Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Frontier Agribisnis

Analisis Risiko Produksi Tanaman Cabai Rawit di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Ardiansyah Ardiansyah; Ahmad Yousuf Kurniawan; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8265

Abstract

Usahatani cabai rawit memiliki risiko yang tinggi. Petani harus meminimalisir risiko yang terjadi dengan cara melakukan upaya penanganan dalam menghadapi risiko sehingga hasil produksi dalam budidaya cabai rawit dapat lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko yang dihadapi petani pada budidaya tanaman cabai rawit dan menganalisis besarnya risiko pada usaha budidaya tanaman cabai rawit di Kecamatan Liang Anggang. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Metode penarikan contoh menggunakan rancangan sampling jenuh atau sensus, sehingga menggunakan semua populasi sebanyak 45 petani responden. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif yang di bantu skala likert, expected return, variance, standard deviation dan coefficient varriation. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua sumber risiko yaitu sumber risiko eksternal dan internal. Sumber risiko eksternal yaitu : cuaca, hama, penyakit, bencana alam dan musim. Sedangkan sumber risiko internal yaitu : benih dan bibit, pupuk, pestisida, teknis budidaya dan teknologi. Sumber risiko yang sering dialami petani yaitu : cuaca hujan 38,67 %, penyakit antraks 54,67%, hama thrips 56,89%, dan bercak daun 58,67%. Semakin rendah presentasenya maka kemungkinan terjadinya serangan akan semakin tinggi. Nilai expected return yang diperoleh adalah sebesar 11,33. Artinya petani cabai rawit di Kecamatan Liang Anggang mengharapkan rata-rata produktivitas sebanyak 11,33 ton/ha di saat kondisi risiko produksi 6% untuk setiap kondisi dalam proses budidaya yang telah diakomodasi oleh petani. Hasil analisis risiko produksi yang diperoleh nilai coefficient variation sebesar 0,06. Artinya pada setiap satu kilogram cabai rawit yang dihasilkan akan mengalami risiko sebesar 6% pada saat terjadi risiko produksi. Risiko produksi rawan terjadi pada musim hujan karena hama, jamur dan virus mudah berkembang.
Analisis Preferensi Konsumen pada Produk Minyak Goreng Kemasan di Kecamatan Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru Nahliza Nahliza; Muhammad Fauzi; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i3.13591

Abstract

Kemampuan untuk memilih di antara minyak goreng dalam kemasan yang tersedia adalah dasar dari preferensi konsumen, sebuah sikap terhadap konsumsi. Sebagai permulaan, kami berharap dapat mengetahui fitur-fitur apa saja dari kemasan minyak goreng yang paling penting bagi para pembeli di Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru. Tujuan kedua adalah untuk menentukan peringkat atribut kemasan minyak goreng di Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, berdasarkan tingkat kepentingannya bagi konsumen. Peneliti menggunakan analisis konjoin dengan skala Likert untuk mengetahui fitur apa saja yang disukai konsumen minyak goreng kemasan. Pengambilan sampel nonprobabilitas, lebih khusus lagi pendekatan pengambilan sampel tidak sengaja, digunakan untuk proses pengambilan sampel. Dua puluh partisipan dianggap mewakili seluruh populasi pengguna minyak goreng kemasan untuk keperluan strategi pengambilan sampel penelitian ini. Kemasan, biaya, dimensi, warna, dan transparansi adalah karakteristik yang tercakup dalam penelitian ini. Preferensi konsumen, menurut temuan, berpusat pada kombinasi stimulus yang optimal, dengan mempertimbangkan relevansi relatif dari kualitas dan kepraktisan nilai yang dihitung. Kualitas minyak goreng kemasan yang disukai konsumen, seperti yang ditentukan oleh hasil gabungan, meliputi kapasitas 2 liter, warna kuning keemasan, kemasan plastik (isi ulang), harga di bawah Rp20.000, dan kemampuan untuk melihat produk dengan jelas. Urutan kepentingannya adalah: pertama, warna (38,527%), kedua, ukuran (19,404%), ketiga, kejernihan (17,216%), keempat, harga (13,882%), dan kelima, kemasan (10,972%).
Analisis Usaha Rumahtangga Pengolahan Kerupuk Amplang di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan (Studi Kasus Pengolahan Amplang Semut) Errik Setiawan; Nuri Dewi Yanti; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10315

Abstract

Kerupuk Amplang Semut Bakaraut merupakan salah satu usaha pengolahan kerupuk amplang yang cukup lama dan terus berkembang dan berproduksi sampai saat ini. Usaha tersebut terdapat di Desa Manurung. Dalam hal ini, seringkali produsen kerupuk amplang tidak memperhatikan bagaimana manajemen usaha yang baik agar dapat terus berkembang dan memperbanyak keuntungan industri kerupuk amplang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usaha industri rumah tangga amplang serta kelayakan usaha pada industri rumah tangga pengolahan amplang Semut Bakaraut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Industri rumah tangga pengolahan kerupuk amplang semut bakaraut mengeluarkan biaya total sebesar Rp 469.116.465/tahun dan penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 548.280.000/tahun sehinggam endapatkan keuntungan sebesar Rp 79.163.535/tahun. Industri rumah tangga pengolahan kerupuk amplang Semut Bakaraut mengalami keuntungan dengan tingkat rasio kelayakan usaha dengan nilai R/C >1 yaitu sebesar 1,17 yang artinya industri rumahtangga tersebut dapat dikatakan layak dan diusahakan.
Analisis Usahatani Pembibitan Kelapa Sawit (Studi Kasus Pada CV Hervi Transseed di Desa Padang Panjang Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar) Widya Wulan Ramadhani; Sadik Ikhsan; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10320

Abstract

Kelapa sawit merupakan tanaman yang bernilai ekonomis tinggi dikarenakan sebagai salah satu produsen minyak nabati. Permintaan ekspor yang terus meningkat setiap tahun untuk kelapa sawit telah menyebabkan peningkatan produksi dan luas areal perkebunan kelapa sawit. Seiring meningkatnya luas pertanaman kelapa sawit di Kalimantan Selatan, maka usaha pembibitan memiliki peluang cukup besar dalam memenuhi permintaan bibit kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik budidaya pembibitan kelapa sawit, besarnya biaya, penerimaan, keuntungan serta Break Even Point (BEP) pada usaha pembibitan kelapa sawit CV Hervi Transseed. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Padang Panjang dan menggunakan metode studi kasus. Pada hasil penelitian teknik budidaya pembibitan kelapa sawit yang didapatkan adalah tahapan persiapan areal pembibitan, tahapan pembibitan awal (Pre Nursery ) dan tahapan pembibitan utama (Main Nursery). Biaya total yang dikeluarkan CV Hervi Transseed selama tahun 2022 sebesar Rp982.488.352. Total Penerimaan (Total Revenue) yang diperoleh sebesar Rp1.260.000.000. Keuntungan yang dihasilkan CV Hervi Transseed sebesar Rp277.511.648. Break Even Point atas dasar unit diperoleh pada usaha CV Hervi Transseed adalah 20.457 unit. Break Even Point dalam satuan rupiah sebesar Rp716.210.494.
Analisis Kelayakan dan Risiko Produksi pada Usahatani Cabai Besar di Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong Witty Oktavia; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i3.15906

Abstract

Kabupaten Tabalong merupakan salah satu sentra produksi cabai besar di Kalimantan Selatan, di mana Kecamatan Tanta menunjukkan fluktuasi produksi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan dan risiko produksi usahatani cabai besar di kecamatan tersebut. Metode yang digunakan adalah survei dengan sampel 40 petani dari populasi 165 orang, dipilih secara simple random sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung, dilengkapi data sekunder dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya total usahatani adalah Rp14.219.018 (setara Rp28.018.832 per hektar), dengan penerimaan rata-rata Rp22.045.500 (Rp43.439.409 per hektar), sehingga menghasilkan keuntungan Rp7.826.482 per musim tanam. Nilai Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) sebesar 1,55 mengindikasikan kelayakan usahatani, dimana setiap biaya Rp1 yang dikeluarkan menghasilkan penerimaan Rp1,55. Analisis risiko produksi yang diukur dengan koefisien variasi menghasilkan nilai 0,30, lebih rendah dari ambang batas 0,50, yang menunjukkan bahwa risiko produksi usahatani cabai besar di wilayah ini tergolong rendah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa usahatani cabai besar di Kecamatan Tanta layak secara finansial dan memiliki tingkat risiko produksi yang rendah.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PRODUK MINUMAN “HOFI” PADA KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) RAKAT SEPAKAT DESA TERATAU KECAMATAN JARO KABUPATEN TABALONG Muhammad Dafa Surya Kemala; Mira Yulianti; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12259

Abstract

Di Kabupaten Tabalong, terdapat salah satu Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang berhasil meningkatkan kesejahteraan petani adalah KUBE Rakat Sepakat yang mengolah produk inovasi dengan merk dagang “HOFI”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, keuntungan,kelayakan usaha dan titik impas atau Break Even Point (BEP) dari KUBE Rakat Sepakat. Penelitian dilakukan di Desa Teratau, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong yang dimulai dari bulan April hingga Juni 2023. Periode pengambilan dan perhitungan data dilakukan pada bulan Mei 2023 yaitu selama 1 (satu) bulan produksi. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah biaya total yang dikeluarkan oleh KUBE Rakat Sepakat untuk memproduksi produk “HOFI” pada bulan Mei 2023 sebesar Rp40.826.291 dengan rincian jumlah biaya tetap Rp4.813.291 dan biaya variabel Rp36.013.000. Total penerimaan sebesar Rp80.620.000 dengan keuntungan Rp39.793.709 dan nilai kelayakan usaha 1,97. Berdasarkan perbandingan antara nilai penerimaan setiap produk dengan perhitungan titik impas atau Break Even Point dapat diketahui bahwa semua produk memiliki nilai penerimaan lebih besar dibandingkan nilai BEP sehingga dapat dikatakan bahwa semua produk “HOFI” yang diproduksi oleh KUBE Rakat Sepakat pada bulan Mei 2023 memperoleh keuntungan dan usaha layak untuk dijalankan.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI SELEDRI DI KELURAHAN LANDASAN ULIN UTARA KECAMATAN LIANG ANGGANG, KOTA BANJARBARU Dwi Fitri Winda Sari; Rifiana Rifiana; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13036

Abstract

Pendapatan usahatani merupakan bentuk ukuran kinerja usahatani. Usahatani yang dipilih untuk penelitian ini yaitu usahatani seledri karena satu-satunya yang mengusahakan usahatani seledri di Kelurahan Landasan Ulin Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, pendapatan, dan keuntungan usahatani seledri serta mengevaluasi tingkat potensi pertanian di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2023 hingga April2024. Jenis data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara kepada petani dengan menggunakan kuesioner yang telah disiapkan. Data sekunder diperoleh dari literatur dan lembaga yang terkait. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode simpel random sampling, yaitu metode pengambilan sampel secara acak dari populasi sehingga setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih atau dipilih. Sampel penelitian ini diambil sebanyak 30 orang dari 108 petani seledri di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan biaya, pendapatan, dan keuntungan usahatani seledri dalam satu periode. Untuk rata-rata biaya total sebesar Rp7.703.142. Rata-rata penerimaan yang diperoleh adalah sebesar Rp15.120.000. Pendapatan rata-rata yangdiperoleh per usahatani sebesar Rp10.111.358, keuntungan rata-rata yang diperoleh adalah sebesar Rp7.416.858. Kelayakan usahatani seledri di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang dapat dilihat dari RCR. Dengan nilai RCR sebesar 1,96 diatas 1 menunjukkan adanya potensi usahatani seledri di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang. Hal inimenunjukkan bahwa usahatani seledri layak untuk dikembangkan
Analisis Usaha Roti di Desa Pasayangan Utara Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar (Studi Kasus Usaha Roti Manis Shofi) Yafie Azmira; Sadik Ikhsan; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7873

Abstract

Usaha Roti Manis Shofi merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang industri makanan dengan hasil produksi berupa roti sobek yang berada di Martapura dan usaha tersebut dirintis pada tahun 2005. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan, kelayakan usaha dan laporan keuangan laba rugi pada usaha Roti Manis Shofi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan sumber data yaitu data primer dan sekunder. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei 2022 sampai Oktober 2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini dari bulan Juli 2021 sampai Juni 2022 selama satu tahun produksi. Berdasarkan hasil penelitian biaya total yang dikeluarkan oleh usaha Roti Manis Shofi selama satu tahun dari bulan Juli 2021-Juni 2022 sebesar Rp2.672.511.150 dengan biaya tetap yang sebesar Rp83.582.750 dan biaya variabel sebesar Rp2.588.928.400. Penerimaan yang diperoleh usaha Roti Manis Shofi sebesar Rp3.293.700.000 dan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp621.188.850. Analisis kelayakan usaha Roti Manis Shofi menunjukkan bahwa RCR sebesar 1,23 yang artinya setiap pengeluaran biaya sebesar Rp1,00 maka penerimaan sebesar Rp1,23, RCR > 1 berarti usaha ini layak dijalankan. B/C Ratio sebesar 0,23 yang artinya setiap pengeluaran biaya sebesar Rp1,00 maka penerimaan sebesar Rp0,23, BCR > 0 berarti usaha ini layak dijalankan. ROI diperoleh sebesar 23%. Berdasarkan hasil analisis tersebut usaha Roti Manis Shofi menguntungkan serta layak dijalankan dan dikembangkan. Laporan laba rugi usaha Roti Manis Shofi selama satu tahun per 01 Juli 2021-31 Juni 2022 memperoleh laba bersih sebesar Rp621.188.850.
Analisis Kelayakan Usaha Keripik Pisang Lumer di Kelurahan Loktabat Utara Kecamatan Banjarbaru Utara (Studi Kasus Usaha Rumah Tangga Keripik Pisang Lumer “Bana-Nation” Dari Markas Snack) Sulis Kirana Murni; Mariani Mariani; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i4.14588

Abstract

Komoditas pisang merupakan komoditas tanaman hortikultura terbesar di Indonesia dengan 34,65% lebih banyak dibandingkan dengan komoditas lainnya. Dalam penelitian ini dipilih keripik pisang lumer yang diproduksi oleh Markas Snack. Pada umumnya, suatu usaha dirikan untuk memperoleh keuntungan besar dengan meminimalkan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis besarnya biaya, penerimaan dan keuntungan pembutan keripik pisang lumer “Bana-Nation” pada usaha rumah tangga Markas Snack. (2) Menganalisis tingkat kelayakan usaha keripik pisang lumer “Bana-Nation” pada usaha rumah tangga Markas Snack. (3) Mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam usaha keripik pisang lumer pada industri rumah tangga Markas Snack. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total yang dikeluarkan dari usaha pengolahan keripik pisang lumer “Bana-Nation” dari Markas Snack pada bulan Januari-April 2023 sebesar Rp6.904.443,50 dengan penerimaan total sebesar Rp8.624.000,00 dan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp1.719.556,50. Kelayakan pada usaha pengolahan keripik pisang lumer “Bana-Nation” dari Markas Snack pada bulan Januari-April 2023 yaitu sebesar 1,25. Hal ini menunjukan bahwa usaha pengolahan keripik pisang lumer “Bana-Nation” dari Markas Snack menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan. Permasalah yang dihadapi usaha pengolahan keripik pisang lumer “Bana-Nation” dari Markas Snack adalah kurangnya permodalan, sulitnya mencari bahan baku dan masih menggunakan alat tradisional.
ANALISIS PERILAKU ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI DALAM KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN PADA ERA DIGITALISASI DI KOTA BANJARBARU Muhammad Fariz Akbar Pahlevi; Hairi Firmansyah; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13030

Abstract

Berkembangnya akses internet dan konektivitas di Banjarbaru, BPP telah memanfaatkan teknologi digital untuk menyediakan informasi terbaru kepada petani dan pemangku kepentingan sektor pertanian. Namun, dalam pelaksanaannya masih belum diketahui apakah para anggota kelompok wanita tani mampu menyerap dan menerapkan materi penyuluhan pertanian melalui media digital tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perilaku dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku anggota KWT dalam kegiatan penyuluhan pertanian pada era digitalisasi. Metode penarikan contoh dalam penelitian ini dilakukan secara two-stage random sampling, dengan tahap pertama yaitu menggunakan metode purposive sampling dan untuk tahap kedua menggunakan metode proportionate stratified random. Metode pengumpulan ata menggunakan kuesioner. Teknik analisis untuk tujuan pertama adalah analisis desktriptif kuantitatif dan tujuan kedua adalah analisis SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan perilaku para anggota KWT berupa unsur sikap memiliki tingkat “Tinggi”(71,64%), sedangkan untuk pengetahuan dan keterampilan memiliki tingkat “Cukup Tinggi” dengan masing-masing(65,12%) dan (57,32%), serta untuk faktor yang mempengaruhi perilaku anggota KWT dalam kegiatan penyuluhan pertanian padaera digitalisasi menunjukkan bahwa: (1) Faktor internal berpengaruh positif sebesar 0,430 dan signifikan (H1 diterima) terhadap perilaku anggota KWT dalam kegiatan penyuluhan pertanian pada era digitalisasi di Kota Banjarbaru, (2) Faktor eksternal berpengaruh positif sebesar 0,455 dan signifikan (H1diterima) terhadap perilaku anggota KWT dalam kegiatan penyuluhan pertanian pada era digitalisasi di Kota Banjarbaru.