Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implementasi Program KKN Gerakan Pangan Murah untuk Meningkatkan Akses Pangan dan Kesadaran Gizi Masyarakat di Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Provinsi Riau Nadya Putri Auliya Serawaidi; Dwi Yana Rahmadilla; Fadhly Akbar; Gloria Leluri RFC; Innaya Iqlima Wanda Putri; Nur Sri Rejeki; Neila Amalina; Rifqah Khairunnisa; Reni Nurfahizah; Yuli Noviani; Wardatuzzakia Wardatuzzakia
Svarga Pena : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember :Svarga Pena : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/svargapena.v2i4.187

Abstract

The Cheap Food Movement (Gerakan Pangan Murah / GPM) is a government initiative aimed at ensuring the availability of affordable basic food commodities while simultaneously increasing public awareness of balanced and healthy nutrition. This study describes the implementation of the GPM program carried out by KKN 04 students from Universitas Abdurrab in Lubuk Dalam Subdistrict, Siak Regency, Riau Province, on August 30, 2025. The research employed a qualitative descriptive approach to capture the dynamics of program implementation, with a focus on food distribution mechanisms, nutrition education activities, and patterns of interaction between students and the local community. Data were obtained through direct observation, documentation, and participation in program activities. The results indicate that the distribution of 300 food packages was conducted efficiently and reached the targeted beneficiaries. In addition, nutrition education sessions were well received by residents, reflecting a high level of community participation and interest. These activities contributed to increased awareness of healthy eating habits and the importance of balanced nutrition. The KKN 04 students played a strategic role as intermediaries between government programs and community needs. Overall, the GPM program provided tangible economic relief and positive health-related impacts for local residents.
PENDEKATAN DOCKING MOLEKULAR EUGENOL SEBAGAI INHIBITOR SEL KANKER PAYUDARA MCF-7 DAN ANTIOKSIDAN ROS 1 Junjung Buih, Putri Helena; Suryatinah, Yuniarti; Serawaidi, Nadya Putri Auliya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56373

Abstract

Eugenol atau yang biasa disebut minyak cengkeh merupakan salah satu senyawa aromatik yang terkandung dalam tanaman cengkeh (Syzigium aromaticum). Efektivitas eugenol sebagai senyawa antioksidan telah ditunjukkan di beberapa studi in vitro. Aktivitas antioksidan sangat berpengaruh terhadap potensinya sebagai antikanker. Tujuan utama docking molekular adalah untuk memperkirakan struktur kompleks antara ligan dan reseptor melalui pendekatan komputasi, guna memperoleh pemahaman mengenai afinitas dan orientasi ikatan yang paling stabil di antara keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas eugenol sebagai antioksidan terhadap radikal bebas Reactive Oxygen Species (ROS1) kinase dan mengetahui potensi aktivitas yang dapat ditimbulkan sebagai antikanker dengan mengamati daya hambat terhadap sel kanker payudara Michigan Cancer Foundation (MCF-7) secara in silico dengan metode docking molekular. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi penyiapan database struktur ligan eugenol dan protein radikal bebas ROS1 kinase dan sel kanker payudara MCF-7 menggunakan aplikasi Biovia Discovery Studio, dilanjutkan dengan docking senyawa eugenol pada protein antioksidan ROS dan sel MCF-7 menggunakan aplikasi Autodock Vina dan visualisasi hasil penambatan ligan-protein dengan menggunakan aplikasi Ligplot+ v2.2. Studi docking molekular ini menunjukkan bahwa senyawa eugenol memiliki afinitas (energy ikatan) dan membentuk ikatan hydrogen dengan radikal bebas ROS1 kinase dan sel MCF-7 masing-masing sebesar -5,7 Kkal/mol dan -6,6 Kkal/mol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa senyawa eugenol yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan berpotensi dalam menghambat sel kanker payudara MCF-7 karena menghasilkan energi ikatan (afinitas) yang baik.
Formulasi dan Evaluasi Aktivitas Antioksidan Serum Ekstrak Bonggol Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) Larysa Fernenda; Nadya Putri Auliya Serawaidi
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol. 3 No. 4 (2025): Volume 3 Nomor 4 Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai pemanfaatan bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) sebagai bahan aktif kosmetik menjadi penting karena bagian ini umumnya terbuang, meskipun diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, serta enzim bromelain yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan serum ekstrak bonggol nanas pada konsentrasi 1%, 3%, dan 5%, serta menentukan aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH. Evaluasi mutu fisik meliputi pengujian organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan stabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan serum, dengan nilai pH berada dalam rentang aman untuk kulit (5,22–5,52) dan viskositas sesuai karakteristik serum (677,96–1.693 cPs). Uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa Formula 1 memiliki nilai IC₅₀ sebesar 136,66 µg/mL dan Formula 2 sebesar 103,78 µg/mL, yang keduanya tergolong kategori sedang, sedangkan Formula 3 menunjukkan aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 90,91 µg/mL. Dengan demikian, ekstrak bonggol nanas dapat diformulasikan menjadi sediaan serum yang stabil, dengan Formula 3 sebagai formulasi terbaik dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk kosmetik berbahan alam..
Analisis Hubungan Health Literacy dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Denia Pratiwi; Rahmadinni Rahmadinni; Nadya Putri Auliya Serawaidi
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 15 No 1 (2026): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic disease requires long-term treatment. Low medication adherence influenced by poor health literacy, poses a significant challenge in managing T2DM. This study aimed to asses the relationship between both variables among T2DM outpatients at Arifin Achmad Hospital, Pekanbaru. This research used a quantitative analytic design with a cross-sectional approach with a total of 88 respondents. Data were collected using the HLS-EU-Q16 questionnaire for health literacy and the MMAS-8 for medication adherence, then analyzed using the Chi-Square test. Results showed that health literacy category 35.2% (low); 31.8% (moderate); 33% (high). For medication adherence category were 37.5% (high) ; 30.7% (moderate); 31.8% (low). Statistical analysis revealed a significant relationship between health literacy and medication adherence (p = 0.003, p < 0.05). Occupational status have factor significantly related to adherence (p = 0.012). Enhancing health literacy is important to support long-term medication adherence among T2DM patients