Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KUNYIT (CURCUMA LONGA) DAN KENCUR (KAEMPFERIA GALANGA) TERHADAP BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS Ramadhani, Alya Nur; Tivani, Inur; Susiyarti, Susiyarti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55811

Abstract

Karies gigi merupakan masalah Kesehatan yang banyak disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Pemanfaatan tanaman herbal seperti kunyit (Curcuma longa) dan kencur (Kaempferia galanga) berpotensi sebagai alternatif antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak kunyit dan kencur terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium menggunakan metode difusi cakram untuk mengukur diameter zona hambat. Variable bebas adalah konsentrasi ekstrak, sedangkan variabel terikat adalah diameter zona hambat yang terbentuk. Hasil menunjukkan bahwa kedua ekstrak memiliki aktivitas antibakteri, ditandai dengan terbentuknya zona bening di sekitar cakram. Esktrak kunyit menghasilkan diameter zona hambat yang lebih besar dibandingkan kencur pada konsentrasi yang sama. Disimpulkan bahwa ekstrak kunyit dan kencur efektif menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans, dengan efektivitas tertinggi pada ekstrak kunyit.
UJI SIFAT FISIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SHAMPO EKSTRAK DAUN BAYAM HIJAU (AMARANTHUS HYBIDRUS L) PADA BAKTERI STAPHYLOCOCUS AUREUS Aeliza, Istiqoh Jana; Tivani, Inur; Muldiyana, Tya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56265

Abstract

Daun bayam hijau (Amaranthus hybidrus L) berpotensi memiliki antibakteri, salah satunya yaitu bakteri Staphylococus aureus. Untuk memaksimalkan pemanfaatan daun bayam merah sebagai agen antibakteri maka dibuatlah suatu sediaan, salah satunya yaitu sediaan shampo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula sediaan shampo dari ekstrak daun bayam merah yang paling baik sifat fisiknya dan dapat menghambat bakteri staphylococus aureus. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental. Dengan teknik sampling berupa purposive sampling.  Pengujian zona hambat dalam penelitian ini dilakukan dengan metode sumuran pada 5 sampel dengan formulasi yang berbeda yaitu formulasi I 5%, formulasi II 10%, formulasi III 15%, kontrol positif yaitu shampo edaran dan kontrol negatif. Hasil uji sifat fisik menunjukkan bahwa formulasi I lebih baik berdasarkan uji pH, dan uji bobot dibandingkan dengan formulasi II dan formulasi III. Pada uji antibakteri menunjukkan hasil bahwa sediaan shampo ekstrak daun bayam hijau dapat menghambat bakteri staphylococus aureus dalam rentang lemah hingga sedang, dan zona hambat yang paling tinggi yaitu pada formulasi III 5,53 mm.