Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Productivity analysis in oil palm plantations using the objective matrix method: case study PT. Dharma Satya Nusantara Tbk. Mas'ud, Mufid; Pawitra, Theresia Amelia; Fathimahhayati, Lina Dianati
Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering Vol. 16, No. 2 (2024): OE July 2024
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/oe.2023.v16.i2.118

Abstract

PT. DSN Group Tbk, a company operating in palm oil plantations, wood products, and renewable energy, manages a 112,450-hectare palm oil plantation, including 84,566 hectares of core plantation and 27,884 hectares of plasma plantation. This research aims to identify and measure productivity criteria in the palm oil plantation and suggest improvements. The Objective Matrix (OMAX) method was used to evaluate productivity, revealing that the highest productivity index in 2021 was 136.67% in March, while the lowest was -36.67% in September. In 2022, the highest index was 101.67% in August, with the lowest at -35% in May. The Fishbone Diagram identified causes for productivity declines: in 2021, human-related issues were the primary factor, while in 2022, failure to meet production targets was the main concern. Proposed improvements include redesigning harvesting tools to reduce worker fatigue, remapping the plantation, conducting regular checks for fruit quality, maintaining farm equipment, and training workers to prevent over-fertilization.
Analisis Postur Kerja dengan Menggunakan Metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA): (Studi Kasus: PT. PLN Sektor Mahakam) Thamrin, Yusri; Utomo, Dutho Suh; Fathimahhayati, Lina Dianati
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v1i1.489

Abstract

PLN Sektor Mahakam adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara yang membidangi sektor usaha kelistrikan di Indonesia dimana pekerjanya rata-rata menggunakan komputer dalam bekerja. Tuntutan pekerjaan yang mengharuskan pekerja duduk di depan komputer menyebabkan munculnya gejala Musculoskeletal Disorders (MDSs) sehingga perlu untuk dilakukan pengukuran postur kerja dan identifikasi penyebab ketidakergonomisan postur kerja serta rekomendasi usulan perbaikan. Hasil pengukuran postur kerja dengan menggunakan metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA) pada 6 sampel pekerja di 4 departemen berbeda didapatkan hasil sampel pekerja 1 departemen Enjiniring dengan nilai 6, sampel pekerja 2 departemen Enjiniring dengan nilai 8, sampel pekerja departemen Operasi dan Pemeliharaan dengan nilai 8, sampel pekerja departemen Energi Primer dan Logistik dengan nilai 8, sampel pekerja 1 departemen Keuangan, SDM, dan Administrasi (KSA) dengan nilai 8, dan sampel pekerja 2 departemen Keuangan, SDM, dan Administrasi (KSA) dengan nilai 9. Nilai pengukuran postur kerja lebih dari 4 sehingga postur kerja dinyatakan tidak ergonomis dan perlu dilakukan perbaikan sesegera mungkin. Faktor yang menyebabkan ketidakergonomisan postur kerja disebabkan oleh faktor man (manusia) dipengaruhi pekerja menggunakan fasilitas kerja dengan tidak ergonomis, faktor machine (mesin) dipengaruhi oleh fasilitas kerja yang non-adjustable, tidak adanya lengan kursi, palmrest, document holder, dan permukaan kerja yang terlalu tinggi. Faktor method (metode) dipengaruhi oleh cara pekerja menggunakan dan meletakkan fasilitas kerja, dan faktor material (bahan) dipengaruhi oleh fasilitas kerja yang berbahan keras. Rekomendasi usulan perbaikan yang diberikan adalah perbaikan postur kerja yaitu postur penggunaan kursi, postur penggunaan monitor, postur penggunaan telepon, postur penggunaan mouse, postur penggunaan keyboard. Sementara rekomendasi perbaikan fasilitas kerja adalah usulan kursi ergonomis dengan ukuran ketinggian alas kursi adalah 43 cm, ukuran lebar kursi adalah 40 cm, ukuran kedalaman kursi 41 cm, ukuran tinggi sandaran lengan adalah 18 cm, dan tinggi sandaran punggung adalah 63 cm. Setelah dilakukan perbaikan postur kerja dan perbaikan fasilitas kerja, dilakukan pengukuran postur kerja dan didapatkan nilai postur kerja setelah perbaikan adalah 3 yang berarti postur kerja sudah ergonomis.
Identifikasi dan Analisis Risiko Kecelakaan Kerja di Workshop PT. Inti Bangun Mulya Karim, Abdul Alimul; Suluhasa, Yoel Era; Sukmono, Yudi; Fathimahhayati, Lina Dianati
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v1i2.880

Abstract

PT. Inti Bangun Mulya atau biasa disingkat PT. IBM merupakan sebuah perusahaan konsultan tambang batu bara yang bergerak pada bidang jasa eksplorasi, yang berdiri sejak 2018. Dalam melakukan kegiatannya PT. IBM menggunakan bor untuk mengambil sample batu bara, dan tak jarang alat bor mengalami kerusakan, maka dari itu PT. IBM memiliki workshop tersendiri untuk memperbaiki ataupun merakit alat bor. Pada kegiatannya dalam memperbaiki dan merakit alat bor, pekerja workhop PT. IBM sangat erat dalam kegiatan mengelas, memotong besi, menggerinda, mengebor serta merakit alat bor. Kegiatan-kegiatan tersebut memliki dampak yang berbahaya bila dalam pengerjaanya tidak dilakukan sesuai prosedur. Oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi dan analisis potensi risiko serta sumber penyebab potensi risiko tersebut untuk dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja serta berbagai masalah yang dapat disebabkan oleh potensi bahaya di tempat kerja. Metode yang digunakan yaitu metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dan metode FTA (Failure Tree Analysis). Metode FMEA dilakukan untuk mengindentifikasi potensi risiko kecelakaan kerja yang ada di workshop PT. IBM sedangkan metode FTA dilakukan untuk mengidentifikasi sumber penyebab terjadinya risiko tersebut. Berdasarkan metode FMEA didapatkan 10 potensi risiko yang mungkin terjadi di workshop PT. IBM. Dari 10 potensi risiko tersebut dilakukan perhitungan RPN (Risk Priority Number) sehingga diperoleh 3 kecelakaan kerja yang memiliki nilai RPN tertinggi, yaitu serpihan las mengenai mata, serpihan gerinda terkena mata, tangan terkena gerinda, dengan nilai PRN secara berturut-turut 120, 120, dan 100. Dengan metode FTA didapatkan basic event atau sumber penyebab terjadinya 3 risiko tersebut secara keseluruhan yaitu Kelelahan, tidak fokus, tidak konsentrasi, pekerja tidak patuh arahan, tidak biasa menggunakan APD, APD tidak lengkap, ruang kerja berantakan, alat tidak memadai, tidak ada rambu K3. Saran yang dapat diberikan adalah mengadakan alat produksi yang memadai, menata ulang letak bahan dan alat produksi, membuat jam kerja dan jam istirahat dengan jelas, memberlakukan peringatan tegas kepada pekerja yang tidak melakukan pekerjaannya dengan benar dan tidak menggunakan APD, melakukan pelatihan mengenai K3, memasang rambu-rambu K3, melakukan pengadaan pada APD yang memadai memakai APD pada saat bekerja di workshop.
Pengaruh Penggunaan Prototype 3D Printing Berbahan PLA terhadap Tingkat Pemahaman Operator di Industri Furnitur (Studi Kasus di CV Kalingga Putra, Jepara) Djorgie, Thomas; Herianto, Herianto; Fathimahhayati, Lina Dianati; Widyastuti, Widyastuti
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v2i2.1504

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penerapan teknologi 3D printing (3DP) dalam pembuatan prototipe produk Wood Cap di CV Kalingga Putra (KP), sebuah perusahaan manufaktur furniture kayu di Jepara. Studi ini melibatkan 10 pengrajin kayu dengan tingkat keterampilan yang seragam. Uji usabilitas dilakukan untuk mengukur tingkat pembahaman operator terhadap berbagai jenis prototipe yang diberikan. Dimensi usabilitas yang dijadikan tolak ukur keberhasilan tingkat pemahaman operator adalah efektivitas, efisiensi, dan kepuasan. Pengujian usabilitas dilakukan terhadap prototipe 3DP berbahan PLA dibandingkan dengan prototipe yang dibuat dengan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas prototipe 3D printing mencapai 84.551%, lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional yang hanya mencapai 74.908%. Teknologi 3DP memungkinkan pencetakan prototipe dengan akurasi dan presisi yang lebih tinggi, mengurangi kesalahan yang disebabkan oleh variasi keterampilan manual operator. Dalam hal efisiensi, prototipe 3D printing memiliki rata-rata tingkat efisiensi sebesar 0.82, lebih tinggi dibandingkan dengan prototipe konvensional yang hanya mencapai 0.68. Tingkat kepuasan operator terhadap prototipe 3D printing juga tinggi, dengan skor rata-rata System Usability Scale (SUS) sebesar 83, yang sebanding dengan metode konvensional yang memiliki skor rata-rata 84.25.
Ergonomic Risk Assessment on Palm-Oil Harvesting Workers in East Kalimantan Pawitra, Theresia Amelia; Fathimahhayati, Lina Dianati; Sitania, Farida Djumiati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i4.31236

Abstract

Along with the growth of the palm-oil industry in Indonesia, work-related musculoskeletal disorders (WMSD) experienced by palm-oil harvesting workers also increased. This paper aims to evaluate ergonomic risk factors among harvesting palm workers in East Kalimantan and to propose suggestions to mitigate the risks. A total sample of 70 workers from 3 plantations in Muara Wahau, Babulu, and Muara Badak was observed in 2023. Gotrak survey and ergonomic risk factor (ERF) questionnaire of SNI 9011:2021 were utilized for determining the WMSD and identifying the ergonomics risk, respectively. The result showed that 91% of workers experienced pain after work, and 72% frequently experienced physical fatigue. The Gotrak survey on cutting and carrying bunches activity revealed high exposure risk for the neck (97%), followed by the shoulder (77%) and knee (55%). Meanwhile, during the activity of loading bunches onto the truck, high exposure risk occurs in the shoulders (73%), elbows (53%), and knees (53%). The result of the Kruskal-Wallis statistical test indicates that there is a difference in Gotrak levels among the three locations. The Gotrak level in Muara Wahau is the highest, followed by Babulu and Muara Badak. The results of the ERF questionnaire showed that loading to truck, followed by carrying FFB to the fruit collection point, were the two activities with high ERF scores, i.e., 39 and 34, respectively. Finally, improvements such as stretching exercises before and during work, as well as redesigning ergonomic T-hook and egrek, will mitigate the risk.
TEA PACKAGING DESIGN USING INTEGRATION OF KANSEI ENGINEERING AND EYE TRACKING FOR ENHANCING CONSUMER APPEAL Cahyawati, Amanda Nur; Fathimahhayati, Lina Dianati; Tontowi, Alva Edy
JEMIS (Journal of Engineering & Management in Industrial System) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the design specifications for tea drink packaging that appeal to consumers using Kansei and eye-tracking techniques. Kansei Engineering focuses on developing products that align with consumers' feelings and emotional needs. Eye-tracking provides insights into how consumers see and interact with packaging, as evidenced by total fixation duration, allowing for the identification of design elements that attract the most attention and influence consumer perception. The application of eye-tracking and Kansei Engineering helps match customer perceptions of products with their functional and technical specifications, providing a holistic and effective approach to increasing sales and consumer satisfaction. Integrating these two methods makes the design process more consumer-focused, combining emotional and visual appeal, thereby increasing attractiveness and potential consumption. The urgency of this research lies in its potential to revitalize the tea industry in Indonesia by utilizing innovative packaging designs. Enhancing consumer appeal to tea products through the integration of Kansei Engineering and eye-tracking, which are visually and emotionally engaging, addresses the main obstacle to low tea consumption in Indonesia. Thus, it contributes to the growth of the tea market and promotes healthier beverage choices among Indonesian consumers. The research results show that an aesthetic packaging design requires a sports cap type lid, a convex bottle body, a plain motif, and a square cross-section. Ergonomic packaging design requires a flip cap type lid, a wave-shaped bottle body, a textured motif, and a round cross-section. Simple packaging design requires a straw cap type lid, a serrated bottle body, a plain motif, and a square cross-section. This research aims to revitalize Indonesia's tea industry through consumer-oriented packaging design, increasing emotional and visual appeal. Key implications include increased consumer appeal, potential for increased consumption, better marketing strategies, and packaging design innovation that resonates emotionally with consumers.
Analisis Hubungan Beban Kerja Mental Dan Fisik Terhadap Kelelahan Kerja Pada Perawat Anshory, Billy; Widada, Dharma; Fathimahhayati, Lina Dianati
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 9, No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v9i2.22102

Abstract

RS. Aisyiyah Ibu & Anak adalah Rumah Sakit yang didirikan secara khusus untuk melayani Ibu melahirkan & anak yang menderita penyakit cukup parah, besarnya pasien yang dilayani terhadap jumlah perawat yang ada berada pada nilai perbandingan yang cukup jauh, maka diperlukan perhitungan terhadap kondisi perawat yang bekerja.Tujuan utama penelitian ini adalah memberikan usulan perbaikan yang dapat diberikan untuk mengurangi beban kerja fisik, mental dan kelelahan pada pekerjaan harian perawat RS. Ibu & Anak Aisyiyah. Metode yang digunakan untuk mengukur beban kerja mental; fisik dan kelelahan kerja secara berturut-turut adalah NASA-TLX; %CVL & kuesioner subjektif IFRC. Didapatkan hasil penelitian ialah menghimbau perawat menerapkan pola kerja ideal yang lebih sehat di mana aktivitas fisik & mental yang berimbang, melakukan refreshing terhadap beban mental yang tinggi, dan aktivitas fisik yang harus ada alternatifnya meskipun perawat bekerja di waktu yang tidak dituntut banyak bergerak. Kata kunci: NASA-TLX, %CVL, IFRC, kelelahan kerja, beban kerja mental, beban kerja fisik, perawat
Edukasi dan penyediaan tempat sampah ergonomis sebagai pencegahan MSDs dan media pembelajaran pemilahan sampah pada anak Gunawan, Suwardi; Fathimahhayati, Lina Dianati; Meicahayanti, Ika; Nugroho, Searphin; Wijaya, Muhammad Farhanuddin
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): November
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v6i4.1755

Abstract

Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah perlu dilakukan, diantaranya siswa Taman Kanak-Kanak (TK), dimana pembentukan perilaku sangat penting pada jenjang ini. Di TK ABA 10 Samarinda, tempat sampah yang tersedia lebih rendah dari rerata tinggi siswa TK, sehingga terdapat potensi nyeri pada sendi tubuh mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk merancang tempat sampah ergonomis bagi siswa TK serta melakukan sosialisasi pemilahan sampah di TK ABA 10. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan dan pengumpulan literatur sebagai dasar dalam perancangan desain tempat sampah ergonomis, yang kemudian diberikan ke TK ABA 10 serta melakukan sosialisasi pemilahan sampah kepada siswa TK tersebut. Dalam kegiatan ini, dihasilkan 2 tempat sampah ergonomis untuk sampah organik dan anorganik masing-masing berkapasitas 50 L dengan tampilan yang menarik. Tinggi lubang tempat sampah disesuaikan berdasarkan tinggi bahu berdiri anak-anak yaitu 74 cm. Adapun dalam kegiatan sosialisasi pemilahan sampah, terjadi peningkatan pengetahuan dari siswa TK berkaitan dengan jenis sampah serta dalam membuang sampah sesuai dengan tempat sampah yang tersedia dari sebesar 10% menjadi 60%.
Optimalisasi Waktu Istirahat Berdasarkan Tingkat Beban Kerja Fisiologis (Studi Kasus: CV Eja Nursery, Kutai Kartanegara) Fathimahhayati, Lina Dianati; Pawitra, Theresia Amelia; Purnomo, Tri Budi
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v7i2.3245

Abstract

Work in rubber plantations is considered a physically demanding type of work. Several negative impacts can occur when the physical workload exceeds the physiological capacity of the workers. Chronically, this condition can lead to excessive fatigue. One approach to addressing this issue is through ergonomic evaluation. Ergonomic evaluation is conducted to ensure that the workload does not exceed the capabilities of the workers. Based on this background, it is necessary to conduct research on determining the workload of rubber farmers based on physiological criteria in order to determine the optimal rest time for workers. This is aimed at reducing work fatigue, which not only has a detrimental effect on the workers' health but also on work quality and performance. The method used in this research is by measuring the heart rate before, after, and during work every hour. From this heart rate data, calculations will be made for energy expenditure, oxygen consumption, and %CVL (cardiovascular load). The workload categories will be determined based on the calculations. Subsequently, the calculation for determining the optimal rest time for workers will be based on the workload level. The research shows that the workload experienced by rubber farmers in CV. Eja Nursery, Kutai Kartanegara Regency, can be classified as light to moderate. Before starting work, the average heart rate of the farmers is 75 bpm, while during work, it increases to an average of 101 bpm. After completing work, the average heart rate decreases to 97 bpm due to reduced work activity. The average oxygen consumption of rubber farmers is 0.9 liters per minute, which falls into the category of light workload. The energy expenditure ranges from low to moderate, with an average of 3.4 kcal/minute during work. Energy consumption is 1.7 kcal/minute. The average cardiovascular load experienced by the farmers is 25.6%, which falls into the category of light workload, indicating no significant burden. Based on the calculations of physiological workload, it can be concluded that the energy requirements of each rubber farmer are below the standard limit, indicating no physiological fatigue. The recommended rest time according to the ILO allowance standard is 25% of the work time.Pekerjaan di perkebunan karet termasuk jenis pekerjaan yang banyak membutuhkan tenaga fisik. Sejumlah dampak buruk dapat terjadi saat beban fisik suatu pekerjaan telah melampaui kapasitas fisiologis yang dimiliki pekerja. Keadaan seperti ini secara kronik dapat mengakibatkan terjadinya kelelahan berlebihan. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah dengan evaluasi ergonomi. Evaluasi ergonomi dilakukan untuk memastikan bahwa beban kerja tidak melebihi batas kemampuan yang dimiliki seorang pekerja. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan penelitian mengenai penentuan tingkat beban kerja petani karet berdasarkan kriteria fisiologis sehingga nantinya dapat ditentukan waktu istirahat yang optimal untuk pekerja. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kelelahan kerja yang tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan pekerja tapi juga pada kualitas dan performansi kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui pengukuran denyut jantung pada saat sebelum, sesudah, dan saat melakukan pekerjaan setiap 1 jam sekali. Kemudian dari data denyut jantung ini akan dilakukan perhitungan konsumsi energi, konsumsi oksigen dan %CVL (cardiovascular load). Setelah itu, ditentukan tingkat kategori beban kerja berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan. Selanjutnya ditentukan perhitungan penentuan waktu istirahat pekerja yang optimal berdasarkan tingkat beban kerja tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat beban kerja yang dialami oleh petani karet di CV. Eja Nursery Kabupaten Kutai Kartanegara dapat dikategorikan sebagai ringan hingga sedang. Sebelum memulai pekerjaan, rata-rata denyut jantung petani adalah 75 bpm, sedangkan saat mereka sedang bekerja, rata-rata denyut jantungnya naik menjadi 101 bpm. Setelah selesai bekerja, rata-rata denyut jantung turun menjadi 97 bpm karena aktivitas kerja menurun. Konsumsi oksigen rata-rata oleh petani karet adalah 0,9 liter per menit, yang termasuk dalam kategori beban kerja ringan. Rata-rata pengeluaran energi berkisar antara rendah hingga sedang, dengan rata-rata 3,4 kkal/menit saat bekerja. Konsumsi energi adalah sebesar 1,7 kkal/menit. Rata-rata beban kardiovaskular yang dialami oleh petani adalah 25,6%, yang termasuk dalam kategori beban kerja ringan, yang berarti tidak ada pembebanan yang signifikan. Dari perhitungan beban fisiologis tersebut, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan energi setiap petani karet masih berada di bawah batas standar, sehingga tidak ada kelelahan fisiologis yang terjadi. Waktu istirahat yang disarankan sesuai standar kelonggaran ILO adalah 25% dari waktu kerja.