Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebagai Sumber Energi Alat Pengering Rempah di Kampung Jamu Semarang Pramurti, Adeguna Ridlo; Muqorrobin, Mochammad; Hardito, Achmad; Rochmanto, Raditya Artha; Larasati, Pangestuningtyas Diah; Triyani, Endang; Wasito, Endro
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri jamu adalah bagian dari warisan budaya dan tradisi kesehatan masyarakat Indonesia yang terus berkembang. Bahan dasar jamu terdiri dari berbagai rempah seperti jahe, kencur, dan temulawak. Salah satu industri jamu yang ada di Semarang terletak di Kampung Jamu Wonolopo. Jamu berbahan dasar rempah diolah melalui beberapa proses untuk menghasilkan produk jamu yang berkualitas, salah satunya adalah proses pengeringan rempah. Proses pengeringan ini menggunakan alat pengering otomatis yang pengoperasiannya menggunakan energi listrik besar. Hal ini akan meningkatkan biaya operasional produksi. Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dapat digunakan sebagai solusi untuk catu daya alat pengering rempah atau empon-empon untuk meminimalisir biaya operasional dari penggunaan energi listrik. Tujuan pengabdian ini adalah merancang dan mengimplementasikan PLTS hibrida 580 Wp sebagai catu daya alat pengering empon-empon di Kampung Jamu Wonolopo, Semarang. Sistem kerja PLTS ini adalah panel surya menangkap cahaya sinar matahari di waktu siang hari dan disimpan pada baterai. Energi yang disimpan di baterai akan diubah oleh inverter hybrid dari DC ke AC yang digunakan untuk catu daya alat pengering empon-empon. Sistem kendali PLTS hibrida di pengabdian ini menggunakan programmable logic controller (PLC) dan sistem pemantauannya menggunakan supervisory control and data acquisition (SCADA). Hasil penerapan catu daya pada alat pengering empon-empon adalah PLTS hybrid mampu menghasilkan tegangan AC sebesar 232 V, tegangan DC sebesar 24,9 V, frequensi sebesar 50 Hz, arus sebesar 4 A yang mampu mencatu daya mesin pengering empon-empon yang beroperasi selama 40 menit perhari dengan rata-rata kebutuhan daya sebesar 1580 W.
Analisis Performa Sistem Pengukuran Kinerja Motor Induksi Tiga Fasa secara Real-Time Pramurti, Adeguna Ridlo
E-JOINT (Electronica and Electrical Journal Of Innovation Technology) Vol 5 No 1 (2024): E-JOINT, Juni 2024
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/e-joint.v5i1.2348

Abstract

Motor induksi tiga fasa umum diaplikasikan di industri. Strukturnya yang sederhana, konstruksinya kuat, dan tahan lama merupakan keunggulan dari motor induksi. Ketidakseimbangan tegangan dan arus dapat menyebabkan penurunan performa motor induksi. Pemantauan tegangan dan arus dibutuhkan untuk mengantisipasi masalah tersebut. Penelitian ini merancang NETMOTOR (network-enabled three-phase motor performance recorder) yang merupakan alat pemantauan tegangan dan arus. Analisis performa NETMOTOR diuji. Teknologi internet of things (IoT) digunakan pada penelitian ini. Akses dan transfer data berbasis IoT, data hasil pengukuran tegangan dan arus terekam secara real-time di web ThingSpeak. Pengujian NETMOTOR dilakukan pada pengukuran tegangan dan arus di beberapa variasi metode pengasutan motor. Hasil rata-rata pengukuran arus dibandingkan dengan clamp meter Krisbow KW0600286, terdapat selisih sebesar 4,32%. Hasil rata-rata pengukuran tegangan fasa ke netral dibandingkan dengan voltmeter Kyoritsu 1009, terdapat selisih sebesar 0,43 %. Perfoma NETMOTOR telah dapat diandalkan untuk pengujian tegangan fasa ke netral dan pengujian arus pada motor induksi tiga fasa.
Pemanfaatan Teknologi Sistem Cerdas pada Mesin Pengering Kerupuk Petis: Solusi Peningkatan Produktivitas, Keamanan Pangan, dan Daya Saing bagi UMKM di Kabupaten Kendal Pramurti, Adeguna Ridlo; Fitrianti Sugiono, Friska Ayu; Luthfia, Irin Mirrah; Nur’aini, Vivi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7213

Abstract

Proses pengeringan kerupuk petis di Kabupaten Kendal umumnya masih menggunakan metode tradisional dengan mengandalkan sinar matahari. Metode ini sangat bergantung pada kondisi cuaca, sehingga proses produksi menjadi tidak efisien, memakan waktu lama, dan rentan terhadap ketidakpastian cuaca. Akibatnya, kualitas kerupuk petis menjadi tidak konsisten dan tidak optimal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menerapkan sistem cerdas pada mesin pengering kerupuk petis. Sistem ini dirancang untuk mengontrol suhu otomatis dan presisi, terlepas dari kondisi cuaca di luar elain itu, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan aspek ekonomi mitra dengan cara memberikan pelatihan digital marketing sehingga dapat meningkatkan daya saing ekonomi mitra. Metode kegiatan berupa survei lapangan, FGD, perancangan alat, pengujian alat, penyerahan alat, pelatihan penggunaan alat, dan pelatihan digital marketing. Hasil kegiatan ini adalah alat pengering hanya membutuhkan waktu 120 menit untuk mengeringkan kerupuk, atau lebih cepat 5-6 jam dibanding cara konvensional. Kegiatan ini juga memperbarui kemasan produk dan pengadaan media sosial agar produk lebih dapat diterima dan dikenal oleh masyarakat secara luas.
Optimization and monitoring of solar power plant as a hybrid energy for tea leaf dryer based on SCADA system Syahid, Syahid; Larasati, Pangestuningtyas Diah; Pramurti, Adeguna Ridlo; Muqorrobin, Mochamad; Riyadi, Aji Hari
Jurnal Polimesin Vol 22, No 2 (2024): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v22i2.4607

Abstract

Previous research has discussed tea drying machines with energy sources from PLN. Tea drying machines with refrigerant systems require large electrical energy costs. The electrical energy produced by a tea drying machine is proportional to its performance and cost. This research designed a 400 WP solar cell (PLTS) as a power supply for drying tea leaves. PLTS was combined with a PLN electricity source. Hybrid energy from PLTS and PLN was designed to maximize the use of electrical energy used by drying tea leaves. PLC and SCADA were used to monitor input current, output voltage, and output power. PLC and SCADA can optimize load requirements. When the solar radiation received by the solar panels was not optimal, PLN was able to back up load requirements. The average voltage produced by hybrid energy was 232.4 V. Hybrid energy was able to save power usage of 108.92 W or 12.8% of the load power requirements
IMPLEMENTASI SISTEM CERDAS PADA MESIN PEMIPIH ECENG GONDOK DENGAN SUMBER DAYA PLTS Pramurti, Adeguna Ridlo; Sugiono, Friska Ayu Fitrianti; Luthfia, Irin Mirrah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.36841

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini mengimplementasi sistem cerdas pada mesin pemipih eceng gondok dengan dukungan sumber daya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk Kelompok Pengrajin Eceng Gondok Sekar Melati Handicraft. Tujuan dari pengabidan ini adalah meningkatkan efisiensi dan produktivitas proses pemipihan eceng gondok yang selama ini dilakukan secara manual. Sistem cerdas yang dikembangkan mengintegrasikan teknologi otomatisasi dan pemantauan real-time, memungkinkan pengrajin untuk mengoptimalkan penggunaan mesin dan meminimalkan kesalahan dalam proses produksi. Penggunaan energi terbarukan dari PLTS juga berkontribusi pada pengurangan biaya operasional dan dampak lingkungan. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan kecepatan dan kualitas pemipihan, serta pengurangan kebutuhan tenaga kerja manual. Selain itu, pelatihan yang diberikan kepada pengrajin mengenai teknologi ini meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka, mendukung pemberdayaan komunitas. Pengabidan ini tidak hanya menunjukkan potensi inovasi teknologi dalam industri kerajinan, tetapi juga menekankan pentingnya keberlanjutan melalui pemanfaatan energi terbarukan. Dengan demikian, sistem cerdas ini menjadi model yang dapat diterapkan oleh pengrajin lain untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan produk kerajinan tangan berbasis eceng gondok.