Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN FUNGSI LUTUT DAN TIPE GRAFT TERHADAP FUNGSI PERGELANGAN KAKI DAN KESEIMBANGAN DINAMIS PASCA OPERASI ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT RECONSTRUCTION: Pendahuluan , Metode Penelitian, Hasil, Pembahasan , Simpulan, dan Daftar Pustaka Ni Nyoman Ratnaningsih; Kurniawati, Ida; Govinda Vittala
Kinetic and Physiotherapy Comprehensive Vol 2 No 2 (2023): Volume 2 No. 2, August 2023
Publisher : PT. Kesehatan Gerak Fungsi Tubuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62004/kpc.v2i2.26

Abstract

Latar Belakang : Cedera anterior cruciate ligamen (ACL) merupakan salah satu kasus yang paling sering dialami oleh individu muda khususnya mereka yang aktif dibidang olahraga, cedera ACL dapat ditangani dengan pemulihan. Rekonstruksi ligamen anterior (ACLR) adalah teknik ortopedi yang paling efektif dan umum diberikan kepada pasien ACL. ACLR akan menyebabkan pasien mengalami penurunan fungsi lutut, pergelangan tangan kaki dan terganggunya keseimbangan dinamis. Tujuan : Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan fungsi lutut dan tipe graft terhadap fungsi pergelangan kaki dan keseimbangan dinamis pasca operasi ACLR. Metode : Metode penelitian yang digunakan kajian pustaka menggunakan data dari artikel ilmiah dengan menggunakan 5 buah jurnal yang berkaitan dengan fungsi lutut dan tipe graft terhadap fungsi pergelangan kaki dan keseimbangan dinamis pasca operasi ACLR. Penelusuran literatur dilakukan secara online melalui PubMed dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “Cedera ACL”, “rekonstruksi ligamen anterior cruciatum”, “fungsi lutut”, “fungsi pergelangan kaki”, “tipe graft”, dan “keseimbangan dinamis”. Hasil : Berdasarkan hasil telaah jurnal diperoleh bahwa setelah rekonstruksi fungsi ACL lutut dan pemilihan tipe graft akan mempengaruhi fungsi pergelangan kaki dan keseimbangan dinamis. Penurunan fungsi lutut menyebabkan terganggunya keseimbangan dinamis, dan pemilihan penggunaan tipe graft dapat menyebabkan kelemahan pada fungsi pergelangan tangan. Simpulan : Berdasarkan beberapa literatur yang telah dikumpulkan serta pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa kemungkinan adanya beberapa permasalahan yang muncul akibat ACLR seperti menurunnya kekuatan otot yang dapat mempengaruhi fungsi lutut serta terganggunya keseimbangan dinamis dan pemilihan tipe graft yang menyebabkan fungsi pergelangan kaki melemah. Kata Kunci : Cedera ACL, rekonstruksi ligamen anterior, fungsi lutut, fungsi pergelangan kaki, type graft, dan keseimbangan dinamis.
AKTIVITAS FISIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN DIABETES MELITUS TIPE 2 - SEBUAH KAJIAN PUSTAKA Muhammad Samudra Anugrah; Govinda Vittala; I Dewa Gede Alit Kamayoga; Made Hendra Satria Nugraha
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p15

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang menjadi perhatian global saat ini. DM adalah penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah di atas ambang batas fisiologis (hyperglycemia) dalam jangka waktu yang panjang. DM tipe 2 adalah ketika hyperglycemia dalam jangka panjang terjadi disebabkan oleh resistensi insulin. DM memiliki faktor risiko yang dapat diubah dan tidak dapat diubah. Salah satu faktor yang dapat diubah adalah tingkat aktivitas fisik. Kajian pustaka ini ditujukan untuk mengidentifikasi lebih jauh peran aktivitas fisik sebagai upaya pencegahan dan penanganan DM tipe 2. Kajian pustaka ini menggunakan data sekunder dari database Pubmed berupa kajian artikel ilmiah yang berkaitan dengan aktivitas fisik pada penderita DM tipe 2. Dari hasil pencarian literatur dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik berupa olahraga aerobik dengan intensitas sedang hingga berat selama 18-40 menit maupun anaerobik efektif dalam menstabilkan gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, dan menurunkan sekresi insulin pada penderita DM tipe 2 dan pada orang sehat pada rentang usia yang luas mulai dari anak-anak hingga lansia dengan olahraga aerobik post-prandial cenderung lebih efektif menstabilkan gula darah sehingga aktivitas fisik menjadi upaya penting dalam pencegahan dan penanganan DM tipe 2.