Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : EKOBIS SYARIAH

Analisis Hubungan Pengeluaran Perkapita dan Status Gizi Buruk Terhadap Kemiskinan Dengan Pengaruh Wilayahn Provinsi Aceh Tahun 2015-2016 Awalurramadhana Awalurramadhana; Muhammad Zulhilmi; Winny Dian Safitri
EKOBIS SYARIAH Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1541.093 KB) | DOI: 10.22373/ekobis.v2i2.10027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pengeluaran perkapita dan status gizi buruk terhadap kemiskinan sehingga dapat terlihat kantong kemiskinan dan masalah status gizi buruk di Provinsi Aceh tahun 2015-2016. Penelitian ini menggunakan metode analisis korelasi dan determinasi, dilaksanakan bulan Februari sampai bulan Juni 2018. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan dianalisis dengan software SPSS.  Hasil analisis menunjukkan ada hubungan positif pengeluaran perkapita terhadap kemiskinan sebesar 55,1% yang bermakna setiap ada peningkatan pada variabel pengeluaran perkapita maka akan ada hubungan dengan kemiskinan yang naik. Status gizi buruk mengalami hubungan yang negatif terhadap kemiskinan sebesar -3,6%  yang bermakna setiap ada penigkatan status gizi buruk maka berbanding terbalik dengan kemiskinan. Daerah kemiskinan dikelompokkan menjadi dua yaitu, daerah dengan pegeluaran perkapita tinggi dan tingkat kemiskinan tinggi adalah Aceh Utara, Pidie, Pidie Jaya, Gayo Lues dan Subulussalam. Daerah kemiskinan kedua yaitu status gizi buruk yang tinggi dan tingkat kemiskinan yang tinggi.
Pengelompokan Tingkat Kemiskinan Berdasarkan Dana Otonomi Khusus dan Pengeluaran Perkapita Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh Tahun 2012-2016 Cut Dian Fitri; Winny Dian Safitri; Muhammad Reza Fahlefi
EKOBIS SYARIAH Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.485 KB) | DOI: 10.22373/ekobis.v1i1.9990

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan tingkat kemiskinan kelompok, persebaran tingkat kemiskinan, dan gambaran hubungan antara dana otonomi khusus dan pengeluran perkapita terhadap tingkat kemiskinan kabupaten/kota yang ada di Provinsi Aceh tahun 2012-2016. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data dana outsus Aceh, data pengeluaran perkapita Aceh dan data persentase kemiskinan Aceh tahun 2012- 2016 yang berasal Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Aceh dan sumber lain yang berhubungan dengan masalah penelitian. Metode yang digunakan untuk menganalisis tingkat kemiskinan adalah metode analisis komponen utama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan kelompok dibagi menjadi tiga kategori yaitu kategori tinggi, sedang dan rendah. Daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi dari tahun 2012-2016 yaitu Kabupaten Gayo Lues, sedangkan daerah dengan kategori tingkat kemiskinan yang rendah dari tahun 2012-2016 yaitu Kota Banda Aceh, Kota Langsa, dan Kota Lhokseumawe. Persebaran tingkat kemiskinan Aceh sangat dipengaruhi oleh daerah yang berdekatan. Ada hubungan kuat antara dana otonomi khusus dan pengeluaran perkapita terhadap tingkat kemiskinan ditandai dengan banyaknya kabupaten/kota yang berada pada kuadran I.
Analisis Pengaruh Penduduk Usia Produktif Yang Tidak Bekerja, Zakat, Pertumbuhan Ekonomi, dan Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota Di Provinsi Aceh Cut Dian Fitri; Winny Dian Safitri; Chairunnas Chairunnas
EKOBIS SYARIAH Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.852 KB) | DOI: 10.22373/ekobis.v1i2.9996

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh jumlah penduduk usia produktif yang tidak bekerja, pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia dan zakat terhadap kemiskinan kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengeahui pengaruh jumlah penduduk usia produktif yang tidak bekerja, pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia dan zakat terhadap kemiskinan kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Data yang digunakan adalah data jumlah penduduk usia produktif yang tidak bekerja, pertumbuhan ekonomi atas harga konstan, indeks pembangunan manuisa, realisasi zakat dan proporsi penduduk miskin dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Data yang digunakan adalah data periode 2011–2015. Teknik analisis yang digunakan berupa regresi data panel, dengan menentukan model regresi terbaik dari ketiga model regresi data panel yaitu common effect model, fixed effect model dan random effect model. Model yang cocok adalah fixed effect model dengan nilai R2 sebesar 97,88%. Uji parsial menunjukkan yang berpengaruh terhadap kemiskinan kabupaten/kota di Provinsi Aceh adalah variabel zakat dan indek pembangunan manusia. Uji simultan menunjukan seluruh variabel jumlah penduduk usia produktif yang tidak bekerja, pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia dan zakat berengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan.
Analisis Economic Value Added (EVA) Pada Perusahaan Sektor I yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) Muhammad Zulhilmi; Winny Dian Safitri; Rahmi Rahmi
EKOBIS SYARIAH Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.252 KB) | DOI: 10.22373/ekobis.v2i1.10001

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keuntungan perusahaan, kinerja keuangan dan perubahan tingkat kinerja perusahaan sektor industri selama bergabung di Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2014, 2015 dan 2016. Jenis data yang digunakan ialah data sekunder yang berasal dari laporan-laporan keuangan setiap perusahaan sektor industri yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index tahun 2014 sampai 2016, khususnya laba/rugi dan posisi keuangan yang menjadi dasar perhitungan EVA (Economic Value Added). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan sektor industri yang bergabung di Jakarta Islamic Index (JII) memiliki laba yang meningkat setiap tahunnya, tetapi nilai EVA yang dimiliki oleh perusahaan sektor industri kurang baik. Hal ini dapat dilihat dari 7 perusahaan yang menjadi objek penelitian dari 3 periode yaitu tahun 2014, 2015 dan 2016, dimana hanya 2 perusahaan diantaranya yang memiliki nilai EVA yang meninggat walaupun pada tahun 2015 mengalami penurunan, tetapi pada tahun 2016 kembali meningkat. Perusahaan tersebut adalah PT Astra International Tbk dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
Pengelompokkan Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh Berdasarkan Kasus Kekerasan, Tingkat Pengangguran, dan Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2010-2015 Cut Dian Fitri; Winny Dian Safitri; Ovasani Lianda
EKOBIS SYARIAH Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.444 KB) | DOI: 10.22373/ekobis.v3i1.10039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelompokkan kabupaten/kota dan pendistribusian jumlah kasus kekerasan, tingkat pengangguran dan indeks pembangunan manusia tahun 2010-2015. Data yang digunakan adalah data jumlah kasus kekerasan, persentase pengangguran dan indeks pembangunan manusia 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh dalam kurun waktu 2010-2015. Teknik analisis yang digunakan berupa analisis non-hierarchical clustering yang didasarkan pada ukuran kemiripan dan nilai jarak terkecil. Hasil analisis dengan metode non-hierarchical clustering menghasilkan 5 cluster dengan jumlah kabuapten/kota yang diperingkatkan menjadi peringkat 1,2,3,4 dan 5. Secara umum kabupaten/kota di Provinsi Aceh pada rentang tahun 2010-2015 memiliki tingkat kesejahteraan masyarakat yang berada dalam peringkat mengengah. Kota Sabang dianggap sukses dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena berhasil merangkak maju dari peringkat cluster terendah hingga berada diperingkat cluster tertinggi. Kabupaten/kota yang menempati peringkat terendah selama kurun waktu 2010-2015 dan berada di zona merah adalah Kabupaten Aceh Utara.