Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Analisis Pengaruh Penerapan Budaya K3 & Tingkat Kematangannya Terhadap Kinerja K3 di Perusahaan Hulu Migas Citic Seram Energy Limited (CSEL) Yudiawan, Rohman; Erislan, Erislan; Sugiarto, Sugiarto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i10.61779

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena fluktuasi angka kecelakaan kerja pada periode 2020-2024, meskipun sistem K3 telah diterapkan, yang mengindikasikan perlunya evaluasi efektivitas penerapan budaya K3 dan tingkat kematangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan tingkat kematangan budaya K3 terhadap kinerja K3 di Perusahaan Hulu Migas CSEL. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan operasional Perusahaan Hulu Migas CSEL, dengan sampel sebanyak 80 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya K3 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja K3 (original sample 0,724; p-value 0,000 < 0,05), yang berarti semakin baik internalisasi nilai, norma, dan perilaku keselamatan, semakin tinggi pencapaian kinerja K3. Selain itu, tingkat kematangan budaya K3 juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja K3 (original sample -0,149; p-value 0,048 < 0,05), mengindikasikan bahwa semakin matang budaya keselamatan di perusahaan dari level basic menuju resilient semakin efektif sistem keselamatan dalam mencegah insiden dan meningkatkan performa kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan budaya K3 dan tingkat kematangan budaya K3 merupakan faktor strategis dalam meningkatkan kinerja keselamatan di sektor migas. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi manajemen CSEL untuk memprioritaskan penguatan penerapan budaya K3 melalui pelatihan rutin dan penguatan peran kepemimpinan lapangan, serta investasi jangka panjang dalam pengembangan kematangan budaya K3 untuk keberlanjutan sistem keselamatan.
Analisis Low Back Pain Pada Pekerja Bagian Rifining di PT. X Tahun 2021 Kamrul, Kamrul; Erislan, Erislan; S, Ramli
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.598 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10448

Abstract

Low back pain adalah nyeri yang dapat dirasakan pada punggung bagian bawah, bukan suatu penyakit maupun diagnosis penyakit tetapi low back pain adalah istilah untuk sindrom pada daerah tulang belakang lumbal. Pada studi pendahuluan dilaporkan adanya keluhan low back pain berupa nyeri dan pegal-pegal yang dialami oleh pekerja di kilang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai prevalensi nyeri punggung bawah dan faktor risiko yang terkait dengan nyeri punggung bawah pada pekerja kilang. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross sectional dengan besar sampel 69 orang (total sampling). Data dikumpulkan dengan kuesioner yang disebarkan melalui google form dan observasi. Uji statistik menggunakan analisis univariat dan bivariat serta menggunakan metode Quick Exposure Check (QEC) untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian didapatkan prevalensi low back pain pada pekerja kilang di PT. X adalah 66,67%. Uji statistik didapatkan riwayat cedera punggung dengan p value 0,020 < 0,05. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat cidera punggung dengan nyeri pinggang (p value = 0,020 < 0,05), dan disarankan bagi perusahaan untuk menggunakan portable lifter untuk mengurangi aktivitas manual handling agar pekerja tidak melakukan postur canggung atau membungkuk dengan frekuensi dan untuk waktu yang lama berulang kali.
The Influence of Factors Related to Safety Culture Maturity on Offshore Drilling Operations in Saudi Arabia Lumanauw, Jimmy; Erislan, Erislan; Irianto, Hari Eko; Sugiarto, Sugiarto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62418

Abstract

Offshore drilling operations are a high-risk activity that requires a work safety system that is not only compliance-based, but also supported by a mature safety culture. Safety culture maturity is an important indicator in assessing the extent to which safety values have been embedded and applied thoroughly in the work environment. This study aims to analyze the influence of five groups of factors on the level of maturity of safety culture, namely: organizational and managerial factors, individual and culture, communication and participation, technical and operational, and external factors. The research was conducted on three jack-up rigs owned by COSL Drilling Saudi Limited in Saudi Arabia, involving 300 respondents from various levels of work. The quantitative approach was used with stratified random sampling techniques and data analysis was carried out using the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) method. The results showed that all independent factors had a significant influence on safety culture maturity, with individual and cultural factors as the most dominant factors. This research contributes to identifying priority areas for strengthening safety culture to build a proactive, adaptive, and sustainable work safety system in the offshore drilling industry.