Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI KECAMATAN ENTIKONG KABUPATEN SANGGAU TAHUN 2013, 2017, DAN 2022 Mulyawan, Jonni; Riyono, Joko Nugroho; Lestariningsih, Siti Puji
AGRIFOR Vol 23, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i2.7185

Abstract

Kecamatan Entikong merupakan wajah negara Indonesia, karena berbatasan langsung dengan negara Malaysia dan terdapat satu Pos Lintas Batas Negara di Desa Entikong. Berdasarkan SK.733/Menhut-II/2014 tanggal 2 September 2014 terdapat tiga fungsi hutan di Kecamatan Entikong yaitu Hutan Lindung, Hutan Produksi dan Hutan Produksi Terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan tutupan lahan yang terjadi di Kecamatan Entikong antara tahun 2013, 2017, dan 2022. Penelitian menggunakan teknik penginderaan jauh dengan metode analisis visual yang menghasilkan akurasi lapangan sebesar 91,7%. Terdapat 8 kelas tutupan lahan di Kecamatan Entikong, yaitu hutan lahan kering primer, hutan lahan kering sekunder, perkebunan, permukiman, lahan terbuka, semak belukar, tubuh air, dan pertanian lahan kering. Pada periode tahun 2013 hingga 2022 kelas tutupan lahan yang paling besar mengalami perubahan adalah semak belukar seluas (+3.682,83 ha), sedangkan permukiman adalah kelas tutupan yang paling sedikit terjadi perubahan, yaitu seluas (+19,11 ha). Pada kelas tutupan lahan hutan, hutan lahan kering primer terjadi perubahan berupa pengurangan seluas 2.921,40 ha atau 4,43 %, sedangkan hutan lahan kering sekunder terjadi pengurangan seluas 2.916,80 ha atau 4,42%.
KAJIAN KUALITAS AIR PERMUKAAN AKIBAT LIMBAH DOMESTIK DI HUTAN DESA BUMI LESTARI KABUPATEN KAPUAS HULU Ramadhani, Endi; Lestariningsih, Siti Puji
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 3 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i3.89654

Abstract

The use of surface water in the forest area of Bumi Lestari village for various needs is very intensive. On the other hand, there is no waste disposal system in the area, so waste from domestic activities is simply dumped directly into the water. The objectives of the study were to determine the distribution of water quality, the process of water self-purification, and to analyze the compliance of water quality with water quality regulation standards. Field survey methods and laboratory tests were used to determine water quality. Six test parameters were used, including TDS, TSS, BOD, COD, ammonia, and sulfate. The analysis of water quality compliance with water quality standards refers to the Government Regulation No. 22 of 2021. Water sampling was carried out using purposive sampling based on the condition of water flow and the segment of the settlement area, namely before (point 1), in the middle (point 2) and after (point 3). The results showed that the distribution of water quality in the rivers and lakes of the study area fluctuated. The increase of the degree of waste pollution was dominant at point 1, decreased at point 2, and increased again at point 3. The water self-purification process, based on to the BOD and COD indicators, can essentially take place, although pollutant levels increased again at point 3. Therefore, the final stage of the self-purification process has not yet been reached from the perspective of the water self-purification process zone. Based on Government Regulation No. 22 of 2021, the condition of the surface water quality in the study area, for the six parameters tested, shows that two parameters (BOD and ammonia) are classified in quality standard class IV, COD levels fall within quality standard classes I - II, and TDS, TSS, and sulfate levels are fall within quality standard class I.Keywords:  Domestic Waste, Surface Water, Village Forest, Water QualityAbstrakPemanfaatan air permukaan di Kawasan Hutan Desa Bumi Lestari untuk berbagai kebutuhan begitu intensif dilakukan. Di sisi lain, pada kawasan tersebut belum terdapat sistem pengaturan pembuangan limbah, sehingga zat sisa hasil kegiatan domestik, dialirkan begitu saja secara langsung pada perairan. Tujuan dari penelitian diantaranya mengidentifikasi distribusi kualitas air, proses penjernihan kembali perairan, serta menganalisis kesesuaian kualitas air terhadap standar baku mutu air. Metode survei lapangan dan uji laboratorium digunakan untuk mengidentifikasi kualitas air. Enam parameter uji digunakan, diantaranya TDS, TSS, BOD, COD, Ammonia, dan Sulfat. Analisis kesesuaian kualitas air terhadap standar baku mutu air mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021. Pengambilan sampel air dilakukan secara purposif, berdasarkan kondisi pengaliran air dan segmen area permukiman, yakni sebelum (titik 1), tengah (titik 2), dan sesudah (titik 3). Hasil penelitian menunjukkan distribusi kualitas air pada perairan sungai dan danau daerah penelitian, memiliki kecenderungan pola yang fluktuatif. Peningkatan derajat pengotoran limbah yang dominan terjadi pada titik 1, penurunan pada titik 2, dan peningkatan kembali di titik 3. Proses penjernihan kembali menurut indikator BOD dan COD, pada dasarnya dapat terjadi, walaupun di titik 3 mengalami peningkatan kembali kadar pencemar, sehingga bila dilihat berdasarkan zona prosesnya, belum mencapai fase akhir dari proses penjernihan kembali. Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021, kondisi kualitas air permukaan daerah penelitian dari enam parameter yang diuji, dua parameter (BOD dan Ammonia) tergolong pada kelas baku mutu IV, kadar COD termasuk dalam kelas baku mutu I "“ II, serta kadar TDS, TSS, serta Sulfat termasuk dalam kelas baku mutu I.Kata kunci:  Limbah Domestik, Air Permukaan, Hutan Desa, Kualitas Air
PEMANFAATAN LIMBAH SABUT KELAPA DAN PELEPAH BATANG PISANG MENJADI PRODUK KERAJINAN BERNILAI EKONOMI Siva Devi Azahra; Siti Puji Lestariningsih; Siti Latifah; Destiana Destiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26816

Abstract

Abstrak: Penumpukan limbah sabut kelapa dan pelepah batang pisang merupakan masalah lingkungan yang terjadi di lingkungan sekitar SMAN 1 Segedong. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi hal tersebut dengan memberikan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam mengolah limbah serabut kelapa dan pelepah batang pisang menjadi produk kerajinan yang bernilai ekonomis. Kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan akseptor, pembuatan materi, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi yang melibatkan 34 siswa. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan diukur melalui pre-test dan post-test serta pengamatan langsung pada saat sesi praktek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap pemanfaatan limbah, konsep dasar daur ulang, keterampilan teknis pembuatan produk, dan kreativitas pembuatan produk meningkat dari nilai tiap aspek rata-rata 70 menjadi nilainya di atas 92, sedangkan peningkatan keterampilan dapat dilihat dari kreativitas siswa dalam menciptakan produk dari limbah tersebut. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini berhasil mengintegrasikan pemahaman siswa tentang kelestarian lingkungan dengan keterampilan dalam membuat produk ramah lingkungan.Abstract: The accumulation of coconut fiber waste and banana stem fronds is an environmental problem that occurs in the neighborhood of SMAN 1 Segedong. Therefore, this service activity aims to overcome this by providing training to improve students' understanding and skills in processing coconut fiber waste and banana stem fronds into economically valuable handicraft products. The activity began with identifying acceptor needs, making materials, training implementation, and evaluation involving 34 students. The increase in knowledge and skills was measured through pre-test and post-test, as well as direct observation during practical sessions. The results showed that students' understanding of waste utilization, basic concepts of recycling, technical skills of product making, and creativity of product making increased from an average score of 70 in each aspect to a score above 92. In contrast, the increase in skills can be seen in students' creativity in creating products from waste. This training successfully integrated students' understanding of environmental sustainability with skills in making environmentally friendly products.
Pemetaaan Partisipatif Potensi Wisata Bantaran Sungai Sebagai Upaya Perencanaan Pembangunan Desa Lestariningsih, Siti Puji; Ramadhani, Endi
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v4i2.3891

Abstract

The current management paradigm of the river area is no longer seen as a protected area without any exploitation activity in it. The involvement of the community around the river in the management is an effective alternative inining the sustainable functioning of the riverside area. One of the early approaches to achieving sustainable management of river transportation is by conducting participatory mapping for administrative boundaries and development of tourism activities. The objectives of this activity: 1) provide education on the functioning of the river transport area, potential threats and strategies for sustainable river management; 2) accompany the preparation of participatory maps of the administrative ducks and the development plan of tourist activities in the village of Peniti Besar. Dedication to the community is carried out by the method of community development. The stages are surveys, potential identification, base map making, participatory mapping, map finalisation, and evaluation. Through participatory mapping, the sustainable management of river basin areas based on tourist activities, has provided extensive space for the apparatus of the village, as well as the community in developing its territory independently and intelligently, as listed in the indicator of achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs).
Increasing the Economic Value of Mangrove Plants Through Ecoprint Product Manufacturing Training: Peningkatan Nilai Ekonomi Tanaman Mangrove Melalui Pelatihan Pembuatan Produk Ecoprint Emi Roslinda; Lestariningsih, Siti Puji; Astiani, Dwi; Ekyastuti, Wiwik; Ekamawanti, Hanna Artuti
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i1.14296

Abstract

Setapuk Besar Sub-district has a mangrove area due to community conservation independently. However, few people use mangrove plant leaves as natural dyes and essential ingredients for eco-print products. This service activity is intended so the community can independently produce high-quality, attractive eco-print products. The methods applied are a presentation of material, discussion, demonstration, and practice of making eco-print products using the pounding technique. This PKM activity has increased their knowledge and skills regarding using mangrove plant leaves as natural dyes to manufacture eco-print products. The participants' enthusiasm, consisting of Surya Perdana Mandiri NGO members and Setapuk Besar Sub-District PKK women, understood the training material and practiced it at each activity stage. Based on the results of the questionnaire as an evaluation material for PKM activities, it is known that there has been a very significant change in knowledge and skills (above 80%) of the training participants for making eco-print products to increase the economic value of mangrove plants.
PEMANFAATAN TUMBUHAN LOKAL SEBAGAI OLAHAN PANGAN UNTUK MEMPERKUAT PEREKONOMIAN MASYARAKAT Destiana, Destiana; Azahra, Siva Devi; Lestariningsih, Siti Puji; Kartikawati, Siti Masitoh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23084

Abstract

Abstrak: Umbut kelapa merupakan bagian dari tumbuhan kelapa yang terletak pada bagian ujung batang yang jika terus tumbuh akan menjadi pelepah dan daun, bagian ini berada di empulur batang, bertekstur lembut dan memiliki rasa yang manis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan umbut kelapa sebagai alternatif produk olahan pangan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan di Desa Peniti besar Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah, peserta kegiatan ini diikuti oleh kelompk Ibu-ibu PKK sebanyak 35 orang. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan cara menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat dan sistem evaluasi dengan menggunakan kuisoner yang dilakukan diawal dan diakhir kegiatan. Hasil pelaksanaan kegiatan menggambarkan adanya perubahan informasi dan pemahaman tentang pemanfaatan umbut kelapa menjadi olahan pangan berbentuk kelapa dari yang sebelumnya 17% menjadi 100%, pemahaman tingkat kesulitan pembuatan umbut kelapa menjadi olahan pangan yanga awalnya sebesar 63% menyatakan sulit menjadi 10% dan ketertarikan berusaha sebesar 27% menjadi 73%.Abstract: The coconut sheath is part of the coconut plant located at the end of the stem, which, if it continues to grow, will become fronds and leaves; this part is in the pith of the stem, has a soft texture, and has a sweet taste. This activity aims to increase the activity aims to increase community knowledge about using coconut tubers as an alternative processed food product to improve the surrounding community's economy. Community service activities were carried out in Peniti Besar Village, Segedong District, and Mempawah Regency, and the participants of this activity were attended by a group of 35 mother Family Empowerment and Welfare (PKK). The method used in this activity is delivering socialization to the community, and the evaluatioj system is used, using questionnaries conducted at the beagining and the end of the activity. The results of the implementation of the activity illustrate a change in information and understanding of the utilization of coconut tubers into processed food in the form of coconut from the previous 17% to 100%, understanding the level of difficulty in making coconut tubers into processed food,which initially 63% to 10%, and interest in trying 27% to 73%. 
PEMETAAN POTENSI WISATA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENGEMBANGAN DESA WISATA SUNGAI KUPAH KABUPATEN KUBU RAYA Siti Puji Lestariningsih; Destiana; Siva Devi Azahra
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.115

Abstract

Desa Sungai Kupah yang berada di Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan barat terpilih sebagai penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022 dengan potensi unggulan berupa hutan mangrove. Desa wisata harus memenuhi tujuh unsur Sapta Pesona yaitu Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesejukan, Keindahan, Keramahan, dan Kenangan. Penobatan sebagai desa wisata merupakan awal bagi pemerintah desa dan pengelola wisata bersama masyarakat untuk menggali potensi untuk pengembangan ekowisata di Desa Sungai Kupah. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk memetakan secara spasial potensi wisata yang terdapat di Desa Sungai Kupah sebagai dasar perumusan rencana pengelolaan wisata. Metode yang digunakan yaitu metode survei dengan pemetaan berbasis drone untuk menghasilkan peta detil, observasi lapangan untuk pengumpulan data potensi wisata, dan grup diskusi untuk menghasilkan rumusan rencana pengelolaan. Berdasarkan hasil pemetaan, potensi di Desa Sungai Kupah yang dapat dijadikan obyek wisata terutama yang berkaitan dengan ekosistem mangrove yaitu proses pembibitan mangrove, pembuatan kerajinan anyaman daun nipah, kreasi olahan pangan dari mangrove, pembuatan pavling block berbahan sampah plastik, susur sungai dan pengamatan satwa, camping ground dan penanaman mangrove digital. Rencana pengelolaan meliputi pemeliharaan unsur keindahan dan kebersihan dengan perbaikan sarana prasarana di lokasi wisata, inovasi kantin wisata, dan pembuatan produk souvenir menggunakan bahan lokal untuk pemenuhan unsur kenangan. Kesimpulannya, secara spasial persebaran obyek wisata cukup menyebar dengan potensi beragam yang sesuai untuk pengembangan paket wisata. Pengembangan desa wisata yang prioritas yaitu perbaikan track mangrove dan pembinaan kelompok industri kreatif.
NILAI ERODIBILITAS TANAH DI DESA RIRANG JATI KECAMATAN NANGA TAMAN KABUPATEN SEKADAU Meida, Ririn Yunia; Herawatiningsih, Ratna; Lestariningsih, Siti Puji
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 3 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i3.79276

Abstract

Erodibility relates to soil loss by water and wind transport through a formulaic approach that combines the values of soil texture, soil structure, organic matter and soil permeability. This research aims to analyse the value of soil erodibility and provide information as input and conservation advice in the management and use of land in Rirang Jati Village. This research uses survey method, soil sampling is done by purposive sampling based on land unit map of rirang jati Village. Soil erodibility data analysis using Wischmeier and Smith 1978 equation. Based on the results of the analysis of soil erodibility classes were generated, ranging from class1 (very low) to class 6 ( very high). The highest erodibility occurs in LMU PD-HS-C with a value of 0,72 this occurs because the soil has poor permeability and high dust content. The lowest erobilility occurs in land unit PD-HS-SC with a value -0,060 this occurs because the soil has a high organic matter content. Conservation actions suggested are in the form of supervision of land use in areas that indicate high erodibilty if possible, planting ground cover crops or double cropping can be done. Keywords: Erodibility, Erodibility Factor, Land Use. Abstrak Erodibilitas berkaitan dengan kehilangan tanah oleh daya penghanyut air maupun angin melaui pendekatan rumus yang menggabungkan nilai tekstur tanah, struktur tanah, bahan organik dan permeabilitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai erodibilitas tanah serta memberikan informasi sebagai masukkan dan saran konservasi dalam pengelolaan dan penggunaan lahan di Desa Rirang Jati. Penelitian ini menggunakan metode survei, pengambilan sampel tanah dilakukan secara purposive sampling berdasarkan peta satuan lahan Desa Rirang Jati. Analisis data erodibilitas tanah menggunakan persamaan Wischmeier and Smith 1978. Berdasarkan hasil analisis nilai Erodibilitas (K) tanah dihasilkan 6 kelas erodibilitas tanah, mulai dari kelas 1(sangat rendah) sampai kelas 6 (sangat tinggi). Erodibilitas paling tinggi terjadi pada LMU PD-HS-C dengan nilai sebesar 0,72, hal tersebut terjadi karena tanah tersebut memiliki permeabilitas yang sangat lambat dan kandungan debu yang tinggi. Eerodibilitas paling rendah terjadi pada LMU PD-HS-SC dengan nilai sebesar -0,060, hal ini terjadi karena tanah tersebut memiliki kandungan bahan organik yang tinggi. Tindakan konservasi yang disarankan berupa pengawasan terhadap penggunaan lahan pada wilayah yang terindikasi erodibilitas tinggi jika memungkinkan dapat dilakukan penanaman tanaman penutup tanah atau bercocok tanam ganda. Kata Kunci: Erodibilitas, Faktor Erodibilitas, Penggunaan Lahan
PEMETAAN PARTISIPATIF SEBAGAI INSTRUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA BERBASIS DATA SPASIAL Lestariningsih, Siti Puji; Destiana, Destiana; Azahra, Siva Devi; Kartikawati, Siti Masitoh; Ramadhani, Endi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38286

Abstract

Abstrak: Keterbatasan ketersediaan data spasial desa serta rendahnya pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan menjadi kendala dalam mewujudkan pembangunan yang berbasis bukti dan inklusif. Kondisi tersebut menyebabkan perencanaan cenderung normatif dan belum sepenuhnya didukung informasi keruangan yang akurat, terintegrasi, dan terdokumentasi dengan baik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam pemetaan desa sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan yang lebih akurat dan transparan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui penyusunan peta dasar, sosialisasi pentingnya data spasial, praktik pemetaan batas dan potensi wilayah, pengolahan data spasial menggunakan perangkat lunak SIG, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta dari pemerintah desa dan organisasi masyarakat. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert untuk mengukur pemahaman konsep, tingkat partisipasi, dan persepsi manfaat kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman dan keterlibatan peserta sebesar 67%, dengan peningkatan tertinggi pada aspek pemahaman konsep pemetaan partisipatif. Kegiatan ini menghasilkan peta desa yang dimanfaatkan sebagai acuan perencanaan pembangunan serta memperkuat tata kelola desa berbasis data dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan dan kolaboratif.Abstract: Limited availability of village-level spatial data and low community involvement in the planning process hinder the realization of evidence-based and inclusive development. This condition leads to planning practices that tend to be normative and insufficiently supported by accurate, integrated, and well-documented spatial information. This community service program aimed to enhance community capacity and participation in village mapping as a foundation for more accurate and transparent development planning. The method employed a participatory approach, including the preparation of base maps, socialization of the importance of spatial data, participatory mapping of administrative boundaries and local potentials, spatial data processing using GIS software, and program evaluation. This activity involved 30 participants from village government and community organizations. Evaluation was conducted using a Likert-scale questionnaire to assess participants’ conceptual understanding, level of participation, and perceived benefits of the activity. The results indicated an average increase of 67% in participants’ understanding and engagement, with the highest improvement observed in the understanding of participatory mapping concepts. The activity produced a village map that serves as a reference for development planning and strengthens data-driven governance and sustainable community empowerment.
PELATIHAN PENGOLAHAN DATA DAN PEMETAAN SEBARAN SPESIES TUMBUHAN INVASIF DI LINGKUNGAN TAMAN NASIONAL BUKIT BAKA BUKIT RAYA (TNBBBR) SINTANG Erisa Ayu Waspadi Putri; Siti Puji Lestariningsih; Endi Ramadhani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 7 No. 1 (2024): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Nasional Bukit Baka Bukit merupakan kawasan konservasi yang dikelola dengan tujuan konservasi dan pelestarian keanekaragaman hayati. Salah satu masalah yang terdapat pada taman nacional dan memerlukan penanganan secara komprehensif yaitu penanggulangan penyebaran tumbuhan invasif yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman asli di kawasan tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan materi pelatihan pengolahan data dan pemetaan sebaran spesies tumbuhan invasif yang menjadi ancaman bagi keberlangsungan konservasi spesies-spesies utama dilindungi pada kawasan Taman Nasional. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode yang terdiri atas: perencanaan, sosialisasi dengan percontohan kasus, dan evaluasi. Sedangkan data utama yang digunakan dalam pelatihan tersebut berupa peta wilayah kerja TNBBBR dan data spasial contoh peta persebaran spesies invasif. Kegiatan pelatihan relevan dengan kebutuhan TNBBBR untuk mendukung kinerja dan mempermudah dalam mengatasi persebaran tumbuhan invasif. Peserta dapat memahami materi pelatihan yang ditunjukkan dengan keaktifan diskusi. Sebagai evaluasi diperlukan tindak lanjut kegiatan berupa pelatihan pemetaan dengan software dan data yang relevan.   Kata Kunci: pemetaan, olah data, tumbuhan invasif, taman nasional