Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan Kurisi (Nemipterus nematophorus) Sebagai Sumber Kalsium dalam Sediaan Crackers Tiara, Najwa Mega; Purgiyanti, Purgiyanti; Riyanta, Aldi Budi
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 14 No 01 (2024): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v14i01.430

Abstract

The growing consumption of fish among the public has resulted in significant growth in the fishing industry, causing uncontrolled disposal of production waste. One type of waste from the fishing industry is fish bones, which can be used to make flour. Flour derived from Kurisi fish bones has a high calcium and phosphorus content compared to other calcium sources. The aim of this research is to determine the potential of Kurisi fish bone waste as a source of calcium in cracker preparations and to determine the determination of water content and ash content in cracker preparations using the water content and ash content testing method as well as calcium testing. This research was carried out using qualitative methods for organoleptic testing and calcium levels, as well as quantitative methods for testing the water content and ash content of Kurisi fish bone crackers. Based on research data, it shows that kurisi fish bone waste can be processed into fish bone meal for making crackers. This represents the conversion of waste into valuable products, reducing waste and increasing resource efficiency. The addition of Kurisi fish bone meal affects the water content, ash content, and sensory quality of the crackers (color, aroma, shape, taste). In making these crackers, the best treatment was obtained for the F1 sample, namely the addition of 10% Kurisi fish bone flour.
Potensi Ektrak Ampas Teh Hijau (Green Tea) Sebagai AO Alami dalam Sediaan Toner Pembersih Wajah Margaretta, Amellya Cahya; Purgiyanti, Purgiyanti; Amananti, Wilda
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 6, No 4 (2023): Desember
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v6i4.19992

Abstract

Abstract: This study aims to explore the potential of green tea pulp extract as an active ingredient in facial cleansing toner preparations. Green tea pulp has been widely recognized for its bioactive compounds, such as polyphenols and phenols, which have antioxidant and anti-inflammatory properties. Extraction method using ethanol solvent was used to isolate bioactive compounds from green tea pulp. The extraction results were then tested to determine the optimal concentration that is effective in cleansing and refreshing facial skin. Furthermore, toner dosage formulations containing green tea pulp extract were made and evaluated for physical stability and effectiveness as a facial cleanser. The results showed that green tea pulp extract has good cleansing antioxidant activity and is able to reduce inflammation on facial skin. The optimal concentration of green tea pulp extract in the toner preparation is able to remove dirt, excess oil, and make-up residue, while maintaining the natural moisture of the facial skin. Toner preparations containing green tea pulp extract also showed good antioxidant results using DPPH (2,2-dyphenyl-1 pycril Hydrazyl) during the study period. This suggests that green tea pulp has potential as an effective natural ingredient in facial cleansing toner preparations. This study provides further understanding of the potential of green tea pulp extract as an active ingredient in facial cleansing toner preparations. It is hoped that the results of this study can serve as a foundation for the development of more natural, effective, and environmentally friendly skin care products based on green tea pulp.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi ekstrak ampas teh hijau (green tea) sebagai bahan aktif dalam sediaan toner pembersih wajah. Ampas teh hijau telah dikenal luas karena kandungan senyawa bioaktifnya, seperti polifenol dan fenol, yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol digunakan untuk mengisolasi senyawa-senyawa bioaktif dari ampas teh hijau. Hasil ekstraksi kemudian diuji untuk menentukan konsentrasi optimal yang efektif dalam membersihkan dan menyegarkan kulit wajah. Selanjutnya, formulasi sediaan toner yang mengandung ekstrak ampas teh hijau dibuat dan dievaluasi untuk stabilitas fisik serta efektivitas sebagai pembersih wajah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak ampas teh hijau memiliki aktivitas antioksidan pembersihan yang baik dan mampu mengurangi peradangan pada kulit wajah. Konsentrasi optimal ekstrak ampas teh hijau dalam sediaan toner mampu menghilangkan kotoran, minyak berlebih, dan sisa make-up, sekaligus menjaga kelembapan alami kulit wajah. Sediaan toner yang mengandung ekstrak ampas teh hijau juga menunjukkan hasil antioksidan menggunakan DPPH ( 2,2-dyphenyl-1 pycril Hydrazil) yang baik selama periode penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa ampas teh hijau memiliki potensi sebagai bahan alami yang efektif dalam sediaan toner pembersih wajah. Penelitian ini memberikan pemahaman lebih lanjut tentang potensi ekstrak ampas teh hijau sebagai bahan aktif dalam sediaan toner pembersih wajah. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi landasan untuk pengembangan produk perawatan kulit yang lebih alami, efektif, dan ramah lingkungan berdasarkan ampas teh hijau.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN GEL MOISTURIZER BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) Mahardika, Muladi Putra; Purgiyanti, Purgiyanti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i1.6543

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) berpotensi untuk dibuat sebagai sediaan kosmetik perawatan kulit karena memiliki kandungan senyawa antosianin yang cukup tinggi. Namun harus dengan formulasi yang tepat agar mencapai efek yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan gel anti aging fraksi polar bunga telang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membuat fraksi polar bunga telang dan dibuat 3 formula yaitu F1, F2 dan F3 kemudian dilakukan uji stabilitas fisik. Evaluasi fisik dilakukan sebelum dan sesudah cycling test melalui pengamatan organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji kelembaban, uji. Fraksi bunga telang dapat diformulasikan dalam Sediaan gel anti aging yang memiliki sifat fisik yang baik. Formulasi gel anti aging fraksi polar bunga telang (Clitoria ternatea L) dapat dikatakan stabil berdasarkan parameter uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan kelembaban setelah uji stabilitas fisik cycling test. Hasil dari ke tiga formula F3 (1,5%) menunjukkan semakin tinggi konsentrasi bunga telang dapat meningkatkan kelembaban kulit sehingga akan menyehatkan kulit.
Utilization Of Black Tea Pulp Extract (Black Tea) As An Active Ingredient In Hand Wash Preparation Kurniawan, Arandi Tubagus; Santoso, Joko; Purgiyanti, Purgiyanti
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the use of natural hand wash, black tea pulp (Camellia sinesis L.) contains useful active substances. The preparation helps reduce the spread of germs originating from physical contact. Extraction was carried out using maceration extraction technique. This study aims to explore the physical properties of the developed hand wash dosage formulation, containing black tea pulp extract. Using various testing parameters. The testing methods involved organoleptic test to evaluate the homogeneity properties, pH measurement to assess the acidity or basicity level, foam height measurement of the preparation and viscosity measurement to understand the flowability. In addition. Specific gravity test of hand wash preparations to determine the specific gravity that has been made so as to obtain ideal pharmaceutical preparations. Hand wash preparation of black tea pulp extract with 5%, 10%, 15% concentration. By utilizing these various parameters, the study aims to provide a comprehensive picture of the physical properties of the product, helping to identify the strengths and weaknesses of the formulation. This forms the basis for further development to improve the quality of the hand wash, with the added value of the natural extract of Black Tea Dregs.
Uji Sifat Fisik, Kandungan Dan Mikrobiologi Pakan Ikan Dari Tepung Maggot Dan Cacing Tanah Delia Pranata, Nazalika; Purgiyanti, Purgiyanti; Kusnadi, Kusnadi
Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.2751

Abstract

Maggot dan cacing tanah merupakan sumber protein hewani yang dapat mengurangi penggunaan tepung ikan dan memiliki kandungan nilai gizi yang baik serta memiliki keuntungan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik, kandungan dan mikrobiologi pakan ikan dari tepung maggot (Hermetia illucens) dan Cacing Tanah (Lumbricus sp.). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen meliputi uji sifat fisik, uji kandungan dan uji mikrobiologi pakan ikan. Uji sifat fisik meliputi uji stabilitas, uji absorpsi dan uji daya apung pakan dalam air. Uji kandungan meliputi analisis proksimat dengan metode kjeldahl dan analisis profil asam amino dengan metode KCKT. Uji mikrobiologi meliputi uji aflatoksin dengan metode KCKT dan uji salmonella. Dari hasil penelitian bahwa berdasarkan uji sifat fisik pakan dengan perlakuan terbaik yang mendekati kontrol atau pakan (pellet) komersil yaitu pada P3 (TI 20% + TM 15% + TCT 4 %). Hasil uji proksimat menunjukan nilai protein pada perlakuan F1 hingga F4 adalah 24,65% sampai 26,60%, sedangkan perbedaan hasil uji berbeda pada kadar air, lemak, abu dan serat. Kandungan asam amino dalam pakan perlakuan F4 dan F3 dengan rasio (TI)/(TM)/(TCT) masing-masing sebesar (15:20:4)% dan (20:15:4)% menempati posisi tertinggi. Hasil kandungan aflatoksin untuk semua formula pakan masih relatif aman untuk dikonsumsi ikan, karena masih dibawah ambang batas yaitu kurang dari 20 µg/kg dan begitu juga tidak mengandung bakteri salmonella.
Formulasi Dan Uji Sifat Fisik Biskuit Kombinasi Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) Dan Kitosan Sebagai Antikolesterol Jayanti, Irma; Kusnadi, Kusnadi; Purgiyanti, Purgiyanti
Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.2770

Abstract

Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) memiliki kandungan senyawa antosianin dan flavonoid yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Kitosan merupakan produk deasetilasi kitin yang merupakan suatu senyawa polimer dari glukosamin. Polimer ini bersifat nontoksik, biodegradabel dan memiliki manfaat sebagai penurun kadar kolesterol. Biskuit merupakan makanan ringan, manis, dan kecil yang termasuk dalam kue kering dengan kadar air rendah.Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi penurunan kadar kolesterol dengan menggunakan kombinasi bunga rosella dan kitosan dalam bentuk biskuit terhadap mencit (Mus musculus). Dengan menggunakan 15 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok. Analisis data dilakukan menggunakan metode Descriptive dengan cara menganalisis data sifat fisik sediaan biskuit, meliputi uji organoleptis, uji kesukaan (Hedonik), dan uji kadar kolesterol pada mencit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biskuit kombinasi bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dan kitosan dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol pada mencit (Mus musculus). Sediaan biskuit dari keempat formula FI 16,92%, FII 17,51%, FIII 19,88%, dan FIV (tanpa bunga rosella dan kitosan) 15,24% dengan pemberian kombinasi sebanyak 4,5:0,5 gram, 4:1 gram, 3,5:1,5 gram. Presentase penurunan kadar kolesterol paling tinggi yaitu FIII sebesar 19,88%. Jika dilihat dari uji kesukaan, menunjukan bahwa FIII lebih baik dalam segi tekstur dan rasa secara keseluruhan dibandingkan dengan FI dan FII
GAMBARAN KELENGKAPAN RESEP SECARA ADMINISTRATIF DI APOTEK RANDUSARI KABUPATEN TEGAL Armayanti, Dyah Ayu Putri; Purgiyanti, Purgiyanti; Sari, Meliyana Perwita; Susiyarti, Susiyarti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42388

Abstract

Pengkajian resep adalah salah satu layanan kefarmasian yang dilakukan dengan memeriksa resep sesuai dengan persyaratan, salah satunya dengan pengkajian secara administratif guna mencegan mediaction error. Aspek ini berisi semua informasi resep tentang kejelasan dan validitas resep, sehingga aspek administrative merupakan skrining pertama dalam pengkajian resep. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan resep secara administratif di Apotek Randusari Kabupaten Tegal sesuai dengan aspek administratif berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan data restropektif. Populasi berbentuk resep yang diambil pada bulan Januari sampai Agustus tahun 2024 yang berjumlah 30 lembar. Sampel diambil secara total sampling dan diperoleh sampel sejumlah 30 lembar resep. Data penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan resep secara administratif yaitu nama dokter, nomor SIP dokter, alamat dokter, nomor telefon dokter yaitu 13,3%, tanggal resep 100%, tanda R/ 100%, nama dan jumlah obat yaitu 100%, tanda cara pakai 73,3%, paraf dokter 6,7%, nama pasien 100%, usia dan alamat pasien yaitu 96,7% dan berat badan pasien 13,3%. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam kelengkapan administratif resep obat mencakup 6 bagian yaitu Inscriptio, Invocatio, Signature, Prescriptio, Subcriptio dan Pro. Didapatkan hasil penelitian yang memenuhi semua aspek invacatio 100%, praescriptio 100%, signature 73,3%, subcriptio 6,7%, inscriptio 23%, dan pro 30%. Dari hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa kelengkapan administratif resep di Apotek Randusari belum terpenuhi secara lengkap.
OPTIMASI SODIUM LAURYL SULFAT SEBAGAI SURFAKTAN DALAM SEDIAAN HANDWASH DARI EKSTRAK AMPAS TEH HITAM (BLACK TEA) Rizkia, Veni; Santoso, Joko; Purgiyanti, Purgiyanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42535

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah permasalahan kebersihan tangan yang mendorong peneliti membuat produk handwash ekstrak ampas teh hitam dengan Sodium Lauryl Sulfat sebagai surfaktan, Sodium Lauryl Sulfat yang digunakan harus optimal karena agar tidak mengurangi efektivitas kebersihan dan kenyamanan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi Sodium Lauryl Sulfat dengan perbedan konsentrasi 6%, 9% dan 12% dalam sediaan handwash dengan ekstrak ampas teh hitam (black tea) dan memberikan gambaran komprehensif tentang sifat fisik produk, membantu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan formulasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dalam pembuatan ekstrak ampas teh hitam dengan metode maserasi dan diuji dengan berbagai parameter pengujian sifat fisik. Metode pengujian sifat fisik melibatkan uji organoleptis untuk mengevaluasi karakteristik sensorik, pengukuran pH untuk menilai tingkat keasaman atau kebasaan, mengetahui bobot jenis untuk menilai kualitas tiap konsentrasi, pengujian tinggi busa untuk mengetahui ketahanan busa yang terbentuk dan pengukuran viskositas untuk memahami kemampuan aliran. Selain itu, penelitian ini mencakup penentuan formulasi konsentrasi Sodium Lauryl Sulfat paling baik. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya pengaruh Sodium Lauryl Sulfat dengan perbedaan yang signifikan pada masing-masing formulasi sediaan handwash ekstrak ampas teh hitam pada uji tinggi busa, bobot jenis dan viskositas. Hasil uji sifat fisik ini menunjukan formulasi 2 merupakan sediaan handwash dengan sifat fisik yang paling baik dilihat dari hasil uji organoleptis, homogenitas, bobot jenis, viskositas dan tinggi busa yang semuanya memenuhi standar.
PROFIL TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK DELIMA SLAWI KABUPATEN TEGAL susiyarti, susiyarti; Purgiyanti, Purgiyanti; Putri A, Dyah Ayu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42372

Abstract

Pelayanan kefarmasian selain menjadi tuntutan profesionalisme juga dapat dilihat sebagai faktor yang menarik minat konsumen terhadap pembelian obat di apotek agar memperoleh kepuasan pasien. Terdapat lima dimensi yang mewakili kepuasan pasien terhadap pelayanan yaitu dimensi Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Emphaty. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Delima. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kuantitatif. Data berupa data primer berdasarkan pengisian kuesioner. Populasi adalah pasien yang mendapatkan pelayanan kefarmasian berjumlah 400 orang. Sampel berjumlah 80 orang ditentukan dengan rumus Slovin, teknik sampling secara purposive sampling. Kuesioner berisi 25 pertanyaan terkait kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian berdasarkan lima dimensi kepuasan yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Emphaty. Tingkat kepuasan diukur dengan menggunakan skala Likert’s sebagai berikut: 5 = sangat puas, 4 = puas, 3 = cukup puas, 2 = kurang puas, 1 = tidak puas. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis menggunakan analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian tentang profil tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Delima Slawi Kabupaten Tegal diperoleh hasil pasien menyatakan Sangat Puas terhadap kualitas pelayanan di apotek tersebut. Hal ini dapat dilihat pada perolehan nilai pada masing-masing dimensi kepuasan diperoleh nilai yang baik yaitu pada dimensi tangibles 4,15, reliability 4,31, responsiveness 4,45, assurance 4,23 dan dimensi emphaty 4,28. Rata-rata dari lima dimensi diperoleh skor 4,28, skor tersebut masuk dalam interval sangat puas yaitu 4,1 – 5.
PEMANFAATAN BUNGA KAMBOJA (Plumeria alba) SEBAGAI AROMATERAPI PENGUSIR NYAMUK Nurcahyo, Heru; Purgiyanti, Purgiyanti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v6i1.479

Abstract

Bunga kamboja (Plumeria alba) yang banyak tumbuh dan berbunga merupakan salah satu tanaman yang mengandung miyak atsiri yang mempunyai nilai kemanfaatan sangat tinggi dalam biang terapi aromatika, Penelitian ini tentang penyulingan serbuk kering bunga kamboja untuk mendapatkan minyak atsiri yaitu dengan metode destilasi air dengan pelarut air. Hasil minyak atsiri selanjutnya dibuat formulasi dengan kadar aromaterapi sebesar 5% v/v dan 10 % v/v dengan formulasi kombinasi menjadi aromaterapi pengusir nyamuk.Destilasi air dengan menggunakan rata-rata sampel 750 gram menghasilkan rata-rata minyak atsiri sejumlah 13 ml atau dengan prosentase sebesar 1,6% dengan nilai konversi. Produk formulasi aromaterapi penyusir nyamuk untuk kedua formula masuk range pada setiap standar uji fisik dan pada uji lanjutan tentang uji kesukaan hasilpilihan responden sebesar 80% lebih memilih formula.Kata Kunci : Bunga Kamboja, Aromaterapi pengusir Nyamuk, minyak atsiri