Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Teras Jurnal

PENGGUNAAN EKSTRAK TEMBAKAU SEBAGAI INHIBITRO PADA BETON BERTULANG MENGGUNAKAN PASIR LAUT DAN AIR LAUT Sultan, Mufti Amir; Hi Abbas, Muhammad Yunus; Gaus, Abdul; Rakhman, Khusna Arif; Barmawi, Nurtalia
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.096 KB) | DOI: 10.29103/tj.v10i1.264

Abstract

Korosi dapat didefenisikan secara umum sebagai pengrusakan bahan oleh lingkungannya. Struktur beton bertulang akan mengalami kerusakan akibat serangan korosi, apabila tidak ditangani akan membutuhkan biaya yang relative mahal untuk memperbaikinya. Korosi pada baja tulangan harus ditangani secara khusus. Oleh sebab itu diperlukan solusi untuk mengatasi masalah ini. Pencegahan korosi bergantung pada jenis korosi yang terjadi pada material terkorosi. Salah satu metode yang terus di kaji saat ini adalah pencegahan korosi dengan menggunakan inhibitor. Dalam penelitian ini, inhibitor yang digunakan adalah inhibitor ekstrak daun tembakau dengan variasi dan konsentrasi yang telah ditentukan yakni 0%,4% dan 8%. Metode yang digunakan untuk menganalisis laju korosi yang terjadi yaitu metode Weight Loss (kehilangan berat). Pengujian dilakukan dengan cara memberikan aliran listrik terhadap benda uji dengan menggunakan voltase sebesar 5V. Pengaliran dilakukan secara bertahap dengan interval tertentu, sehingga diperoleh efeisiensi inhibisi dalam satuan persen. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh penambahan inhibitor ekstrak tembakau dengan metode weight loss pada konsentrasi 4% dan 8% mampu menurunkan rapat arus anodik dan katodik yang mengakibatkan laju korosi pada baja tulangan, Peningkatan konsentrasi inhibitor ekstrak tembakau pada masing-masing variasi campuran beton memiliki efesiensi inhibitor yang baik yakni 64,44%  dengan air pencampur air tawar dan 20% untuk air laut pada setiap konsentrasi inhibitor 8% ekstrak tembakau.  
Pengaruh Penggunaan Limbah Polyethylene Terephthalate Terhadap Campuran Aspal Concrete Binder Course Gaus, Abdul; Hakim, Raudha; Seniyasmin, Seniyasmin
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.683

Abstract

Abstrak Penggunaan plastik sebagai kemasan makanan dan minuman hingga saat ini belum tergantikan, dampaknya keberadaan limbah plastik semakin meningkat. Unsur penyusun utama plastik adalah karbon dan hydrogen hal ini identik dengan unsur penyusun utama dari aspal. Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor aspal, 50% kebutuhan aspal dalam negeri dipenuhi dengan mengimpor dari luar negeri. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah plastik dan mengurangi impor aspal adalah penggunaan limbah plastik sebagai campuran aspal beton untuk mengurangi penggunaan aspal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan limbah plastik jenis PET pada campuran aspal AC-BC. Limbah PET dibuat dalam bentuk serat yang ditambahkan dalam campuran aspal dengan komposisi 0.3% dan 0.6% yang dibanding dengan campuran aspal tanpa PET. Penambahan serat PET dalam campuran aspal menunjukkan bahwa stabilitas aspala semakin meningkat dengan bertambahnya persentase serat PET dalam campuran aspal, nilai flow menjadi lebih kecil hal ini mengindikasikan bahwa campuran aspal cenderung lebih kaku, nilai MQ juga menjadi lebih besar. Kata kunci: Aspal, plastik, limbah, marshall, PET   Abstract he use of plastic as food and beverage packaging has not been replaced until now, the impact of the existence of plastic waste is increasing. The main constituent elements of plastic are carbon and hydrogen, which are identical to the main constituent elements of asphalt. Indonesia is one of the asphalt importing countries, 50% of domestic asphalt needs are met by importing from other countries. One solution that can be done to reduce plastic waste and reduce asphalt imports is the use of plastic waste as a mixture of asphalt-concrete to reduce the use of asphalt. This study aims to analyze the effect of the use of PET type plastic waste on the AC-BC asphalt mixture. PET waste is made in the form of fiber which is added to the asphalt mixture with a composition of 0.3% and 0.6% compared to the asphalt mixture without PET. The addition of PET fibers in the asphalt mixture indicates that the asphalt stability increases with the increase in the percentage of PET fibers in the asphalt mixture, the flow value becomes smaller, this indicates that the asphalt mixture tends to be stiffer, the MQ value also becomes larger. Keywords: Asphalt, plastic, waste, marshall, PET
Efek Perkuatan Glass Fiber Reinforce Polymer Sheet Pada Balok Beton Bertulang Dengan Tulangan Korosi Sultan, Mufti Amir; AR, Ridwan; Gaus, Abdul
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.694

Abstract

Abstrak Artikel ini menyajikan tentang balok beton bertulang yang tulangannya telah korosi kemudian diberi perkuatan ekternal berupa serat glass tipe lembaran atau Glass Fiber reinforced Polymer-Sheet (GFRP-S). Pada studi ini variabel berdasarkan variasi tingkat korosi pada tulangan. Lima macam benda uji yang digunakan berbentuk balok dengan dimensi 15x20 cm panjang 160 cm. Tulangan utama yang digunakan besi f12 dan tulangan sengkang f8-100. Mutu beton digunakan 25 MPa. Balok beton bertulangan normal tanpa perkuatan sebagai balok kontrol (BN), balok beton bertulangan normal dengan perkuatan GFRP-S (BP), balok beton bertulangan korosi dengan perkuatan GFRP-S (BPK), variasi waktu pengkorosian tulangan selama 2 minggu (BPK2), 4 minggu (BPK4) dan 6 minggu (BPK6) dengan metode perendaman pada larutan asam sulfat 2,0%. Balok diperkuat GFRP-S pada daerah Tarik di bagian bawah balok. Pengujian lentur dengan twopoint load. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balok beton bertulang yang diperkuat dengan GFRP-S mempunyai kapasitas lebih besar dibandingkan dengan balok normal sebesar 12,07%. Balok beton bertulang dengan tulangan tingkat korosi lebih besar (pengkorosian 6 minggu) cenderung menurunkan kapasitas balok namun kapasitasnya masih lebih besar dari balok normal sebesar 1,38%. Kata kunci: balok beton, tulangan korosi, asam sulfat, GFRP-S  Abstract This article presents about reinforced concrete beams whose reinforcement has been corroded and then externally reinforced in the form of sheet type glass fiber or Glass Fiber Reinfroced Polymer-Sheet (GFRP-S). In this study, the variables are based on variations in the level of corrosion on the reinforcement. Five kinds of test objects used in the form of blocks with dimensions of 15x20 cm and length of 160 cm. The main reinforcement used is f12 and f8-100 stirrup reinforcement. The quality of the concrete used is 25 MPa. Normal reinforced concrete beams without reinforcement as control beams (BN), normal reinforced concrete beams with GFRP-S reinforcement (BP), corrosion reinforced concrete beams with GFRP-S reinforcement (BPK), variations in reinforcement corrosion time for 2 weeks (BPK2), 4 weeks (BPK4)and 6 weeks (BPK6) by immersion method in 2.0% sulfuric acid solution. The beam is reinforced with GFRP-S in the Tensile region at the bottom of the beam. Flexural test with two point load. The results showed that reinforced concrete beams reinforced with GFRP-S had a larger capacity than normal beams by 12.70%. Reinforced concrete beams with reinforcement with a higher corrosion rate (6 weeks corrosion) tend to reduce the capacity of the beam but its capacity is still larger than normal beams by 1.38%. Keywords: concrete beam, corrosion reinforcement, sulfuric acid, GFRP-S 
Eksperimen Laboratorium Pengaruh Hidung Pilar Jembatan Terhadap Kedalaman Gerusan Lokal Setimbang Rauf, Ichsan; Gaus, Abdul; Imran, Imran; Jaelan, Salsabila
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i2.872

Abstract

Abstrak Gerusan lokal yang terjadi disekitar pilar jembatan sangat mempengaruhi stabilitas struktur atas jembatan yang dapat menyebabkan kegagalan struktur jembatan. Salah satu modifikasi hidrolika aliran untuk mereduksi besaran gerusan lokal pada pilar jembatan dapat dilakukan dengan merubah geometri pilar jembatan. Penelitian ini difokuskan pada pengaruh hidung (nose) pada struktur pilar terhadap kedalaman gerusan lokal (scouring) setimbang yang terjadi. Eksperimen laboratorium dilakukan dengan menggunakan perangkat saluran terbuka (set circulating flume) dengan dimensi panjang 740 cm, lebar 28 cm, dan tinggi 40 cm. Asumsi aliran yang digunakan adalah aliran tetap (steady flow) dengan debit sebesar 0,0252 m3/det, sementara geometri pilar yang digunakan dalam penelitian ini berupa pilar dengan radius 1 cm; 1,5 cm; dan 2 cm. Pengukuran kedalaman gerusan dilakukan di sekitar pilar dengan interval waktu 30 menit hingga kedalaman scouring setimbang tercapai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan semakin kecil nose pilar maka semakin kecil pula scouring yang terjadi, serta nose pilar juga mampu mereduksi waktu terjadinya scouring setimbang. Kata kunci: Gerusan lokal, modifikasi hidung pilar, kedalaman gerusan setimbang   Abstract Local scour that occurs around the bridge pillars affects significantly the stability of the bridge superstructure, where it will generate the bridge structure failure. Modifications the geometry of the bridge pillars is one of the effort inorder to reduce the depth of local scouring. This research conducted the effect of geometry pllars modification, particularly on nose pillar, against the the depth of local scouring at the equilibrium state. Laboratory experiments were carried out by using an open channel device/a set circulating flume, with dimensions of 740 cm in length, 28 cm in width and 40 cm in height. The flow assumption used is a steady flow with a discharge of 0.0252 m3/s, while the pillar geometry used in this study is a oblong pillar with a radius mayor at nose are 1 cm; 1.5cm; and 2 cm. Scouring depth measurements were carried out around the pillars at intervals of 30 minutes until an equilibrium scouring depth was reached. The results of this study indicate that the smaller of nose pillar, the smaller the scouring that occurs, and the nose pillar is also able to reduce the time of equilibrium local souring. Keywords: Local scouring, nose pillar modification, depth scouring equilibrium
Co-Authors -, Mustamin Abdul Hamid Payapo Abdul Hamid Payapo Abdullah, Abdul Madjid Albanjar, Mutmaina Albar, Abdullah Ali, Ismanto Wahab Amalia, Ema Amelia, Risky Andi Arifah Pasri AR, Ridwan Aris Abdul Bachmid, Ryan Rinaldy R Barmawi, Nurtalia Chaerul Anwar Chairul Anwar Chairul Anwar Chairul Anwar Djamaluddin, Rudy Edi Susanto Farah Nur Muhammad Farika, Azmy Gilang Ramadan Kololikiye Hairil Hi. Hukum Hakim, Raudha Hernita Pasongli Hi Abbas, Muhammad Yunus Hi Bayan, Ilman Nafiyanto A Hi. Hukum, Hairil Hidayat Batubara, Muizzul Ilham Udin Imran Imran Imran Imran Imran, Imran Inggrayani Anggreni waiola Irnawaty Irnawaty, Irnawaty Irnawaty ST.,MT Ismanto Wahab Ali Ismuddin B Saifuddin Jaelan, Salsabila Jamalun Togubu Kamarullah, Suryawan Kardiman Kardiman Kardiman Kardiman Kardiman Rian Khusna Arif Rakhman, Khusna Arif Kusnadi Kusnadi Liska Novianti Liska Novianti M. Saleh, Muhammad Fauzan M. Saleh, Nur Rifqah Mardiana M Taiyeb Mardianti anti Mardianti anti, Mardianti Marsaoly, Nuramaiyasa Marsaoly, Nurmaiyasa Mohammad Ridwan Fadly Mufti Amir Sultan, Mufti Amir Muh Anshar Amrin Muh. Asrul Musyafir Muhamad Darwis Muhammad Taufiq Yuda Saputra Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nu'man, Nu'man Nur Ali Nuramaiyasa Marsaoly Nurmaiyasa M. Rahim, Mustamin Raudha Hakim Rauf, Ichsan Sabaruddin Sabaruddin S Sabaruddin Sabaruddin Saifuddin, Ismuddin B Samsul Samsul Saputra, Muhammad Taufik Yuda Seniyasmin, Seniyasmin Sultan Amir, Mufti Sultan, Thariq Alfaridzi A Sutrisno Putra Syafruddin Syafruddin Thariq Al Faridzi A Sultan Tjaronge M. W., Tjaronge M. Ummu Humaira Mubin Wahab, Iis Hamsir Ayub Wiwik Handayani Yani, Stevi Yudha Saputra, M Taufiq Yuni Damayanti Zainudin Zainudin Zamzam, Zulkifli Zulkarnain Zulkifli Zam Zam