Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Frekuensi Kemunculan dan Persepsi Masyarakat Terhadap Ikan Glodok (Boleophthalmus boddarti Pallas, 1770) di Ekowisata Mangrove Lantebung Makassar Wulandari, Sri; Nursyahran, Nursyahran; Hasbi, Ibnu Malkan; Pramunandar, Nata
Lutjanus Vol 28 No 1 (2023): Lutjanus Edisi Juni
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/jlpp.v28i1.555

Abstract

Ikan glodok telah lama menarik perhatian para ilmuwan karena sifat amfibinya dan karena kemampuannya bertahan dalam waktu lama di luar air dan biasanya muncul selama saat air surut untuk mencari makan dan mencari pasangan. Saat ini, luas hutan Mangrove di Ekowisata Mangrove Lantebung Makassar adalah 25 Hektar yang didalamnya terdapat ikan glodok namun masih sangat kurang yang menelitinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis frekuensi kemunculan dan mengetahui persepsi masyarakat mengenai ikan glodok. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan mix methods melalui purposive sampling pada dua stasiun berbeda yang dikombinasikan dengan metode wawancara dengan panduan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi kemunculan tertinggi untuk stasiun satu berada pada hari ke empat yakni sebesar 7.14%, sedangkan untuk stasiun dua berada pada hari ke tujuh yakni sebesar 10.43%. Berdasarkan pengamatan selama tujuh hari berturut-turut, frekuensi kemunculan terlihat cenderung meningkat untuk kedua stasiun. Masyarakat pesisir Lantebung tidak mengetahui nama ikan glodok, namun ikan ini dikenal dengan nama burenceng, mayoritas masyarakat tidak pernah dan tidak berniat untuk mengkonsumsi ikan ini karena menganggap ikan ini beracun meski merupakan bahan obat.
Tingkat keramahan lingkungan alat tangkap perre-perre berdasarkan Code of Conduct for Responsible Fisheries Hasmidar, Hasmidar; Wulandari, Sri; Rapi, Nuraeni L
Agrokompleks Vol 24 No 1 (2024): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v24i1.689

Abstract

Alat tangkap perre-perre merupakan alat tangkap modifikasi yang menggunakan perahu sampan, serok dan alat bantu penerangan dengan hasil tangkapan berupa ikan teri (Stolephorus sp.) dan ikan tembang (Sardinella sp.) yang biasa digunakan oleh nelayan Sulawesi Selatan. Food Agriculture Organization merilis Code of Conduct for Responsible Fisheries yang menjadi acuan prosedur penangkapan ikan yang baik dan bertanggung jawab sebagai serangkaian kriteria bagi teknologi penangkapan ikan ramah lingkungan dan telah disepakati oleh banyak negara. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keramahan lingkungan alat tangkap perre-perre berdasarkan kriteria Code of Conduct for Responsible Fisheries. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan di Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Pengumpulan data dilakukan dengan metode Focus Group Discussion, survei lapangan, wawancara terstruktur dan studi literatur. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif kuantitatif dengan menguraikan data dalam bentuk tabel, gambar dan narasi. Kriteria Code of Conduct for Responsible Fisheries mencakup alat tangkap memiliki selektivitas tinggi; tidak merusak habitat biota lain; aman bagi nelayan; hasil tangkapan bermutu tinggi; tidak berbahaya bagi konsumen; minim terbuang; berdampak rendah terhadap biodiversitas; tidak berbahaya bagi spesies yang dilindungi; dan diterima secara sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap perre-perre tergolong alat tangkap ramah lingkungan dengan nilai bobot 30 yang memenuhi kategori skor 28-36 yang berarti sangat ramah lingkungan.
Identifikasi peralatan keselamatan nelayan penangkap dan pengangkut ikan di Pelabuhan Perikanan Untia Wulandari, Sri; Rapi, Nuraeni L; Putra, Dandi Pratama; Nursyahran, Nursyahran
Agrokompleks Vol 24 No 1 (2024): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan peralatan keselamatan nelayan penangkap dan pengangkut ikan merupakan salah satu faktor utama dalam menjamin keselamatan nelayan saat melakukan operasi penangkapan ikan. Insiden bisa terjadi kapan saja pada nelayan tanpa diduga. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelengkapan alat keselamatan serta menganalisis tingkat pengetahuan dan keterampilan nelayan yang mendaratkan kapalnya di Pelabuhan Perikanan Untia dalam menggunakan alat keselamatan. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan di Pelabuhan Perikanan Untia Kota Makassar, yakni mulai pada Bulan Agustus hingga Bulan Oktober Tahun 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei lapangan, wawancara terstruktur dan studi literatur. Wawancara terstruktur dilakukan kepada nelayan purse seine, pancing ulur, dan nelayan pengangkut ikan yang ber-gross tonage kapal < 30GT. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan menguraikan data dalam bentuk tabel, gambar dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat keselamatan berupa life jacket, radio dan kompas tersedia di setiap kapal responden, namun tidak semua kapal menyiapkan life buoy, APAR, peralatan P3K, echosounder, dan fish finder. Mayoritas kapal nelayan Pelabulan Perikanan Untia juga menyiapkan alat keselamatan konvensional berupa ban dalam, ban luar dan sempang. Selain itu, mayoritas responden mengakui telah mengetahui dan terampil dalam penggunaan dan perawatan alat keselamatan nelayan, meskipun beberapa diantaranya menyatakan berada dalam taraf cukup mengetahui.
Pelatihan Mekanisme Desalinasi dengan Menggunakan Metode Konvensional dan Metode Distilasi di Pokdarwis Lantebung Kota Makassar Sri Wulandari; Darmawati Darmawati; Mesalina Tri Hidayani; Suprianto Suprianto
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i1.6283

Abstract

Desalination is the process of removing salt from seawater or brackish water so that it can become fresh water. The term has long been coined but not many people have practised it, including members of the Lantebung Tourism Awareness Group (Pokdarwis). The community of Lantebung has reportedly been experiencing clean water shortages for the past five years, while the coastal sea water of Lantebung stretches for 9.69 km. This activity aims to provide knowledge to Pokdarwis Lantebung regarding desalination, and provide training to Pokdarwis Lantebung regarding desalination mechanisms, both conventionally using sunlight through the evaporation process, as well as using water distiller purification. This community service was carried out on 26 October 2024 at the house of the Chairperson of Pokdarwis Lantebung in Lantebung, Bira Village, Tamalanrea Sub-district, Makassar City with a training theme with four main stages, namely preparation and planning, socialisation, training and application, as well as assistance and evaluation. The conclusion of the service showed that there was an increase in the knowledge of Pokdarwis Lantebung members related to desalination based on the comparison of the pre-test and post-test that had been given, where between the pre-test and post-test six presenters presented six different materials according to their fields of expertise. In addition, the training on desalination mechanisms using conventional methods and distillation methods using water distiller purification went smoothly and was fully supported through the enthusiasm of the participants in the entire series of activities.
Komunitas Jenis Ikan yang Tertangkap di Sekitar Terumbu Karang dengan Menggunakan Jaring Insang Dasar di Pulau Tanakeke Kabupaten Takalar Nursyahran, Nursyahran; Wulandari, Sri; Nurwina, Nurwina
Akuatiklestari Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v5i2.4186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunitas jenis ikan karang target yang tertangkap di sekitar terumbu karang di Perairan Desa Rewatayya Pulau Tanakeke Kabupaten Takalar dengan menggunakan jaring insang dasar. Penelitian ini bermanfaat sebagai bahan informasi bagi pemerintah dan masyarakat nelayan mengenai komunitas ikan yang berada di sekitar terumbu karang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai bulan Oktober 2021 di Perairan Desa Rewataya Pulau Tanakeke, Kabupaten Takalar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan melakukan kelimpahan ikan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi dengan pengamatan 21 kali trip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan yang paling tinggi berada pada stasiun 2 sebesar 1.492 ind/120m², Indeks keanekaragaman yang paling tinggi berada pada stasiun 2 sebanyak 0,3664, indeks keseragaman yang paling tinggi berada pada stasiun 2 sebanyak 0,3335 yang tergolong komunitas rendah, sedangkan indeks dominansi yang paling tinggi berada pada stasiun 2 sebanyak 0,1124 yang tergolong komunitas rendah.
Optimalisasi pengelolaan ekosistem mangrove dengan aksi bersih di Kawasan Mangrove Lantebung Kota Makassar Wulandari, Sri; Putri, Tri Widayanti; Khairiyah, Zul; Rapi, Nuraeni L; Nursyahran, Nursyahran
JatiRenov: Jurnal Aplikasi Teknologi Rekayasa dan Inovasi Vol 2 No 1 (2023): Edisi Mei
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/jatirenov.v2i1.596

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang memiliki produktivitas tinggi. Salah satu ekosistem mangrove terdapat pada Kawasan Lantebung Kota Makassar Sulawesi Selatan. Lantebung merupakan destinasi wisata yang banyak dikunjungi untuk menikmati keindahan alamnya, namun seringkali mendapatkan sampah kiriman sebagai dampak dari pergerakan arus dan pasang surut. Tujuan dari kegiatan ini adalah diharapkan dapat memberikan kesadaran kebersihan lingkungan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sampah yang dihasilkan memberikan dampak buruk bagi perkembangan biota dan ekosistem mangrove. Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah dengan metode observasi, persiapan dan aksi dengan pendekatan metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang bersifat ‘persuasif-edukatif’, yang dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam menanggulangi pencemaran perairan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian telah berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun. Kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dan wisatawan terhadap pentingnya menjaga kebersihan pantai serta meningkatkan daya tarik wisatawan di Ekowisata Mangrove Lantebung.
Sosialisasi Proses Desalinasi di Pokdarwis Lantebung Kota Makassar Wulandari, Sri; Hidayani, Mesalina Tri; Darmawati, Darmawati; Alifia, Frida; Fatma, Fatma; Kustam, Sri Rukmini; Idrus, Muh Ikhsan; Tamti, Hartati; Nursyahran, Nursyahran
JatiRenov: Jurnal Aplikasi Teknologi Rekayasa dan Inovasi Vol 3 No 2 (2024): Edisi November
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/jatirenov.v3i2.915

Abstract

Desalinasi merupakan proses penghilangan kadar garam dari air laut atau air payau agar dapat menjadi air tawar. Istilah ini sudah lama dicetuskan namun belum diketahui oleh banyak orang termasuk anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lantebung. Masyarakat Lantebung dilaporkan telah mengalami kesulitan air bersih sejak lima tahun terakhir, sementara pesisir Lantebung terbentang sepanjang 9,69 km. Sehingga kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait proses desalinasi, pemanfaatan air hasil desalinasi, dan pengembangan Ekowisata Mangrove Lantebung. Diketahui bahwa Ekowisata Mangrove Lantebung telah mendapatkan anugerah sebagai Desa Wisata dan menjadi salah satu dari 75 Desa Wisata terbaik berkelas dunia yang ada di Indonesia. Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama dari tiga kegiatan utama yang dilaksanakan pada Tanggal 12 Oktober 2024 di rumah Ketua Pokdarwis Lantebung di Lantebung Kelurahan Bira Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar, dan mengusung tema Sosialiasi Proses Desalinasi. Sosialiasi dibutuhkan sebagai sarana transfer ilmu dari pemateri ke peserta, dimana terdapat enam materi inti yang disampaikan oleh enam pemateri dari disiplin ilmu yang berbeda yakni Perbedaan Air Laut dan Air Tawar; Pengantar Desalinasi; Manfaat Desalinasi untuk Kegiatan Budidaya Ikan; Budidaya Ikan Lele dalam Ember; Pengembangan Ekowisata Mangrove Lantebung; dan Marine Debris. Peserta terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan tidak sabar untuk mengikuti kelanjutan kegiatan ini
ANALISIS HASIL TANGKAPAN GURITA (Octopus sp) PADA UMPAN YANG BERBEDA DI PULAU BARRANG LOMPO Ikhsan, Muh Ikhsan Idrus; Wulandari, Sri; Hafid, Hasriyani; Rahim, Adnan Ilham; Wulandhani, Suci; Aspari, Dian Nisa Fitri
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 3 No 2 (2023): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v3i2.1201

Abstract

Gurita merupakan salah satu satu hewan moluska yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak di komsumsi di masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil tangkapan gurita (Octopus sp) dengan menggunakan umpan yang berbeda seperti bentuk umpan tiruan yaitu kepiting dan udang. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan dua pelakuan (1.) Pancing ulur dengan umpan tiruan berbentuk udang dan kepiting dengan warna orange dan merah muda. (2.) Waktu pengambilan data menggunakan tiga pengulangan yaitu pukul 07.30 sampai 10.00, pukul 10.30 sampai 12.00 dan pukul 12.30 sampai 15.00. Data analisis yaitu SPSS dengan analisis One Way Anova atau uji-F. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perbedaan bentuk umpan tiruan yang digunakan terhadap hasil tangkapan gurita pada alat tangkap pancing ulur. Hasil tangkapan yang diperoleh dengan menggunakan umpan tiruan menyerupai kepiting lebih efektif sebesar 70,8% dibandingkan dengan bentuk umpan tiruan udang sebesar 29,2%.
Bioekologi Ekosistem Perairan di Pulau Pasir Putih Polewali Mandar Isman, Muh; Wulandari, Sri; Nursyahran, Nursyahran; Lapong, Muhamma Imran; Fathuddin, Fathuddin; Putri, Lizha Dwi Mulya
Lutjanus Vol 29 No 2 (2024): Lutjanus Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/jlpp.v29i2.903

Abstract

Wilayah pesisir dan laut merupakan kawasan yang menyediakan sumber daya alam bagi kehidupan manusia. Semakin tingginya kebutuhan manusia tahun ke tahun menyebabkan beberapa wilayah telah mengalami penurunan kualitas sumber daya alam akibat eksploitasi yang berlebihan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2023 pada Pulau Karamassang di Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat. Pengambilan data padang lamun dengan estimasi penutupan lamun dilakukan dengan cara membentangkan transek garis sepanjang 100 m dan menempatkan kuadran 0,5 x 0,5 m2 dengan kisi-kisi pada interval jarak 20 meter. Transek ini dilakukan pada lokasi yang memiliki ekosistem padang lamun dan pengambilan data ekosistem terumbu karang dilakukan dengan menggunakan metode RRA (Rapid Reef Assessment). Pengambilan data kualitas air meliputi suhu, salinitas dan pH (derajat keasaman). Secara umum kondisi tutupan ekosistem lamun masuk kategori baik/sehat, jenis lamun yang ditemukan pada lokasi penelitian yaitu, Enhalus acoroides, Cymodocea serrulata, Thalassia hemprichii. Secara umum kondisi tutupan ekosistem terumbu karang masuk kategori rusak sedang dengan kondisi DCA (death coral algae) dan tidak ditemukan mangrove pada lokasi penelitian.
Aspek Biologi Ikan Kembung Perempuan (Rastreliger brachyoma Bleeker, 1851) di Perairan Maros Selat Makassar Sri Wulandari; Wayan Kantun
Gorontalo Fisheries Journal Volume 4 Nomor 1 April 2021
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v0i0.1539

Abstract

Ikan kembung perempuan diperairan Maros Selat Makassar telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat dengan menggunakan berbagai jenis alat tangkap. Ikan kembung jenis ini banyak ditemukan dan selalu tersedia dipasaran local sebagai indikasi telah terjadi penangkapan yang intensif. Intensitas penangkapan diduga telah menyebabkan tekanan penangkapan sehingga menyebabkan perubahan terhadap sediaan sumberdaya ikan kembung perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati aspek biologi ikan kembung perempuan dengan peubah sebaran ukuran, pertumbuhan dan kebiasaan makan. Penelitian dilakukan dengan metode survei sejak bulan Maret sampai Oktober 2016. Pengumpulan sampel dilakukan di Tempat Pendaratan Ikan kabupaten Maros. Pengukuran sampel dan pengamatan kebiasaan makan dilakukan di laboratorium Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur ukuran panjang cagak ikan kembung yang tertangkap berkisar 13.0-17.5 cm (16,0 ± 0,77 cm) dengan rincian betina berkisar 13,0-17,4 cm (16,0 ± 0,77 cm) dan jantan berkisar 13,30-17,5 (15,99 ± 0,78 cm),  pertumbuhan ikan kembung perempuan sebesar 2.973 dan jantan sebesar 2.971 atau tipe pertumbuhan adalah alometrik negatif dengan jenis makanan baik jantan maupun betina adalah jenis ikan, crustase dan chepalopoda. Makanan utama adalah crustase, makanan pelengkap chepalopoda dan makanan tambahan jenis ikan.