Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analysis of Risk Determinants with Diarrhea Incidence in Toddlers Kurniawan Koni; Muhammad Isman Jusuf; Laksmyn Kadir
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i2.943

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), diarrhea is a leading cause of morbidity and mortality among children worldwide, particularly in developing countries. Environmental factors, including access to clean water, adequate sanitation facilities, and community hygiene practices, play a significant role in the incidence of diarrhea. This study aims to analyze the risk determinants associated with diarrhea incidence in toddlers in the coastal area of Lake Limboto, Gorontalo Regency. This quantitative study employed an analytical design with a cross-sectional approach. A total of 84 respondents were selected using simple random sampling. Data were collected on variables including respondent knowledge, socio-cultural factors, environmental sanitation, handwashing practices, formula milk feeding, food preparation patterns, and complementary feeding. Statistical analyses were conducted using the chi-square test to determine the bivariate association between each independent variable and diarrhea incidence in toddlers, followed by multivariate analysis using logistic regression to identify the most significant risk determinants. The analysis revealed significant relationships between diarrhea incidence in toddlers and the following variables: respondent knowledge (ρ = 0.01), socio-cultural factors (ρ = 0.01), environmental sanitation (ρ = 0.02), handwashing with soap (ρ = 0.00), formula milk feeding (ρ = 0.01), food cooking patterns (ρ = 0.01), and provision of complementary foods (ρ = 0.01). All examined variables were significantly associated with the incidence of diarrhea in toddlers in the coastal area of Lake Limboto.
Hubungan Durasi Penggunaan Smartphone dengan Kejadian Tension-Type Headache pada Mahasiswa Keperawatan Sarah Alatas; Muhammad Isman Jusuf; Sri Yulian Hunowu
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/anwcxg08

Abstract

This study aimed to determine the relationship between smartphone usage duration and tension-type headache incidence in nursing students at Gorontalo State University. The method used was quantitative with an observational analytical design and a cross-sectional approach. The results showed a p-value of 0.001 (<0.05), indicating a significant relationship between smartphone usage duration and tension-type headache incidence in nursing students at Gorontalo State University. In conclusion, the longer the smartphone usage duration, the higher the likelihood of experiencing tension-type headache. Keywords: Smartphone Usage Duration, Tension-Type Headache
Gambaran Masalah Mental Emosional Siswa Kelas 12 SMA Berdasarkan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) Pretty Zellyn Quieta Derek; Serly Daud; Yuniarty Antu; Muhammad Isman Jusuf; Yancy Lumentut
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 2 (2026): JKRI - Januari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi gambaran masalah mental emosional pada siswa kelas 12 SMA Negeri 1 Limboto berdasarkan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Limboto pada tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 78 siswa kelas 12 yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan SDQ versi Indonesia yang mencakup lima domain, yaitu gejala emosional, masalah perilaku, hiperaktivitas, masalah hubungan teman sebaya, dan perilaku prososial. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi skor total kesulitan dan masing-masing domain. Sebanyak 50% responden berada pada kategori normal berdasarkan skor total SDQ, namun masih ditemukan responden dengan kategori borderline dan abnormal. Domain gejala emosional menunjukkan proporsi kategori abnormal tertinggi, sedangkan domain perilaku prososial sebagian besar berada pada kategori normal. Diperlukan pelaksanaan skrining kesehatan mental secara rutin di lingkungan sekolah serta penguatan program promotif dan preventif melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan layanan kesehatan
PERAN INTENSITAS MEROKOK DALAM PENURUNAN FUNGSI PARU PETANI: ANALISIS INDEKS BRINKMAN DAN PEMERIKSAAN SPIROMETRI Muhammad Raihan Laide; Sri Manovita Pateda; Sri Andriani Ibrahim; Muhammad Isman Jusuf; Muhammad Zukri Antuke
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i2.36262

Abstract

Merokok merupakan faktor risiko utama penurunan fungsi paru dan masih banyak ditemukan pada petani yang juga terpapar debu serta bahan kimia pertanian. Namun, bukti empiris hubungan derajat merokok dengan fungsi paru pada petani masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan derajat merokok dengan fungsi paru pada petani. Penelitian ini memiliki kebaruan dalam penggunaan Indeks Brinkman untuk mengukur paparan merokok kumulatif serta menghubungkannya dengan fungsi paru berbasis spirometri pada populasi petani dengan paparan risiko ganda. Penelitian ini merupakan studi analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 33 petani di Kelurahan Dembe Jaya, Kota Gorontalo yang dipilih secara purposive sampling. Derajat merokok diklasifikasikan menjadi ringan, sedang, dan berat, sedangkan fungsi paru dinilai menggunakan parameter FEV₁, FVC, dan rasio FEV₁/FVC. Analisis dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil menunjukkan fungsi paru tidak normal pada 19 responden dengan dominasi pola obstruktif (15 responden). Perokok berat lebih banyak pada kelompok fungsi paru tidak normal (10 orang), sedangkan fungsi paru normal didominasi perokok ringan (7 orang). Semakin tinggi derajat merokok, semakin besar risiko gangguan fungsi paru, terutama pola obstruktif.
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Bonepantai: The Relationship Between Diet and Hypertension Incidence in the Bonepantai Community Health Center Work Area Fadjar Ramdan I. Bobihu; Muhammad Isman Jusuf; Sitti Fatimah M. Arsad
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10328

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi kenaikan tekanan darah di atas normal (140/90 mmHg) yang menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia, di mana pola makan yang buruk seperti konsumsi tinggi natrium dan lemak menjadi salah satu faktor risiko utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bonepantai, mengingat tingginya angka penderita di Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross-sectional terhadap 71 responden peserta Prolanis yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pola makan tidak baik sebanyak 37 orang (52,1%) dan sebanyak 35 orang (49,3%) menderita hipertensi. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menghasilkan nilai p-value 0,000 (), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian hipertensi. Pembahasan mengungkap bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi natrium (MSG, ikan asin) dan lemak (gorengan) yang mudah dijangkau di wilayah pesisir berkontribusi pada tingginya tekanan darah responden. Simpulan dari penelitian ini adalah pola makan yang tidak sehat secara nyata meningkatkan risiko kejadian hipertensi, sehingga penerapan pola makan seimbang dan pembatasan asupan natrium sangat diperlukan sebagai langkah preventif.
The Effect of Classical Music Therapy on Pain and Anxiety in Hypertensive Patients at Otanaha Hospital Mutia; Muhammad Isman Jusuf; Gusti Pandi Liputo
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i3.8330

Abstract

Hypertension can be a serious threat to society because it can increase the risk of heart disease, stroke and other health problems. The treatment is carried out with non-pharmacology, namely listening to music, one of which is classical music. This study aims to determine the effect of classical music therapy on pain and anxiety in Hypertension patients at Otanaha Hospital. The research method uses pre-experimental with one group pre-test and post-test design approaches. The population of this study is hypertension patients who are in Otanaha Hospital in internal room 2. The number of samples in this study amounted to 50 respondents using a nonprobability sampling technique in the form of accidental sampling. The results showed that pain before being given music therapy was in the moderate category as many as 24 respondents (48%), heavy as many as 5 respondents (10%). After being given music therapy, which was moderate as many as 15 respondents (30%), light as many as 30 respondents (70%). Anxiety before being given music therapy was in the severe category of 7 respondents (14%), very severe as many as 43 respondents (86%). After being given music therapy, it was moderate as many as 45 respondents (90%), light as many as 5 respondents (10%). The results of the statistical test were obtained that there was an effect of classical music therapy on pain and anxiety in hypertensive patients at Otanaha Hospital using the Wilcoxon test for pain and anxiety using the Paired T-test with a p value of 0.000 (<0.05). Conclusion: the application of classical music therapy is able to reduce pain and anxiety in hypertensive patients. For people with hypertension, apply classical music therapy by modifying the environment that will be used so that the atmosphere is calm.