, and local products to visitors. To address this issue, a community service program was conducted with the aim of responding to these challenges through the revitalization of the landscape and gardens in Edupark Camp Bell 2, creating a more ASRI (Aman dan asik, Serasi dan menarik, Ramah anak dan wisatawan, serta Indah), that means safe and enjoyable, harmonious and attractive, child and tourist-friendly, and beautiful atmosphere. Close collaboration between Universitas Negeri Semarang (UNNES), the village authorities, and the local community formed the foundation for the implementation of the activity. The applied method involved a theoretical counseling approach, practical counseling practices, and implementation through communal work involving UNNES students, village officials, community members, and youth. The activity began with comprehensive coordination with the village authorities and community leaders. The success of the project was measured by the transformation of the park and tourist location into a more harmonious and appealing environment. The results of this community service effort are evident, with Edupark Camp Bell 2 successfully undergoing a significant transformation into a more ASRI destination than before. Furthermore, the area has become more comfortable for community economic activities, particularly in selling their products and services to tourists. The solid partnership between UNNES, the village authorities, and the community stands as tangible proof of the success of this community service program.
Co-Authors A. Fauzi Pohan A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adam Ardiansyah Adi Susilo Agus Subekti Agus Subekti Agus Suprianto Aji Purwinarko, Aji Anisa, Rahma Darin Ari Setiawan Ari Setiawan Bambang Subali Bilqis El Farsiyyi, Billqis El Farsiyyi Budi Astuti Budi Eka Nurcahya Budi Eka Nurcahya, Budi Eka Budi Naini Mindyarto, Budi Naini Budi Wibowo, Nugroho Cindiwati Danastri L. P. Tampubolon Desi Mustami Limayukha, Desi Mustami Limayukha Ellianawati, Ellianawati Elsa Fadlika Widyantari, Elsa Fadlika Widyantari Farizky Hisyam Fatoni, Iza Handayani, Alifa Tri Herdiyanti, Enesty Ilqia Rahma, Ilqia Rahma Lestari, Putri Yunia Maulida Nur Azzahra Minhat, Minhat Muh Sarkowi Muhammad Fathur Rouf Hasan Muttaqin, Rudhotul Muzli, Muzli Nanik Wijayati Noor, Yusmaniar Afifah Nugroho Budi Wibowo Nuni Widiarti Nurul Priyantari Parmin Pratiwi Dwijananti Prayitno, Wasi Sakti Wiwit Putra, Bayu Ramadhani Putra, Ngurah Made Darma Putut Marwoto Rahmania Sofyana Ulya, Rahmania Sofyana Ulya Rina Dwi Indriana Rooseno, Yohan Rr. Sri Endang Pujiastuti S Mursiti Sarwi Sismanto Sismanto Siti Rohmah Siti Wahyuni Siti Zulaikah Sofian, Sofian Sorja Koesuma Sudarmin Sudarmin Sudarmin Sudarmin Suharto Linuwih Sujabar, Sujabar Sulaiman, Ryan Sunyoto Eko Nugroho, Sunyoto Eko Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Suryanto, Wiwit Suyanto Suyanto Talitha Widiatningrum Tamba, Shallsa Bella. W Ummi Fauziyah Wahyu Hardyanto Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wiyanto - Yayuk Tutiek Supriyanti Yosephine Debbie Damayanti Yosepphiene Debbie Damayani Yusof, Mohammad Mubarrak Mohd