Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Temporal Variation of Growth and Condition Index of Clams (Corbicula fluminea) in The Lahumbuti River, Konawe, Southeast Sulawesi Bahtiar Bahtiar; Latifa Fekri; Muh. Ardin La Musa; Ulfi Damayanti; Muh. Fajar Purnama
Jurnal Moluska Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Masyarakat Moluska Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54115/jmi.v7i2.83

Abstract

Corbicula fluminea in the Lahumbuti River have unknown growth, condition index and meat weight ratio. This study aims to determine the temporal variation of growth and condition index of clams in the Lahumbuti River, Konawe, Southeast Sulawesi. This research was conducted in August 2021-July 2022 on the Lahumbuti River, Konawe, Southeast Sulawesi. The clams were taken by purposive random sampling using a shovel in a 1x1 m2 quadrant. Furthermore, the width of the clam and the weight of wet meat sample was measured, using a caliper (0.5 mm) and a digital scale (0.01 g) at the Laboratory of faculty of Fisheries and Marine Science, Halu Oleo University. Furthermore, the clams were dried using an oven at 60oC for 48 hours and weighed using an analytical balance (0.0001 g). Data were analyzed descriptively quantitatively using a standard formula. The results showed that the average b value was 2.15 and the coefficient of determination (R2) was 5.18. The t test showed that mussels were in a negative allometric condition. The value of b varies temporally. The lowest b value was in October (1.60) and experienced an increase and reached a peak in February (3.0) with an R2 value ranging from 83.18 to 93.24. The condition factor was at a mean value of 2.54 ± 1.08 which ranged from 1.60 ± 0.54 to 3.58 ± 1.12. The highest condition index occurred in November (3.58) and the lowest occurred in April (1.60). In general, the clam condition index was in the lean category.
Kelayakan Usaha Penangkapan Ikan Pada Alat Tangkap Pole and Line di Perairan Kabupaten Kolaka Ramlah Saleh; Hasan Eldin Adimu; Latifa Fekri
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 6 No 2 (2022): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i2.16

Abstract

Kegiatan Penangkapan ikan menggunkan Pole and line sangat banyak ditemukan diperiaran Indonesia bagian timur. Nelayan pengguna pole and line target utamanya adalah ikan cakalang tak terkecuali di perairan Kabupaen Kolaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahaui kelayakan usaha pada kegiatan penangkapan ikan berdasarkan alat tangkap Pole and line di perairan Kabupaten Kolaka. Pelaksanaan penelitian pada bulan April-Juni 2018. Informasi data diperoleh melalui 14 usaha penangkapan ikan nelyan pole and line di perairan Kolaka yang ditentukan secara purposif sampling. Data diperoleh berdasarkan hasil wawancara lapangan dengan responden, selain itu diperoleh dari instansi dinas perikanan Kabupaten Kolaka. Analisis statistik deskiriptif digunakan untuk mengetahui pendapatan hasil usaha. Analisis data memperlihatkan nilai rata-rata pendapatan unit pole and line sebesar Rp. 25.245.200/bulan, dengan tingkat efesiensi yang ditunjukkan oleh R/C = 1,24. Hasil ini menandakan bahwa kegiatan penangkapan ikan pole and line di Kabupaten Kolaka layak dilanjutkan.
Analisis Kelimpahan dan Distribusi Ukuran Udang Galah (Macrobranchium rosenbergii) di Habitat Sungai Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara Geraldy Rakasiwi; Yusnaini; Muhammad Ramli; Latifa Fekri
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 6 No 2 (2022): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i2.57

Abstract

Tingginya tingkat eksploitasi dan minimnya data tentang udang galah (Macrobranchium rosenbergii) diKabupaten Kolaka dapat berdampak pada kepunahan maupun penurunan ukuran pada spesie crustasea ini. Makadari itu penelitian ini bertujuan menganalisa karakteristik habitat M. rosenbergii, menganalisia kelimpahan dansebaran kelas ukuran dan menganalisa karakteristik habitat serta hubungannya dengan kelas ukuran dankelimpahan di sungai Baula dan sungai Merah kabupaten Kolaka. Dengan menggunakan metode pengukuranparameter fisik dan kimia perairan di dua sungai berbeda, kemudian dilakukan Pricinpal Component Analysis(PCA) dan Cluster Analysis (CA). Berdasarkan hasil, Terbentuk 4 kelompok habitat berdasarkankarakteristiknya, pada hulu sungai Baula menduduki tingkat kelimpahan tertinggi dibandingkan lokasi penelitianlain dan berdasarkan hasil analisis habitat diketahui ada 4 pembagian kelas jika dikaitkan dengan kelimpahan dan distribusikelas ukuran.
Analisis Kandungan Logam Berat Pada Air Sungai Martapura, Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2022 Nuning Irnawulan Ishak; Mahmudah; Kasman; Ermayanti Ishak; Irwan Junaidi Effendy; Latifa Fekri
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 1 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Masyarakat Daerah Aliran Sungai (DAS) mengakibatkan logam berat yang masuk ke aliran air jauh lebih tinggi dari jumlah normal melalui limbah cair dan padat dari industri dan rumah tangga. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan logam berat pada air sungai Martapura. Pengambilan sampel air sungai menggunakan alat water sampler sebanyak 4 titik menggunakan GPS (Global Positioning System). Penentuan titik lokasi berdasarkan letak hulu dan hilir sungai Martapura serta potensi sumber pencemaran. Sampel air dianalisa di Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri Banjarbaru. Data uji laboratorium dianalisis dengan membandingkan baku mutu dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Republik Indonesia. Terdapat tiga parameter logam berat yang melebihi baku mutu yaitu logam Besi (Fe) di stasiun I, II, III, IV masing-masing 1,261 mg/L, 2,096 mg/L, 0,865 mg/L, 1,998 mg/L melebihi standar kualitas yang ditetapkan yaitu 0,3 mg/L, logam Mangan (Mn) di stasiun II yaitu 0,127 mg/L melebihi standar kualitas yang ditetapkan yaitu 0,1 mg/L, dan logam Tembaga (Cu) di stasiun I, II, III, IV masing-masing 0,039 mg/L, 0,042 mg/L, 0,039 mg/L, 0,042 mg/L melebihi standar kualitas yang ditetapkan yaitu 0,02 mg/L. Pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat perlu menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah langsung ke sungai.
Kepadatan dan Preferensi Habitat Kerang Pokea (Batissa violacea var. celebensis, von Martens, 1897) di Sungai Langkumbe Sulawesi Tenggara Bahtiar; Latifa Fekri; Ermayanti Ishak
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 2 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan dan kesukaan habitat kerang di setiap sungai relatif berbeda-beda tergantung pada kualitas lingkungan, sedangkan kepadatan dan preferensi habitat kerang pokea di Sungai Langkumbe belum diketahui secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan preferensi habitat kerang pokea di Sungai Langkumbe. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 tahun dari bulan Februari 2017 sampai Januari 2018 pada tiga bagian perairan yaitu awal ditemukan kerang ke arah hulu (stasiun I) tengah (stasiun II) dan akhir kerang ditemukan ke arah muara (stasiun III). Kerang pokea diambil secara manual di perairan pada transek 1x1 m. Kepadatan kerang dianalisis menggunakan mann whitney dan preferensi habitat kerang pokea dihitung menggunakan analisis korespondes (CA) dan analisis pengelompokkan dengan bantuan paket program Xl stat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan kerang pokea di Sungai Langkumbe ditemukan tidak nyata berbeda antar stasiun penelitian dengan nilai masing-masing pada stasiun I, II, dan III yaitu: 49,9±26,75, 82,1±80,57, dan 63,3±39,11. Kepadatan tertinggi terjadi pada bulan Juli dan Agustus dengan nilai masing-masing 132±29 dan 167±132 ind/m2. Kontribusi kualitas perairan terhadap keberadaan kerang pokea di Sungai Langkumbe yaitu: TDS, suhu, kecerahan dan TOM.