Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI SODIUM SULFAT (NA2SO4) TERHADAP SIFAT FISIK SEDIAAN HAND WASH DENGAN BAHAN AKTIF EKSTRAK AMPAS TEH HITAM (BLACK TEA) Nisa, Alfi Zahrotun; Kusnadi, Kusnadi; Purgiyanti, Purgiyanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43703

Abstract

Mencuci tangan merupakan salah satu langkah atau metode paling sederhana dalam menjaga kebersihan. Penggunaan sabun yang tepat dan benar saat mencuci tangan diketahui sebagai cara paling mudah dan efektif dalam upaya pencegahan penyakit maupun penularan penyakit. Sabun cuci tangan yang juga dikenal dengan hand wash adalah sabun yang dirancang khusus untuk membersihkan tangan dan dihasilkan melalui proses saponifikasi. Dalam pembuatan hand wash diperlukan adanya bahan utama dan bahan pendukung, salah satunya adalah sodium sulfat atau Na2SO4 yang berfungsi sebagai pengental, mempercepat pencampuran dan kelarutan bahan serta membantu pengangkatan kotoran. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh perbedaan konsentrasi sodium sulfat (Na2SO4) terhadap sifat fisik sediaan hand wash dengan bahan aktif ekstrak ampas teh hitam (black tea). Proses ekstraksi dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut aquadest. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sediaan hand wash dengan bahan aktif ekstrak ampas teh hitam (black tea) dengan konsentrasi Na2SO4 yang berbeda yaitu pada F1 3%, F2 6% dan F3 9%. Beberapa pengujian yang dilakukan terhadap sediaan hand wash yang telah dibuat yaitu mencakup uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa, uji bobot jenis dan uji viskositas. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil yang didapat menunjukkan adanya pengaruh konsentrasi sodium sulfat (Na2SO4) sebagai pengental dan pengemulsi terhadap sifat fisik sediaan hand wash dengan bahan aktif ekstrak ampas teh hitam (black tea) dilihat dari uji analisis statistik anova satu arah (One Way Anova).
POTENSI TEPUNG TULANG IKAN KURISI (NEMIPTERUS NEMATHOPORUS) SEBAGAI SUMBER KALSIUM PADA SEDIAAN CRACKERS Salsabila Utami, Hanum; Purgiyanti, Purgiyanti; Riyanta, Aldi Budi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25462

Abstract

Indonesia adalah negara yang terdiri dari ribuan pulau. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan perekonomian Indonesia tercipta dari hasil para nelayan, khususnya di wilayah pesisir. Ikan kurisi merupakan salah satu komoditas nelayan di wilayah Kota Tegal. Ikan ini biasanya dijadikan ikan fillet oleh industri rumahan yang ada di sekitar pelabuhan. Di wilayah pesisir, kita dapat menemukan pelabuhan-pelabuhan yang banyak terkonsentrasi industri fillet ikan. Namun akibat adanya pabrik fillet ikan, banyak ditemukan sisa tulang ikan di TPU sehingga membuat kawasan tersebut terlihat kotor dan berbau tidak sedap. Penanggulangan dampak pencemaran dari limbah tulang ikan dapat dilakukan dengan cara mengolah limbah tulang ikan menjadi produk yang bernilai ekonomis. Tujuan dari penelitian kali ini adalah memanfaatkan limbah tulang ikan kurisi untuk dijadikan tepung yang kaya akan kalsium guna mengurangi penumpukkan limbah tulang ikan didaerah pesisir. Tepung tulang ikan ini akan dijadikan bahan tambahan dalam pembuatan snack crackers. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah metode analisis kuantitatif dilakukan secara eksperimental laboratorium Politeknik Harapan Bersama dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan dibantu dengan menggunakan Microsoft excel dalam menentukan kurva baku.  Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa uji kalsium pada crackers tulang ikan kurisi sebesar 2,424%. Crackers yang terbuat dari bahan campuran tepung tulang ikan kurisi terbukti mengandung kalsium yang cocok digunakan untuk memenuhi pertumbuhan anak-anak.
Uji Sifat Fisik, Kandungan Dan Mikrobiologi Pakan Ikan Dari Tepung Maggot Dan Cacing Tanah Delia Pranata, Nazalika; Purgiyanti, Purgiyanti; Kusnadi, Kusnadi
Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.2751

Abstract

Maggot dan cacing tanah merupakan sumber protein hewani yang dapat mengurangi penggunaan tepung ikan dan memiliki kandungan nilai gizi yang baik serta memiliki keuntungan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik, kandungan dan mikrobiologi pakan ikan dari tepung maggot (Hermetia illucens) dan Cacing Tanah (Lumbricus sp.). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen meliputi uji sifat fisik, uji kandungan dan uji mikrobiologi pakan ikan. Uji sifat fisik meliputi uji stabilitas, uji absorpsi dan uji daya apung pakan dalam air. Uji kandungan meliputi analisis proksimat dengan metode kjeldahl dan analisis profil asam amino dengan metode KCKT. Uji mikrobiologi meliputi uji aflatoksin dengan metode KCKT dan uji salmonella. Dari hasil penelitian bahwa berdasarkan uji sifat fisik pakan dengan perlakuan terbaik yang mendekati kontrol atau pakan (pellet) komersil yaitu pada P3 (TI 20% + TM 15% + TCT 4 %). Hasil uji proksimat menunjukan nilai protein pada perlakuan F1 hingga F4 adalah 24,65% sampai 26,60%, sedangkan perbedaan hasil uji berbeda pada kadar air, lemak, abu dan serat. Kandungan asam amino dalam pakan perlakuan F4 dan F3 dengan rasio (TI)/(TM)/(TCT) masing-masing sebesar (15:20:4)% dan (20:15:4)% menempati posisi tertinggi. Hasil kandungan aflatoksin untuk semua formula pakan masih relatif aman untuk dikonsumsi ikan, karena masih dibawah ambang batas yaitu kurang dari 20 µg/kg dan begitu juga tidak mengandung bakteri salmonella.
Formulasi Dan Uji Sifat Fisik Biskuit Kombinasi Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) Dan Kitosan Sebagai Antikolesterol Jayanti, Irma; Kusnadi, Kusnadi; Purgiyanti, Purgiyanti
Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.2770

Abstract

Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) memiliki kandungan senyawa antosianin dan flavonoid yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Kitosan merupakan produk deasetilasi kitin yang merupakan suatu senyawa polimer dari glukosamin. Polimer ini bersifat nontoksik, biodegradabel dan memiliki manfaat sebagai penurun kadar kolesterol. Biskuit merupakan makanan ringan, manis, dan kecil yang termasuk dalam kue kering dengan kadar air rendah.Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi penurunan kadar kolesterol dengan menggunakan kombinasi bunga rosella dan kitosan dalam bentuk biskuit terhadap mencit (Mus musculus). Dengan menggunakan 15 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok. Analisis data dilakukan menggunakan metode Descriptive dengan cara menganalisis data sifat fisik sediaan biskuit, meliputi uji organoleptis, uji kesukaan (Hedonik), dan uji kadar kolesterol pada mencit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biskuit kombinasi bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dan kitosan dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol pada mencit (Mus musculus). Sediaan biskuit dari keempat formula FI 16,92%, FII 17,51%, FIII 19,88%, dan FIV (tanpa bunga rosella dan kitosan) 15,24% dengan pemberian kombinasi sebanyak 4,5:0,5 gram, 4:1 gram, 3,5:1,5 gram. Presentase penurunan kadar kolesterol paling tinggi yaitu FIII sebesar 19,88%. Jika dilihat dari uji kesukaan, menunjukan bahwa FIII lebih baik dalam segi tekstur dan rasa secara keseluruhan dibandingkan dengan FI dan FII
FORMULASI TEPUNG IKAN GABUS DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK ROSELLA TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BISKUIT PENDAMPING AIR SUSU IBU Kusnadi, Kusnadi; Purgiyanti, Purgiyanti; Andari, Istiqomah Dwi
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 6, No 3 (2024): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v6i3.23059

Abstract

Ikan gabus sebagai sumber protein hewani yang lengkap dan memiliki komposisi asam amino yang cukup besar, sehingga berpotensi untuk dijadikan bahan dasar pembuatan biskuit pendamping ASI sesuai SNI 01-7111.2-2005. Bunga rosella kaya akan antioksidan dan dapat menambah variasi rasa serta nilai gizi biskuit. Kebaruan dalam penelitian karena meneliti tentang formulasi tepung ikan gabus dengan penambahan ekstrak rosella terhadap karakteristik kimia dan aktivitas antioksidan biskuit pendamping air susu ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan formulasi yang tepat dengan membandingkan substitusi tepung ikan gabus dan penambahan ekstrak rosella dalam pembuatan biskuit pendamping ASI, serta mengevaluasi karakteristik kimia dan aktivitas antioksidannya. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak lengkap, menggunakan empat proporsi yang berbeda untuk membuat biskuit yang masing-masing mengandung variasi tepung ikan gabus dan ekstrak rosella; F0/kontrol negatif (0:0)%; F1(16:4)%; F2(14:6)%; dan F3(12:8)%.  Metode DPPH (2,2-Difenil-1-pikrilhidrazil) digunakan untuk menentukan aktivitas antioksidan. Kadar air dari F1 sampai F4 antara 2.73% sampai 3.95%, kadar protein antara 8.83 hingga 20.12%, lemak antara 10.54 hingga 12.33 %,  kadar abu antara 1.10 hingga 4.26%, kadar karbohidrat berkisar antara 58.28 hingga 73.66%. Pemberian ekstrak rosella dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dari F0 sampai F3 dengan %Inhibisi 78.94% pada F3 dan terendah F1 sebesar 20.12%. Hasil menunjukan dengan penambahan tepung ikan gabus dapat meningkatkan karakteristik kimia  dan ekstrak rosellla. Kesimpulan bahwa penambahan ekstrak rosellla meningkatkan nilai antioksidan pada biskuit pendambing ASI serta memenuhi persyaratan pembuatan biskuit sesuai SNI 01-7111.2-2005.
Uji Aktivitas Antioksidan Body Butter dari Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Sentosa, Arif Fajar; Santoso, Joko; Purgiyanti, Purgiyanti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i6.15502

Abstract

Bunga telang merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa flavonoid yang menghasilkan warna ungu, sehingga dapat dijadikan sebagai body butter. Penelitian ini bertujuan mengetahui ekstrak bunga telang sebagai body butter, formula berapakah yang paling baik ditinjau dari sifat fisik sediaan dan aktivitas antioksidan pada bunga telang (Clitoria ternateaL.) dengan metode DPPH (2,2- Diphenyl 1-1 Picrylhydrazyl). Sampel diperoleh daerah tegal dan menggunakan teknik non- random/probability dengan metode simple random sampling. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode refluks dengan pelarut etanol 70%. Penelitian ini menggunakan konsentrasi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan konsentrasi 1%, 3%, 6%. Kemudian sediaan body butter dilakukan uji sifat fisik meliputi uji organoleptis, uji pH menggunakan stik pH, uji daya lekat, uji daya sebar, dan uji aktivitasantioksidan bunga telang dengan menggunakan DPPH tergolong kuat, yaitu nilai bunga telang pada formulasi 1:82,84 μg/ml, formulasi 2:77,98 μg/ml, formulasi 3:77,39 μg/ml.
Empowering Students through Education and Training on the Production of Foot Sanitizer from Tea Leaf Waste Riyanta, Aldi Budi; Purgiyanti, Purgiyanti; Amananti, Wilda
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v7i1.41385

Abstract

Tea leaf waste (TLW) is a household waste that can be processed into foot sanitizer to eliminate foot odor that is becoming increasingly popular. Applied products from the Pharmacy study program need to be disseminated to vocational school students as training products to enhance entrepreneurial knowledge and skills. SMK Al-Ikhlas Kota Tegal is Vocational High School one of the targets of the service activities because it aligns with the efforts to implement the School P5 program and the efforts to develop students' entrepreneurship. The aims of this service is to provide knowledge and improve skills in making foot sanitizer from tea waste for entrepreneurship skills. The activity method starts with a Focuss Group Discussion (FGD) to formulate the form of activities, followed by implementation in the form of education accompanied by direct training for students. The activity is concluded with an evaluation of the responses from the school and students in the form of pre-test, post-test, and questionnaire results of the activities. The results of this activity have been successfully carried out with the involvement of the twelfth-grade students of SMK Al-Ikhlas in educational and training activities. Evaluation of the pre-test and post-test also showed an increase in knowledge and skills. The activity was able to provide education and increase students' knowledge in processing TLW into foot sanitizer preparations in an effort to support P5 activities and SDGs efforts with an increased understanding of 48.73%. The evaluation of the activities was also assessed as very good with results reaching 94,4-100% response from students based on aspects of material, facilities, presenters, and participants' implementation responses, and it is hoped that similar activities will continue in the future.