Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : EGALITA

IBN KATHIR'S INTERPRETATION OF FEMALE DESIRE: A CRITICAL ANALYSIS OF SURAH YUSUF VERSE 31 Manggala, Kayan; Istiadah, Istiadah; Hamidah, Tutik; Barizi, Ahmad; Arifin, Syamsul
EGALITA Vol 20, No 1 (2025): June
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v20i1.30010

Abstract

Abstract This study critically examines the representation of female desire in Surah Yusuf, verse 31, through the lens of Ibn Kathir’s classical tafsir. Despite growing scholarly attention to gender and sexuality in Islamic texts, focused analyses of female desire within Qur’anic exegesis remain limited. Addressing this gap, the present research offers a pioneering contribution by employing a qualitative descriptive method to analyze both linguistic and interpretative dimensions of the verse. The study pursues three main objectives: (1) to investigate the linguistic nuances and variations across major English translations of the verse; (2) to explore Ibn Kathir’s interpretive framing of the narrative involving the women of Egypt; and (3) to analyze how the concept of female desire is constructed within his tafsir. The findings reveal significant disparities in how translations convey the intensity and consequences of the women’s attraction to Prophet Yusuf. Ibn Kathir’s exegesis characterizes their behavior as influenced by both individual and collective longing, catalyzed by Yusuf’s extraordinary beauty. Notably, the tafsir identifies elements such as physical attraction, emotional overwhelm, and even metaphorical “drunkenness” as markers of female desire. This study contributes to the broader discourse on gender in Islamic thought by highlighting how classical interpretations engaged with complex emotional and psychological dimensions of female figures in the Qur’an. By revisiting these exegetical traditions, the research fosters a more nuanced and historically grounded understanding of female desire, offering critical insights for contemporary debates on gender, sexuality, and the interpretation of sacred texts. Keywords: Female Desire; Surah Yusuf; Ibn Kathir’s Interpretation.Abstrak Penelitian ini secara kritis mengkaji representasi hasrat perempuan dalam Surah Yusuf ayat 31 melalui tafsir klasik Ibn Kathir. Meskipun kajian akademik mengenai gender dan seksualitas dalam teks-teks Islam semakin berkembang, analisis yang secara khusus membahas hasrat perempuan dalam konteks tafsir Al-Qur’an masih sangat terbatas. Untuk menjembatani kekosongan ini, penelitian ini menawarkan kontribusi awal dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif guna menganalisis dimensi linguistik dan interpretatif dari ayat tersebut. Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama: (1) menyelidiki nuansa kebahasaan dan variasi dalam sejumlah terjemahan bahasa Inggris utama terhadap ayat tersebut; (2) mengeksplorasi cara Ibn Kathir membingkai narasi tentang para perempuan Mesir; dan (3) menganalisis bagaimana konsep hasrat perempuan dikonstruksikan dalam tafsirnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam cara terjemahan menggambarkan intensitas dan konsekuensi dari ketertarikan para perempuan terhadap Nabi Yusuf. Tafsir Ibn Kathir menggambarkan perilaku mereka sebagai hasil dari hasrat individu maupun kolektif, yang dipicu oleh pesona luar biasa Yusuf. Menariknya, tafsir ini mengidentifikasi unsur daya tarik fisik, gejolak emosi, hingga “mabuk” secara metaforis sebagai penanda dari hasrat perempuan. Studi ini memberikan kontribusi penting bagi diskursus gender dalam pemikiran Islam dengan menyoroti bagaimana tafsir klasik merespons dimensi emosional dan psikologis tokoh-tokoh perempuan dalam Al-Qur’an. Dengan meninjau kembali tradisi tafsir tersebut, penelitian ini menghadirkan pemahaman yang lebih mendalam dan historis tentang hasrat perempuan, sekaligus menawarkan wawasan kritis bagi perdebatan kontemporer mengenai gender, seksualitas, dan penafsiran teks suci. Kata Kunci: Syahwat Wanita; Surat Yusuf; Tafsir Ibnu Katsir.
THE ROLE OF DIGITAL TECHNOLOGY IN ENHANCING UNIVERSITY RESPONSE TO SEXUAL VIOLENCE Ningsih, Anita Andriya; Istiadah, istiadah; Pratama, Rifky Aryo Wahyu; Tamami, Abi Syamsudin
EGALITA Vol 20, No 2 (2025): December
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v20i2.38404

Abstract

Abstract An effective and transparent sexual violence reporting system is crucial for addressing this issue, but in many universities in Indonesia, the existing systems are often inadequate, facing obstacles such as the incapability of the reporting system and the social stigma that blames victims. This study uses a qualitative approach with a case study design, aiming to explore how digital technology can enhance universities' responses to sexual violence, particularly at Maliki Islamic University, as well as the needs that must be met by the university in implementing digital technology for handling sexual violence. The research results indicate that a digital reporting system, whether through an application or an internal web platform, allows reporters to report anytime and from anywhere with a high level of anonymity, reducing psychosocial barriers that usually prevent victims from reporting. Additionally, this system speeds up case management by digitally documenting data, which facilitates verification, follow-up, and efficient report management. Furthermore, clear internal policies and protection of reporter privacy are crucial to ensure that the system operates effectively and safely. Overall, this study suggests that the implementation of digital technology can improve the sexual violence reporting system in universities, but technical and policy challenges must be addressed to ensure that the system operates sustainably and delivers maximum positive impact. Keywords: Sexual violence, the role of digital reporting systems, digital technology, Institutional response.Abstrak Sistem pelaporan kekerasan seksual yang efektif dan transparan sangat penting untuk menangani isu ini, namun di banyak perguruan tinggi di Indonesia, sistem yang ada sering kali tidak memadai, dengan hambatan seperti ketidakmampuan sistem pelaporan dan stigma sosial yang menyalahkan korban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan tujuan untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi digital dapat meningkatkan respons universitas terhadap kekerasan seksual, khususnya di Maulana Malik Ibrahim Malang, serta kebutuhan yang harus dipenuhi oleh universitas dalam menerapkan teknologi digital untuk menangani kekerasan seksual Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pelaporan digital, baik melalui aplikasi maupun platform web internal, memungkinkan pelapor untuk melapor kapan saja dan dari mana saja dengan tingkat anonimitas yang tinggi, mengurangi hambatan psikososial yang biasanya menghalangi korban untuk melapor. Selain itu, sistem ini mempercepat proses manajemen kasus dengan mendokumentasikan data secara digital, yang memudahkan verifikasi, tindak lanjut, dan pengelolaan laporan secara efisien. Selain itu, kebijakan internal yang jelas dan perlindungan terhadap privasi pelapor sangat penting untuk memastikan sistem ini berjalan secara efektif dan aman. Secara keseluruhan, penelitian ini menyarankan bahwa penerapan teknologi digital dapat meningkatkan sistem pelaporan kekerasan seksual di perguruan tinggi, namun tantangan teknis dan kebijakan harus diatasi agar sistem ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif yang maksimal. Kata Kunci: Kekerasan seksual; Peran sistem pelaporan digital; Teknologi digital; Respon institusi