Claim Missing Document
Check
Articles

Introduction of Robot-T at Baitul Hikmah Junior and Senior High School to Enhance Students' Learning Interest: Pengenalan Robot-T di SMP dan SMA Baitul Hikmah untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Susilawati, Helfy; Etnisa, Moch Mirza; Wiharso, Tri Arif; M.Angdarun, M.Angdarun; Sobari, Acep Hasan
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 5 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/

Abstract

The advancement of technology, accompanied by the development of artificial intelligence, has also led to significant progress in the field of robotics. Robotics is an appealing subject because it combines physical forms with control mechanisms. However, unlike in large urban areas, robotics remains a rare subject taught in schools located in smaller, more remote regions. One such example is Baitul Hikmah Junior and Senior High School, located in the Tarogong Kaler district, where robotics has not yet been introduced into the curriculum. Therefore, this community service initiative focuses on introducing Robot-T to the students of Baitul Hikmah Junior and Senior High School. The primary goal of this program is to familiarize students with robotics, starting with the design and operational mechanisms of the pre-designed Robot-T. The results of this community service show that the students were highly enthusiastic about the introduction of Robot-T, as evidenced by their active participation throughout the socialization process
Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematik dan Self Efficacy Mahasiswa melalui Model CORE Wiharso, Tri Arif; Susilawati, Helfy
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 3 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i3.625

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk memperoleh hasil peningkatan kemampuan Koneksi matematik dan self efficacy melalui pembelajaran Model CORE, selain itu untuk melihat respon mahasiswa terhadap belajar matematik dengan model CORE. Pelaksanaan penelitian ini berbentuk quasi eksperimen dengan membandingkan prestasi belajar mahasiswa melalui model CORE dengan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Populasi berasal dari mahasiswa Fakultas Teknik di Perguruan Tinggi di Garut dengan sampel penelitiannya berjumlah 54 mahasiswa. Dengan 27 orang diberi pembelajaran dengan model CORE dan 27 lainnya melalui pembelajaran konvensional. Dalam pengambilan data digunakan Instrumen berupa tes matematik, angket model CORE dan angket self efficacy. Hasil yang didapat yaitu: 1) Peningkatan Koneksi matematik mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model CORE lebih baik dari pada mahasiswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. 2) Self efficacy mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model CORE peningkatannya tidak lebih baik dari pada mahasiswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. 3) Terdapat hubungan antara model CORE dengan Self efficacy dalam kategori sedang. 4) Mahasiswa memberikan kesan yang positif terhadap model CORE.
Deteksi Baut Kereta Api Menggunakan Artificial Intelligence Firman; Helfy Susilawati; Ginaldi Ari Nugroho
KONSTELASI: Konvergensi Teknologi dan Sistem Informasi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/konstelasi.v5i1.11379

Abstract

Baut merupakan salah satu dari bagian rel kereta api. Baut memiliki peran yang sangat penting dalam rel kereta api karena berfungsi sebagai pengencang antar rel. Apabila baut rel kereta api mengalami masalah maka hal ini juga akan berpengaruh pada performa rel kereta pi bahkan lebih jauhnya dapat mengakibatkan kecelakaan. Mengingat pentingnya baut pada rel kereta api maka setiap hari saat pagi hari akan ada petugas yang ditugaskan untuk menyusuri rel kereta api untuk melakukan pengecekan baut. Pengecekan tersebut dilakukan secara manual yaitu dengan berjalan kaki atau dengan menaiki kendaraan untuk menyusuri rel kereta api. Pengecekan yang dilakukan secara manual memiliki kemungkinan kesalahan dalam mengenali kondisi baut, selain itu jika dilakukan secara manual belum adanya catatan terkait kondisi baut. Oleh karena itu diperlukan sistem cerdas yang dapat mengenali kondisi baut yang ada pada rel kereta api, yang mana data ini akan diberikan kepada pusat informasi. Data tersebut akan menjadi pertimbangan apakah kondisi baut masih layak digunakan atau harus diganti. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam penelitian adalah mengenali objek baut pada rel kereta api, agar selanjutnya dapat dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini telah berhasil mendeteksi baut pada rel kereta api. Penelitian ini menggunakan dataset sebanyak 200 dataset, dengan 183 dataset training dan 17 dataset testing. Model yang digunakan pada penelitian adalah model SSD Resnet 50 V1, yang mana dengan menggunakan 2.000 step didapat mAP senilai 92,64%.
KEPUTUSAN MANUSIA VS KEPUTUSAN MESIN: STUDI KOMPARATIF TERHADAP AKURASI DAN KONSISTENSI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN Nurfalah, Rifki; Susilawati, Helfy; Khoerunnisa, Ica
TRANSFORMASI Vol 20, No 2 (2024): TRANSFORMASI
Publisher : STMIK BINA PATRIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56357/jt.v20i2.414

Abstract

This study aims to analyze and compare the accuracy, consistency, and decision-making efficiency between humans and machine learning (ML) algorithms in tabular data classification tasks. The dataset comprises 50 classification cases containing both numerical and categorical features with binary decision labels. Two groups were compared: 10 human participants, and six ML algorithms—Logistic Regression, Support Vector Machine, Random Forest, Decision Tree, k-Nearest Neighbors, and Naive Bayes. ML models were trained on 80% of the data and tested on the remaining 20%, while human participants manually classified all 50 test cases. The results showed that the average human accuracy was 76.2%, while ML algorithms achieved between 78.9% and 91.8%, with Random Forest yielding the highest performance. Human decision-making took an average of 18 seconds per case, significantly slower than the algorithmic predictions completed within milliseconds. Additionally, high variability in human responses indicated lower consistency compared to deterministic outputs from ML models. These findings support the integration of ML algorithms as a decision support or replacement tool in data-driven domains, with the potential to reduce human error in high-stakes environments. Nevertheless, human involvement remains essential in contexts requiring ethical consideration and interpretability.
EDUKASI KESADARAN ETIKA BERMEDIA DIGITAL UNTUK ANAK REMAJA DI SMA MA’ARIF BANYURESMI Wiharso, Tri Arif; Susilawati, Helfy; Nurichsan, Irman; Sunardi, Dede; Nurfitriani, Nabila; Fazri, Nurul
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1695

Abstract

Media digital saat ini tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari baik itu untuk lingkungan kerja ataupun lingkungan sekolah. Bahkan saat ini media digital sudah menjangkau pada anak-anak yang masih duduk dibangku SMA yang sudah mulai memasuki fase masa remaja. Pada fase remaja, siswa mudah terpengaruh oleh keadaan lingkungannya. Etika bermedia digital lebih ditekankan pada bagaimana memilah dan memilih informasi agar terhindar dari Hoax, menghindari dan mengenali macam-macam ujaran kebencian, dan menghindari Cyberbullying. Tujuan dari kegiatan ini yaitu melakukan edukasi kepada para siswa tentang bagaimana etika bermedia sosial. Metode yang digunakan dengan ceramah dan tanya Jawab di akhir sesi diberikan angket kepuasan. Hasil kegiatan siswa dapat memahami materi dengan baik itu ditunjukkan dengan keaktifan siswa selama kegiatan dan juga siswa dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh pemateri dengan tepat selain itu berdasarkan hasil angket tingkat kepuasan sebesar 76,97%. Harapannya setelah dilaksanakan edukasi ini siswa menjadi lebih peduli mengenai etika bermedia digital, sehingga siswa dapat menjadi lebih bijak dalam bermedia digital.
Co-Authors Ade Rukmana Ade Rukmana Adhitya Yusuf Wibysono Adiatma, Dani Aeni, Dinda Noorfaidah Afina Carmelya, Anindya Ahmad Noor Jaman ahmad rizal Akhmad Fauzi Ikhsan Akhmad Fauzi Ikhsan Alfaz Arva Baihaqi Aloysius Adya Pramudita Artemysia, Khaulyca Arva Baihaqi, Alfaz Arva Dani Prasetyo Adi, Puput Dhiky Juansyah Dinda Noorfaidah Aeni Dini Fajriani Etnisa, Moch Mirza Evi Novitasari Fadillah, Ardi Fajriani, Dini Fauzi, Moch Zulfi Fazri, Nurul Firman Firman Firman Fitri Nuraeni Galura Muhammad Suranegara Ghofur, Shaefan Afuan Ginaldi Ari Nugroho Gusman, Dilla Oktaviani Hamdani, Nizar Alam Haqiqi, Mokh. Mirza Etnisa Iik Muhammad Malik Matin Iik Muhammad Malik Matin Ikhsan, Akhmad Fauzi Jaman, Ahmad Noor Juansyah, Dhiky Juniawan, Ega Rizki Khoerunnisa, Ica Latukolan, Merlyn Inova Christie Lubis, Anggi Muhammad M.Angdarun, M.Angdarun Malikmatin, Iik Muhammad Matin, Iik Muhammad Malik Mirza Etnisa Haqiqi, Mokhamamad Muhamad, Reza Muhammad Ihsan Mutmainah, Rina Nasrullah Armi Novitasari, Evi Nurdin, Agung Ihwan Nurfalah, Rifki Nurfitriani, Nabila Nurichsan, Irman Reza Muhamad Rifki Nurfalah Rina Mutmainah RR. Ella Evrita Hestiandari Rukmana, Ade Samie, Muhammad Ikbal Satyawan, Arief Suryadi Sediono, Wahju Setyawan, Arief Suryadi Shaefan Afuan Ghofur Shamie, M. Ikbal Sifa Nurpadillah Sobari, Acep Hasan Sopian, Sani Moch Sopian, Sani Moch. Sri Nuraeni, Sri Sugandi, Gandi Sunardi, Dede Suryadi Satyawan, Arief Syarif Saeful Yusup Tri Arif Wiharso TRI ARIF WIHARSO Wibysono, Adhitya Yusuf Wiharso, Tri Arif Wiwik Handayani Yusup, Syarif Saeful