Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENTINGNYA PENDIDIKAN TINGGI VOKASI BAGI SISWA SMA N 1 BALAPULANG KABUPATEN TEGAL Akhmad Aniq Barlian; Susiyarti; Inur Tivani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v13i1.6853

Abstract

Pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan siap menghadapi tuntutan dunia profesional. Sebagaimana diungkapkan oleh Sukoco (2019) pendidikan ini bertujuan untuk mengembangkan keahlian dan keterampilan yang diperlukan dalam industri. Dalam konteks Indonesia, pendidikan tinggi vokasi semakin menjadi sorotan sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di tengah perkembangan industri yang pesat dan kebutuhan pasar kerja yang semakin spesifik. (Sukoco, 2019, p. 01) Masih terdapat kesenjangan antara lembaga pendidikan dan dunia usaha yang mengakibatkan lulusan tidak selalu memenuhi kualifikasi yang diharapkan oleh industri (Siswaya, 2009). Hal ini menjadi tantangan bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang sedang mempertimbangkan kelanjutan pendidikan mereka. Banyak siswa yang kurang memahami pentingnya pendidikan tinggi vokasi dan terjebak dalam stigma bahwa jalur akademis adalah satu-satunya pilihan untuk mencapai kesuksesan. Padahal, pendidikan vokasi menawarkan jalur yang jelas dengan peluang karir yang menjanjikan. Pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap bersaing di dunia industri. Namun, pemahaman siswa SMA tentang pendidikan vokasi masih rendah, Melalui program pengabdian masyarakat ini, kami memberikan sosialisasi dan penyuluhan mengenai pentingnya pendidikan tinggi vokasi. Dengan meningkatkan pemahaman dan kesadaran mereka, siswa akan lebih termotivasi untuk merencanakan masa depan mereka dan memilih bidang yang sesuai dengan minat serta potensi yang dimiliki. Upaya ini tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial yang lebih luas di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan sasaran siswa SMA N 1 Balapulang Kabupaten Tegal, dengan menggunakan motode sosialisasi yang di awali dengan Pretest untuk mengukur pengetahuan awal, dilanjutkan dengan penyampaian materi dan di akhiri dengan Postest unutk mengukur hasil peningkatan pengetahuan siswa.Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman siswa dari 59,31% pada pretest menjadi 97,93% pada posttest. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai pendidikan vokasi Kata kunci: Pengetahuan, Pendidikan vokasi, Siswa SMA
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui Model Problem-Based Learning pada Mahasiswa Farmasi Politeknik Harapan Bersama Tegal Tahun 2015/2016 Inur Tivani
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v10i1.94

Abstract

Hasil temuan dalam pembelajaran mikrobiologi di program studi DIII Farmasi PoliteknikHarapan Bersama Tegal menunjukkan perkuliahan lebih di dominasi oleh model ceramah,tanya jawab dan pemberian tugas. Imbas dari keadaan ini berdampak pada rendahnyakemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa lebih terfokuspada menghafal konsep materi yang diajarkan. Dosen juga tidak memberikanpembelajaran yang mengarah pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah. Olehkarena itu, dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) menggunakan model pembelajaranProblem-based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalahmahasiswa Farmasi Politeknik Harapan Bersama Tegal pada mata kuliah mikrobiologi.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research), yangberlangsung selama tiga siklus. Alur penelitian dimulai dari tahap perencanaan,pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian ini yaitu mahasiswaDIII Farmasi Politeknik Harapan Bersama Tegal semester satu berjumlah 30 orang yangsedang menempuh mata kuliah mikrobiologi pada tahun pelajaran 2015/2016. Waktupelaksanaan PTK yaitu tanggal 30 September – 28 Oktober 2015. Perangkat pembelajaranyang dipersiapkan antara lain Satuan Acara Perkuliahan (SAP), alat evaluasi, lembarobservasi dan lembar kerja untuk diskusi. Data dianalisis dengan melihat ketuntasanbelajar siswa yaitu persentase siswa yang mendapat skor ≥ 65.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar mahasiswa pada siklus Isebesar 13 %, pada siklus II sebesar 40% sedangkan pada siklus III meningkat menjadi63 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL mampumeningkatkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa.
Pengaruh Lama Fermentasi Bahan Organik Pada Eco-Enzyme Terhadap Daya Hambat Bakteri Staphylococcus aureus Mutiara Nur Suci Febrianti; Inur Tivani; Susiyarti Susiyarti
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): Maret
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v7i1.21896

Abstract

Abstract:  Skin diseases are one of the most common most common health problems in Indonesia. One of the bacteria causing skin disease is Staphylococcus aureus. Eco-enzyme is an organic liquid resulting from the fermentation of organic waste, water and molasses sugar. This study aims to determine the effect of the length of fermentation of eco-enzyme organic material on the inhibitory activity activity and to find out the best fermentation time of eco-enzyme in inhibiting Staph bacteria. best in inhibiting Staphylococcus aureus bacteria. Research This research was conducted with a laboratory experimental approach using the simple random sampling method. Samples of eco-enzyme fermented for 3 months, 4 months and 5 months were tested for antibacterial activity against the growth of Staphylococcus aureus bacteria by the well diffusion method with aquadest as negative control. The results of the research data were analyzed statistically analyzed using One Way Anova test. Antibacterial test results of eco-enzyme that has been fermented for 3 months, 4 months, and 5 months inhibits the the growth of Staphylococcus aureus bacteria with an average inhibition zone of 13.73 mm, 17.73 mm, and 5 mm, respectively. 13.73 mm, 17.73 mm, and 21.4 mm, respectively. Based on this study, eco-enzyme fermentation time is proven to inhibit Staphylococcus aureus bacteria. aureus. Eco-enzyme that had the best bacterial inhibition was the eco-enzyme fermented with is eco-enzyme fermented for 5 months with an average inhibition zone of 21.4 mm. inhibition zone of 21.4 mm.Abstrak: Penyakit kulit menjadi salah satu dari berbagai masalah kesehatan yang paling banyak dijumpai di Indonesia. Salah satu bakteri penyebab penyakit kulit adalah bakteri Staphylococcus aureus. Eco-enzyme merupakan cairan organik hasil fermentasi limbah organik, air dan gula molase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi bahan organik eco-enzyme terhadap aktivitas daya hambat yang dihasilkannya serta mengetahui waktu fermentasi eco-enzyme yang paling baik dalam menghambat bekteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan eksperimen laboratorium menggunakan metode simple random sampling. Sampel eco-enzyme yang di fermentasi selama 3 bulan, 4 bulan dan 5 bulan diuji aktivitas antibakterinya terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan metode difusi sumuran dengan aquadest setril sebagai kontrol negatif. Hasil data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan uji One Way Anova. Hasil uji antibakteri eco-enzyme yang telah difermentasi selama 3 bulan, 4 bulan, dan 5 bulan menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan rata-rata zona hambat masing-masing 13,73 mm, 17,73 mm, dan 21,4 mm. Berdasarkan penelitian ini, waktu fermentasi eco-enzyme terbukti dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Eco-enzyme yang memiliki daya hambat bakteri paling baik yaitu eco-enzyme yang difermentasi selama 5 bulan dengan rata-rata zona hambat sebesar 21,4 mm.