Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Need Analysis for English Writing Syllabus Development Rosi Fitriyanti S; Lewi Kabanga; Emon Paranoan
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i3.1428

Abstract

This study aims to identify the students’ needs in learning English writing in promoting syllabus development of writing skills. This research was a qualitative descriptive research. The subjects of this research were 45 students of the fifth semester of non-English Study Program, analyst department of Jayapura Sciences and Technology University. The data were collected using a questionnaire with the media of virtual meeting and what’s up Group. The analysis of data based on the theoretical framework that revealed in every detailed questions. The results found that students target of studying English writing are for their future profession and for their higher education. They want enjoying a Writing practice for activities at the classroom together with their pair or group. The students assumed for the role of teacher as a facilitator and guide in the teaching learning activities. Students also enjoy conducting writing by using media such as picture. Beside that they do not like to learn grammar directly but they like to learn by recognizing the error of sentence and completing the missing text.
EDUKASI PENCEGAHAN COVID-19 SERTA PENDAMPINGAN PEMBUATAN SARANA CUCI TANGAN PADA MASYARAKAT KELURAHAN HEDAM, KOTA JAYAPURA Rosi Fitriyanti Sumedi; Lewi Kabanga
JURNAL ABDIMAS DINAMIS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 1 No 2 (2020): ABDIMAS DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat USTJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jad.v1i2.743

Abstract

Kelurahan Hedam yang terletak di distrik Heram merupakan salah satu kelurahan dengan kepadatan penduduk yang tinggi karena merupakan salah satu kota pusat studi dengan beberapa universitas termasuk kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura. Di tengah pandemic Covid-19, masyarakat di kelurahan Hedam juga ikut terancam dikarenakan tingkat interaksi antar masyarakat sangat tinggi, khususnya di daerah sekitar kampus USTJ. Salah satu penyebab menularnya virus tersebut adalah kurangya pengetahuan masyarakat akan bahaya dan cara pencegahannya. Oleh sebab itu, kami tim pengabdian masyarakat membuat program edukasi tentang pencegahan penularan covid-19 kepada masyarakat di kelurahan Hedam dengan memberikan himbauan berupa video cara mencegah penularan Covid-19 dan juga memberikan himbauan langsung dengan membagikan masker kepada masyarakat yang beraktifitas tidak menggunakan masker. Selain itu, sejalan dengan himbauan pemerintah yang mengharuskan masyarakat untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah beraktifitas di luar rumah, maka kami Tim PKM juga membuat sarana cuci tangan/wastafel yang mudah dijangkau oleh masyarakat umum dikarenakan sarana cuci tangan di lokasi tersebut masih belum ada sehingga masyarakat hanya menyediakan galon/ember sebagai sarana cuci tangan. Pelaksanaan PKM ini menggunakan metode sosialisasi dan pendampingan terhadap masyarakat dalam membuat sarana cuci tangan yang juga dibantu oleh sebelas orang mahasiswa USTJ yang terdiri dari beberapa program studi. Hasil dari PKM ini menjukkan bahwa masyarakat yang beraktifitas di luar rumah sudah mulai taat pada protokoler Kesehatan dengan selalu menggunakan masker dan juga sarana cuci tangan yang telah dibuat memudahkan warga kelurahan Hedam untuk mengikuti anjuran pemerintah yang harus selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah beraktifitas di luar rumah. Kata kunci: Covid-19, sarana cuci tangan, Keluarahan Hedam
SOSIALISASI MEDIA DIGITAL TUTURAN DIREKTIF BERBASISI KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT DI DISTRIK HERAM DALAM SITUASI PANDEMI COVID 19 Emon Paranoan; Hendry Bakry; Rosi Fitriyanti
JURNAL ABDIMAS DINAMIS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 2 No 1 (2021): Abdimas Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat USTJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jad.v2i1.837

Abstract

Artikel ini merupakan kegiatan Pengabdian Masyarakat secara Mandiri yang dilaksanakan di Distrik Heram Kota Jayapura. Distrik Heram merupakan wilayah Pemerintahan Kota Jayapura yang merupakan salah satu Distrik atau Kecamatan yang menjadi sorotan dan pemantauan Tim Gugus Covid-19 Kota karena tingkat masyarakat yang terkonfermasi Positif Covid-19 sedikit mengalami peningkatan. Masyarakat di lingkungan Distrik atau Kecamatan ini sebagain besar adalah masyarakat asli Port Numbay atau kota Jayapura asli dan masyarakat Pegunungan yang berdomisili di lingkungan Distrik ini. Menurut catatan Tim Gugus Covid-19 Kota Jayapura bahwa tingkat kesadaran menggunakan Masker masih sangat rendah, sehingga permasalahan ini menjadi suatu problem tersendiri bagi pihak Tim Gugus dan Distrik Heram untuk dapat memberikan kesadaran bagi masyarakat dalam menggunakan masker. Pendekatan dan fasilitas telah disiapkan oleh pemerintah setempat namun bagian ini tidak dapat memengaruhi kesadaran Masyarakat dalam menjaga protokol Kesehatan secara khusus menggunakan Masker. Pendekatan kearifan lokal dalam meningkatkan protokol kesehatan boleh dikata belum tersentuh di lingkungan Kota Jayapura. Jika kita memerhatikan proses interaksi masyarakat di kota Jayapura dan Papua sekitarnya maka mereka lebih cenderung dominan dalam menggunakan Bahasa daerah mereka manakala mereka berkomunikasi dengan sesama penutur karena mereka merasa nyaman berkomunikasi sesama penutur yang ada. Kegiatan Ini menggunakan Pendekatan Tindak Tutur Direktif yang ingin memengaruhi Masyarakat lokal untuk sadar mematuhi protocol kesehatan dengan menggunakan masker dalam Bahasa daerah, sehingga bentuk data yang digunakan adalah data dalam bentuk ajakan atau direktif menggunakan Masker dengan Bahasa lokal. Data yang ada kemudia dituangkan dalam sebuah Vidio singkat dengan pendekatan muatan lokal yang ada di Kota Jayapura. Ada 6 perwakilan Bahasa daerah yang digunakan sebagai representasi masyarakat yang ada di Kota Jayapura yaitu Bahasa,Tobati, Bahasa Nafri, Bahasa Skow, Bahasa Sentani, Bahasa Lani dan Bahasa Mee. Sebagai kesimpulan dari kegiatan ini adalah masyarakat lokal jauh lebih tertarik dalam memathuhi protokol kesehatan karena masyarakat Papua sangat tersentuh didalam memerhatikan arahan menggunakan masker dalam Bahasa daerah mereka. Dan hal yang paling penting yang ditemukan dalam kegiatan ini adalah masyarakat Papua baru pertama kali melihat dan membaca slogan dan ajakan mematuhi Protokol Kesehatan dalam Bahasa Daerah mereka. Startegi ini tentunya akan menjadi rekomendasi awal bagi kami untuk merekomendasikan penggunaan Bahasa daerah dalam kontek permasalahan yang ada di Jayapura atau Papua secara keseluruhan, sehingga diharapkan kerangka Nasionalisme dalam konteks Kearifan Lokal Papua dapat tercapai secara siknifikan. Keywords: Arahan Direktif, Covid-19, Kota Jayapura
Pendampingan Pemantauan Kualitas  Lingkungan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Iwaka Sistem Controled Landfill Timika Alberth E S Abrauw; Alfred B Alfons; Rosi Fitriyanti S; Marcelino N Yonas; Abdul Hanan
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/fpce1v32

Abstract

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Iwaka di Kabupaten Mimika saat ini masih menggunakan sistem open dumping yang menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan seperti pencemaran air, emisi gas rumah kaca, dan gangguan kenyamanan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika dalam pemantauan kualitas lingkungan TPA Iwaka sebagai dasar penyusunan dokumen UKL-UPL untuk peningkatan sistem menjadi controlled landfill. Metode pelaksanaan meliputi pengumpulan data sekunder melalui koordinasi lintas instansi, survey lapangan dengan sampling kualitas udara ambien, kebisingan, air permukaan, air tanah, identifikasi kemelimpahan biotis, vegetasi, tutupan lahan, serta survey persepsi sosial ekonomi masyarakat. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi lingkungan masih relatif baik dengan sebagian besar parameter memenuhi baku mutu yang ditetapkan, namun terdapat beberapa indikator penurunan kualitas yang perlu diantisipasi. Nilai BOD dan coliform pada air permukaan di hilir TPA mengindikasikan rembesan lindi, tingkat kebisingan pada jam operasional puncak mendekati baku mutu, dan dominasi organisme toleran pada biotis air menunjukkan tekanan ekologis. Survey sosial menunjukkan 68% responden keberatan terhadap keberadaan TPA karena bau dan peningkatan populasi serangga, namun 72% mendukung pengembangan menjadi controlled landfill dengan perbaikan pengelolaan dampak. Rekomendasi utama meliputi pembangunan sistem pengelolaan lindi komprehensif, pengembangan zona hijau penyangga, penerapan penutupan harian, pengaturan jam operasional, serta program monitoring lingkungan dan komunikasi masyarakat secara partisipatif.
TRANSFORMATION OF HIGHER EDUCATION IN INDONESIA: PURSUING QUALITY, ACCESSIBILITY, AND RELEVANCE IN THE ERA OF GLOBALIZATION Komari Komari; Rosi Fitriyanti S; Herry Wahyudi Susanto; Siminto; Amin
International Journal of Teaching and Learning Vol. 1 No. 2 (2023): International Journal of Teaching and Learning (INJOTEL)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the past, Indonesia's higher education system underwent a transformative journey marked by significant changes. The nation recognized the pivotal role of higher education in fostering socio-economic development and driving innovation. With a burgeoning young population and increasing demands for a skilled workforce, the importance of higher education institutions in shaping the nation's future became more evident than ever. The higher education landscape in Indonesia witnessed substantial growth and expansion. The government made considerable investments to enhance the quality and accessibility of higher education, aiming to compete effectively in the global knowledge economy. Despite these positive developments, critical issues related to quality, accessibility, and relevance emerged as significant challenges. This research, conducted in the past, aimed to explore these multifaceted challenges and propose strategies for improvement. The primary objectives were to examine the state of higher education in Indonesia, identify barriers hindering the delivery of high-quality and relevant education, assess the role of technology in reshaping higher education, explore the evolving needs of the job market, and provide recommendations to enhance the quality, accessibility, and relevance of higher education. The research findings contributed to the advancement of higher education in Indonesia, aligning it with the demands of the global knowledge economy. It emphasized the need for continued transformation to ensure that higher education institutions could effectively pursue quality, accessibility, and relevance in an era characterized by globalization and rapid change.
Sosialisasi dan Pelatihan Implementasi Pembelajaran Mendalam bagi Guru YPKP Sentani Jayapura Yuyun Nuriah; Sigit Utomo; Bambang Suhartawan; Lia Syarifah Kastella; Yulis Cahyawati Kastella; Andrew Cavin Pattipeilohy; Rosi Fitriyanti; Komari Komari
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/w2zggf59

Abstract

Pengabdian ini mengimplementasikan pendekatan Pembelajaran Mendalam bagi guru Yayasan Pendidikan Kristen Papua (YPKP) Sentani Jayapura sebagai respon terhadap rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa Indonesia berdasarkan hasil PISA 2022. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi guru di lingkungan YPKP Sentani dalam mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam, sehingga dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan bagi peserta didik, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, Difusi Ipteks Berbasis Praktik dan Pelatihan Terintegrasi. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi guru sebesar 89,13%, kemampuan mengintegrasikan delapan dimensi profil lulusan, dan terbentuknya komunitas praktisi berkelanjutan. Guru berhasil mendesain pembelajaran yang mengaktifkan berpikir tingkat tinggi melalui tahapan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Pembelajaran Mendalam berhasil diimplementasikan dalam konteks pendidikan bernafaskan Islam, memperkuat nilai-nilai akhlak mulia, toleransi, dan kebhinekaan. Program ini menciptakan ekosistem pendidikan yang dinamis dan berpotensi menjadi model percontohan implementasi Pembelajaran Mendalam di institusi pendidikan dengan konteks serupa.
Evaluasi Rantai Layanan Air Limbah Domestik dan Risiko Lingkungan di Kabupaten Mimika Alberth Einstein Stevann Abrauw; Alfred Benjamin Alfons; Rosi Fitriyanti Sumedi; Maria Rosari Paembong
Journal of Creative Student Research Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Journal of Creative Student Research
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jcsr-politama.v4i4.6497

Abstract

Mimika Regency is experiencing rapid economic growth and urbanization, which has put significant pressure on the domestic sanitation system. The lack of integrated downstream management, combined with biophysical conditions such as the dominance of aerated glei soils, extreme rainfall, and shallow groundwater levels, increases the risk of aquifer contamination and serious environmental pollution. This study aims to untangle the domestic wastewater service chain and identify the resulting environmental risks as a basis for developing a sustainable sanitation strategy. The study uses a descriptive-evaluative approach that integrates a service chain analysis (Shit Flow Assessment), spatial analysis of at-risk areas, and environmental hydrogeological studies based on data from the EHRA Study, the District Sanitation Strategy (SSK), and the geological conditions of the region. The results show that the sanitation system does not meet SDGs standards; 43.99% of the population still defecates in the open, 38% of septic tanks are unsafe, and downstream management (transportation/treatment) reaches 0% due to the non-operational Iwaka Wastewater Treatment Plant (IPLT). These conditions pose a high risk of pathogen contamination in community water sources, especially in the Mimika Baru, Wania, and Iwaka Districts. Recommended strategies include accelerating IPTL operations, strengthening regulations, institutions, and technological interventions.
Semantic and Rhetorical Construction of Resilience in Taylor Swift’s “Shake It Off” Fira Nurjuliyani; Rosi Fitriyanti
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 9 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/neeg3758

Abstract

This study examines how semantic and rhetorical strategies construct the theme of resilience in Taylor Swift’s “Shake It Off (Taylor’s Version).” Using a qualitative descriptive method grounded in Leech’s (1981) theory of meaning and Ullmann’s (1962) semantic theory, the study identifies fifteen data items drawn from the song’s verses, pre-choruses, chorus, interlude, and bridge. The data were analyzed for lexical and contextual meaning as well as for the rhetorical structures—repetition, parallel structure, contrast, metaphor, personification, reported speech, and direct address—that shape those meanings. The findings show that resilience in the song is constructed progressively: the speaker first acknowledges external judgment, then expresses persistence and internal reassurance, followed by declarations of independence and composure, and finally extends this resilience outward through direct address to the listener and a concrete narrative application. The study concludes that resilience in the song is not encoded in a single word but distributed across a network of lexical items and rhetorical devices that together construct an active, self-directed, and socially aware response to criticism. These findings contribute to the growing body of research on the semantic analysis of contemporary song lyrics as a form of resilience discourse.