Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Antibacterial Activity Test of Ag Nanoparticle Soap Turi Leaf Extract (Sesbania grandiflora) Against Staphylococcus aureus Bacteria Rusiana, Della Ayu; Tivani, Inur
Indonesian Journal of Chemical Science and Technology (IJCST) Vol 7, No 1 (2024): JANUARY 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ijcst.v7i1.56445

Abstract

Silver metal nanoparticles have biocidal properties as a non-toxic inorganic antibacterial agent. Flavonoid compounds from the Turi Leaf (Sesbania grandiflora) plant extract as a natural bio reductant. In the research, UV-Vis spectrophotometric testing parameters and antibacterial soap preparations were carried out. Synthesis and Characteristics of Silver Nanoparticles were carried out, with soap preparations made into 3 formulas with different variations in Agno3 concentration, namely 1 mM, 2 mM, and 3 mM and antibacterial activity tested using well diffusion. The results of the absorption spectrum of Ag nanoparticles show the highest peak at a value of 280-290 nm. In the antibacterial activity test, the greater the AgNO3 concentration in the Ag nanoparticle soap, the greater the inhibition zone created by Staphylococcus aureus bacteria. The optimum concentration in soap preparations is 3 mM producing a wavelength of 300 nm with an absorbance value of 1.105. In terms of antibacterial activity, the most effective way to inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria is formulation III, with an inhibitory power of 7.69 cm2 .
EFEKTIVITAS WAKTU FERMENTASI ECO ENZYM TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Eschericia coli tivani, inur
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 1 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v14i1.8187

Abstract

Permasalahan sampah yang selalu meningkat setiap tahun memerlukan solusi. Salah satu pemanfaatan sampah organic dengan membuatnya menjadi ecoenzym. Ecoenzym dibuat dengan mencampurkan kulit buah/sayur yang difermentasikan dengan gula. Lama/waktu fermentasi yang dibutuhkan akan berpengaruh terhadap kualitas penghambatan terhadap bakteri. Salah bakteri bakteri gram negative yaitu Eschericia coli. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji efektivitas ecoenzym yang paling baik penghambatannya terhadap  E. coli dengan waktu fermentasi yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen di laboratorium. Prosedur penelitian meliputi pembuatan eco enzyme dengan lama fermentasi 3, 4 dan 5 bulan, uji efektivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi sumuran. Penentuan pengaruh lama fermentasi dilihat dari luas daerah hambat yang terbentuk di sekitar lubang sumuran. Semakin luas daerah hambat maka semakin efektif eco enzym tersebut dalam menghambat bakteri Eschericia coli. Hasil penelitian menunjukan bahwa ecoenzym dengan lama fermentasi 5 bulan menunjukan hasil paling baik dengan diameter daya hambat sebesar 17,6 mm. 
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca) TERHADAP BAKTERI (Staphylococus Aureus, Streptococus Mutan dan Eschericia Coli) Inur Tivani; Meliyana Perwitasari
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i1.263

Abstract

Kemajuan zaman yang pesat diringi pula dengan meningkatnya berbagai penyakit. Salah satunya penyakit infeksi. Penyebab utama penyakit infeksi yaitu bakteri. Staphylococus aureus, Streptococus mutan dan Eschericia coli merupakan bakteri yang sering menginfeksi manusia. Ketiga bakteri ini dilaporkan telah banyak mengalami resistensi terhadap antibiotik. Oleh karena itu diperlukan usaha guna mencari alternatif antibiotik dari bahan alam seperti kulit buah. Kulit buah pisang kepok memilki kandungan senyawa seperti saponin yang bersifat sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pada konsentrasi berapa ekstrak kulit buah pisang kepok paling efektif menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococus aureus, Streptococus mutan dan Eschericia coli. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Program Studi DIII Farmasi Politeknik Harapan Bersama. Ekstrak kulit buah pisang kepok dibuat menggunakan metode soxhletasi. Ekstrak kulit buah selanjutnya dibuat 3 konsentrasi yaitu 5%, 15% dan 25%. Pengujian antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran dengan tiga kali replikasi. Rata-rata luas daerah hambat terhadap bakteri S.aureus pada konsentrasi ekstrak kulit pisang kepok 5% sebesar 0 mm2, 15% sebesar 23 mm2 ± 14 dan 25% sebesar 79 ± 9,5 mm2. Luas Daerah hambat terhadap bakteri S. mutan pada konsentrasi ekstrak kulit pisang kepok 5% sebesar 0 mm2, 15% sebesar 0 mm2 dan konsentrasi 25% sebesar 3 ± 3,3 mm2. Luas daerah hambat terhadap bakteri E coli pada konsentrasi ekstrak kulit pisang kepok 5% sebesar 320±66 mm2, 15% sebesar 514 mm2 ± 31 dan 25% sebesar 670 ± 43 mm2. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada konsentrasi 25% ekstrak kulit pisang kepok paling efektif menghambat bakteri S. aureus, S. mutan dan E coli. Luas daerah hambat paling baik ditunjukkan pada penghambatan terhadap bakteri E. coli
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SALEP EKSTRAK BUAH TAKOKAK (SOLANUM TORVUM) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AURUS Riskiyani, Risa; Tivani, Inur; Riyanta, Aldi Budi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42468

Abstract

Buah takokak (Solanum torvum) diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid dan saponin yang memiliki sifat antibakteri. Untuk memaksimalkan pemanfaatan buah takokak sebagai agen antibakteri maka dibuatlah sediaan salep. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui formula sediaan salep dari ekstrak buah takokak (Solanum torvum) yang paling baik dalam menghambat bakteri dan paling baik sifat fisiknya. Metode eksperimental adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Pengukuran diameter zona hambat dalam peneitian ini dilakukan pada 6 sampel yang berbeda dengan perbedaan konsentrasi berupa 0%, 5%, 10%, 15%, kontrol negatif dan positif. Dan dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil rata-rata luas zona hambat dalam satuan cm secara berurutan yaitu 0; 2,09; 2,18; 2,71; 0; 4,35. Sedangkan dari hasil analisis One Way Anova didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai F hitung dan F tabelnya sebesar 16.574 dan 0,288 yang berarti (P<0,05) dan (Fhitung < Ftabel). Dari hasil tersebut dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh dari perbedaan ekstrak buah takokak pada masing-masing formula. Sedangkan dari hasil pengujian sifat fisik salep ekstrak buah takokak formula 3 adalah formula yang paling memenuhi yakni memiliki pH sebesar 5, nilai rata-rata daya sebar 5,3 cm dan nilai daya lekatnya 4,6 detik. Sehingga dapat disimpukan bahwa formula 3 salep ekstrak buah takokak dengan konsentrasi ekstrak 15% adalah formula paling efektif.
FORMULASI UJI FISIK DAN UJI HEDONIK SEDIAAN ROLL ON AROMATERAPI BUNGA MAWAR (ROSA HYBRIDA) UNTUK MENGURANGI KECEMASAN Yunita, Eva; Nurcahyo, Heru; Tivani, Inur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42748

Abstract

Gangguan Mental Emosional (GME) adalah masalah kesehatan mental yang sering dialami, terutama oleh remaja dan lansia. Salah satu alternatif untuk mengatasi kecemasan dan merelaksasi tubuh adalah dengan menggunakan minyak atsiri bunga mawar (Rosa hybrida), yang sudah dikenal luas dalam praktik aromaterapi. Bunga mawar merupakan tanaman yang menghasilkan minyak esensial yang banyak digunakan dalam terapi pengobatan alternatif ini. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimen bertujuan untuk menguji efektivitas minyak atsiri bunga mawar dalam meredakan kecemasan. Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling total, di mana sampel yang diuji adalah bunga mawar (Rosa hybrida). Terdapat tiga formulasi yang diuji dengan variasi konsentrasi minyak atsiri yang berbeda, yaitu F1 (20%), F2 (30%), dan F3 (40%). Selanjutnya, dilakukan pengujian terhadap sifat fisik masing-masing formulasi untuk menentukan konsentrasi minyak atsiri yang paling optimal untuk digunakan dalam sediaan aromaterapi. Pengujian yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji kejernihan, serta uji kesukaan pada 20 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi ketiga dengan konsentrasi 40% menghasilkan sifat fisik yang paling baik, sementara formulasi kedua dengan konsentrasi 30% memperoleh hasil terbaik dalam uji hedonik. Oleh karena itu, sediaan dengan konsentrasi 30% dipilih sebagai roll on aromaterapi yang paling disukai dan layak digunakan.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FOOT SANITIZER EKSTRAK ETANOL KOMBINASI LADA PUTIH (PIPERIS ALBI) DAN DAUN TEH HIJAU (CAMELLIA SINENSIS) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS Purnamasari, Dela; Riyanta, Aldi Budi; Tivani, Inur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42967

Abstract

Foot sanitizer ini dibuat karena lada putih memiliki aktivitas biologis sebagai antibakteri, antivirus dan flavonoid dan daun teh hijau digunakan sebagai antibakteri karena daun teh hijau mengandung antioksidan yang dapat digunakan sebagai penghilang bau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi aktivitas antibakteri staphylocooccus epidermidis dan mengetahui formulasi yang paling baik pada sediaan foot sanitizer. Metode penelitian ini yaitu eksperimen. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan metode ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%.  Sediaan foot sanitizer dibuat sebanyak tiga formulasi dengan konsentrasi ekstrak lada  putih 5%, 10%, 10% dan daun teh hijau 10%, 10%, 5%. Analisis data yang meliputi uji pH, organoleptis, uji kejernihan, uji bobot jenis, uji viskositas ostwold dan uji aktivitas antibakteri staphylococcus epidermidis. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh perbedaan konsentrasi berdasarkan FI 5%, 10%, FII 10%, 10% dan FIII 10%, 5%. Sedangkan aktivitas antibakteri stapylococcus epidermidis dengan zona hambat masing-masing formulasi I, II, dan III yaitu 129,55 mm2, 152,02 mm2, dan 152,52 mm2.. Dan dari semua formulasi I, II dan III yang memiliki uji aktivitas antibakteri adalah formulasi III karena memiliki zona hambat yang paling tinggi.
UJI ANTIBAKTERI SABUN ANTISEPTIK KOMBINASI EKSTRAK KULIT JERUK PERAS DAN KULIT NANAS MADU TERHADAP Staphylococus aureus tivani, inur
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i1.6284

Abstract

Akibat dari pemakaian sabun yang berlebihan dengan bahan kimia tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan akan iritasi tangan. Alternatif lain yaitu perlu dilakukan pembuatan antiseptik dari bahan alam yang ramah lingkungan serta aman untuk tangan. Tujuan dari Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pada formula berapa uji antibakteri sabun antiseptik dari ekstrak kulit jeruk peras dan kulit nanas madu paling efektif dalam penghambatan terhadap bakteri Staphylococus aureus. Pengambilan data dalam pnelitian ini di Laboratorium Mikrobiologi Diploma III Farmasi Politeknik Harapan Bersama. Ekstrak kulit buah jeruk peras dan kulit buah nanas madu di ekstraksi menggunakan metode maserasi. Sabun antiseptic dibuat dengan 3 formula dengan pembeda kombinasi kulit jeruk peras dan kulit nanas madu yaitu untuk formula I (1:3), formula 2 (1:1), formula 3 (3:1).Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran. Semakin besar diameter daerah hambat maka paling efektif dalam penghambatan terhadap S.aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula satu sabun antiseptik kombinasi ekstrak kulit jeruk peras dan kulit buah nanas madu dengan perbandingan (1:3) paling baik dalam penghambatan terhadap bakteri S. aureus dengan diameter hambat 29.06 mm
PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP UJI SIFAT FISIK FORMULA DEODORANT SPRAY EKSTRAK DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM L.) Oktapania, Madia; Amananti, Wilda; Tivani, Inur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43670

Abstract

Deodoran merupakan suatu produk yang berfungsi dalam mengatasi permasalahan bau tubuh akibat adanya interaksi antara bakteri dan keringat. Bahan kimia sintetik seperti garam alumunium yang biasa digunakan dalam produk dedodorant dapat meningkatkan risiko kanker. Untuk mengurangi efek samping dari bahan kimia tersebut dibuat deodorant berbahan alam seperti ekstrak daun kemangi. Senyawa aktif yang terkandung dalam kemangi dan berkontribusi terhadap aktivitas antibakterinya meliputi tanin, flavonoid, serta minyak atsiri. Salah satu metode pemisahan senyawa pada bahan alam yang paling umum adalah ekstraksi.  Penelitian ini bertujuan guna mengetahui pengaruh metode ekstraksi terhadap uji sifat fisik formula deodorant spray ekstrak daun kemangi. Metode ekstraksi diketahui dapat mempengaruhi hasil atau sifat fisik sediaan yang dihasilkan. Dalam penelitian ini, metode ekstraksi yang diterapkan yaitu metode maserasi serta refluks. Uji sifat fisik meliputi uji Organoleptis, uji ph, uji kejernihan, uji berat jenis, uji viskositas, uji iritasi. Hasil penelitian menunjukan perbedaan metode ekstraksi memberikan pengaruh terhadap sifat fisik dari sediaan dedodorant spray. Berdasarkan uji kesukaan metode ekstraksi maserasi menghasilkan sifat fisik deodorant spray ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) yang paling baik. Sediaan yang menghasilkan sifat fisik deodorant spray ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) yang paling baik adalah sediaan yang menggunakan metode ekstraksi maserasi berdasarkan uji kesukaan
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK KULIT NANAS MADU DENGAN PEMANIS DAUN STEVIA TERHADAP Escherichia Coli Tivani, Inur; Kusnadi, Kusnadi
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 6, No 2 (2024): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v6i2.22731

Abstract

Escherichia coli merupakan salah satu jenis bakteri yang mengakibatkan penyakit diare. Penanganan diare sering dilakukan dengan mengkonsumsi oralit. Namun, Sebagian besar anak – anak menolak mengkonsumsi minuman ini dikarenakan rasanya yang kurang enak. Alternatif lain yaitu dengan mengganti oralit dengan granul effervescent ekstrak kulit nanas madu dengan pemanis daun stevia. Kebaruan dari penelitian ini yaitu pemanfaatan limbah kulit nanas madu sebagai zat aktif dalam pembuatan granul effervescent serta penggunaan pemanis alami berupa daun stevia yang aman jika digunakan untuk anak – anak. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui formula yang mana dari granul effervescent ekstrak kulit nanas madu dengan pemanis daun stevia yang terbaik dalam menghambat E. coli. Ekstrak kulit nanas madu dibuat ekstraksi dengan metode maserasi. Granul dibuat dengan metode granulasi basah. Granul dibuat dalam 3 formula dengan perbandingan ekstrak kulit nanas 1%, 2% dan 3%, serta daun stevia dengan perbandingan 1,5%, 2,5% dan 4%.  Difusi sumuran dipilih sebagai metode dalam pengujian efektivitas antibakteri. Hasil dari penelitian menunjukan formula 3 granul effervescent dengan kandungan ekstrak kulit nanas madu dan daun stevia yang terbaik dengan diameter daya hambat terbesar yaitu 17,30 mm. Granul effervescent dapat diaplikasikan sebagai substitusi obat diare berdasarkan keefektifannya dalam penghambatan terhadap bakteri E coli. Kesimpulan penelitian bahwa kandungan ekstrak kulit nanas madu 5% serta pemanis daun stevia 4% dalam pembuatan granul effervescent memberikan penghambatan yang paling baik terhadap bakteri E. coli.
Antibacterial Activity Test of Ag Nanoparticle Soap Turi Leaf Extract (Sesbania grandiflora) Against Staphylococcus aureus Bacteria Rusiana, Della Ayu; Tivani, Inur
Indonesian Journal of Chemical Science and Technology (IJCST) Vol. 7 No. 1 (2024): JANUARY 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ijcst.v7i1.56445

Abstract

Silver metal nanoparticles have biocidal properties as a non-toxic inorganic antibacterial agent. Flavonoid compounds from the Turi Leaf (Sesbania grandiflora) plant extract as a natural bio reductant. In the research, UV-Vis spectrophotometric testing parameters and antibacterial soap preparations were carried out. Synthesis and Characteristics of Silver Nanoparticles were carried out, with soap preparations made into 3 formulas with different variations in Agno3 concentration, namely 1 mM, 2 mM, and 3 mM and antibacterial activity tested using well diffusion. The results of the absorption spectrum of Ag nanoparticles show the highest peak at a value of 280-290 nm. In the antibacterial activity test, the greater the AgNO3 concentration in the Ag nanoparticle soap, the greater the inhibition zone created by Staphylococcus aureus bacteria. The optimum concentration in soap preparations is 3 mM producing a wavelength of 300 nm with an absorbance value of 1.105. In terms of antibacterial activity, the most effective way to inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria is formulation III, with an inhibitory power of 7.69 cm2 .