Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

STUDI PENGARUH VARIASI SUHU KALSINASI TERHADAP KANDUNGAN BATU KAPUR PARENGAN KABUPATEN TUBAN Santoso, Toni Budi; Ikhwan, M. Zainul; Al Zakina, Bella Luthfiani; Sujiat, Sujiat; Rendra, Mrabawani Insan; Zainuddin, Zainuddin
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2024): Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jbearing.v9i2.9050

Abstract

The industrial and construction worlds utilize a lot of limestone from nature as a material. Easy utilization and abundant materials make limestone always attractive. Conventional processing is still a way to utilize limestone. In order to support more optimal utilization, laboratory-scale analysis is carried out. X-Ray Fluorescence (XRF) is an initial analysis to determine the limestone content. Calcination is carried out on limestone with the aim of changing its properties to be reactive with a planned calcination degree of 500?C. The original condition and conventional heating are used as samples as a comparison to the calcined limestone. The test results showed an increase in CaO content of 3% compared to the initial condition of the limestone, while SiO2 increased by 42%.
Studi Penggunaan Limbah Kardus Sebagai Subtitusi Agregat Halus Dengan Menggunakan Zat Additive Superplasticizer Pada Material Lightweight Concrete Rini, Nanda Puspita; Toni Budi Santoso; Zainuddin
Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2024): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v10i1.978

Abstract

Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menyatakan bahwa banyaknya limbah kardus padatahun 2023 mencapai 11,06% dari total sampah 18.414.659 ton. Oleh karena itu pemanfaatan limbah kardussebagai campuran bahan beton menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi masalah pembuangan limbah kardus. Metode dalam penelitian ini yaitu eksperimental dengan berpedoman pada SNI 03-3449-2002 mengenai Tata Cara Rencana Pembuatan Campuran Beton Ringan Dengan Agregat Ringan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil uji kuat tekan rata-rata pada umur 21 hari pada variasi normal 12,18 Mpa, variasi normal +sp 11,41 Mpa, variasi 2,5% 6,15 Mpa, dan variasi 5% 7,18 Mpa. Sedangkan pada umur 28 hari diperoleh pada variasi normal 12,50 Mpa, variasi normal +sp 12,30 Mpa, variasi 2,5% 6,98 Mpa, dan variasi 5% 7,24 Mpa.Berdasarkan hasil perhitungan kuat tekan pada setiap variasi mengalami peningkatan nilai kuat tekan yaitu pada variasi normal terjadi peningkatan sebesar 2,62% dari umur 21 ke 28 hari, untuk variasi normal + SP mengalami peningkatan sebesar 7,8% dari umur 21 ke 28 hari, pada variasi campuran limbah kardus 2,5% terjadi peningkatan sebesar 11,89% dari umur 21 ke 28 hari, dan pada variasi campuran limbah kardus 5% terjadi peningkatan sebesarn0,83% dari umur 21 ke 28 hari. Dari perolehan nilai kuat tekan beton menunjukkan bahwa benda uji dengannsubtitusi limbah kardus terhadap agregat halus pada beton ringan memperngaruhi kuat tekan beton, akan tetapintidak menambah perkuatan pada beton ringan
Pengendalian Parameter Produktivitas pada Rekonstruksi Jalan Rigid berdasarkan Jadwal LOB (Line Of Balance) (Studi Kasus : Proyek Rekonstruksi Jalan Penganten – Ngampal) Saputra, Ichwan Hadi; Al Ma’ruf, Fadhil Zaid; Santoso, Toni Budi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.19914

Abstract

In the world of construction, there is repetitive work. For projects with similar elements, scheduling is needed that can meet resource needs in a sustainable and orderly manner without obstacles. The purpose of this research is to calculate the amount of Labor, Materials and Equipment required to achieve the specified schedule on the Penganten - Ngampal Road Reconstruction project using the Line Of Balance (LOB) method. The steps taken include conducting interviews and collecting project data in the form of RAB, Time Schedule, MC 0 / MC 100 which are then processed into a Line Of Balance (LOB) diagram. The results of the productivity analysis, labor requirements include 362 workers, 206 fitters and 113 foremen. Material requirements include Aggregate A, Liquid Asphalt/Emulsion Bonding Layer, Wear Layer Laston, Structural Concrete fc' 10 - 30 MPa, Formwork Plate, Polytene, Curing Compound, Joint Sealant, Expansion Cap (3/4“ Pipe), Reference Wood, Multiplex, Nails, 2” Pipe, Plain and Fin Reinforcing Steel, Concrete Wire, Painting, Selected Materials, Woven Steel Wire. Meanwhile, for equipment Excavator, Dump Truck, Bulldozer, Tandem, Water Tanker, Baby Vibrator Roller, Motor Grader, Chainsaw, Track Loader, Hand Auger Drill, Concreter Vibrator.
ANALISIS KADAR ASPAL OPTIMUM MELALUI MARSHALL TEST MENURUT ASPHALT INSTITUTE MS-2 EDISI III D Santoso, Toni Budi; Ikhwan, M Zainul; Zainuddin, Zainuddin; Sujiat, Sujiat; Al Zakina, Bella Lutfiani; Rendra, Mrabawani Insan
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 2, Agustus Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i2.4620

Abstract

ABSTRAK: Konstruksi perkerasan jalan yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh komposisi campuran antara agregat dan aspal yang tepat. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kadar aspal optimum menggunakan metode marshall, yang bertujuan menghasilkan campuran beraspal dengan stabilitas tinggi, flow sesuai spesifikasi, dan daya tahan yang baik terhadap beban lalu lintas berat. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan karakteristik agregat dan aspal, uji CBR dan DCPT untuk menentukan daya dukung tanah dasar, serta pengujian campuran dengan marshall test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa agregat memiliki gradasi baik dan memenuhi persyaratan teknis, sementara aspal jenis 60/70 menunjukkan penetrasi rata-rata 62,7, daktilitas 144,5 cm, dan titik lembek 57,5 derajad C. Kadar aspal optimum diperoleh pada titik keseimbangan antara nilai stabilitas maksimum, flow, dan kadar rongga yang sesuai spesifikasi. Kesimpulannya, metode marshall efektif digunakan dalam menentukan komposisi campuran beraspal yang optimal untuk perkerasan jalan yang kuat dan tahan lama. KATA KUNCI : Aspal, Jalan, Agregat, Campuran, Marshall.
Analisis Kondisi Existing Jalan Rel Blitar – Malang Berdasarkan Nilai Track Quality Index: Analysis of the Existing Condition of the Blitar – Malang Railway Based on the Track Quality Index Santoso, Toni Budi; Al Zakina, Bella Lutfiani; Ikhwan, Mohammad Zainul
Jurnal Rekayasa Infrastruktur HEXAGON Vol 8 No 2 (2023): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hexagon.v8i2.1058

Abstract

The value or output in the form of a number from the measurement results of the measuring train which can provide information on the quality of the railroad track that is passed on a railroad segment is called the Track Quality Index (TQI). The TQI value is obtained from the sum of 4 measurement parameters, namely track width, lift, power and height. The higher the TQI value indicates the higher the level of rail damage. Several train accident investigation reports, especially derailments, were influenced by poor TQI values. The government has limitations in obtaining TQI values ​​due to the limited number of measuring trains it has and operations are periodic. Therefore, alternatives are needed to predict TQI values ​​other than measuring train operating data. The method used to solve this problem is direct measurement with a measuring train for a track width of 1067 mm. Then an analytical calculation is carried out to find the average deviation, variance and standard deviation. The calculation results show an average deviation of 93.78 and an average standard deviation of 37.81. Based on the provisions for grouping TQI values, a high TQI value is taken, namely the average deviation with track conditions is at a value of 4. Taking a higher number is indicated for the safety of railway operations, the higher the worse the condition of the railway, so high frequency maintenance of the railway is required.
Penyuluhan Mitigasi Bencana Banjir Sebagai Upaya Kesiapsiagaan Bencana Di Kota Purwodadi Al Zakina, Bella Lutfiani; Zainuddin, Zainuddin; Santoso, Toni Budi; Safitri, Lusiana
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i4.1147

Abstract

Kondisi cuaca lingkungan sekarang ini sudah tidak dapat diprediksi. Cuaca yang tidak pasti mengakibatkan kekhawatiran terhadap masyarakat. Berbagai macam faktor dapat mengakibatkan perubahan kondisi lingkungan. Akhir-akhir ini Kota Purwodadi menjadi salah satu wilayah atau daerah yang mengalami banjir. Desa yang mengalami banjir antara lain adalah Desa Banaran, Jetis, Jagalan, Kemasan, Jengglong, Palembahan, Sawahan, Glugu, Plendungan, Kuripan, Gebangan. Data daerah didapatkan dari BPBD Kab.Grobogan. Berdasarkan framework kesiapsiagaan terhadap bencana oleh LIPI dan Unesco, ‘kesiapsiagaan’ dikelompokkan kedalam empat parameter yaitu Knowledge and attitude (KA), Emergency Planning (EP), Warning system (WS) dan mobilisasi sumberdaya (RMC). Kegiatan ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan dampak banjir. Kegiatan penyuluhan mengenai kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana banjir di daerah Purwodadi ini telah dilaksanakan dan berjalan dengan baik. Warga mengikuti kegiatan dengan sangat antusias sehingga kini mereka mengetahui tata cara yang diperlukan dalam kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana banjir. Dengan program ini harapannya bisa menambah wawasan dan menyiapkan masyarakat daerah Purwodadi dalam menghadapi banjir dan mengurangi dampak akibat adanya banjir dengan mempelajari cara-cara menyelamatkan diri dan rencana tanggap darurat yang bisa dijadikan tempat berlindung saat banjir tinggi didaerah purwodadi sehingga bisa lebih optimal lagi dalam pelaksanaan mitigasi kebencanaannya, dan mengurangi resiko atau dampak buruk yang dialami warga sekitar.
Analisis Beton Porous Menggunakan Agregat Kasar Bergradasi 20 mm Berdasarkan Nilai Kuat Tekan dan Porositas Santoso, Toni Budi; Ikhwan, M.Zainul; Zainuddin, Zainuddin; Al Zakina, Bella Luthfiani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11637

Abstract

Salah satu inovasi yang sedang dilakukan dalam dunia konstruksi adalah beton porous. Beton non pasir merupakan jenis beton ringan yang dibuat tanpa menggunakan agregat halus (pasir). Tidak adanya agregat halus dalam campuran menghasilkan beton yang berpori sehingga beratnya menjadi berkurang. Mix design yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada ACI-522R-10 dengan mengunakan ukuran agregat kasar 20 mm. menggunakan total 15 buah benda uji dengan perawatan dalam bak perendam. Dilakukan pengujian kuat tekan, porositas dan permeabilitas beton pada umur 7, 14 dan 28 hari. Benda uji mempunyai dimensi silinder 15 cm x 30 cm dan 10 cm x 20 cm untuk pengujian porositas. Hasil penelitian ini menunjukkan kuat tekan beton porous dengan mengunakan agregat kasar ukuran 20 mm untuk umur 7 hari rata-rata sebesar 4,501 Mpa dan umur 14 hari kuat tekan rata-rata sebesar 5,206 Mpa sedangkan umur 28 hari mengalami penurunan kuat tekan nilai kuat tekan pada umur 28 hari sebesar 4,092 Mpa Sehingga beton porous yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi persyaratan kuat tekan beton porous menurut ACI 522R – 10. Sedangkan untuk porositas beton porous pada umur 7 hari sebesar 12.95 % dan umur 14 hari sebesar 11.95 % pada umur 28 hari nilai porositas sebesar 13.22 %. Sedangkan untuk permeabilitas beton porous pada umur 28 hari sebesar 1.17 mm/s. Kata Kunci: Beton Porous, Porositas, Permeabilitas.
STUDY PERBANDINGAN TANAH LEMPUNG BOJONEGORO DAN BLORA UNTUK KONSTRUKSI JALAN FLEKSIBEL PAVEMENT Ikhwan, Mohammad Zainul; Santoso, Toni Budi; Jabar, Rahardian Rachmad A.
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan material penting dalam berbagai aspek kehidupan, hampir semua bangunan sipil selalu berhubungan dengan tanah karena tanah digunakan sebagai tempat bangunan tersebut berdiri. Tanah berfungsi sebagai penahan beban dari sebuah konstruksi diatas tanah yang memikul seluruh beban bangunan dan beban lainnya yang turut diperhitungkan. Untuk mencapai suatu kondisi tanah yang memungkinkan, maka diperlukan pengujian tanah. Lokasi penelitian tugas akhir berada di Kabupaten Bojonegoro Desa Kapas Kecamatan Kapas Dan di Kecamatan Sambong Kabupaten Blora. Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu tahap pengambilan sampel (data) dilapangan dan uji laboratorium. Penelitian ini mencari sifat fisik dari tanah asli meliputi pengujian kadar air, berat jenis, berat volume, analisis granuler, serta batas-batas atterberg. Setelah itu melakukan uji mekanik yaitu menguji proktor standar dan uji California Bearing Ratio (CBR). Pengujian ini dilakukan di Laboratorium Fakultas Teknik Sipil, Universitas Bojonegoro. Karakteristik tanah yang di daerah Bojonegoro termasuk jenis tanah lempung anorganik dengan nilai batas cair 41,53 dan batas plastis 22,99 sedangkan untuk kepadatan tanah sebesar 2,064% dan di daerah Blora termasuk jenis tanah Lanau anorganik dengan nilai batas cair 55,91 dan batas plastis 24,64 sedangkan untuk kepadatan tanah sebesar 2,369% Korelasi nilai CBR sampel tanah Bojonegoro dan Blora, karena jenis tanah dari kedua sampel tersebut memiliki karakteristik yang sama ditinjau dari nilai batas cair dan batas plastis sehingga nilai uji CBR tidak jauh berbeda dengan nilai sampel tanah Bojonegoro sebesar 26,651% nilai sampel Blora sebesar 24,430%.
ANALISIS KADAR ASPAL OPTIMUM MELALUI MARSHALL TEST MENURUT ASPHALT INSTITUTE MS-2 EDISI III D Santoso, Toni Budi; Ikhwan, M Zainul; Zainuddin, Zainuddin; Sujiat, Sujiat; Al Zakina, Bella Lutfiani; Rendra, Mrabawani Insan
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 2, Agustus Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i2.4620

Abstract

ABSTRAK: Konstruksi perkerasan jalan yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh komposisi campuran antara agregat dan aspal yang tepat. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kadar aspal optimum menggunakan metode marshall, yang bertujuan menghasilkan campuran beraspal dengan stabilitas tinggi, flow sesuai spesifikasi, dan daya tahan yang baik terhadap beban lalu lintas berat. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan karakteristik agregat dan aspal, uji CBR dan DCPT untuk menentukan daya dukung tanah dasar, serta pengujian campuran dengan marshall test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa agregat memiliki gradasi baik dan memenuhi persyaratan teknis, sementara aspal jenis 60/70 menunjukkan penetrasi rata-rata 62,7, daktilitas 144,5 cm, dan titik lembek 57,5 derajad C. Kadar aspal optimum diperoleh pada titik keseimbangan antara nilai stabilitas maksimum, flow, dan kadar rongga yang sesuai spesifikasi. Kesimpulannya, metode marshall efektif digunakan dalam menentukan komposisi campuran beraspal yang optimal untuk perkerasan jalan yang kuat dan tahan lama. KATA KUNCI : Aspal, Jalan, Agregat, Campuran, Marshall.
KOMPARASI STABILITAS LERENG PADA SAYAP JEMBATAN KARE DENGAN METODE JANBU DAN BISHOP Ikhwan, Mohammad Zainul; Santoso, Toni Budi; Suji’at
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 3, Desember Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i3.4734

Abstract

Jembatan merupakan bangunan yang memiliki peranan penting bagi kelancaran pergerakan lalu lintas dalam mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat setempat. Pentingnya pemahaman terhadap daya dukung tanah pada sayap jembatan ini tidak dapat diabaikan, mengingat kondisi tanah yang beragam di wilayah tersebut. Sayap jembatan Kare mengalami longsor di sisi bagian utara akibat gerusan dari aliran air Bengawan solo. untuk itu perlu analisis stabilitas tanahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai perbandingan stabilitas lereng, mensimulasikan TPT sebagai perkuatan tanah dan mengetahui nilai Safety Factor (SF) stabilitas lereng. Metode yang digunakan adalah Janbu dan Bishop. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan simulasi jenis perkuatan dinding penahan tanah setinggi 7 meter, panjang 11,45 meter lebar tumit bawah 4 meter dan lebar tumit atas 0,20 meter dengan analisis perhitungan menggunakan metode Bishop didapatkan nilai sebesar Sf = 2,571 dan dengan metode Janbu diperoleh nilai sebesar Sf = 1,986 dengan nilai faktor keamanan Sf = 1,25 yang artinya lereng tersebut stabil dari bahaya keruntuhan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dengan menggunakan perangkat lunak Janbu yang digunakan pada bidang longsor Sirkular maupun Non-Sirkular dan Bishop pada bidang Longsor Sirkular saja. Kedua metode tersebut lebih efektif digunakan untuk permodelan dan menganalisis kondisi di bawah permukaan tanah.