Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERENCANAAN UNDERPASS ZAENAL ABIDIN – SOEKARNO HATTA, BANDAR LAMPUNG Mila Roofi Prilliyani; Laela Fitriyamtina; Muhrozi Muhrozi; Kresno Wikan S
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.621 KB)

Abstract

Kemacetan pada persimpangan Bundaran Tugu Radin Inten yang menghubungkan Jalan  Soekarno-Hatta / Jalur Lintas Timur Sumatera (arteri primer) dengan Jalan Zaenal Abidin (arteri sekunder) telah menjadi permasalahan di Kota Bandar Lampung. Hal ini dikarenakan ruas jalan sudah tidak mampu menangani volume kendaraan pada persimpangan. Oleh karena itu perlu dibuat simpang tak sebidang (underpass). Analisa geoteknik sangat diperlukan untuk merencanakan struktur underpass, karena beban yang bekerja pada underpass tidak hanya berasal dari beban lalu lintas saja, namun sebagian besar berasal dari tanah yang mana sangat berpengaruh terhadap stabilitas struktur. Maka digunakan bantuan software Plaxis 8.2 untuk memperhitungkan besarnya deformasi, rembesan, dan gaya dalam yang terjadi pada underpass. Kemudian hasil dari gaya dalam tersebut dicek terhadap kapasitas sheetpile dengan bantuan software SPColumn, sedangkan untuk besarnya nilai factor of safety (FoS) rembesan (water boiling) yang dihasilkan harus > 1,5. Ketiga aspek perencanaan diatas harus diperhitungakan berdasarkan parameter jangka pendek dan jangka panjang. Selanjutnya hasil yang paling kritis dari kedua parameter tersebut dibandingkan dengan perhitungan menggunakan rumus empiris sebagai validasi hasil yang diperoleh. Hasil yang lebih kritis terdapat pada perhitungan menggunakan parameter jangka panjang. Hasil yang diperoleh dari analisa menggunakan software Plaxis 8.2 dan rumus empiris tidak berbeda jauh.
ANALISIS PERBAIKAN TANAH KERETA CEPAT KORIDOR JAKARTA – SURABAYA, SEKSI 2 CIREBON – SEMARANG Tri Kumala Hasan; Kresno Wikan Sadono; Muhrozi Muhrozi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemerintah Indonesia berencana akan melakukan peningkatan kecepatan kereta api koridor Jakarta-Surabaya. Dari beberapa alternatif yang diusulkan terpilih alternatif 1 dimana menggunakan kereta diesel tilt train dengan kecepatan 160 km/jam. Dengan adanya beban kereta yang berbeda maka diperoleh beban kereta (q) sebesar 36,299 kN/m. Analisis ini mengambil lokasi pada daerah Batang (B4-05, B4-06, dan B4-07). Dari hasil analisis dengan interpretasi peta geologi, maka lokasi tersebut berada pada formasi Alluvium yang memiliki ketebalan lapisan tanah lunak yang besar dan berpotensi menimbulkan kegagalan konstruksi timbunan jalan rel. Dari hasil analisis stabilitas menggunakan bantuan software Slope/W didapatkan angka aman untuk masing-masing lokasi adalah 1,346; 1,226; 0,635. Dari analisis penurunan didapatkan penurunan untuk masing-masing lokasi 0,834 m, 0,744 m, dan 0,893 m. Kemudian dilakukan perbaikan tanah menggunakan metode embankment on pile dengan bahan terucuk bambu dan preloading PVD karena metode ini sudah diterima dan umum digunakan di Indonesia. Dengan adanya penambahan tiang bambu untuk jarak spasi 1 m dengan Panjang bambu 6 m, 8 m, dan 21 m pada masing-masing lokasi, dapat meningkatkan stabilitas menjadi 1,368; 1,441; dan 1,335. Kemudian dengan penggunaan metode preloading pvd dapat menjamin stabilitas pada tiap tahapan timbunan serta mempercepat waktu konsolidasi menjadi 282 hari pada lokasi B4-05, 156 hari pada lokasi B4-06, dan 410 hari pada lokasi B4-07.
ANALISIS GEOTEKNIK PERENCANAAN SISTEM POLDER TAMBAK LOROK SEMARANG UTARA PROVINSI JAWA TENGAH Jodan Panretta Diwani; Galih Anggraini; Siti Hardiyati; Kresno Wikan S
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.114 KB)

Abstract

Rob merupakan problem yang sering terjadi di Kota Semarang, salah satu penangananya berupa Sistem Polder dengan Kolam Retensi. Salah satu kolam retensi yang dibangun berada di kali Banger. Kolam retensi kali Banger  berupa kolam Retensi sedalam 4 meter dan struktur Rumah Pompa berupa galian sedalam 6 meter. Berdasarkan data bor, NSPT dan pengujian triaxial, tanah pada lokasi tersebut berupa very soft soil sehingga kegagalan galian dapat terjadi. Untuk mengatasi digunakan beberapa alternaif perkuatan pada kolam retensi berupa: 1. sheet pile, 2. sheet pile dan spun pile, 3. cerucuk bambu dan. Perkuatan galian Rumah Pompa menggunakan secant pile. Analisis stabilitas dan keamanan perkuatan tersebut menggunakan beberapa metode yaitu Basal Have dan Terzaghi Modified (gaya uplift tanah), Tekanan Tanah (gaya aktif dan pasif), Slip Line Fellenius (longsoran), Broms (gaya lateral yang dapat ditanggung oleh pile), Ultimate Bearing Capacity (daya dukung pile), Taylor Stability Number (angka aman galian tanpa perkuatan). Berdasarkan analisis data yang dilakukan,hasil perkuatan dinding kolam retensi menggunakan sheet pile memperoleh safety factor 0,647. Perkuatan sheet pile dan spun pile memperoleh safety factor 2,197. Perkuatan dinding kolam retensi cerucuk bambu safety factor 1,9 dengan tetap menjaga muka air pada kolam paling rendah adalah -2,00 meter. Perkuatan yang dipilih menggunakan cerucuk bambu karena mempunyai tingkat keamanan baik, efisien dalam hal biaya serta pelaksanaanya (kemudahan pelaksanaan), dan material bambu lebih awet jika terendam oleh air. Pada analisis galian dalam rumah pompa menggunakan secant pile hingga kedalaman -32,30 m serta untuk menopang beban rumah pompa diperlukan pile group dengan satu spun pile memiliki panjang 60 m.
PENANGANAN LONGSORAN BENDAN DENGAN BORED PILE Eric Himawan Soetedjo; Kresno Wikan
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1728.185 KB)

Abstract

Daerah Bendan yang terletak pada Jalan Pawiyatan Luhur, Semarang, Jawa Tengah, mengalami longsor yang mengganggu aktivitas di daerah tersebut, terutama karena ada dua universitas yang terletak pada jalan tersebut.  Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi longsoran tersebut adalah dengan membangun bored pile pada lokasi longsor. Untuk merancang bored pile, harus diketahui terlebih dahulu stabilitas lereng yang ada dengan berbagai cara. Yang paling sederhana ialah memodelkan longsoran menjadi suatu bidang datar yang terbagi dalam banyak pias dengan gaya dalam masing-masing, lalu dicari faktor keamanan kumulatifnya menggunakan metode Fellenius. Bila keadaan longsoran tersebut telah diketahui, dapat direncanakan penanganannya menggunakan bored pile atau drilled shaft.  Metode elemen terhingga yang memperhitungkan efek soil arching dapat digunakan untuk memperkirakan beban yang akan ditanggung oleh bored pile, demikian juga dengan metode Broms.  Sebagai analisis pembanding, dapat digunakan program komputer Plaxis 8.6 untuk mendapatkan hasil terkomputerisasi. Setelah penanganan dengan bored pile, lereng yang dalam keadaan kritis akan mengalami kenaikan faktor keamanan hingga senilai 1,436.
ANALISIS STABILITAS DAN KEAMANAN BENDUNGAN CIAWI (DRY DAM) DI PROVINSI JAWA BARAT Lia Maretha; Suseno Darsono; Kresno Wikan Sadono
Rang Teknik Journal Vol 3, No 2 (2020): Vol. 3 No. 2 Juni 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.702 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v3i2.1793

Abstract

Bendungan Ciawi merupakan bendungan kering (dry dam) pertama di Indonesia yang memiliki fungsi utama sebagai pengendali banjir (detention dam) dan merupakan program pemerintah dalam penanggulangan banjir di DKI Jakarta. Bendungan Ciawi dibangun dengan konsep dry dam yaitu pada saat kondisi normal bendungan Ciawi tidak memiliki tampungan air dan saat banjir bendungan akan menampung dan kemudian akan mengalirkan melalui saluran conduit dengan diameter 4.2 m. Bendungan urugan memiliki resiko mengalami kegagalan, maka hal penting yang perlu menjadi perhatian yaitu stabilitas lereng pada bendungan. Ciawi Dry Dam memiliki kapasitas 6,05 juta m3 dengan tinggi 55 m dan masuk dalam klasifikasi IV (extrem) atau memiliki resiko bahaya yang tinggi jika terjadi kegagalan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai faktor keamanan (FK) dari berbagai kondisi pada lereng Bendungan Ciawi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan metode analisis data secara kuantitatif meliputi pemetaan geologi dan geologi teknik, serta analisis kestabilan lereng dengan bantuan perangkat lunak GeoStudio 2012 Slope/W. Perhitungan nilai Faktor Keamanan (FK) dilakukan pada tiga kondisi yaitu kondisi selesai konstruksi, muka air normal dan rapid drawdown. Dari hasil perhitungan pada kondisi tanpa gempa dan gempa Operation Base Earthquake (OBE) nilai FK telah memenuhi syarat minimum berdasarkan SNI 8064:2016.
Penilaian Indeks Risiko Metode Modifikasi Andersen dan Metode Modifikasi ICOLD untuk Bendungan Palasari, Bendungan Gerokgak dan Bendungan Benel Zakariya Ahmad Aji Pamungkas; Hari Nugroho; Kresno Wikan Sadono
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i1.5361

Abstract

Dams are infrastructure that have potential hazards if they are not monitored and maintained. The potential hazard of a dam can be identified through a risk assessment. Risk assessment can consist of risk analysis and risk evaluation. The Palasari Dam, the Gerokgak Dam and the Benel Dam were built to be used to supply water to the northern part of Bali Island. This study aims to determine the level of risk posed by the three dams. Dam risk assessment in the study used the modified ICOLD method and the Andersen modified method. The results of the risk assessment are the basis for consideration in determining maintenance and repair priorities. The results of the dam risk index assessment study, using the Andersen modification method, Palasari Dams, Gerokgak Dams, and Benel Dams have a "Satisfactory" classification based on the safety value of the dam. Whereas with the modified ICOLD method the Palasari Dam and the Gerokgak Dam has a "High" risk classification, and the Benel Dam have a "Medium" risk classification.
Penilaian Indeks Risiko Metode Modifikasi Andersen dan Metode Modifikasi ICOLD untuk Bendungan Palasari, Bendungan Gerokgak dan Bendungan Benel Zakariya Ahmad Aji Pamungkas; Hari Nugroho; Kresno Wikan Sadono
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i1.5361

Abstract

Dams are infrastructure that have potential hazards if they are not monitored and maintained. The potential hazard of a dam can be identified through a risk assessment. Risk assessment can consist of risk analysis and risk evaluation. The Palasari Dam, the Gerokgak Dam and the Benel Dam were built to be used to supply water to the northern part of Bali Island. This study aims to determine the level of risk posed by the three dams. Dam risk assessment in the study used the modified ICOLD method and the Andersen modified method. The results of the risk assessment are the basis for consideration in determining maintenance and repair priorities. The results of the dam risk index assessment study, using the Andersen modification method, Palasari Dams, Gerokgak Dams, and Benel Dams have a "Satisfactory" classification based on the safety value of the dam. Whereas with the modified ICOLD method the Palasari Dam and the Gerokgak Dam has a "High" risk classification, and the Benel Dam have a "Medium" risk classification.
EVALUASI PENGARUH TIMBUNAN DAN STOCKYARD PANCANG TERHADAP KEGAGALAN PANCANG (STUDI KASUS: PROYEK JEMBATAN X DI KALIMANTAN) Matheus, Patrick; Hartono, Darwin; Sukamta, Sukamta; Sadono, Kresno Wikan
Rang Teknik Journal Vol 8, No 2 (2025): Vol. 8 No. 2 Juni 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v8i2.6722

Abstract

One of the bridge projects in Kalimantan is built on soft soil. Soft soil has poor bearing capacity, low shear strength and permeability, and high compressibility. One of the substructures of the bridge project, consisting of two spun pile points, experienced failure (exceeding the allowable inclination, indications of breakage at a depth of -8,000 mm, and failure to achieve the planned bearing capacity). The failure occurred after excavation for the pile cap was carried out.The additional load from preloading embankments and a spun pile stockyard, located 20,000 mm and 15,000 mm away, caused lateral deformation in the existing soil. This lateral deformation influenced additional deformation and bending moments in the failed spun piles. An evaluation of the additional load on the spun piles was conducted using the Finite Element Method with Plaxis 2D software. The additional load from the preloading embankments and stockyard was analyzed to determine its impact on the spun piles.The analysis showed that the additional load from the preloading embankments and stockyard caused lateral deformation, leading to deformation and bending moments in the spun piles. However, this additional load alone was not sufficient to cause failure in the spun piles.
Pendampingan Analisis Geoteknik Penanganan Lereng Pondok Pesantren Al Fitrah Metesah Tembalang Semarang Sadono, Kresno Wikan; Sari, Undayani Cita; Indrastono, Indrastono; Partono, Windu; Prastiwi, Yulita Arni; Pardoyo, Bambang
Darma Sabha Cendekia Vol 7 No 1 (2025): Darma Sabha Cendekia: Juni 2025
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/dsc.v7i1.6326

Abstract

Pada suatu pembangunan konstruksi diperlukan survey awal geoteknik sebagai penyelidikan geoteknik awal. Dengan adanya kegiatan ini maka permasalahan pembangunan dapat diketahui secara rill dilapangan. Pondok Pesantren (PP) Al-Fitrah merencanakan akan mendirikan bangunan baru berupa asrama santri. Bangunan ini direncanakan berada di Kecamatan Tembalang, Semarang. Oleh karena itu diperlukan survey awal dan penyelidikan geoteknik pada lokasi yang akan didirikannya bangunan baru berupa asrama santri Pondok Pesantren (PP) Al-Fitrah tersebut. Rencana bangunan asrama santri berada di atas lereng, sehingga perlu analisa terhadap longsoran. Penyelidikan geoteknik yang diperlukan adalah boring manual dan sondir (CPT) manual. Berdasarkan data pengujian tersebut, kemudian dapat dianalisis dan dievalusi kemudian diberikan rekomendasi dan saran yang sesuai untuk mendukung kelancaran pembangunan asrama santri baru Pondok Pesantren (PP) Al-Fitrah. Berdasarkan hal tersebut maka Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Teknik Sipil Universitas Diponegoro melaksanakan pengabdian masyarakat dalam bentuk evaluasi lokasi lahan rencana pembangunan asrama santri Pondok Pesantren (PP) Al-Fitrah. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan saran dan masukan bagi pihak Yayasan Pondok Pesantren (PP) Al-Fitrah terhadap rencana pembangunannya
PERILAKU DEFORMASI BENDUNGAN JATIBARANG Kurniawan, Fajar Aldoko; S.P.R Wardani, S.P.R; Sadono, Kresno Wikan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.592

Abstract

Abstrak Efek utama dari deformasi adalah hilangnya freeboard, kerusakan struktur bangunan pelengkap yang terletak di atas bendungan, retakan pada bendungan urugan (paling merugikan pada impervious core), terbentuknya suatu zona yang mengarah pada hidrolik fracturing, dan kegagalan instrumentasi. Bendungan Jatibarang merupakan bendungan urugan batu zonal inti tegak dengan inti clay. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku deformasi pada berbagai tahapan saat konstruksi, selama pengisian awal waduk dan pasca konstruksi (masa layan). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data pembacaan instrumen pengukur deformasi dan evaluasi menggunakan kriteria penerimaan untuk menilai perilaku normal dan tidak normal. Hasil dari penelitian ini adalah selama konstruksi, deformasi vertikal Bendungan Jatibarang pada kedalaman antara 32 m sampai kedalaman 56 m berada di luar batas deformasi normal. Pergerakan deformasi horizontal pada pengisian awal dari Bendungan Jatibarang mempunyai nilai deformasi yang besar karena berada di atas perilaku umum deformasi horizontal pada beberapa bendungan. Pada kurun waktu konstruksi Bendungan Jatibarang 2014 hingga pembacaan terakhir pada tahun 2020 terlihat tidak terjadi perubahan yang signifikan namun pada kedalaman antara 20-30 m terjadi penurunan yang besar dibandingkan dengan lainnya yang mengindikasikan bahwa pada kedalaman tersebut terjadi konsentrasi penurunan internal yang besar Kata kunci: Bendungan Jatibarang, instrumentasi, deformasi, deformasi vertikal, deformasi horizontal  Abstract The main effects of deformation are loss of freeboard, damage to the auxiliary structure located above the dam, cracks in the embankment dam (impervious core), formation of a zone leading to hydraulic fracturing, and instrumentation failure. Jatibarang Dam is an upright core zonal rockfill dam with a clay core. The purpose of this study is to analyze the deformation behavior at various stages during construction, during the initial filling of the reservoir and post construction (post construction). This research was conducted using the reading data of the deformation instrumen and the evaluation using acceptance criteria to assess normal and abnormal behavior. The result of this research is that during construction, the vertical deformation at a depth between 32 m to 56 m is outside the normal deformation limit. The horizontal deformation at the initial filling of the Jatibarang Dam has a large deformation value because it is above the general horizontal deformation behavior of several dams. During the construction period 2014 until 2020 Jatibarang Dam did not appear to be any significant changes, but at a depth between 20-30 meters there was a large decrease compared to others indicating that at depth there was a large concentration of internal decline. Keywords: Jatibarang dam, instrumentation, deformation, vertical deformation, horizontal deformation