Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS USAHATANI PEMBESARAN IKAN PADA KERAMBA JARING APUNG (KJA) DAN KOLAM DI KOTA JAMBI Pritychia, Velly Fika; Hamid, Ernawati; Rosyani
JALOW | Journal of Agribusiness and Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2020): Journal Agribusiness and Local Wisdom
Publisher : Program Studi Agribisnis bekerja sama dengan PERHEPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jalow.v3i2.11622

Abstract

This study aims to determine; 1) This study aims to determine; 1) To find out the description of nila and patin farming in floating net cages (KJA) and ponds in Jambi City, 2) To find out how much the level of production, cost and income of nila and patin farming in floating net cage media (KJA) and pond, 3) To analyze the income comparison of nila and patin farming in floating net cages (KJA) and ponds. The results showed that the average income received by nila farmers in KJA was Rp. 4,782,000, - and nila in a pond of Rp. 4,228,200, - while the average acceptance of patin at KJA is Rp. 6,487,000, - and patin in the pool of Rp. 7,137,000, - The average income of nila in KJA is Rp. 596,747, - and Rp. 129,300, - nila income in the pond, while patin in KJA is Rp. 98,207, - and Rp. 404,007, - in the pond. Analysis of t-test on nila with thit = 3.485> t Table (α2 = 5% df = 18 (2,100)) which means Ha is rejected, then farming income of nila in KJA is greater than pond, while patin value is thit = -4,435> t Table = 2,100, which means Ha is accepted, then significantly the income of catfish farming is similar or smaller than in ponds
The Analysis of Hotel Waste Management Strategies in Jambi City Maimunah Maimunah; Rosyani; Hutwan Syarifuddin
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpb.v4i1.11785

Abstract

Pertumbuhan hotel di Kota Jambi sampai dengan Tahun 2019 semakin meningkat. Dengan demikian menurut penulis perlu diadakan penelitian tentang pengelolaan sampah yang dihasilkan dari perhotelan tersebut, karena sampah dari perhotelan di Kota Jambi merupakan salah satu sumber sampah yang ada di Kota Jambi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan sampah hotel di Kota Jambi. Populasi penelitian ini adalah 12 hotel. Responden yang dapat di mengisi kuisioner berjumlah 22 orang yaitu responden yang di temui penulis pada waktu penulis berkunjung ke hotel yang sudah di tentukan menjadi sampel dalam penelitian ini, mulai dari Hotel berbintang 1 sampai dengan bintang 4, dari sampel tersebut sudah dapat terwakili dari setiap klasifikasi Hotel. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Hasil analisis dapat disimpulkan tata kelola sampah hotel di Kota Jambi masih belum optimal yaitu sebanyak 25 % dari hotel yang menjadi responden melakukan pengelolaan sampah padat yang baik Strategi pengelolaan saampah hotel di Kota Jambi berada di kuadran II yaitu memerlukan kolaborasi antara pengelola hotel dan pemerintah daerah (DLH), swasta, dan organisasi PHRI dalam hal tata kelola sampah perhotelan di Kota Jambi, kepedulian pihak hotel pada tahap pemilahan sampah di awal dapat membantu mengurangi volume sampah yang di angkut ke TPA, Ketersediaan kendaraan angkut sampah yang rutin sesuai jadwal menuju TPA, dan hanya hotel bintang 4 yang melakukan kesediaan untuk pengelolaan sampah padat yang mencapai optimal. Kata kunci : Perhotelan, Pengelolaan Sampah, Analisis SWOT
The Participation Analysis in the PAMSIMAS Program (Community-based Drinking Water and Sanitation) in Geragai Sub-distric, Tanjung Jabung Timur Distric, Jambi Province Tri Sumardianti; Rosyani; Hutwan Syarifuddin
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpb.v4i1.11977

Abstract

Air yang bersih merupakan kebutuhan manusia untuk kehidupan sehari-hari . Pada Kecamatan Gergai Kabupaten Tanjung Jabung Timur ada 17 desa yang dibantu dalam pemenuhan kebutuhan air bersih oleh pemerintah dengan program PAMSIMAS. PAMSIMAS yang pelaksanaan berbasis pemberdayaan masyarakat dalam bentuk partisipasi menjadi ukuran berjalan dan tidaknya program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana program PAMSIMAS terlaksana di Kecamatan Geragai dan mengetahui hubungan antara partisipasi masyarakat dalam penerapan program PAMSIMAS, serta menyusun strategi apa yang akan diterapkan pada partisipasi masyarakat dalam penerapan program PAMSMAS. Sampel desa yang dijadikan tempat penelitian yaitu desa Pandan Makmur, Kota baru dan Rantau Karya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi (kuisioner) dan wawancara pada masyarakat yang ikut program PAMSIMAS. Hasil pengolahan data menggunakan metode deskriptif kualitatif, analisis rank spearman dan analisis SWOT. Program PAMSIMAS di beberapa desa di Kecamatan Geragai berjalan dengan baik. Hubungan partisipasi masyarakat dalam penerapan program PAMSIMAS dengan analisis rank spearman diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) adalah 0.000 yang berarti lebih kecil dari 0.01 maupun 0.05 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara variable tingkat partisipasi masyarakat dan penerapan program PAMSIMAS. Dalam menetapkan strategi pada partisipasi masyarakat dalam penerapan program PAMSIMAS mengunakan analisis SWOT didapat posisi matrik pada kuadran I (+,+) dengan menetapkan strategi kekuatan (S) dan peluang (O) yaitu keikutsertaan dan keaktifan dalam partisipasi kegiatan membuat terbentuknya sistem pengelolaan yang baik membuat ketersediaan sumber air dan keberlanjutan sarana dan prasarana dapat terpenuhi dan meningkat.
Analisis Sebaran Particulate Matter (PM10) dan Gas Carbom Dioxide (CO) dari Aktivitas Kendaraan Bermotor menggunakan metode Hysplit Version 5 di Kota Jambi Bambang Ristianto; Damris M; Rosyani
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpb.v4i1.12250

Abstract

Udara merupakan faktor yang penting dalam hidup dan kehidupan. Emisi dari berbagai gas dan partikel dari kegiatan transportasi kedalam atmosfer menimbulkan berbagai problem menurunnya mutu lingkungan. Pada umumnya pertambahan jumlah kendaraan, jika tidak dilakukannya upaya pengelolaan lingkungan akan mengakibatkan pertambahan pula dampak lingkungan yang negatif. Pertambahan volume lalu lintas juga akan mengakibatkan bertambahnya emisi polusi udara sehingga dapat menurunkan kualitas udara. Salah satunya polutan gas CO (Karbon Dioksida) dan PM10 yang menjadi kontributor polusi udara. Prediksi terhadap sebaran gas CO dan PM10 perlu dilakukan untuk melihat arah sebaran serta daerah-daerah yang berpotensi terdampak gas CO dan PM10. Hysplit merupakan model yang dapat memprediksi sebaran polutan yang menghubungkan polutan dengan komponen meteorologi di suatu tempat. Tujuan penelitian ini adalah memetakan sebaran CO dan PM10 di 3 lokasi penelitian di Kota Jambi, menganalisis sebaran gas CO dan PM10 di 3 lokasi penelitian di Kota Jambi dan menentukan lokasi-lokasi yang berpotensi terpapar maksimum. Penelitian ini dilakukan di Kota Jambi berada di 3 kecamatan yaitu Jalan H. Agus Salim (depan kantor Dinas Kesehatan Kota Jambi) Kelurahan Handil Jaya Kecamatan Jelutung, Jalan HOS Cokroaminoto (depan Dealer Suzuki Mobil) Kelurahan Payo Lebar kecamatan Jelutung, dan Jalan Slamet Riyadi (Depan Kantor BPJS Ketenagakerjaan) Kelurahan Murni Kecamatan Danau Sipin. Dalam penelitian ini pengukuran CO dan PM10 dilakukan dari setiap lokasi yang ditentukan melalui program Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP) Kota Jambi, yang kemudian dianalisis sebarannya menggunakan model Hysplit Version 5. Sebaran yang dihasilkan menunjukkan arah CO dan PM10 dominan menuju Utara, barat laut. Analisis model Hysplit Version 5 menunjukkan kecamatan Jelutung terpapar maksimum.
Analisis Keberlanjutan Pengelolaan Danau Kerinci Kusuma Widya; Damris; Rosyani
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpb.v4i1.12430

Abstract

Danau Kerinci di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi merupakan salah satu dari 15 (lima belas) danau prioritas nasional yang disepakati pada Konferensi Nasional Danau Indonesia I Tahun 2009 tentang Pengelolaan Danau Berkelanjutan. Perlindungan kerusakan ekosistem Danau Kerinci termasuk salah satu isu prioritas lingkungan hidup daerah Kabupaten Kerinci Tahun 2018. Pengelolaan Danau Kerinci diharapkan berkelanjutan untuk mempertahankan, melestarikan dan memulihkan fungsi danau berdasarkan prinsip keseimbangan ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis status keberlanjutan dan atribut sensitif dari pengelolaan Danau Kerinci. Penelitian menggunakan data primer melalui kuesioner, wawancara dan pengamatan lapangan serta data sekunder berupa data dan laporan pendukung. Dimensi yang digunakan untuk menilai status keberlanjutan adalah dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dan dimensi sosial budaya dengan 29 atribut, dan dianalisis dengan metode Multi Dimensional Scaling (MDS) menggunakan program Rap-Lake yang merupakan modifikasi dari program Rapfish. Berdasarkan simulasi program Rap-Lake untuk ketiga dimensi keberlanjutan maka indeks keberlanjutan pengelolaan Danau Kerinci adalah 71,89 dengan status cukup berkelanjutan. Atribut sensitif tertinggi atau yang paling berpengaruh sebagai faktor pengungkit terbesar terhadap keberlanjutan dimensi ekologi yaitu perubahan tutupan lahan, tingkat erosi dan kualitas perairan danau. Atribut sensitif dimensi ekonomi yaitu pengendalian sedimentasi di danau, alat monitoring kualitas air, dan penguasaan teknologi. Atribut sensitif pengungkit dimensi sosial budaya yaitu Perda pengelolaan danau, tekanan penduduk terhadap lahan dan kearifan lokal. Kata kunci : Keberlanjutan, Danau Kerinci, MDS, Rap-Lake
PENETAPAN HARGA DAN NILAI TAMBAH GULA AREN DI MUARA BULIAN KABUPATEN BATANGHARI Maros Framita, Rebeca; Alamsyah, Zulkifli; Rosyani
JALOW | Journal of Agribusiness and Local Wisdom Vol. 4 No. 1 (2021): Journal Agribusiness and Local Wisdom
Publisher : Program Studi Agribisnis bekerja sama dengan PERHEPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jalow.v4i1.13320

Abstract

This study aims to (1) find out the general description of palm sugar agro-industry in Muara Bulian, (2) analyze the determination of the price of palm sugar to be marketed and (3) analyze the added value of palm sugar agro-industry. The data analysis method used is a quantitative descriptive method using the help table analysis of the added value analysis of the Hayami method and using the Cost Plus method Pricing From these calculations will be known the amount of added value per production process and the profits received by industry and the optimum price to be marketed. The added value is then used to measure agroindustry productivity by using value added ratios. The results showed that (1) the agroindustry of palm sugar in Bulian estuary still produces traditionally and is developed in a descending manner. Print sugar agro-industry consists of 63 active craftsmen who produce sugar almost every day and 6 of them have produced ant sugar. Until now there is only one craftsman who still produces ant sugar, (2) based on the results of the Cost Plus Pricing analysis, the optimal printed sugar mark-up is IDR 5,000 / kg which will provide a selling price of IDR 18,683.63 / kg, while the Mark the optimal ant sugar up is IDR 10,000 / kg up to IDR 18,000 / kg which will provide a selling price of IDR 37,617 / kg up to IDR 45,617.85 / kg, (3) processing palm sugar into ant sugar will produce added value and profit which is higher than the processing of palm sugar into printed sugar because the ratio of added value of ant sugar is higher than that of printed sugar.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERLANJUTAN PETANI BERUSAHATANI PADI SAWAH (Studi Kasus di Desa Pulau Aro Kecamatan Tabir Ulu Kabupaten Merangin) Tri Kurnia, Lisa; Rosyani; Farida, Aulia
JALOW | Journal of Agribusiness and Local Wisdom Vol. 4 No. 2 (2021): Journal Agribusiness and Local Wisdom
Publisher : Program Studi Agribisnis bekerja sama dengan PERHEPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jalow.v4i2.16503

Abstract

This research aimed ; 1) to know the factors affecting the farmers in farming rice field in the village of Pulau Aro, Merangin District, 2) to know the status of sustainability of farming rice field in the village of Pulau Aro, Merangin District, 3) to analyze the influence between factors and sustainability of farming rice field in the village of Pulau Aro, Merangin District. Data collecting method wastaken from primary and secondary data. Determining the location was chosen purposely (purposive sample) by considering that Pulau Aro had unique traditions or habits in farming rice field while the respondents were done by simple random sampling with 67 respondents who joined into farmer group. The data were processed and analyzed by using multiple linear regression analysis to know the status of sustainability of farmingrice field, and then described to know the sustainability status of farming rice field. Result of multiple linear regression analysis that described the sustainability status of farming rice filed was that overall ecological aspects, social aspects and economic aspects were in a less sustainable category with R-Squared value of 53.24%. If viewed from each aspect, the social aspect was in a fairly sustainable category because the trainers were active in giving information and the farmers also participated in farmer group sactivities. While ecological aspects were less sustainable because farmers tended to use chemical drugs in fertilization and eradication of pests and rice diseases, while from the economic aspect of rice field was in the category of less sustainable because the production of farmers in rice field had not fulfilled the needs of farmers.
RSPO Certification Impacts on Oil Palm Smallholders’ Welfare in Jambi Province Dompak MT Napitupulu; nFN Rosyani; Ernawati HD; Rukaiyah Rafiq
Analisis Kebijakan Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Analisis Kebijakan Pertanian
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/akp.v15n2.2017.127-136

Abstract

World demand for Crude Palm Oil (CPO) consistently increases. On the other hand, CPO market moves slowly probably due to Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) certification. International trade system requires large CPO producers to have a RSPO Certificate as one of requirements for exporting their product. It is expected that this requirement will also be applied immediately to smallholding oil palm plantations. This paper aims to analyze the benefits of RSPO certification on improving oil-palm smallholders’ welfare in Jambi Province. Data collected in this study were analyzed using both descriptive and quantitative methods. Results of the study showed that RSPO certification, in several aspects, significantly improved farmers’’ wealth, timely availability of input factors, oil palm yield, processing and marketing, and CSR financial support. It also indicates that oil palm plantation companies tend to give preferential treatment in transaction process with farmers having RSPO certificates. AbstrakPermintaan Crude Palm Oil (CPO) dunia pada dasarnya mengalami peaingkatan secara konsisten, namun pasar CPO cenderung mengalami kelesuan yang diduga sangat berkaitan dengan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).  Sistem perdagangan internasional mengharuskan produsen CPO untuk memiliki sertifikat RSPO sebelum memasarkan produk ke luar negeri. Dapat diduga bahwa kewajiban memiliki sertifikat RSPO tidak akan hanya terbatas kepada pengusaha perkebunan besar, namun lambat laun akan juga diwajibkan untuk dimiliki oleh setiap pengusaha kebun kelapa sawit termasuk petani rakyat swadaya. Tulisan ini bertujuan menganalisis manfaat sertifikasi RSPO terhadap peningkatan kesejahteraan petani kelapa sawit swadaya di Provinsi Jambi. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif dan statistik nonparametrik. Sertifikasi RSPO dalam beberapa aspek telah dapat dirasakan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani khususnya dalam hal ketersediaan input produksi secara tepat waktu, peningkatan produktivitas, pengolahan hasil dan pemasaran, serta dukungan dana CSR dari perusahaan inti. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit cenderung memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi kepada kelompok tani yang sudah memiliki sertifikat RSPO.
RSPO Certification Impacts on Oil Palm Smallholders’ Welfare in Jambi Province Dompak MT Napitupulu; nFN Rosyani; Ernawati HD; Rukaiyah Rafiq
Analisis Kebijakan Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Analisis Kebijakan Pertanian
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.4 KB) | DOI: 10.21082/akp.v15n2.2017.127-136

Abstract

World demand for Crude Palm Oil (CPO) consistently increases. On the other hand, CPO market moves slowly probably due to Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) certification. International trade system requires large CPO producers to have a RSPO Certificate as one of requirements for exporting their product. It is expected that this requirement will also be applied immediately to smallholding oil palm plantations. This paper aims to analyze the benefits of RSPO certification on improving oil-palm smallholders’ welfare in Jambi Province. Data collected in this study were analyzed using both descriptive and quantitative methods. Results of the study showed that RSPO certification, in several aspects, significantly improved farmers’’ wealth, timely availability of input factors, oil palm yield, processing and marketing, and CSR financial support. It also indicates that oil palm plantation companies tend to give preferential treatment in transaction process with farmers having RSPO certificates. AbstrakPermintaan Crude Palm Oil (CPO) dunia pada dasarnya mengalami peaingkatan secara konsisten, namun pasar CPO cenderung mengalami kelesuan yang diduga sangat berkaitan dengan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).  Sistem perdagangan internasional mengharuskan produsen CPO untuk memiliki sertifikat RSPO sebelum memasarkan produk ke luar negeri. Dapat diduga bahwa kewajiban memiliki sertifikat RSPO tidak akan hanya terbatas kepada pengusaha perkebunan besar, namun lambat laun akan juga diwajibkan untuk dimiliki oleh setiap pengusaha kebun kelapa sawit termasuk petani rakyat swadaya. Tulisan ini bertujuan menganalisis manfaat sertifikasi RSPO terhadap peningkatan kesejahteraan petani kelapa sawit swadaya di Provinsi Jambi. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif dan statistik nonparametrik. Sertifikasi RSPO dalam beberapa aspek telah dapat dirasakan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani khususnya dalam hal ketersediaan input produksi secara tepat waktu, peningkatan produktivitas, pengolahan hasil dan pemasaran, serta dukungan dana CSR dari perusahaan inti. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit cenderung memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi kepada kelompok tani yang sudah memiliki sertifikat RSPO.
Processing Mixture of Polypropylene (PP) Plastic Waste and Palm Fiber Waste into Alternative Fuels Ibnatun Rif'ah; Rosyani Rosyani; Nazarudin Nazarudin
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 7, No 2 (2022): June 2022
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v7.i2.80

Abstract

AbstractThe increasing accumulation of plastic and industrial biomass wastes, as well as the declining reserves of petroleum as an energy source, have become significant topics of discussion. Therefore, this research aims to determine alternative energy sources in the form of fuel derived from cracking a mixture of Polypropylene (PP) plastic and palm fiber (SKS) waste. It also aims to determine the quantity and quality of the derived products. The cracking process with a catalyst to feed ratio of 1:10 and a time of 40 minutes led to the highest % conversion Cracking Result Liquid (CHP) product of 48.08% with the variation condition of PP to SKS ratio of 1.5:1 at a temperature of 500°C. The GC-MS analysis results showed that the % area of the CHP product contains fuels, such as gasoline (32.97%), kerosene (5.36%), and diesel (2.24%).Keywords: Cracking, Polypropylene, plastic waste, palm fiber, alternative energi Abstrak (Indonesian)Meningkatnya akumulasi limbah, baik itu sampah plastik maupun limbah biomassa hasil industri, serta menurunnya cadangan minyak bumi sebagai sumber enegi, menjadi topik masalah yang cukup signifikan untuk dibahas dan dicarikan solusinya. Penelitian dilakukan dengan tujuan mencari sumber energi alternatif berupa bahan bakar yang berasal dari perengkahan campuran sampah plastik jenis PP (Polypropylene) dan limbah biomassa serabut kelapa sawit (SKS), serta mengetahui kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan. Perengkahan yang dilakukan dengan perbandingan katalis dan umpan 1:10 dan waktu 40 menit, menghasilkan %konversi produk CHP (Cairan Hasil Perengkahan) tertinggi sebesar 48,08% dengan kondisi variasi rasio PP:SKS adalah 1,5:1 dan suhu 500°C. Hasil analisa GC-MS menunjukkan % area produk CHP tersebut mengandung bahan bakar seperti bensin (32,97%), minyak tanah (5,36%) dan solar (2,24%). Kata Kunci : Perengkahan, Polypropylene, sampah plastik, serabut kelapa sawit, energi alternatif