Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : tekno

Menganalisis Akurasi Hasil Pengukuran Topografi Menggunakan Metode Bowditch Dan Metode Koordinat Polaris Pada Pemetaan Situasi Wantania, Jonathan; Lefrandt, Lucia I. R.; Rompis, Semuel Y. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67043

Abstract

Pengukuran topografi merupakan kegiatan penting dalam bidang survei dan pemetaan yang berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Tingkat ketelitian hasil pengukuran sangat mempengaruhi kualitas informasi spasial yang dihasilkan, khususnya dalam kegiatan pemetaan situasi. Oleh karena itu, diperlukan metode pengukuran yang mampu memberikan hasil yang akurat dan efisien sesuai dengan kondisi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan akurasi hasil pengukuran topografi menggunakan metode Bowditch dan metode koordinat polaris, serta menilai efisiensi penerapan kedua metode tersebut dalam pemetaan situasi. Perbandingan dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan keterbatasan masing-masing metode sehingga dapat dijadikan acuan dalam pemilihan metode pengukuran yang tepat. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado dengan menggunakan alat ukur Total Station. Metode Bowditch diterapkan pada pengukuran poligon tertutup dengan koreksi kesalahan sudut dan jarak secara proporsional, sedangkan metode koordinat polaris digunakan untuk menentukan posisi titik detail berdasarkan pengukuran sudut dan jarak dari titik referensi. Data hasil pengukuran diolah menggunakan AutoCAD Civil3D dan dianalisis tingkat akurasinya menggunakan parameter Root Mean Square Error (RMSE) berdasarkan standar ketelitian peta Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Nomor 15 Tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode menghasilkan koordinat dan elevasi yang memenuhi standar ketelitian pemetaan situasi. Metode Bowditch memberikan hasil yang lebih stabil dan akurat pada pengukuran poligon tertutup, sedangkan metode koordinat polaris lebih efisien dalam pengambilan data titik detail dengan waktu pelaksanaan yang lebih singkat. Kata kunci: pengukuran topografi, metode Bowditch, metode koordinat Polaris
Pengaruh Kepadatan Titik Kontrol Terhadap Akurasi Peta Topografi Menggunakan GNSS Geodetik Lasaru, Natalino T. J.; Lefrandt, Lucia I. R.; Rompis, Semuel Y. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67234

Abstract

Pemetaan topografi merupakan dasar penting dalam bidang teknik sipil, geodesi, dan perencanaan wilayah, khususnya untuk perancangan infrastruktur dan analisis lahan. Akurasi peta topografi sangat menentukan keberhasilan perencanaan dan pelaksanaan konstruksi, karena kesalahan pemetaan dapat berdampak pada ketidaktepatan desain, peningkatan biaya, serta risiko kegagalan struktur. Salah satu faktor yang memengaruhi akurasi peta topografi adalah kepadatan titik kontrol yang digunakan dalam proses pemetaan. Secara teoritis, titik kontrol berfungsi sebagai acuan geometris dalam pembentukan peta topografi. Kepadatan dan distribusi titik kontrol berpengaruh terhadap kualitas interpolasi elevasi dan pembentukan kontur. Evaluasi ketelitian peta dilakukan dengan membandingkan hasil pemodelan terhadap titik referensi (checkpoint) menggunakan parameter statistik seperti Root Mean Square Error (RMSE), mengacu pada standar ketelitian peta yang ditetapkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei GNSS Geodetik dengan pendekatan Real Time Kinematic (RTK) pada lahan Agriculture & Landscape di Wusa, Kota Manado. Tiga skenario kepadatan titik kontrol diterapkan, yaitu 1 titik per 1 hektar, 1 titik per 2,5 hektar, dan 1 titik per 5 hektar. Data pengukuran diolah menggunakan perangkat lunak pemetaan untuk menghasilkan peta topografi pada setiap skenario, kemudian dilakukan uji akurasi menggunakan perhitungan RMSE planimetris dan vertikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan titik kontrol yang lebih tinggi menghasilkan nilai RMSE yang lebih kecil dan kualitas peta topografi yang lebih baik. Skenario dengan kepadatan 1 titik per 1 hektar memberikan tingkat akurasi tertinggi dan memenuhi standar ketelitian peta skala besar sesuai ketentuan BIG. Penelitian ini merekomendasikan pemilihan kepadatan titik kontrol yang sesuai dengan kebutuhan skala peta untuk memperoleh hasil pemetaan yang akurat dan efisien. Kata kunci: peta topografi, kepadatan titik kontrol, GNSS Geodetik