Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

STUDI ANALISIS KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KECAMATAN MARBAU Aristantia, Gista; Hanova, Yudha
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v4i2.12839

Abstract

Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan aktivitas di Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara, kebutuhan akan air bersih terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air bersih di Kecamatan Marbau pada tahun 2025 serta memproyeksikan kebutuhannya hingga tahun 2034 berdasarkan pertumbuhan jumlah penduduk. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan proyeksi penduduk menggunakan tiga metode yaitu geometrik, aritmatik, dan eksponensial. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih, baik domestik maupun non-domestik mengalami peningkatan secara konsisten. Perhitungan kebutuhan air dilakukan dengan mempertimbangkan konsumsi rumah tangga (SR), hidran umum (HU), dan fasilitas umum lainnya seperti pendidikan dan peribadatan. Dimana kebutuhan air bersih pada tahun 2025 di Kecamatan Marbau adalah sebesar 42,57 lt/det dengan kebutuhan air bersih hari maksimum pada tahun 2025 adalah sebesar 67,43 lt/det. Setelah dilakukan analisis, pada tahun awal perencanaan (2024) didapat kebutuhan air bersih di Kecamatan Marbau adalah sebesar 41,93 lt/det dengan kebutuhan air bersih hari maksimum adalah sebesar 66,42 lt/det. Sedangkan pada akhir tahun perencanaan 2034 (proyeksi 10 tahun) didapat kebutuhan air bersih sebesar 48,63 lt/det dengan kebutuhan air bersih hari maksimum sebesar 77,02 lt/det. Penelitian ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan penyediaan air bersih yang berkelanjutan di Kecamatan Marbau.
Penerapan Konsep Simbiosis Mutualisme melalui Integrasi Pemanen Air Hujan, Akuaponik, dan Pengolahan Sampah Organik di Kawasan Pemukiman Perkotaan Yudha Hanova; Kartika Indah Sari; Ahmad Bima Nusa; Rahmat Dirgantara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i1.408

Abstract

Integrasi sistem pemanen air hujan, akuaponik, dan pengolahan sampah dibangun untuk mengurangi genangan serta memanfaatkan air hujan pada lahan pemukiman masyarakat Lingkungan X Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan. Pembangunan integrasi sistem tersebut dilakukan untuk mengelola sumber daya air dan melaksanakan program ekonomi hijau yang ramah lingkungan serta berkelanjutan di pemukiman perkotaan. Metode pelaksanaan program menggunakan pendekatan  transfer teknologi berbasis riset dengan mengimplementasikan hasil pengembangan model teoretis terdahulu ke dalam skala prototipe lapangan. Proses pelaksanaan kegiatan diawali dengan analisis data dan perancangan desain, dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi integrasi sistem di lahan individu masyarakat, serta diakhiri dengan evaluasi model di lapangan. Kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan dokumen desain teknis dan model integrasi sistem yang sangat potensial untuk direplikasi di pemukiman perkotaan. Infrastruktur terpadu ini memiliki kapasitas tampungan air hujan sebesar 5,00 m³ guna menjamin suplai air baku sistem akuaponik sekaligus mampu mengolah sampah organik menjadi pupuk untuk nutrisi tanaman. Melalui mekanisme pemanfaatan air hujan dan pengolahan sampah tersebut, integrasi sistem ini berhasil menciptakan simbiosis mutualisme pada ketiga sistem serta sukses memproduksi sayuran dan ikan secara mandiri untuk skala rumah tangga.
Evaluasi Kapasitas Penampungan Ground Water Tank Pada Proyek Pembangunan Simpang Susun (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Simpang Susun Jalan Gatot Subroto, Medan, Sumatera Utara) Muhammad Zaky Lubis; Yudha Hanova
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 2 (2025): NJMS - September 2025
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan simpang susun Jalan Gatot Subroto, Medan, menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan air di area underpass. Untuk mengatasi potensi genangan, ground water tank (GWT) dirancang sebagai bagian sistem drainase guna menampung air sementara sebelum dipompa keluar. Penelitian ini mengevaluasi kapasitas GWT terhadap debit banjir berdasarkan periode ulang tertentu. Hasil analisis menunjukkan bahwa GWT hanya mampu menampung debit banjir periode ulang 10 tahun selama 1 jam dan periode ulang 25 tahun selama 30 menit. Pada periode ulang 50 dan 100 tahun, kapasitas GWT terlampaui sehingga terjadi luapan dan genangan. Selain itu, pompa yang ada terbukti tidak mampu mengimbangi debit banjir sehingga air menumpuk dalam tangki. Dengan demikian, kapasitas GWT dan sistem pompa yang ada belum optimal. Penelitian merekomendasikan penggunaan pompa dengan kapasitas lebih besar agar sistem drainase underpass dapat berfungsi efektif.
Perencanaan Sistem Pemanen Air Hujan Untuk Kebutuhan Air Tanaman Palawija Di Desa Bah Bolon Kec. Raya Kab. Simalungun Jisno Julianto Silaban; Yudha Hanova
Cosmic Jurnal Teknik Vol 3 No 3 (2026): Agustus
Publisher : Ali Institute or Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem pemanen air hujan sebagai upaya konservasi dan penyediaan air untuk kebutuhan lahan pertanian di Desa Bah Bolon, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan data curah hujan satelit Global Precipitation Measurement (GPM) periode pengamatan 2015–2025. Metode penelitian meliputi analisis hidrologi, analisis curah hujan rencana dengan metode Distribusi Log Pearson Tipe III, perhitungan intensitas curah hujan berdasarkan waktu konsentrasi dan periode ulang, analisis debit limpasan, serta perencanaan kapasitas tampungan air hujan. Hasil analisis Distribusi Log Pearson Tipe III menunjukkan bahwa curah hujan rencana berkisar antara 151,1 mm untuk periode ulang 2 tahun hingga 418,6 mm untuk periode ulang 100 tahun. Hasil analisis intensitas curah hujan menunjukkan bahwa intensitas semakin menurun seiring bertambahnya waktu konsentrasi, sedangkan pada waktu konsentrasi yang sama intensitas meningkat dengan bertambahnya periode ulang. Sistem pemanen air hujan yang direncanakan menggunakan atap galvalum seluas 10 m² sebagai area penangkap air dan tampungan dengan kapasitas 12 m³. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa kapasitas tampungan tersebut mampu menampung volume limpasan hujan rencana hingga periode ulang 100 tahun. Dengan demikian, sistem pemanen air hujan yang direncanakan dapat menjadi salah satu alternatif konservasi sumber daya air dan penyediaan air untuk kebutuhan nonkonsumsi serta mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian di Desa Bah Bolon.