Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : TEKNO

EVALUASI KINERJA OPERASIONAL PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BITUNG Takaendengan, Julio; Pandey, Sisca V.; Rompis, Semuel Y.R.
TEKNO Vol 17, No 73 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara maritim dengan luas wilayah perairan lebih dari 3,5 juta km2. Pembangunan pelabuhan perikanan yang baik dapat menggali potensi sumber daya perikanan laut dan memicu perkembangan perekonomian nasional maupun lokal. Dengan semakin meningkatnya jumlah produksi dalam sektor perikanan perlu adanya pelayanan transportasi laut yang baik. Untuk menilai sejauh mana optimalnya kinerja operasional pelabuhan maka mengevaluasi kualitas kinerja operasional pelabuhan sesuai Standart Kinerja Operasional Pelabuhan yang berlaku sebagai salah satu upaya dalam peningkatan pelayanan transportasi laut di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung. Pengukuran pencapaian pelabuhan ini menggunakan metode perhitungan sesuai Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut nomor HK103/2/2/DJPL-17 tentang Pedoman Perhitungan Kinerja Pelayanan Operasional Pelabuhan tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Waiting Time (WT) 0,25 jam, Postpone Time (PT) tidak ada, Approach Time (AT) 1 jam, Berthing Time (BT) 128 jam, Berth Working Time (BWT) 12 jam, Effective Time (ET) 10 jam, Not Operation Time (NOT) 114 jam, Idle Time (IT) 2 jam, Turn Round Time (TRT) 129,25 jam, ET/BT 7,81 %, Ton/Gang/Hour 0,42, T/G/H, Ton/Ship/Hour 0.137 T/S/H, Berth Occupancy Ratio (BOR) 69,42 %, Berth Throughput (BTP) 4,67 Ton/meter2, Yard Occupancy Ratio (YOR) 8,34 %, dan Yard Throughput (YTP) 2,502 ton/m2. Hasil ini kemudian dibandingkan dengan Standar Kinerja Pelayanan Operasional Pelabuhan menurut Keputusan Dirjen Perhubungan Laut Nomor UM.002/38/18/DJPL-11 tanggal 15 Desember 2011 dan dapat disimpulkan bahwa Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung pada tahun 2018 untuk pelayanan utilisasi fasilitas sudah memenuhi Standar Kinerja Operasional Pelabuhan, sedangkan untuk indikator pelayanan kapal dan pelayanan bongkar muat dinilai masih kurang baik sehingga perlu dioptimalkan lagi tingkat efektifitas pemakaian waktu bertambat dan aktifitas bongkar muat di pelabuhan.
Evaluasi Kinerja Pelayanan Terminal Angkutan Umum di Terminal Malalayang Manado Pangalila, Wiranda Maria; Jansen, Freddy; Rompis, Semuel Y.R.
TEKNO Vol 16, No 70 (2018)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal angkutan umum Malalayang merupakan salah satu terminal tipe A yang ada di Kota Manado, dimana terminal Malalayang Manado melayani Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), Angkutan Kota (ANGKOT), dan Angkutan Pedesaan. Pada saat ini terminal Malalayang menjadi fasilitas utama dalam hal prasarana transportasi. Baik tidaknya terminal Malalayang Manado sangat mempengaruhi kelancaran proses transportasi dan juga sangat mempengaruhi masyarakat yang menggunakan terminal. Sehingga diperlukan evaluasi kinerja pelayanan terminal angkutan umum khususnya Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), Angkutan Perintis (DAMRI). Studi ini menggunakan metode yaitu pengambilan data dengan metode survey kendaraan dilapangan selama 5 hari dimulai dari jam 06:00-18:00. Untuk analisis menggunakan metode Antrian, menghitung Time Headway Masuk, dan Time Headway Keluar, dan mengevaluasi terminal tipe A Malalayang berdasarkan standar terminal terminal tipe A. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh tingkat kedatangan angkutan pada jam-jam sibuk dan jumlah kedatangan angkutan paling tinggi terjadi pada pagi hari jam 07:00-08:00 dan siang hari pada jam 12:00-13:00, dan sore hari pada jam 15:00-18:00. Berdasarkan hasil survey selama 5 hari, Time Headway masuk terendah terjadi pada pagi hari, sedangkan Time Headway keluar terendah terjadi pada sore hari, dan mengevaluasi terminal Malalayang berdasarkan Standar Terminal tipe A, diketahui bahwa Terminal Malalayang Manado untuk fasilitas utama telah memenuhi standar dan untuk fasilitas penunjang terdapat 4 fasilitas yang tidak dimiliki terminal ini, berdasarkan peraturan Direktorat Jendaral Perhubungan Darat. Diperoleh hasil luas lahan di Terminal Malalayang Manado sebesar 15.000 m2 lebih kecil dari luasan standar terminal tipe A, yaitu 3 ha atau 30.000 m2, dengan hasil ini disimpulkan bahwa Terminal Malalayang Manado belum memenuhi syarat sebagai terminal tipe A baik dari segi fasilitas maupun berdasarkan luasan standar terminal tipe A.
Karakteristik Pelaku Perjalanan Dalam Memilih Rute – Studi Kasus : Jl. Manado - Airmadidi Masinambow, Christmas E. L.; Rompis, Semuel Y. R.; Sendow, Theo K.
TEKNO Vol 16, No 69 (2018): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidaktentuan perilaku pelaku perjalanan dalam memilih rute mempunyai banyak variasi yang perlu dipertimbangkan, faktor utama ketidaktentuan adalah persepsi pengguna jalan terhadap pemilihan rute perjalanan.. Pemerintah Republik Indonesia telah memutuskan untuk membangun jalan tol Manado Bitung yang sekarang ini dalam proses pembangunan, dan disebelah utara jalan nasional Manado Bitung telah dibangun jalan yang diberi nama jalan Sukarno, dengan adanya tiga rute jalan yang akan ditempuh dari Manado-Airmadidi tentunya para pelaku perjalanan dapat memilih rute perjalanannya. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik serta variabel yang mempengaruhi pelaku perjalanan dalam memilih rute dari Manado ke Airmadidi atau sebaliknya. Penelitian ini dilakukan pada 200 responden. Karakteristik repondennya 50% responden berumur 21-25 tahun, 55% responden berjenis kelamin perempuan dan 45% responden berjenis kelamin laki-laki, 36% responden berpenghasilan Rp.2.500.000,- sampai Rp.5.000.000,-, 40% responden pekerjaannya adalah PNS/TNI/POLRI. Berdasarkan hasil pengujian dengan analisis data regresi multinomial logistik kategori jalan nasional, variabel waktu tempuh yang ditujukan pada logit 1 berpengaruh siginifikan terhadap keputusan pemilihan rute jalan sukarno dibanding jalan nasional dengan p-value 0.003≤0.005, dan pada logit 2 variabel waktu tempuh berpengaruh siginifikan terhadap keputusan pemilihan rute jalan tol Manado Bitung dibanding jalan nasional dengan p-value 0.001≤0.005 kemudian variabel kemacetan yang ditunjukan pada logit 1 berpengaruh siginifikan terhadap keputusan pemilihan rute jalan sukarno dibanding jalan nasional dengan p-value 0.00≤0.005, dan pada logit 2 variabel kemacetan berpengaruh siginifikan terhadap keputusan pemilihan rute jalan tol Manado Bitung dibanding jalan nasional dengan p-value 0.000≤0.005.
Analisa Tingkat Pelayanan Jalur Pejalan Kaki (Studi Kasus: Jalan Sam Ratulangi Manado Di Depan Golden Swalayan) Rembet, Brayn; Kumaat, Meike M.; Rompis, Semuel Y. R.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60250

Abstract

Jalur pedestrian di Jl. Sam Ratulangi Kota Manado depan Golden Pasar Swalayan merupakan salah tempat yang pergerakan pejalan kakinya cukup ramai, Mengakibatkan jalur pedestrian tersebut menjadi tidak nyaman bagi pejalan kaki. Penelitian bertujuan untuk menganalisis karakteristik pergerakan pejalan kaki, Menganalisis hubungan antar variable pergerakan dan kemudian menganalisis Tingkat pelayanan pejalan kaki di Jl. Sam Ratulangi Kota Manado. Menggunakan model pendekatan greenshield untuk mendapat hubungan antar variable pergerakan pejalan kaki dan dalam menganalisis tingkat pelayanan menggunakan acuan standar HCM 2000. Hasil yang didapatkan di jam puncak pada hari Sabtu, 08 Juli 2023 di jam 17.15-17.30 WITA didapatkan nilai Arus 4,235 ped/min/m untuk Pedestrian timur, Pedestrian Barat sebesar 13,800 ped/min/m, Kecepatan rata-rata ruang di Pedestrian Timur sebesar 72,261 m/min, Pedestrian Barat sebesar 79,834 m/min, Kepadatan di Pedestrian Timur sebesar 0,059 ped/m2, Pedestrian Barat sebesar 0,173 ped/m2, Ruang di Pedestrian Timur sebesar 17,062 m2/ped, Pedestrian Barat sebesar 5,785 m2/ped. Kapasitas pejalan kaki sebesar 4,235 ped/min/m untuk Pedestrian timur dan 13,800 ped/min/m untuk Pedestrian barat sehingga untuk Tingkat Pelayanan Pejalan Kaki di Jl. Sam Ratulangi Kota Manado termasuk dalam kategori “A” dimana pejalan kaki bergerak bebas dalam ruang pejalan kaki yang dinginkan dan Kecepatan untuk berjalan bebas untuk dipilih. Kata kunci: jalur pedestrian, karakteristik pejalan kaki, tingkat pelayanan
Analisis Ketersediaan Parking Stand Pada Apron Di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado Suwetja, Milka K. R. A.; Rompis, Semuel Y. R.; Kumaat, Meike M.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60583

Abstract

Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado merupakan bandar udara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura Indonesia. Berlokasi di Kota Manado, bandar udara ini menjadi bandar udara terbesar di Provinsi Sulawasi Utara. Seiring berjalannya waktu, bandar udara dengan kode penerbangan IATA: MDC, ICAO: WAMM ini mengalami peningkatan jumlah penumpang yang secara langsung menyebabkan peningkatan pada pergerakan pesawat. Peningkatan yang terjadi dapat mengakibatkan traffic pada wilayah pergerakan di bandar udara dan dapat menyebabkan On Time Performance (OTP) tidak maksimal. Fasilitas bandar udara yang beroperasi di sisi darat (landside) maupun sisi udara (airside) harus menunjukkan kinerja yang baik untuk menunjang kegiatan operasional penerbangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan peninjauan terhadap fasilitas tersebut untuk menjaga keselarasan antara kesediaan fasilitas operasional di bandar udara dengan peningkatan pergerakan pesawat yang terjadi. Penelitian ini berfokus untuk menganalisis parking stand pada apron. Memperkirakan ketersediaan parkingstand di masa mendatang dengan menganalisa jumlah pergerakan pesawat pada jam puncak, jumlah parking stand dan kapasitas apron. Penelitian ini menggunakan data tahun 2020-2023, yang diperoleh dari PT Angkasa Pura Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kapasitas apron yang direncanakan pada tahun 2028 dan 2033 masih mampu menunjukkan kinerja yang baik. Kata kunci: bandar udara, apron, parking stand, pergerakan pesawat
Analisis Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kinerja Lalu Lintas Pada Jalan Satu Arah (Studi Kasus: Jalan Walanda Maramis) Pabuang, Ryan P.; Rompis, Semuel Y. R.; Lefrandt, Lucia I. R.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60790

Abstract

Pesatnya perkembangan kota Manado menyebabkan bertambahnya kebutuhan akan ruang lalu lintas yang ada di kota Manado. Kemacetan lalu-lintas ruas jalan Walanda Maramis dapat diakibatkan oleh salah satu faktor yaitu Hambatan Samping. Hambatan samping memberikan dampak negatif terhadap kinerja lalu lintas dari aktivitas samping segmen jalan, seperti pejalan kaki/penyeberang jalan, kendaraan masuk dan keluar sisi jalan, dan kendaraan bergerak lambat. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan evaluasi kinerja pada jalan Walanda Maramis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja lalu lintas pada ruas jalan Walanda Maramis, menganalisis seberapa besar pengaruh hambatan samping terhadap kinerja arus lalu lintas di jalan Walanda Maramis dan menganalisis kinerja ruas jalan pada keadaan kondisi eksisting dan skenario tanpa hambatan samping. Analisa data dilakukan dengan menggunakan metode PKJI 2023 dan menggunakan pemodelan Greenshields, Greenberg dan Underwood. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari yaitu pada hari Senin tanggal 7 Oktober 2024, hari Rabu, 9 Oktober 2024, dan pada hari Sabtu tanggal 12 Oktober 2025. Berdasarkan survei yang dilakukan didapat data volume lalu lintas, data hambatan samping, data kecepatan dan data geometrik. Hasil analisis kinerja ruas jalan ditinjau dari kapasitas dan derajat kejenuhan pada kondisi eksisting diperoleh kapasitas ruas jalan Walanda Maramis di setiap segmen, untuk segmen 1 adalah 3500,64 skr/jam, pada segmen 2 adalah 3078,972 skr/jam dan pada segmen 3 yaitu 3526,3 skr/jam. Sedangkan untuk derajat kejenuhan sebesar 0.50. Kapasitas terhadap hambatan samping pada ruas jalan Sam Ratulangi adalah sebesar 85% yang artinya mengalami penurunan 15% dari kapasitas sebenarnya. Penurunan kinerja ini mengakibatkan kemacetan pada jalan Walanda Maramis, terlebih pada saat jam arus lalu lintas tinggi. Kata kunci: Jalan Walanda Maramis, hambatan samping, PKJI 2023
Analisis Kinerja Persimpangan Tak Bersinyal Di Persimpangan Jalan TNI – Jalan Tikala Ares – Jalan Daan Mogot – Jalan Pomorow, Kota Manado Selang, Maharanny P. I.; Rompis, Semuel Y. R.; Lefrandt, Lucia I. R.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60802

Abstract

Persimpangan tak bersinyal adalah simpang tanpa sinyal lalu lintas yang sering menyebabkan konflik antar kendaraan. Persimpangan memiliki peran penting dalam mengatur arus lalu lintas, namun simpang Jalan TNI – Jalan Tikala Ares – Jalan Daan Mogot – Jalan Pomorow, Kota Manado, kerap mengalami kemacetan pada jam sibuk. Kemacetan ini disebabkan oleh lokasi strategis, fenomena gelombang kejut, dan permasalahan geometrik jalan. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi kinerja simpang ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan kinerja simpang tak bersinyal serta dampak gelombang kejut dengan simulasi SUMO. Analisis dilakukan menggunakan metode PKJI 2023 dan pemodelan SUMO melalui simulasi. Pengambilan data dilakukan selama tiga hari: 1, 2, dan 5 Oktober 2024. Data puncak malam (18.00–19.00 WITA) pada 5 Oktober digunakan karena memiliki volume tertinggi. Hasil analisis menunjukkan volume lalu lintas 1526 skr/jam, kapasitas 2143 skr/jam, dan derajat kejenuhan 0,71 (Tingkat Pelayanan C), yang masih layak menurut PKJI 2023. Simulasi SUMO menunjukkan tundaan rata-rata 31,01 detik/kendaraan, lebih akurat dibandingkan hasil PKJI (12,16 detik/kendaraan). Gelombang kejut menyebabkan antrean 102,4 meter di Jalan Daan Mogot dan 156,9 meter di Jalan TNI. Kata kunci: persimpangan tak bersinyal, PKJI 2023, SUMO, gelombang kejut
Desain TPA Sanitary Landfill Di Kecamatan Amurang Raya Kabupaten Minahasa Selatan Sulawesi Utara Rumeen, Claudia C. I.; Riogilang, Herawaty; Rompis, Semuel Y. R.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.61049

Abstract

Masalah pembuangan sampah merupakan salah satu isu utama bagi setiap kota di Indonesia. Kecamatan Amurang Raya sudah memiliki TPA dengan pengolahan sampah menggunakan metode open dumping dan sampah yang dihasilkan masyarakat tidak dikelola sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Sehubungan dengan itu untuk memperkecil pencemaran maka diadakan pengembangan TPA dengan menggunakan metode sanitary landfill. Mendapatkan suatu desain TPA sanitary landfill menggunakan data timbulan sampah, data penduduk kecamatan Amurang Raya 10 tahun terakhir, luas daerah, pelayanan sampah. Dengan hasil perhitungan kebutuhan lahan TPA 73,0 ha untuk 20 tahun kedepan dengan jumlah penduduk 74.430 jiwa dengan rata-rata pertumbuhan penduduk 1.3164% dan luas yang dibutuhkan untuk menampung sampah yaitu 51.5 ha. Sel landfill direncanakan sebanyak 1 zona total volume sampah 20 tahun mendatang 1286,63m3 dan dilengkapi dengan sistem pengumpul gas dengan model pengumpul vertikal dan horizontal, kolam pengumpul lindi dengan jenis kolam ipal yang terdiri dari unit screen, unit equalisasi, unit ABR, unit fakultatif, unit maturase dan 3 kolam unit weatland dan memiliki bangunan-bangunan penunjang selama pengoperasian TPA. Kata kunci: TPA Amurang, Sanitary Landfill, sampah