Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH SENAM JANTUNG SEHAT TERHADAP DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI PADA MAHASISWI DENGAN KELEBIHAN BERAT BADAN DI PROGRAM STUDI FISIOTERAPI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Govinda Vittala; I Putu Sutha Nurmawan; Dedi Silakarma; I Wayan Gede Sutadarma
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 3 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.446 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2016.v04.i03.p01

Abstract

ABSTRACTCardiorespiratory endurance is the ability of the heart, blood vessels and lungs that did not experience excessive fatigue in carrying out daily activities. Each additional 1 kg/m2 body mass index will lower the value of cardiorespiratory endurance of 1,349 mlO2/kg/min. This research aimed to identify the effect of heart-healthy gymnastic exercise to cardiorespiratory endurance of overweight female students. This research conducted an experimental research, designed with Pre and Post Test Control Group Design with simple random sampling technique was conducted to obtain the samples. There were 20 people as the samples divided into two groups with each group consisted of 10 persons; treatment group applied to do heart-healthy gymnastic exercise while control group received no treatment. Data-obtaining process was conducted by measuring cardiorespiratory endurance,applying Cooper 12 minute run test before and after the treatment for the two groups. Normality and homogenity data were tested by applying Saphiro-Wilk Test and Levene’s Test. There was a significant change of paired sample t-test result to treatment group by p=0,000 (p<0,05) while control group did not gain significant change in the amount of p=0,799 (p>0,05). Comparative analysis by applying independent t-test showed a significant change between treatment group and control group where p=0,000 (p<0,05). Therefore, it was concluded that heart-healthy gymnastic exercise was effective in improving cardiorespiratory endurance. Keywords: cardiorespiratory endurance, heart-healthy gymnastic, overweight
THE EFFECTIVENESS OF ADDING DYNAMIC STRETCHING EXERCISES TO BALANCE STRATEGY EXERCISES IN IMPROVING BALANCE IN THE ELDERLY Govinda Vittala; Cahyo Setiawan
Gaster Vol 21 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.384 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v21i1.1066

Abstract

Background: As we get older, the ability to balance the body is decreased, which will cause health problems because the risk of falling increases. The effective exercise is needed for the elderly to maintain and improve their ability to balance the body. Aims: This study aims to determine the effectiveness of adding dynamic stretching exercise to the balance strategy exercise in improving balance in the elderly. Participants and Methods: This study was a randomized control trial with a total number of 24 elderly as subjects who were selected based on inclusion and exclusion criteria which were then divided into 2 groups. Group 1 was given dynamic stretching exercise and balance strategy exercise, and group 2 was given balance strategy exercise only. Exercise is done 3 times a week for 6 weeks. Results: The results of data analysis using the Paired Sample T-test showed that the results of p<0.05 indicated that there was a significant increase in the BBS score before and after exercise. The Independent T-test on the BBS score after exercise showed a p<0.05 which indicated that there was a significant difference in the post-test BBS scores between groups 1 and 2, where group 1 experienced a higher increasement of BBS score in balance compared to group 2. Conclusion: Based on the results of data analysis, the addition of dynamic stretching exercise to balance strategy exercise is more effective in improving balance in the elderly compared to balance strategy exercise only.
Penerapan Proper Positioning dan Waktu Perubahan Posisi Tubuh pada Pasien Stroke dalam Mencegah Ulkus Dekubitus I Nyoman Agus Pradnya Wiguna; Luh Putu Sri Aryani; Govinda Vittala
Jurnal Yoga dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Volume 5 No. 1 Tahun 2022
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.635 KB) | DOI: 10.25078/jyk.v5i1.834

Abstract

Stroke dapat didefinisikan sebagai timbulnya tanda dan gejala neurologis secara tiba-tiba akibat dari gangguan suplai darah ke otak. Gejala yang ditimbulkan berupa hemiplegia dan hemiparesis. Stroke dapat menyebabkan seseorang mengalami imobilisasi dalam jangka waktu lama dan memungkinkan seseorang mengalami ulkus dekubitus. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya ulkus dekubitus adalah dengan memperhatikan proper positioning dan waktu perubahan posisi tubuh yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proper positioning dan waktu perubahan posisi tubuh yang tepat pada pasien stroke serta mengetahui mekanisme yang mendasari dalam mencegah terjadinya ulkus dekubitus. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative literature review dengan menggunakan data sekunder berupa kajian jurnal-jurnal penelitian yang berkaitan dengan proper positioning dan waktu perubahan posisi tubuh pada pasien stroke dalam mencegah terjadinya ulkus dekubitus. Penerapan proper positioning pada pasien stroke dapat diaplikasikan pada 5 posisi tubuh diantaranya (1) posisi tidur terlentang (2) posisi berbaring di sisi yang sehat (3) posisi berbaring disisi yang mengalami paralisis, (4) duduk dikasur dan (5) duduk dikursi. Setiap posisi memiliki 9 titik kontrol meliputi daerah kepala dan leher, bahu, siku, pergelangan tangan, jari-jari, tulang belakang, panggul, pinggul, lutut, kaki dan pergelangan kaki. Penerapan proper positioning yang tepat dengan pengulangan setiap 2 jam sekali dapat mencegah terjadinya ulkus dekubitus, hal ini juga harus didukung dengan pemenuhan nutrisi yang baik, perawatan kulit dan edukasi kesehatan.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA FRAKTUR TERTUTUP EXTREMITAS BAWAH AKIBAT BOAT ACCIDENT PADA WISATAWAN DI DAERAH WISATA BALI: CASE REPORT Govinda Vittala; Indah Pramita
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 5 (2022): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki pesona dan keunikan yang mampu menarik perhatian para wisatawan sehingga dinobatkan sebagai daerah tujuan wisata utama yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Tidak jarang wisatawan ingin berkunjung dan menikmati seluruh wahana dan fasilitas yang disediakan di alam Bali. Namun, wisatawan sering melupakan keamanan dan keselamatan dalam berwisata, terutama pada wahana water sport yang dapat menyebabkan tingginya kejadian kecelakaan pada wisatawan, khususnya di Bali. Salah satu wahana water sport yang memiliki resiko tinggi terjadinya kecelakaan adalah boat. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas program latihan yang diberikan pada kasus fraktur tertutup yang dialami oleh karena boat accident di Bali. Case Report: pasien berasal dari Filipina berjenis kelamin laki – laki berusia 25 tahun dengan diagnosa 4 fraktur tertutup, yaitu fraktur tertutup pada superior dan inferior rami pubic kanan, anterior dan posterior column acetabulum kanan (Post ORIF Plat and Screw), medial malleolus kanan (Post ORIF screw), serta medial cuneiform kanan. Selain fraktur tertutup, pasien juga didiagnosa peritonitis yang disebabkan oleh post laparotomi, pendarahan abdominal yang disebabkan oleh blunt trauma, efusi pleura, serta anemia yang disebabkan oleh boat accident saat menikmati wahana water sport di Bali. Pasien menerima pelayanan fisioterapi setiap hari selama 2 minggu. Program latihan yang diberikan antara lain; latihan ROM, latihan strengthening, breathing exercise, dan latihan mobilisasi. Hasil Penelitian: penelitian ini menunjukkan bahwa program latihan yang diberikan dapat meningkatkan ROM pada hip dan ankle, serta meningkatkan kemampuan mobilisasi pasien.Kata kunci: Cedera dalam Berwisata, Boat Accident, Fraktur Tertutup, Penatalaksanaan Fisioterapi
THE EFFECTIVENESS OF ADDING DYNAMIC STRETCHING EXERCISES TO BALANCE STRATEGY EXERCISES IN IMPROVING BALANCE IN THE ELDERLY Govinda Vittala; Cahyo Setiawan
Gaster Vol 21 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v21i1.1066

Abstract

Background: As we get older, the ability to balance the body is decreased, which will cause health problems because the risk of falling increases. The effective exercise is needed for the elderly to maintain and improve their ability to balance the body. Aims: This study aims to determine the effectiveness of adding dynamic stretching exercise to the balance strategy exercise in improving balance in the elderly. Participants and Methods: This study was a randomized control trial with a total number of 24 elderly as subjects who were selected based on inclusion and exclusion criteria which were then divided into 2 groups. Group 1 was given dynamic stretching exercise and balance strategy exercise, and group 2 was given balance strategy exercise only. Exercise is done 3 times a week for 6 weeks. Results: The results of data analysis using the Paired Sample T-test showed that the results of p<0.05 indicated that there was a significant increase in the BBS score before and after exercise. The Independent T-test on the BBS score after exercise showed a p<0.05 which indicated that there was a significant difference in the post-test BBS scores between groups 1 and 2, where group 1 experienced a higher increasement of BBS score in balance compared to group 2. Conclusion: Based on the results of data analysis, the addition of dynamic stretching exercise to balance strategy exercise is more effective in improving balance in the elderly compared to balance strategy exercise only.
The Effectiveness of Physical Exercise on Level of Symptom and Quality of Life in Primary Dysmenorrhea in Adolescent in Denpasar Ni Luh Nopi Andayani; Ari Wibawa; Indah Pramita; Suhita Apsari Pradnyandewi; Govinda Vittala
Gaster Vol 22 No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v22i1.1171

Abstract

Background: young women often experience various problems including pain during menstruation. Menstrual pain which is called dysmenorrhea is pain in the stomach or uterus, pain that occurs together with the onset of menstruation which occurs several hours to days. The incidence of primary dysmenorrhea will influence and have a major impact on the quality of life of these adolescents. Purpose: This study aims to prove the effectiveness of physical exercises in the form of abdominal stretching and core strengthening in reducing the degree of complaints and the quality of life of young women with primary dysmenorrhea in Denpasar Method: Research method with one pre-test design and post-test group design. The research was conducted at a private physiotherapist in Denpasar, Bali from September to August 2022. The sample consisted of 30 people who received physical exercises in the form of abdominal stretching and core strengthening. Results: The Wilcoxon Test showed different results before and after the intervention obtained a value (p <0.05) which means that there was a significant difference before and after the intervention in the degree of complaints and quality of life. Conclusion: Physical exercise is effective on the degree of complaints and quality of life in adolescents with primary dysmenorrhea in Denpasar
Pemeriksaan Kemampuan Motorik Anak dan Sosialisasi Stimulasi Sensomotorik Anak Berbasis Home Based Stimulation pada Ibu dan Anak Serta Kader Posyandu Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati; Putu Mulya Kharismawan; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Govinda Vittala; Indah Pramita
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i2.71679

Abstract

Permasalahan stunting masih menjadi perhatian serius, dengan prevalensi mencapai 22,5% pada balita, menunjukkan adanya keterlambatan pertumbuhan yang memengaruhi perkembangan anak. Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kesadaran orang tua tentang peran penting mereka dalam optimalisasi tumbuh kembang anak, serta mengurangi keterlambatan perkembangan melalui sosialisasi, pemeriksaan, dan pelatihan. Pengabdian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain survei, melibatkan 88 anak usia 0-48 bulan sebagai subjek. Data dikumpulkan menggunakan Kuisioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), yang valid dan reliabel, serta dilengkapi dengan wawancara dan observasi langsung. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengkategorikan perkembangan anak ke dalam kelompok sesuai tahap perkembangan, meragukan, dan kemungkinan penyimpangan. Hasil pengabdian menunjukkan 77,3% anak berkembang sesuai tahapannya, 22,7% meragukan, dan tidak ada yang menunjukkan penyimpangan. Simpulan dari pengabdian ini adalah bahwa kesadaran orang tua dalam memperhatikan tumbuh kembang anak cukup baik, terbukti dengan mayoritas anak berada dalam kategori perkembangan sesuai. Pelatihan yang diberikan kepada kader posyandu juga efektif dalam diterapkan di kegiatan posyandu dengan pendampingan berkelanjutan. Implikasi pengabdian ini adalah perlunya program sosialisasi dan pelatihan berkelanjutan untuk mendukung peran aktif orang tua dan kader posyandu dalam mendeteksi dan mencegah keterlambatan perkembangan anak.
Hubungan Antara Koordinasi Mata Tangan dengan Kualitas Pukulan pada Atlet Woodball Provinsi Bali Ketut Juliati; M. Widnyana; Govinda Vittala; Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2025): July: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v3i4.1560

Abstract

Woodball was first introduced in 2006 and has since grown rapidly across the country. In addition, many woodball clubs and communities have emerged, and woodball has become an officially recognized competitive sport since 2016. In 2016, woodball even became part of the national sports week (PON) in West Java. Woodball is a sport that combines elements of golf and croquet, emphasizing the accuracy of shots to pass through the goal with a wooden ball. Hand-eye coordination is one of the key factors that can influence the quality of an athlete's shots. Objective: To determine the relationship between hand-eye coordination and shot quality in woodball athletes in Bali Province. An observational analytical study with a cross-sectional approach involving 42 woodball athletes in Bali Province. Hand-eye coordination was measured using a 30-second ball catch-and-throw test, while shot quality was assessed using a skill test based on the number of balls successfully passing through the gate. Analysis was performed using Spearman's rho correlation test. The analysis revealed a significant relationship between eye-hand coordination and swing quality in woodball athletes (P < 0.05). The positive correlation coefficient indicates that better eye-hand coordination leads to higher swing quality. There is a significant relationship between eye-hand coordination and shot quality. Improving visual-motor coordination skills can contribute to the performance of woodball athletes.
HUBUNGAN FUNGSI LUTUT DAN TIPE GRAFT TERHADAP FUNGSI PERGELANGAN KAKI DAN KESEIMBANGAN DINAMIS PASCA OPERASI ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT RECONSTRUCTION: Pendahuluan , Metode Penelitian, Hasil, Pembahasan , Simpulan, dan Daftar Pustaka Ni Nyoman Ratnaningsih; Kurniawati, Ida; Govinda Vittala
Kinetic and Physiotherapy Comprehensive Vol 2 No 2 (2023): Volume 2 No. 2, August 2023
Publisher : PT. Kesehatan Gerak Fungsi Tubuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62004/kpc.v2i2.26

Abstract

Latar Belakang : Cedera anterior cruciate ligamen (ACL) merupakan salah satu kasus yang paling sering dialami oleh individu muda khususnya mereka yang aktif dibidang olahraga, cedera ACL dapat ditangani dengan pemulihan. Rekonstruksi ligamen anterior (ACLR) adalah teknik ortopedi yang paling efektif dan umum diberikan kepada pasien ACL. ACLR akan menyebabkan pasien mengalami penurunan fungsi lutut, pergelangan tangan kaki dan terganggunya keseimbangan dinamis. Tujuan : Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan fungsi lutut dan tipe graft terhadap fungsi pergelangan kaki dan keseimbangan dinamis pasca operasi ACLR. Metode : Metode penelitian yang digunakan kajian pustaka menggunakan data dari artikel ilmiah dengan menggunakan 5 buah jurnal yang berkaitan dengan fungsi lutut dan tipe graft terhadap fungsi pergelangan kaki dan keseimbangan dinamis pasca operasi ACLR. Penelusuran literatur dilakukan secara online melalui PubMed dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “Cedera ACL”, “rekonstruksi ligamen anterior cruciatum”, “fungsi lutut”, “fungsi pergelangan kaki”, “tipe graft”, dan “keseimbangan dinamis”. Hasil : Berdasarkan hasil telaah jurnal diperoleh bahwa setelah rekonstruksi fungsi ACL lutut dan pemilihan tipe graft akan mempengaruhi fungsi pergelangan kaki dan keseimbangan dinamis. Penurunan fungsi lutut menyebabkan terganggunya keseimbangan dinamis, dan pemilihan penggunaan tipe graft dapat menyebabkan kelemahan pada fungsi pergelangan tangan. Simpulan : Berdasarkan beberapa literatur yang telah dikumpulkan serta pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa kemungkinan adanya beberapa permasalahan yang muncul akibat ACLR seperti menurunnya kekuatan otot yang dapat mempengaruhi fungsi lutut serta terganggunya keseimbangan dinamis dan pemilihan tipe graft yang menyebabkan fungsi pergelangan kaki melemah. Kata Kunci : Cedera ACL, rekonstruksi ligamen anterior, fungsi lutut, fungsi pergelangan kaki, type graft, dan keseimbangan dinamis.
AKTIVITAS FISIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN DIABETES MELITUS TIPE 2 - SEBUAH KAJIAN PUSTAKA Muhammad Samudra Anugrah; Govinda Vittala; I Dewa Gede Alit Kamayoga; Made Hendra Satria Nugraha
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p15

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang menjadi perhatian global saat ini. DM adalah penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah di atas ambang batas fisiologis (hyperglycemia) dalam jangka waktu yang panjang. DM tipe 2 adalah ketika hyperglycemia dalam jangka panjang terjadi disebabkan oleh resistensi insulin. DM memiliki faktor risiko yang dapat diubah dan tidak dapat diubah. Salah satu faktor yang dapat diubah adalah tingkat aktivitas fisik. Kajian pustaka ini ditujukan untuk mengidentifikasi lebih jauh peran aktivitas fisik sebagai upaya pencegahan dan penanganan DM tipe 2. Kajian pustaka ini menggunakan data sekunder dari database Pubmed berupa kajian artikel ilmiah yang berkaitan dengan aktivitas fisik pada penderita DM tipe 2. Dari hasil pencarian literatur dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik berupa olahraga aerobik dengan intensitas sedang hingga berat selama 18-40 menit maupun anaerobik efektif dalam menstabilkan gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, dan menurunkan sekresi insulin pada penderita DM tipe 2 dan pada orang sehat pada rentang usia yang luas mulai dari anak-anak hingga lansia dengan olahraga aerobik post-prandial cenderung lebih efektif menstabilkan gula darah sehingga aktivitas fisik menjadi upaya penting dalam pencegahan dan penanganan DM tipe 2.