Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Kontribusi Usaha Perahu Lampu Terhadap Pendapatan Keluarga di Kelurahan Makawidey Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Rambebuoch, Arvi M.; Aling, Djuwita R.R.; Andaki, Jardie A.; Durand, Swenekhe S.; Suhaeni, Siti; Manoppo, Victoria E.N.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.55335

Abstract

Abstract Based on the background above, the research objectives are: 1) to find out how much income the boat business makes in Makawidey Village, Aertembaga District, Bitung City, and 2) find out how much income the light boat business makes to family income in Makawidey Village, Aertembaga District, Bitung City. Based on the research results, it can be concluded: 1) public light boat fishermen with elementary school education, family dependents of 2 – 3 people. The business is carried out by investing in boats, engines, generators and lighting. Boat business income uses a profit sharing system of 70% for purse seine and 30% for light boat fishermen; and 2) the contribution of lamp boat business income to family income is 87,08%. This means that working as a lamp boat fisherman is the main job, but income from outside the lamp boat business also influences family income in meeting needs.  Key words: contribution; light boat business; Makawidey   Abstrak Tujuan dalam penelitian ini, yaitu: 1) mengetahui berapa besar hasil pendapatan usaha perahu di Kelurahan Makawidey Kecamatain Aertembaga Kota Bitung, dan 2) mengetahui berapa besar kontribusi pendapatan usaha perahu lampu terhadap pendapatan keluarga di Kelurahan Makawidey Kecamatan Aertembaga Kota Bitung. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) nelayan perahu lampu, umumnya berpendidikan SD, tanggungan keluarga 2 – 3 orang. Usaha dilakukan dengan investasi pada perahu, mesin, genset, dan lampu penerang. Penghasilan usaha perahu menggunakan sistem bagi hasil keuntungan 70% untuk soma pajeko dan 30% untuk nelayan perahu lampu; dan 2) kontribusi pendapatan usaha perahu lampu terhadap pendapatan keluarga yaitu sebesar 87,08%., hal ini berarti pekerjaan sebagai nelayan perahu lampu merupakan pekerjaan utama. Kata kunci: kontribusi; usaha perahu lampu; Makawidey
Analisis Margin Saluran Pemasaran Hasil Tangkapan Nelayan Soma Pajeko di Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara Sambouw, Kevin R.; Sondakh, Srie J.; Suhaeni, Siti; Pangemanan, Jeannette F.; Rantung, Steelma V.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.56148

Abstract

Abstract Tumbak Village is one of the coastal villages in Pusomaen District, Southeast Minahasa Regency. Most of the people of Tumbak Village work as fishermen, one of the fishing gear used by fishermen in Tumbak Village is Soma pajeko which is the term for purse seine. The objectives of the study were (1) to find out the number of marketing channels for the catches of soma pajeko fishermen in Tumbak Village, (2) to find out the marketing margin for the catches of soma pajeko fishermen in Tumbak Village. The basic method that will be used in this study is a survey. The population in this study are fishermen who own soma pajeko in Tumbak Village and the traders who market them. Data collection used Snowball Sampling with a sample size of 13 people. The data collected consisted of primary data and secondary data. Data collection was carried out through observation, documentation and interviews guided by a questionnaire. The data obtained were analyzed descriptively qualitatively and quantitatively Based on the results of the study, it is known that the marketing channels for the catches of Soma Pajeko fishermen in Tumbak Village are only two marketing channels, namely: from fishermen to intermediary traders to retailers and finally to consumers; from fishermen to retailers directly to consumers. The results of the margin analysis carried out on the two marketing channels for fish caught by Soma Pajeko fishermen in Tumbak Village showed that the marketing margin on both marketing channels was the same, namely IDR 10,000 or 47.62%. The length of the marketing channel for fish caught by fishermen in Tumbak Village does not affect the level of income of fishermen, but it greatly affects the profits of traders. The shorter the marketing channel, the more profitable it is for retailers, but the margin or price difference received by fishermen and paid by consumers remains the same, namely IDR 10,000.  Keywords: marketing; marketing system; Tumbak Village   Abstrak Desa Tumbak merupakan salah satu desapesisir yang ada di Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Masyarakat Desa Tumbak sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai nelayan,salah satu alat tangkap yang digunakan nelayan Desa Tumbak adalah Soma pajeko yang merupakan istilah pukat cincin atau purse seine. Tujuan penelitian adalah (1) Mengetahui banyaknya rantai saluran pemasaran hasil tangkapan nelayan soma pajeko yang ada di Desa Tumbak, (2) Mengetahui Margin pemasaran hasil tangkapan nelayan soma pajeko yang ada di Desa Tumbak. Metode dasar yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Popolasi dalam penelian ini adalah nelayan pemilik soma pajeko di Desa Tumbak dan para pedagang yang memasarkannya. Pengambilan data menggunakan Snowball Sampling dengan jumah sampel 13 orang. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa saluran pemasaran hasil tangkapan nelayan Soma Pajeko di Desa Tumbak hanya ada dua saluran pemasaran yaitu: dari nelayan ke pedagang perantara ke pedagang pengecer terakhir ke konsumen; dari nelayan ke   pedagang pengecer   langsung ke   konsumen. Hasil analisis margin yang dilakukan pada kedua saluran pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan soma pajeko di Desa Tumbak diketahui bahwa margin pemasaran pada kedua saluran pemasaran itu sama yaitu Rp10.000 atau 47,62%. Panjang pendeknya saluran pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan di Desa Tumbak tidak mempengaruhi tingkat pendapatan nelayan, namun sangat berpengaruh terhadap keuntungan para pedagang. Semakin pendek saluran pemasaran semakin menguntungkan bagi pedagang pengecer, namun margin atau beda harga yang diterima nelayan dengan yang dibayarkan konsumen tetap sama yaitu Rp10.000. Kata kunci: pemasaran; sistem pemasaran; Desa Tumbak
Kontribusi Usaha ”Dive Into Lembeh” terhadap Pendapatan Masyarakat di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Heriyanto, Marcella F.P.; Suhaeni, Siti; Andaki, Jardie A.; Durand, Swenekhe S.; Rantung, Steelma V.; Dien, Christian R.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57427

Abstract

Abstract Dive Into Lembeh Resort is one of the resorts in Kasawari Village, Aertembaga District, Bitung City. The distance from the center of Manado City is around 2 hours. Kasawari Village is known for its potential marine beauty as a tourist object and attraction. Located in a coastal area, Kasawari Village has great potential for developing tourism businesses. Tourism businesses such as resorts, lodging, water sports (diving) can be found in Kasawari Village. This resort is located on the edge of the beach making it a special attraction for visitors who will stay here. The beauty of the beach, diving spots and various other facilities can be enjoyed by visitors at this resort. The existence of this resort provides job opportunities for the surrounding community. Employees are dominated by the Kasawari Village community. This is what interests researchers to find out whether Dive Into Lembeh Resort can contribute to both labor absorption and community income. The purpose of this study is to determine the contribution of Dive Into Lembeh Resort to labor absorption and to find out how much it contributes to community income. The basic research method used is a survey. The data collected are primary data and secondary data. Primary data is taken from respondents, namely employees of Dive Into Lembeh Resort who are members of the Kasawari Village community and secondary data is generally in the form of evidence, records or historical reports that have been compiled in the Dive Into Lembeh Resort archives. Primary data collection is carried out by observation, interviews and filling out questionnaires. Based on the results of the study, it can be seen that the contribution of Dive Into Lembeh Resort to workforce absorption is 48%, meaning that 48% of the workforce working at Dive Into Lembeh Resort comes from the Kasawari Village community. Contribution to total community income is 84.4%, meaning that 84.4% of the total respondent income comes from Dive Into Lembeh Resort, the remaining 15.6% comes from outside Dive Into Lembeh Resort. Keywords: absorption; workforce; income; contribution; resort Abstrak Dive Into Lembeh Resort merupakan salah satu resort yang ada di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung. Jarak tempuh dari pusat Kota Manado berkisar 2 jam. Kelurahan Kasawari dikenal karena potensi keindahan bahari sebagai objek dan daya tarik wisata. Terletak di daerah pesisir, membuat Kelurahan Kasawari memiliki potensi yang besar untuk pengembangan usaha pariwisata. Usaha wisata seperti resort, penginapan, olaraga air (diving) bisa dijumpai di Kelurahan Kasawari. Resort ini terletak di pinggiran pantai menjadikan daya tarik tersendiri untuk pengunjung yang akan menginap di tempat ini. Keindahan pantai, diving spot dan berbagai fasilitas lainnya bisa dinikmati oleh pengunjung di resort ini. Keberadaaan resort ini memberikan peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Pegawai didominasi oleh masyarakat Kelurahan Kasawari. Hal inilah yang menarik minat peneliti untuk mengetahui apakah Dive Into Lembeh Resort dapat memberikan kontribusi baik terhadap penyerapatan tenaga kerja ataupun pendapatan masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kontribusi Dive Into Lembeh Resort terhadap penyerapan tenaga kerja dan mengetahui berapa besar kontribusi terhadap pendapatan masyarakat. Metode dasar penelitan yang digunakan adalah survei. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diambil dari responden yaitu karyawan Dive Into Lembeh Resort yang merupakan masyarakat Kelurahan Kasawari dan data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip Dive Into Lembeh Resort. Pengumpulan data primer dilakukan dengan observasi, wawancara dan pengisian kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kontribusi Dive Into Lembeh Resort terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 48%, artinya 48% tenaga kerja yang bekerja di Dive Into Lembeh Resort berasal dari masyarakat Kelurahan Kasawari. Kontribusi terhadap total pendapatan masyarakat sebesar 84,4%, atinya bahwa 84,4% dari total pendapatan responden berasal dari Dive Into Lembeh Resort, sisanya yang 15,6% berasal dari luar Dive Into Lembeh Resort. Kata Kunci: penyerapan; tenaga kerja; pendapatan; kontribusi; resort
Persepsi Masyarakat Kelurahan Kasawari terhadap Usaha Ekowisata Dive Into Lembeh Resort di Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Kolompoy, Debora E.; Andaki, Jardie A.; Suhaeni, Siti; Longdong, Florence V.; Aling, Djuwita R.R.; Sondakh, Srie J.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.57701

Abstract

Abstract North Sulawesi has great tourism potential in Indonesia. This potential is also a door to business in various fields, including accommodation. The existence of lodging such as resorts can be found in various tourist destinations. One of them is in Bitung City, precisely in Kasawari Village, Aertembaga District, namely Dive Into Lembeh Resort. Travel time from Manado City Center (Zero Point) to Kasawari Village is around 1 hour 10 minutes. Kasawari Village is known for having the potential for marine beauty as an object and tourist attraction. The views or perceptions of the surrounding community regarding the existence of Dive Into Lembeh Resort are very diverse and different. All of this depends on how the community recognizes, remembers, marks everything they see, hear, and feel about Dive Into Lembeh Resort. The population in this study were people who live around the resort and heads of families who know about the existence of Dive Into Lembeh Resort. The purpose of this study was to determine the public's perception of Dive Into Lembeh Resort. This research method is a survey method. The number of samples taken was 32 people, using the sampling method. Sampling using the purposive sampling method. The data collected were primary data and secondary data. Primary data is data collected directly by researchers, which is done by observation and interviews guided by a questionnaire. Secondary data is data collected through a second party, in the form of evidence, notes or reports obtained from the Kasawari Village office and Dive Into Lembeh Resort Data analysis to determine the perception of fishermen using the Likert scale. Based on the results of the Likert scale analysis carried out to determine the perception of the Kasawari Village community towards the Dive Into Lembeh resort which was assessed based on 10 dimensions, the result was 3.68 or rounded up to 3.7 which means that the community has a good perception of Dive Into Lembeh Resort. There are even several question indicators that have a very good perception or very agree and very positive from the community. Keywords: Perception, Dive Into Lembeh Resort, Kasawari Abstrak Sulawesi Utara memiliki potensi wisata yang besar di Indonesia. Potensi ini juga menjadi pintu usaha di berbagai bidang, termasuk bidang akomodasi. Adanya penginapan seperti resort dapat di jumpai di berbagai destinasi wisata. Salah satunya yang berada di Kota Bitung, tepatnya di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga yaitu Dive Into Lembeh Resort. Waktu tempuh dari pusat kota Manado (Zero Point) sampai ke Kelurahan Kasawari sekitar 1 jam 10 menit. Kelurahan Kasawari dikenal karena mempunyai potensi keindahan bahari sebagai objek dan daya tarik wisatawan. Pandangan atau persepsi masyarakat sekitar terhadap adanya Dive Into Lembeh Resort sangatlah bermacam-macam dan berbeda-beda. Semua ini tergantung dari cara masyarakat mengenal, mengingat, menandai segala sesuatu yang dia lihat, dengar, dan rasakan terhadap Dive Into Lembeh Resort. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berdomisili sekitar resort dan kepala keluarga yang mengetahui keberadaan Dive Into Lembeh resort. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap Dive Into Lembeh resort. Metode penelitian ini adalah metode survey. Jumlah sample yang di ambil sebanyak 32 orang, dengan menggunakan metode sampling. Pengambilan sample menggunakan metode purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti, yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuisioner. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan melalui pihak kedua, berupa bukti, catatan atau laporan yang diperoleh dari kantor Kelurahan Kasawari dan Dive Into Lembeh Resort Analisis data untuk mengetahui persepsi nelayan menggunakan skala Likert. Berdasarkan hasil analisis skala Likert yang dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat Kelurahan Kasawari terhadap resort Dive Into Lembeh yang dinilai berdasarkan 10 dimensi diperoleh hasil 3,68 atau dibulatkan menjadi 3,7 yang berarti bahwa masyarakat mempunyai persepsi yang baik terhadap Dive Into Lembeh Resort. Bahkan ada beberapa indikator pertanyaan yang mempunyai persepsi yang sangat baik atau sangat setuju dan sangat positif dari masyarakat. Kata kunci: Persepsi, Dive Into Lembeh Resort, Kasawari
Kontribusi Nelayan Perempuan terhadap Pendapatan Keluarga di Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Kokodju, Alia M.; Rantung, Steelma V.; Suhaeni, Siti; Sondakh, Srie J.; Pangemanan, Jeannette F.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.57702

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the income of female fishermen and family income and to determine how much contribution female fishermen make to family income in Tandurusa Village. The method used in this study was the survey method. The population in this study were female fishermen who were married in Tandurusa Village. There were 18 female fishermen in Tandurusa Village. The data collection method used in this study used the census method, namely taking all elements of the population as respondents. The data collected in this study were primary data and secondary data. Primary data in this study were collected by means of observation and direct interviews with respondents guided by a questionnaire. Secondary data were obtained by quoting from existing data at the Tandurusa Village Office or from previous studies. Based on this study, it can be concluded that: The income of female fishermen in Tandurusa Village is IDR 34,144,400 per year, which comes from female fishermen pulling soma dampar of IDR 25,944,400 and from other jobs of IDR 8,200,000 per year. The family income of female fishermen in Tandurusa Village is IDR 67,564,400 per year, which comes from the respondent's income of IDR 34,144,400 and from the husband of IDR 16,711,100 and the child's income of IDR 16,708,900. The contribution of the income of female fishermen in Tandurusa Village to family income is 50.54%, which means that more than half of the family income is the contribution of female fishermen in meeting the needs of their families  Keywords: contribution; female fishermen; family income; Tandurusa   Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendapatan nelayan perempuan dan pendapatan keluarga serta mengetahui seberapa besar kontribusi nelayan perempuan terhadap pendapatan keluarga di Kelurahan Tandurusa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan perempuan yang sudah berkeluargaa di Kelurahan Tandurusa. Nelayan perempuan di Kelurahan Tandurusa berjumlah 18 orang. Metode pengambilan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode sensus, yaitu mengambil seluruh elemen populasi dijadikan responden. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan responden yang dipandu dengan kuesioner. Data sekunder di peroleh dengan cara mengutip dari data yang sudah ada pada Kantor Kelurahan Tandurusa ataupun dari penelitian-penelitian yang terdahulu. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Pendapatan Nelayan Perempuan di Kelurahan Tandurusa adalah Rp34.144.400 per tahun, yang bersumber sebagai nelayan perempuan penarik soma dampar sebesar Rp25.944.400 dan dari pekerjaan lain sebesar Rp8.200.000 per tahun. Pendapatan keluarga Nelayan Perempuan di Kelurahan Tandurusa adalah Rp67.564.400 per tahun, yang bersumber dari pendapatan responden sebesar Rp34.144.400 dan dari suami sebesar Rp16.711.100 serta pendapatan anak sebesar Rp16.708.900. Kontribusi pendapatan Nelayan Perempuan di Kelurahan Tandurusa terhadap pendapatan keluarga, 50,54%, yang berarti bahwa lebih dari separuh pendapatan keluarga adalah sumbangan nelayan perempuan dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya Kata kunci: kontribusi; nelayan perempuan; pendapatan keluarga; Tandurusa
Analisis Kelayakan Usaha Perahu Lampu di Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Imanuella, Evanda; Aling, Djuwita R.R.; Suhaeni, Siti; Andaki, Jardie A.; Manoppo, Victoria E.N.; Rantung, Steelma V.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.57703

Abstract

Abstract The lamp boat business in Tandurusa Village is a business that helps fishing businesses to collect fish in the sea before they are caught. This lamp boat business cannot stand alone because it must cooperate with other businesses, namely fishing businesses. The task of the lamp boat is to find a group of fish and then collect them with the light of the lamp on the boat, when the fish have been collected, the lamp boat tells the person who has a fishing business to catch the group of fish that have been collected. This is one of the businesses run by some of the fishing communities in Tandurusa Village. This is what attracted the attention of researchers to examine the feasibility of the lamp boat business in Tandurusa Village. The basic method used in this study is the survey method. The population in this study were all fishermen who own lamp boat businesses in Tandurusa Village, totaling 6 fishermen. The data collection method used was the census method, namely data collection if all elements of the population were investigated one by one. The data collected in this study were primary data and secondary data. Primary data in this study were collected by means of observation and direct interviews with respondents, namely lamp boat business owners in Tandurusa Village. Secondary data was obtained by taking existing data from the Tandurusa Village Office or from previous studies. Based on the results of the analysis carried out, it can be concluded that the results of the analysis of the feasibility test of the lamp boat business in Tandurusa Village obtained a net profit per year of Rp171,857,500; Operating profit of Rp188,120,000; the profit rate value is positive, namely 172.79%; The profitability is 215.82%; BCR value> 1, namely 2.73 sales results of Rp271,320,000 and catch results of 14,280 kg above the BEP sales (BEP Sales Rp25,742,753) and BEP units (BEP Unit 1,354 kg). Based on all the feasibility tests that have been carried out, it can be concluded that the lamp boat business in Tandurusa Village is feasible to run based on several of the above criteria. Keywords: feasibility; lamp boat; Tandurusa Abstrak Usaha perahu lampu yang ada di Kelurahan Tandurusa merupakan suatu usaha yang membantu usaha penangkapan ikan untuk mengumpulkan ikan di laut sebelum ditangkap. Usaha perahu lampu ini tidak bisa berdiri sendiri karena harus bekerja sama dengan usaha lain yaitu usaha penangkapan ikan. Tugas perahu lampu adalah mencari sekumpulan ikan kemudian mengumpulkannya dengan cahaya lampu yang ada di perahu, ketika ikan sudah terkumpul maka perahu lampu memberitahu orang yang punya usaha penangkapan ikan untuk menangkap sekumpulan ikan yang sudah terkumpul. Inilah salah satu usaha yang dijalankan oleh sebagian masyarakat nelayan di Kelurahan Tandurusa. Hal inilah yang menarik perhatian peneliti untuk meneliti kelayakan dari usaha perahu lampu di Kelurahan Tandurusa. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah semua nelayan pemilik usaha perahu lampu di Kelurahan Tandurusa yang berjumlah 6 orang nelayan. Metode pengambilan data yang dilakukan menggunakan metode sensus, yaitu pengambilan data apabila seluruh elemen populasi diselidiki satu per satu. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan responden yaitu pemilik usaha perahu lampu di Kelurahan Tandurusa. Data sekunder di peroleh dengan cara di ambil dari data yang sudah ada pada Kantor Kelurahan Tandurusa ataupun dari penelitian-penelitian yang terdahulu. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil analisis uji kelayakan usaha perahu lampu di Kelurahan Tandurusa diperoleh keuntungan bersih per tahun adalah sebesar Rp171.857.500; Operating profit sebesar Rp188.120.000; nilai profit ratenya positif yaitu 172,79%; Rentabilitasnya yaitu 215,82%; nilai BCR > 1 yaitu 2,73 hasil penjualan Rp271.320.000 dan hasil tangkapan sebesar 14.280 kg diatas BEP penjualan (BEP Penjualan Rp25.742.753) maupun BEP satuan (BEP Satuan 1.354 kg). Berdasarkan seluruh uji kelayakan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa usaha perahu lampu di Kelurahan Tandurusa ini layak dijalankan berdasarkan beberapa kriteria diatas. Kata kunci: kelayakan; perahu lampu; Tandurusa
Economic Value of Tourism in Bunaken Island based on Travel Cost Method Lalenoh, Anna Maria; Pratasik, Silverter B.; Rembet, Unstain N. W. J.; Suhaeni, Siti; Moningkey, Ruddy D.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 1 (2021): ISSUE JANUARY - JUNE 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.1.2021.32466

Abstract

The objective of the study was to obtain the economic value of tourism in Bunaken Island. It employed Travel Cost Method (TCM), the expenses spent by the visitors from their house to Bunaken Island and during their stay on the island. Questioneers were used as a data collection tool. There were 100 respodents selected using accidental sampling and purposssive sampling. Data analysis applied travel costs of the visitors to Bunaken Island. Results revealed that total economic value based on the total travel costs of IDR. 147.875.000 with an average of IDR. 1.478.750/pers. was IDR. 257.262.425.875. This value is expected to be able to give significant contribution to the social-economic development to Bunaken Island communities, Manado, North Sulawesi.Keywords:  Tourism; expense; economic contribution; community. AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mendapatkan nilai ekonomi wisata di Pulau Bunaken. Penelitian ini menggunakan Travel Cost Method (TCM), yaitu biaya yang dikeluarkan oleh pengunjung dari tempat tinggal dan selama berada di Pulau Buanken. Kuesioner digunakan sebagai alat pengumpul. Data 100 orang responden yang dipilih menggunakan accidental sampling dan purpossive sampling. Pengolahan data menggunakan biaya perjalanan responden ke Pulau Bunaken. Hasil menujukkan bahwa total nilai ekonomi berdasarkan total biaya perjalanan sebesar Rp. 147.875.000 dengan rata-rata biaya perjalanan sebesar Rp. 1.478.750/orang, sehingga total nilai ekonomi Pulau Bunaken adalah sebesar Rp. 257.262.425.875. Nilai ini diharapkan akan memberikan efek yang signifikan bagi pertumbuhan sosial ekonomi khususnya masyarakat Pulau Bunaken, masyarakat Kota Manado dan provinsi Sulawesi Utara.Kata kunci: Pariwisata; biaya; kontribusi ekonomi; masyarakat.
Pengembangan UMKM Keripik Pangsit Sentul Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Suhaeni, Siti; Purnamasari, Lise
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2023): Desember
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/almujtamae.v3i3.6341

Abstract

Wilayah Kelurahan Pamoyanan merupakan kawasan permukiman penduduk yang cukup padat, dengan perkembangan masyarakat yang cepat. Hal ini dapat terlihat dengan mobilitas penduduk yang cukup tinggi, banyaknya pembangunan fisik dan non fisik. Segala aspek perkembangan tersebut berdampak juga pada perekonomian masyarakat Kelurahan Pamoyanan secara mikro. Khususnya para pelaku UMKM yang tidak mampu berkembang tanpa bantuan masyarakat sekitar. Menindaklanjuti kondisi tersebut, maka perlu perhatian lebih kepada masyarakat khususnya pelaku UMKM dalam pendampingan usaha yang harus dijalankan dan bentuk bantuan seperti kegiatan pelatihan, pembelajaran dan pengembangan potensi individu yang dimiliki. Karena pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan tersendiri dibidang usaha, namun permasalahan lain adalah pemahaman mengenai cara dan strategi untuk mengembangkan potensi tersebut tidak diperhatikan dan dikembangkan dengan baik. Setelah diadakannya program pengembangan UMKM Keripik Pangsit Sentul ini, pelaku UMKM sedikit demi sedikit memahami bahwa pemasaran secara online itu sangatlah penting dan dapat mengaplikasikan media sosial untuk pemasaran yang lebih luas  serta selalu memiliki ide untuk membuat inovasi produk.
ANALYSIS OF LIVING STAGES OF TRADITIONAL FISHERMEN IN BELANG DISTRICT SOUTHEAST MINAHASA Laside, Iftitah Khairunnisa; Suhaeni, Siti; Luasunaung, Alfret
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 5 No. 3 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The purposive of this study, namely to find out how much and what are the sources of income for traditional fishermen's families in Belang District, and the expenses of traditional fishermen's families in Belang District. The Method used in this research is a survey method. The populations in this study are traditional fishermen in Belang District. The sampling method is using a quataed Multi-Stages Purposive Sampling, with the number of sample villages being 15 villages and the sample fishermen taken are fishermen with fishing rods and nets as much as 10% of the total population in each sample village. The data analysis used is descriptive qualitative and quantitative analysis. The standard of living of traditional fishing families is analyzed using the Engel index. Based on the results of the analysis, it is known that the income of traditional fishermen's families in Belang District comes from their main job as fishermen, side jobs outside the field of fisheries. The total incomes of traditional fishermen's families in Belang District on average for one year is Rp.53.394.000. There are two types of expenditures for traditional fishermen's families in Belang District, namely expenditures for food and expenditures for non-food such as clothing, housing, health, education, electricity, transportation and others. The total average expenditure for one year is Rp. 53.394.000, which is divided into expenditures for food needs of Rp. 32.284.500 and expenditures for non-food needs, which are Rp. 21.109.500. The results of the analysis of the Engel index are 60.46%, used to meet food needs only. The proportion for food, which is 39.54%. This is indicates that the standard of living of traditional fishermen in Belang District is still relatively low because more than half of their income is only sufficient to meet food needs.
Analysis of the Empowerment Level of Smoked Fish Processors Tandipang (Dussumieria acuta) Sondakh, Srie J.; Suhaeni, Siti; Rantung, Steelma
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.60676

Abstract

The method used in this study is the case study method. Data were collected from two sources, namely primary data and secondary data. The population in this study consists of smoked Tandipang fish processors in Tumpaan Subdistrict. Data collection was done using the census method, where the entire population was selected as respondents, with 14 smoked Tandipang fish processors chosen as the sample. The data collected include primary and secondary data. Primary data was gathered through observations and interviews guided by a questionnaire, while the data obtained were analyzed using both quantitative and qualitative descriptive analysis. Family welfare was measured based on objective and subjective welfare. The analysis concluded that the average annual income of smoked Tandipang fish processors in Tumpaan Subdistrict is IDR 88,168,000, earned from working as fish processors and side jobs. The fishermen’s family expenditures consist of food and non-food expenses, with 85.68% of their total income spent solely on food. The empowerment level of traditional fishermen in Belang Subdistrict is still considered low from both economic and non-economic aspects. Economically, more than 50% of fishermen’s income is used to meet food needs only. From all non-economic aspects, the community of smoked Tandipang fish processors in the Tumpaan Subdistrict is also still categorized as lacking empowerment. Keywords: Hygienic, industry, sanitation, fiber. Abstrak Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Data yang dikumpulkan melalui dua sumber yaitu data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah pengolah ikan Tandipang asap yang ada di Kecamatan Tumpaan. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode sensus, yaitu seluruh populasi akan diambil sebagai responden dan dipilih sebanyak 14 responden pengolah ikan tandipang asap. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data primer dengan observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner, sedangkan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Kesejahteraan keluarga diukur berdasarkan kesejahteraan objektif dan kesejahteraan subjektif. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa rata-rata pendapatan keluarga pengolah ikan Tandipang asap yang ada di Kecamatan Tumpaan per tahun adalah Rp.88.168.000 yang diperoleh dari bekerja sebagai pengolah ikan dan pekerjaan sampingan. Pengeluaran keluarga nelayan terdiri dari pengeluaran untuk pangan dan non pangan, 85,68% dari total pendapatan nelayan hanya untuk memenuhi kebutuhan makanan saja. Tingkat keberdayaan nelayan tradisional di Kecamatan Belang masih termasuk rendah dilihat dari aspek ekonomi maupun non ekonomi. Secara ekonomi karena sebagian besar atau lebih dari 50% pendapatan nelayan hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan saja. Dilihat dari semua aspek non ekonomi masyarakat pengolah ikan Tandipang asap yang ada di Kecamatan Tumpaan juga masih dikategorikan kurang berdaya Kata kunci: Higienis, industri, sanitasi, serat.