Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Gambaran Respon Emosional Mahasiswa DIII Keperawatan Dalam Menghadapi Praktek Klinik Di Rumah Sakit Dimasa New Normal Febrianti, Dwinara
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i2.1917

Abstract

Latar Belakang : New normal adalah perubahan perilaku agar tetap menjalankan aktivitas normal, tapi disertai dengan beberapa protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19. Pandemik covid ini sangat besar pengaruhnya untuk segala bidang terutama di bidang kesehatan, termasuk berdampak juga pada mahasiswa keperawatan. Metode pembelajaran yang digunakan secara normal adalah kuliah tahap muka, penugasan, seminar, laboratorium, dan klinik. Pembelajaran praktik klinik atau Lapangan adalah kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan di wahana praktik. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap beberapa mahasiswa tingkat I, terdapat beberapa mahasiswa  yang mengatakan merasa khawatir dalam menghadapi praktek klinik, walaupun sudah  memasuki masa new normal, karena mereka sebagai mahasiswa tingkat 1 yang baru akan pertama kali praktek dan masih  belum  punya pengalaman sebelumnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran  respon mental emosional mahasiswa Tingkat I  DIII Keperawatan Dalam Menghadapi Praktek Di Rumah Sakit di masa new normal.  Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dilakukan pada bulan Mei s.d Juli 2022, dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang. Kuisioner yang digunakan adalah Self Reporting Questionnaire (SRQ) 20. Analisis penelitian  ini menggunakan uji central tendensi dan distribusi frekuensi. Hasil: hasil analisis menunjukan responden yang terlibat dalam penelitian ini lebih banyak berusia 21,48 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan gambaran respon emosional responden dalam penelitian ini mayoritas terindikasi ada masalah kesehatan jiwa sebanyak 18  mahasiswa  (54,5 %). Kesimpulan: gambaran respon emosional responden pada mahasiswa tingkat 1 DIII keperawatan yang akan menghadapi praktik klinik di RS pada masa new normal mayoritas terindikasi ada masalah kesehatan jiwa. Kata Kunci : mahasiswa, new normal, respon emosional
Analysis of the Relationship Between Resilience and Stress Levels Among University Employees Febrianti, Dwinara; Lia Fitriyanti; Sri Suryati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2889

Abstract

Stres di tempat kerja merupakan salah satu masalah yang banyak dihadapi oleh karyawan, termasuk di sektor pendidikan. Sedangkan Resiliensi, yang didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk bangkit kembali dan beradaptasi dalam menghadapi situasi stres atau krisis, telah diidentifikasi sebagai faktor penting dalam mengelola stres kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Resiliensi Terhadap Tingkat Stress Kerja Pada Karyawan Universitas Mohammad Husni Thamrin. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian yaitu karyawan Universitas Mohammad Husni Thamrin, sebanyak 104 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan responden yang terlibat mayoritas berumur 46-55 tahun sebanyak 38 orang (36,5%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 67 orang (64,4%), berasal dari Fakultas Kesehatan sebanyak 51 orang (49%), mayoritas dari luar program studi sebanyak 32 orang (30,8%) dan sebagai karyawan tetap sebesar 84 orang (80,8%), memiliki resiliensi tinggi sebesar 60 orang (57,7%), tingkat stress nya berada ada rentang normal sebesar 61 orang (58,7%). Hasil Analisis menunjukan dengan korelasi Spearman Rank, diperoleh nilai koefisien korelasi (ρ) sebesar –0,243 dengan nilai signifikansi p = 0,013 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara resiliensi dengan tingkat stres karyawan.Arah hubungan negatif berarti bahwa semakin tinggi resiliensi yang dimiliki karyawan, maka semakin rendah tingkat stres yang dialaminya, dengan nilai ρ = –0,243, kekuatan hubungan termasuk dalam kategori lemah. Rekomendasi perlunya edukasi untuk pencegahan dampak lebih lanjut dari tingkat stress karyawan.
The Relationship Between Anxiety Levels and Premenstrual Syndrome (PMS) Among Female Adolescents at Mulia Karya Husada Health Vocational School: Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Premenstrual Syndrome (Pms) Pada Remaja Puteri Di Smk Kesehatan Mulia Karya Husada Febrianti, Dwinara; Lia Fitriyanti; Nuhan, Helena Golang
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2939

Abstract

Adolescence is an important phase in the physical, psychological, and social development of individuals. Female adolescents experience significant hormonal changes, particularly related to the menstrual cycle, which often causes both physical and psychological discomfort. One of the common problems faced is Premenstrual Syndrome (PMS), which is characterized by various physical and psychological symptoms such as mood swings, anxiety, depression, fatigue, breast tenderness, bloating, and changes in sleep patterns that affect different aspects of life. Anxiety experienced by adolescents during PMS is often overlooked, yet it can significantly affect their quality of life if there is no effective intervention to reduce its negative impacts. The aim of this study is to determine the relationship between anxiety levels and Premenstrual Syndrome (PMS) among female adolescents at Mulia Karya Husada Health Vocational School. This study employed a cross-sectional design. The research sample consisted of 153 female adolescents at Mulia Karya Husada Health Vocational School. Data were collected using questionnaires. The results showed that the majority of respondents experienced mild anxiety (141 students, 92%) and the majority did not experience Premenstrual Syndrome (130 students, 85%). The analysis using the chi-square test revealed a significant relationship between anxiety levels and the occurrence of Premenstrual Syndrome (PMS) with a p-value = 0.00; p < 0.05. The Prevalence Ratio (PR) was 1.6 (95% CI: 1.0–2.6), indicating that respondents with severe anxiety had a 1.6 times higher risk of experiencing PMS compared to those with mild anxiety. The study recommends the need for educational efforts to prevent the further impact of anxiety levels among female adolescents during PMS.