Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Performa Sistem Pengukuran Kinerja Motor Induksi Tiga Fasa secara Real-Time Pramurti, Adeguna Ridlo
E-JOINT (Electronica and Electrical Journal Of Innovation Technology) Vol 5 No 1 (2024): E-JOINT, Juni 2024
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/e-joint.v5i1.2348

Abstract

Motor induksi tiga fasa umum diaplikasikan di industri. Strukturnya yang sederhana, konstruksinya kuat, dan tahan lama merupakan keunggulan dari motor induksi. Ketidakseimbangan tegangan dan arus dapat menyebabkan penurunan performa motor induksi. Pemantauan tegangan dan arus dibutuhkan untuk mengantisipasi masalah tersebut. Penelitian ini merancang NETMOTOR (network-enabled three-phase motor performance recorder) yang merupakan alat pemantauan tegangan dan arus. Analisis performa NETMOTOR diuji. Teknologi internet of things (IoT) digunakan pada penelitian ini. Akses dan transfer data berbasis IoT, data hasil pengukuran tegangan dan arus terekam secara real-time di web ThingSpeak. Pengujian NETMOTOR dilakukan pada pengukuran tegangan dan arus di beberapa variasi metode pengasutan motor. Hasil rata-rata pengukuran arus dibandingkan dengan clamp meter Krisbow KW0600286, terdapat selisih sebesar 4,32%. Hasil rata-rata pengukuran tegangan fasa ke netral dibandingkan dengan voltmeter Kyoritsu 1009, terdapat selisih sebesar 0,43 %. Perfoma NETMOTOR telah dapat diandalkan untuk pengujian tegangan fasa ke netral dan pengujian arus pada motor induksi tiga fasa.
Penerapan Rancang Bangun PLTS Sistem Off-Grid Sebagai Kendali Penyiraman Otomatis Berbasis PLC Pada Perkebunan Widuri di Desa Wonokerto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang Wasono, Adi; Arvin Karuniawan, Eriko; Hardito, Achmad; Ridlo Pramurti, Adeguna; Jamaah, Akhmad; Adiwismono, Agus; Triyani, Endang; Juwarta, Juwarta; Chambali, Moch.; Setijasa, Hery; Badruzzaman, Yusnan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3145

Abstract

Kawasan Produksi Widuri yang terletak di Desa Wonokerto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang merupakan sebuah Kawasan Perkebunan yang sebagian besar peralatan penyiraman masih mengandalkan suplai daya dari PLN. Untuk menunjang kebutuhan kegiatan penyiraman tanaman, kelompok pengabdian dosen Politeknik Negeri Semarang telah membuat dan memasang sistem PLTS yang bertujuan sebagai suplai daya utama dalam penyiraman tanaman di Kawasan Produksi Widuri. Total beban 315,8 Wh disuplai menggunakan baterai sebagai sumber utama berkapasitas 200 Ah serta dengan pengisian menggunakan panel surya berkapasitas 500Wp. Pada kegiatan pengabdian ini menggunakan LVD (Low Voltage Disconnect) untuk mekanisme perpindahan suplai energi dari baterai atau PLN untuk ke beban. Hasil dari pengukuran besaran listrik dapat dipantau menggunakan PZEM-015 dan P06S-100. Energi pengisian baterai tertinggi terjadi pada rentang waktu 11.30 – 12.00 sebesar 73.98 Wh dan total rata – rata per hari mencapai 932,32 Wh. Rata – rata pengisian energi baterai sebesar 68,75 Ah atau setara dengan 34% kapasitas baterai. Dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan PLTS Off-Grid dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap energi listrik PLN serta dapat menjadi percontohan pemanfaatan energi listrik dalam rangka mendorong kemandirian energi nasional.
Pemanfaatan Teknologi Sistem Cerdas pada Mesin Pengering Kerupuk Petis: Solusi Peningkatan Produktivitas, Keamanan Pangan, dan Daya Saing bagi UMKM di Kabupaten Kendal Pramurti, Adeguna Ridlo; Fitrianti Sugiono, Friska Ayu; Luthfia, Irin Mirrah; Nur’aini, Vivi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7213

Abstract

Proses pengeringan kerupuk petis di Kabupaten Kendal umumnya masih menggunakan metode tradisional dengan mengandalkan sinar matahari. Metode ini sangat bergantung pada kondisi cuaca, sehingga proses produksi menjadi tidak efisien, memakan waktu lama, dan rentan terhadap ketidakpastian cuaca. Akibatnya, kualitas kerupuk petis menjadi tidak konsisten dan tidak optimal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menerapkan sistem cerdas pada mesin pengering kerupuk petis. Sistem ini dirancang untuk mengontrol suhu otomatis dan presisi, terlepas dari kondisi cuaca di luar elain itu, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan aspek ekonomi mitra dengan cara memberikan pelatihan digital marketing sehingga dapat meningkatkan daya saing ekonomi mitra. Metode kegiatan berupa survei lapangan, FGD, perancangan alat, pengujian alat, penyerahan alat, pelatihan penggunaan alat, dan pelatihan digital marketing. Hasil kegiatan ini adalah alat pengering hanya membutuhkan waktu 120 menit untuk mengeringkan kerupuk, atau lebih cepat 5-6 jam dibanding cara konvensional. Kegiatan ini juga memperbarui kemasan produk dan pengadaan media sosial agar produk lebih dapat diterima dan dikenal oleh masyarakat secara luas.
Optimization and monitoring of solar power plant as a hybrid energy for tea leaf dryer based on SCADA system Syahid, Syahid; Larasati, Pangestuningtyas Diah; Pramurti, Adeguna Ridlo; Muqorrobin, Mochamad; Riyadi, Aji Hari
Jurnal Polimesin Vol 22, No 2 (2024): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v22i2.4607

Abstract

Previous research has discussed tea drying machines with energy sources from PLN. Tea drying machines with refrigerant systems require large electrical energy costs. The electrical energy produced by a tea drying machine is proportional to its performance and cost. This research designed a 400 WP solar cell (PLTS) as a power supply for drying tea leaves. PLTS was combined with a PLN electricity source. Hybrid energy from PLTS and PLN was designed to maximize the use of electrical energy used by drying tea leaves. PLC and SCADA were used to monitor input current, output voltage, and output power. PLC and SCADA can optimize load requirements. When the solar radiation received by the solar panels was not optimal, PLN was able to back up load requirements. The average voltage produced by hybrid energy was 232.4 V. Hybrid energy was able to save power usage of 108.92 W or 12.8% of the load power requirements
Implementasi Inkubator Fermentasi Tempe Sagu Otomatis di UMKM Mugi Berkah Semarang Pramurti, Adeguna Ridlo; Muqorrobin, Mochammad; Larasati, Pangestuningtyas Diah; Syahid, Syahid; Badruzzaman, Yusnan; Karuniawan, Eriko Arvin; Vernandez, Aggie Brenda
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7485

Abstract

Tempe merupakan produk pangan asli Indonesia yang berasal dari kedelai yang difermentasi menggunakan kapang Rhizopus spp. Pada prinsipnya, proses produksi tempe memiliki kesamaan tahapan yang meliputi pencucian kedelai, perendaman, perebusan, penambahan ragi, pengemasan, dan fermentasi. Proses produksi tempe cukup sederhana, namun sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan seperti suhu dan kelembapan. UMKM Mugi Berkah merupakan mitra yang bergerak pada produksi dan penjualan keripik tempe sagu yang telah menjual hasil produksinya di berbagai wilayah di Indonesia secara offline atau pun online. Mitra memproduksi sendiri tempe sagu yang dijadikan sebagai olahan keripik tempe sagu. Permasalahan yang ditemui di mitra adalah tidak menentunya proses produksi tempe sagu yang disebabkan oleh kondisi cuaca yang tidak menentu. Kondisi tersebut membuat suhu dan kelembapan ruangan fermentasi tempe sagu tidak stabil. Waktu yang dibutuhkan mitra untuk proses fermentasi adalah 3 hari, dan lebih lama pada musim penghujan. Tujuan dilaksanakannya pengabdian ini adalah untuk mengoptimalkan dan mengefisiensi waktu fermentasi tempe sagu di lokasi mitra. Upaya yang dilakukan adalah menerapkan inkubator fermentasi tempe sagu otomatis agar fermentasi dapat dilakukan secara optimal. Metode kegiatan ini adalah tim pengabdian adalah koordinasi dengan mitra, perancangan alat berdasarkan hasil koordinasi, pengujian alat, dan penerapan alat dan sosialisasi.  Tempe sagu difermentasi pada suhu 32°C dan kelembapan 70% membutuhkan waktu 48 jam, sedangkan untuk menghasilkan kualitas tempe sagu yang serupa diperlukan waktu fermentasi konvensional selama 72 jam. Mitra UMKM Mugi Berkah Semarang memberikan apresiasi dan terima kasih atas penerapan alat ini.
IMPLEMENTASI SISTEM CERDAS PADA MESIN PEMIPIH ECENG GONDOK DENGAN SUMBER DAYA PLTS Adeguna Ridlo Pramurti; Friska Ayu Fitrianti Sugiono; Irin Mirrah Luthfia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.36841

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini mengimplementasi sistem cerdas pada mesin pemipih eceng gondok dengan dukungan sumber daya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk Kelompok Pengrajin Eceng Gondok Sekar Melati Handicraft. Tujuan dari pengabidan ini adalah meningkatkan efisiensi dan produktivitas proses pemipihan eceng gondok yang selama ini dilakukan secara manual. Sistem cerdas yang dikembangkan mengintegrasikan teknologi otomatisasi dan pemantauan real-time, memungkinkan pengrajin untuk mengoptimalkan penggunaan mesin dan meminimalkan kesalahan dalam proses produksi. Penggunaan energi terbarukan dari PLTS juga berkontribusi pada pengurangan biaya operasional dan dampak lingkungan. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan kecepatan dan kualitas pemipihan, serta pengurangan kebutuhan tenaga kerja manual. Selain itu, pelatihan yang diberikan kepada pengrajin mengenai teknologi ini meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka, mendukung pemberdayaan komunitas. Pengabidan ini tidak hanya menunjukkan potensi inovasi teknologi dalam industri kerajinan, tetapi juga menekankan pentingnya keberlanjutan melalui pemanfaatan energi terbarukan. Dengan demikian, sistem cerdas ini menjadi model yang dapat diterapkan oleh pengrajin lain untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan produk kerajinan tangan berbasis eceng gondok.
Audit Sistem Pencahayaan pada Gedung Sekolah B Politeknik Negeri Semarang Pangestuningtyas Diah Larasati; Adeguna Ridlo Pramurti; Adi Wasono; Lilik Eko Nuryanto; Septiantar Tebe Nursaputro; Muhammad Bhayu Bramantyo
Elkom: Jurnal Elektronika dan Komputer Vol. 19 No. 1 (2026): Juli : Jurnal Elektronika dan Komputer
Publisher : STEKOM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/elkom.v19i1.3817

Abstract

School Building B of Politeknik Negeri Semarang (POLINES) is an intensively used academic facility that requires a comprehensive evaluation of its lighting energy consumption. A lighting system energy audit was conducted using a quantitative descriptive method through direct measurements with a lux meter and laser meter. The results indicate that only 6 out of 41 rooms met the minimum illuminance standard of SNI 6197:2020, while 5 rooms exceeded the maximum LPD limit of 7.53 W/m², primarily due to the use of inappropriate lamp types and sizes relative to room dimensions, as well as performance degradation from aging lamps. Replacing conventional lamps with LED technology and adjusting the number of luminaires based on illuminance requirement calculations are recommended as corrective measures, which are proven to reduce LPD values below the maximum standard limit while improving visual comfort for building occupants.
Design of an automatic common water hyacinth flattening machine with an off-grid solar energy system Adeguna Ridlo Pramurti; Mochammad Muqorrobin; Pangestuningtyas Diah Larasati; Syahid Syahid; Friska Ayu Fitrianti Sugiono
Jurnal Polimesin Vol 23, No 6 (2025): December
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v23i6.6086

Abstract

Transforming common water hyacinths into handicrafts is a viable business opportunity in several regions across Indonesia. One of the crucial processing stages in producing these handicrafts is flattening, which reduces the plant material to approximately 0.2 mm in thickness to ensure optimal weaving quality. The objective of this research is to design an automatic water hyacinth harvesting machine that uses an off-grid solar power plant as its primary energy source. The automation system on this machine uses a Programmable Logic Controller (PLC) as the control system and Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) as the interface and monitoring system. The designed water hyacinth flattening machine increases production capacity to 834 grams in 15 minutes. The size of flattened water hyacinths was 0.2 mm, following the flattening roller setting. The machine's average power consumption is 249 W, which the solar power plant system can supply for approximately 1.5 hours.
IMPLEMENTASI MESIN PENGOLAH SLURRY MENGGUNAKAN ENERGI BIOMASSA KAPASITAS 30 KG UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PUPUK KOMPOS BAGI BUMP PT LUMPANG SEMAR SEJAHTERA Friska Ayu Fitrianti; Adeguna Ridlo Pramurti; Ahmad Mamba'udin; irin Mirrah Luthfia; Bagus Yunianto Wibowo
Jurnal Hilirisasi Technology kepada Masyarakat (SITECHMAS) Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 April 2026
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/sitechmas.v7i1.7062

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan limbah slurry dari aktivitas peternakan yang berpotensi mencemari lingkungan. Slurry memiliki kandungan unsur hara yang bermanfaat, namun pemanfaatannya masih terbatas karena belum tersedianya teknologi pengolahan yang praktis dan efisien. Solusi yang ditawarkan adalah implementasi mesin pengolah slurry berbasis energi biomassa dengan kapasitas 30 kg. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi teknologi pengolahan slurry, penyerahan bantuan mesin pengolah slurry, serta pendampingan pelatihan pengoperasian dan perawatan kepada kelompok mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mesin mampu beroperasi optimal serta menghasilkan ±25 kg pupuk organik per siklus. Selain itu, peserta pelatihan dapat mengoperasikan mesin secara mandiri setelah mengikuti dua kali praktik langsung. Implementasi teknologi ini tidak hanya menekan potensi pencemaran akibat pembuangan slurry langsung ke lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui produksi pupuk organik serta mendorong kemandirian energi masyarakat.
PENGARUH GAS TERLARUT DALAM AIR INJEKSI TERHADAP LAJU KOROSI PADA FASILITAS PERMUKAAN DI INDUSTRI PERMINYAKAN Dahrul Effendi; Adeguna Ridlo Pramurti
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 53 No 2 (2019)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.53.2.357

Abstract

Sebelum air injeksi digunakan untuk keperluan water fl ooding, terlebih dahulu diuji kualitasnya untuk mengetahui kandungan unsur lain di dalamnya. Faktor yang memegang peranan penting dalam penentuan kualitas air injeksi salah satunya adalah faktor laju korosi. Parameter yang mempengaruhi laju korosi antara lain pH dan kandungan gas terlarut (DO, H2S, CO2) di dalam air injeksi. Hasil penelitian ini memperlihatkan ketiga perconto air (air injeksi IW-1, IW-2, dan air formasi FW) mempunyai nilai pH > 7 dan bersifat basa. Penentuan nilai laju korosi berdasarkan metode elektrokimia menggunakan alat Potentiostat. Hasil analisis dari ketiga perconto memperlihatkan air injeksi dan air formasi bersifat korosif.