Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengembangan WEBGIS dari pemetaan partisipatif di Desa Kedungsari Kecamatan Temayang Mrabawani Insan Rendra; Hadi Fitriansyah; Mohammad Zainul Ikhwan; Toni Budi Santoso; Ichwan Hadi Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32597

Abstract

Abstrak Ketersediaan data geospasial yang akurat di tingkat desa merupakan elemen krusial dalam mendukung perencanaan pembangunan dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Namun, keterbatasan teknis serta rendahnya literasi digital aparatur desa seringkali menjadi penghambat utama. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemetaan desa melalui pendekatan partisipatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan pengembangan WebGIS. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan mencakup survei lapangan, diskusi kelompok, digitalisasi data menggunakan QGIS, serta pengembangan platform WebGIS interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan Desa Kedungsari mempunyai sisteminformasi berbasis WEB  dengan data penggunaan lahan, infrastruktur, batas wilayah, dan persebaran penduduk. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi teknologi dan partisipasi masyarakat mampu mendorong transformasi digital desa secara inklusif dan berkelanjutan serta mendukung proses pengambilan keputusan di tingkat lokal. Kata kunci: pemetaan partisipatif; WebGIS; data spasial; pembangunan desa; QGIS Abstract Accurate geospatial data at the village level is essential for effective development planning and sustainable resource management. However, limited technical capacity and low digital literacy among village officials often hinder its implementation. This community engagement initiative aims to strengthen spatial data infrastructure through a participatory mapping approach based on Geographic Information Systems (GIS) and the development of an interactive WebGIS platform. The program was conducted in Kedungsari Village, Temayang Subdistrict, Bojonegoro Regency, involving local officials and community members. The methodology included field surveys, focus group discussions, spatial data digitization using QGIS, and the design of a web-based GIS system. The results demonstrated a significant improvement in local awareness regarding the importance of spatial information, along with the creation of detailed digital maps covering land use, infrastructure, administrative boundaries, and household distribution. The WebGIS platform enables broader access to spatial information, enhances public transparency, and supports data-driven decision-making processes at the village level. This program illustrates how the integration of technology and community participation can foster inclusive and sustainable digital transformation in rural areas. Keywords: participatory mapping; WebGIS; spatial data; village development; QGIS.
Studi Pembuatan Panel Beton Ringan Dengan Bahan Tambah Limbah Styrofoam M Tegar Pamungkas; Bella Lutfiani; Sujiat; Toni Budi Santoso; Zainuddin; M Zainul Ikhwan
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2026): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan konstruksi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat antara lain adalah dinding bangunan, Dinding bangunan perkantoran atau rumah tinggal umumnya teirbuat dari bata atau batako, namun kedua bahan ini mempunyai beberapa kelemahan diantaranya berat dan getas (brittle). Akibat beratnya yang cukup besar maka akan menaikkan beban mati struktur sehingga beban gempa juga akan naik. Dengan demikian, bahan yang ringan dan liat (ductile) akan lebih baik jika digunakan sebagai dinding bangunan tahan gempa dan tingkat reisikonya pun leibih rendah. Salah satu alternatif untuk mengurangi beban mati pada struktur dinding adalah dengan mengganti bata atau batako dengan beton styrofoam ringan yang dimanfaatkan sebagai dinding panel styrofoam. Karena beiton styrofoam ringan meimpunyai berat sekitar 718 kg/m3, lebih ringan apabila dibandingkan dengan berat bata yaitu 1700 kg/m3 dan berat batako yaitu 2200 kg/m. Disamping itu beton styrofoam juga memiliki daktilitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan bata maupun batako. Penelitian ini akan melihat karakteristik dinding dengan pengisi bahan Styrofoam dengan cetakan balok dan sampling benda uji akan diuji dengan pembebanan lateral bolak-balik. Penggunaan panel styrofoam diharapkan mempunyai tingkat daktilitas yang tinggi sehingga dapat menyerap energi leibih besar pada saat terjadinya gempa. hasil dari peneilitian ini Pada beiton yang beirumur 28 hari mengalami peningkatan nilai rata-rata kuat teikan yaitu sebesar 2,325 Mpa untuk campuran 20% dan 3,940 Mpa untuk campuran 25%
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENGELOLAAN BERKELANJUTAN KAWASAN SEPADAN SUNGAI RAWAN LONGSOR Mrabawani Insan Rendra; Deka Wahyu Prakasa; Mohammad Zainul Ikhwan; Toni Budi Santoso; Ichwan Hadi Saputra
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 16 No 3 (2025): Technologia (Juli)
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, di bawah koordinasi UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v16i3.19723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah rawan longsor dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan metode Universal Soil Loss Equation (USLE) dengan melihat wilayah sepadan sungai DAS Mengkuris. Analisis dilakukan menggunakan empat parameter utama, yaitu erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan lereng (LS), serta penggunaan lahan dan tindakan konservasi (CP). Survei lapangan dilakukan untuk menguji akurasi hasil analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah rawan longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mekuris terbagi dalam tiga tingkat, dengan dominasi kelas erosi sedang seluas 5.127 hektar (99,90%). Tingkat bahaya erosi kategori "Ringan" ditemukan di area permukiman seluas 0,399 hektar, sedangkan kategori "Sangat Ringan" terdapat di sawah tadah hujan seluas 0,059 hektar. Dari temuan longsor juga menjadi perhatian penting sepadan sungai DAS Mengkuris, wilayah yang seharusnya menjadi konservasi sungai namun masih digunakan dengan penggunaan yang lain