Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TANGGUNG JAWAB LANGSUNG SOSIAL DAN LINGKUNGAN PADA AIRNAV INDONESIA CABANG MATSC (MAKASSAR AIR TRAFFIC SERVICE CENTER) Iman, Asrul Nur; Kristina, Dina
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 7 No 2 (2023): Edisi Mei - Agustus 2023
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v7i2.3013

Abstract

Tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan merupakan suatu bentuk kebijakan dan kegiatan yang diselenggarakan oleh setiap organisasi atau badan usaha dalam berkontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan serta menjadi salah satu aspek berkelanjutan bisnis Perusahaan Milik Negara. AirNav Indonesia cabang MATSC (Makassar Air Traffic Service Center) termasuk salah satu BUMN yang secara rutin mengimplementasikan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mencari informasi yang dalam mengenai implementasi Program TJSL. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa AirNav kerap kali melakukan kegiatan TJSL guna mendukung kemajuan perusahaan bersama lingkungan. AirNav Indonesia mengadakan TJSL dengan memberikan bantuan berupa perlengkapan usaha mikro bagi karyawan kontrak/ outsorcing Unit Pelayanan Navigasi Penerbangan (UPNP) Masamba, Kabupaten Luwu Utara. Pada bulan Ramadhan 1443 H, AirNav juga memberikan bantuan kepada kaum dhuafa, anak panti asuhan dan anak penghapal Al-Quran. Selain itu, dalam rangka HUT ke-10, AirNav cabang MATSC mengadakan kegiatan lomba karya tulis ilmiah untuk kalangan mahasiswa se-Sulawesi Selatan.
Pola Komunikasi Dalam Membentuk Hubungan Sehat Dalam Relasi Berpacaran Remaja Di Kota Bekasi Nabila Khairunnisa; Asrul Nur Iman
Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan Vol. 6 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/1jh3xx57

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus remaja yang terjerumus dalam kekerasan dalam berpacaran, kekerasan fisik maupun non-fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan bentuk komunikasi remaja terhadap pasangan kekasih dalam membentuk hubungan sehat (healthy relationship). Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dalam bingkai teori pertukaran sosial (social exchange theory). Dari hasil penelitian ditemukan bahwa: pertama, pola komunikasi remaja terhadap kekasih dalam membentuk healthy relationship adalah pola komunikasi primer, sekunder, dan sirkular. Kedua, bentuk komunikasi remaja terhadap kekasih yang digunakan adalah interpersonal. Ketika komunikasi interpersonal yang dibentuk baik maka akan terbentuk juga hubungan interpersonal yang baik pula. Teori Pertukaran Sosial menyatakan bahwa pendekatan pada pertukaran hubungan sosial ini seperti teori ekonomi yang didasarkan pada perbandingan pengorbanan dan keuntungan (cost and rewards). Hubungan berlanjut karena yang didapat informan adalah sebagai nilai keuntungan yang tinggi daripada pengorbanan.
Pengalaman Komunikasi Pekerja Seks Komersial di Kabupaten Bekasi : (Studi Fenomenologi Tentang Pengalaman Komunikasi PSK di Kabupaten Bekasi) Inzaghi Muharram, Muhammad; Nur Iman, Asrul
JAMBURA JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol. 2 No. 1 (2024): Jambura Ilmu Komunikasi
Publisher : Jambura Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jik.v2i1.82

Abstract

Communication Experiences of Commercial Sex Workers in Bekasi Regency (Phenomenological Study of the Communication Experiences of Commercial Sex Workers in Bekasi Regency. The aim of this research is to find out the communication experiences of someone who works as a Commercial Sex Worker, especially in the Bekasi Regency area and to find out the motives someone works as a commercial sex worker. This research uses Alfred Schutz's phenomenological theory and qualitative methods by collecting data through interviews, observation and documentation. The informants in this research are four people who work as prostitutes, consisting of two people in the Cibitung area and two. people in the Cikarang area. The result of this research is that the pleasant communication experience experienced by Commercial Sex Workers in Bekasi Regency was that they were given TIP from "customers". The unpleasant communication experience experienced by Commercial Sex Workers in Bekasi Regency is that they often receive physical violence perpetrated by "customers" who are under the influence of alcohol. The motive behind the informants in this study working as prostitutes was economic factors.
Konstruksi Identitas Sosial Fashion Remaja (Studi Kualitatif Pada Pengguna Pinterest Di Jabodetabek) Arrizky Putra Ramadhan; Asrul Nur Iman
Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/ykxn8x58

Abstract

Fashion dipengaruhi oleh perubahan sosial, politik, ekonomi, dan teknologi, menjadi sarana penting untuk diterima oleh masyarakat. Pinterest menyediakan platform bagi remaja untuk mengeksplorasi gaya pribadi dan membangun identitas sosial melalui interaksi visual. Fokus penelitian ini adalah bagaimana remaja di Jabodetabek mengonstruksi identitas sosial mereka melalui Pinterest, mengungkap aspek psikologis dan sosial yang mendasari preferensi mereka terhadap platform ini sebagai sumber referensi fashion. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, wawancara mendalam dengan 10 orang informan dan analisis konten dengan subjek remaja berusia 17-24 tahun yang aktif menggunakan Pinterest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pinterest digunakan sebagai sumber referensi utama dalam bidang fotografi, desain video, dan fashion, serta sebagai alat untuk eksplorasi identitas diri. Informan menganggap Pinterest lebih efektif dibandingkan media sosial lainnya dalam menyediakan konten berkualitas tinggi dan up-to-date. Penelitian ini menguatkan teori konstruksi identitas sosial yang dikemukakan oleh Chris Barker (2004), dimana identitas diri dibentuk melalui interaksi sosial dan penyerapan elemen budaya dari lingkungan. Pinterest terbukti menjadi platform yang efektif untuk merangsang kreativitas, mendukung eksplorasi identitas diri, dan membantu dalam berbagai pekerjaan profesional.
Analisis Resepsi Toxic Relationship Pada Remaja Perempuan Melalui Konten Tiktok Ridha Putri Ariyanti; Asrul Nur Iman
Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/8yhcq446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana remaja perempuan memahami dan menafsirkan pesan mengenai toxic relationship yang disampaikan melalui konten TikTok. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode analisis resepsi encoding-decoding dari Stuart Hall. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan lima informan perempuan berusia 20–22 tahun yang aktif menggunakan TikTok, serta tambahan berupa video TikTok yang membahas toxic relationship. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja perempuan di Kabupaten Bekasi mampu menginterpretasikan pesan mengenai toxic relationship dalam konten TikTok. Mayoritas informan menganggap pesan yang disampaikan relevan dan penting dalam meningkatkan kesadaran akan karakteristik hubungan yang sehat maupun tidak sehat. Namun, beberapa informan bersikap lebih kritis dengan menyatakan bahwa beberapa konten terlalu menyederhanakan kompleksitas hubungan. Sementara itu, sebagian informan lainnya tidak sepakat dengan isi konten karena dianggap terlalu negatif atau kurang realistis. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar edukasi dan diskusi mengenai toxic relationship lebih ditingkatkan di kalangan remaja perempuan. Selain itu, konten edukatif perlu disajikan secara seimbang dengan menyoroti ciri-ciri hubungan yang sehat. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi lebih dalam pengaruh pengalaman pribadi dan konteks sosial terhadap cara remaja memahami pesan tentang toxic relationship di TikTok.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL PELATIH SEPAK BOLA DALAM MEMOTIVASI PEMAIN DI TIM SEKOLAH SEPAK BOLA LUBANG BUAYA Iman, Asrul Nur; Mulyawan, Sonny Mulyawan
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Komunikasi (JKMS)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v12i2.7538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh pelatih Sekolah Sepak Bola Lubang Buaya dalam memotivasi pemain pada saat proses latihan. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dan subjek dari penelitian ini adalah pelatih dan pemain Sekolah Sepak Bola Lubang Buaya. Adapun objek dari penelitian ini adalah proses komunikasi interpersonal pelatih dengan pemain. Teori yang digunakan yaitu Teori Penetrasi Sosial. Teknis Analisis Data dilakukan dengan cara Pengumpulan Data, Penyajian Data, Reduksi Data, serta Penarikan Kesimpulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Triangulasi yang digunakan yaitu triangulasi sumber. Hasil dari penelitian yaitu Motivasi yang diberikan oleh pelatih dari tim U-15 Sekolah Sepak Bola Lubang Buaya berjalan dalam komunikasi interpersonal meliputi empat tahap. Pada Tahap Orientasi  yaitu tahap dimana pelatih melakukan pendekatan terhadap pemain baru dengan cara perkenalan mendasar seperti pengenalan karakter pemain. Pada Tahap Pertukaran Penjajakan Afektif yaitu tahap dimana pemain mulai berani menyampaikan permasalahan motivasi nya kepada pelatih. Pelatih juga cukup terbuka dan memberikan solusi terkait permasalahan yang dialami pemain. Pada Tahap Pertukaran Afektif  yaitu tahap dimana pada saat peregangan pasca latihan, pelatih memberikan intruksi dan evaluasi terkait hasil latihan. Pelatih mengumpulkan beberapa pemain yang terlihat gugup, lalu pelatih memberikan semangat dan motivasi kepada pemain tersebut. Pemain pun lebih terbuka dalam berkomunikasi dengan pelatih. Interaksi terjalin dengan tanpa beban dan santai. Pada Tahap Pertukaran Stabil yaitu tahap dimana keterbukaan hubungan yang terjalin antara pelatih dan pemain secara keseluruhan. Tidak terjadi ketegangan atau kecanggungan dari hubungan pelatih dan pemain. Motivasi dari pemain berasal dari motivasi ekstrinsik, karena pelatih sangat aktif dalam memberikan semangat, dorongan, dan juga dukungan kepada pemain untuk lebih berprestasi.
Literasi Museum Untuk Generasi Muda Melalui Atraksi Paspor Museum Taman Mini Indonesia Indah Yudhawasthi, Ciwuk Musiana; Iman, Asrul Nur; Atalarik, Fadli Muhammad; P. Ramos, Keith Nico; T. Openda, Jaennalene; Syauqina, Nazwa; Isnaini Kay, Diffa; Permata Dewi, Rezki Intan
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpmittc.v4i2.3400

Abstract

In the digital era, museums need creatively packaged attractions to enhance cultural literacy and increase young people’s interest in visiting. Creating targeted attractions requires collaboration between museums and various stakeholders. Such collaborative attractions can be developed through a community service program that combines literacy, gamification, and digital campaigns with a social marketing approach. This community service activity aims to promote museums within the Taman Mini Indonesia Indah (TMII) through the Jejak Langkah Sejarah: Berpetualang dengan Paspor Museum program. The implementation involves two methods. The first is a participatory approach, which directly involves the community in the entire process, from problem identification, planning, and implementation to evaluation. This participatory collaboration engages communities, academics, and cultural influencers and is designed in the form of interactive challenges at three TMII museums. The collaboration also includes pre-event activities such as promotion and coordination. The second method is research-based, integrating the results of previous museum research conducted by Komunitas Jelajah into the design of the community service program. The results show that meaningful experiences—marked by high participant enthusiasm and a positive perception of museums as enjoyable and educational spaces—can encourage repeat visits. The social marketing approach in this activity successfully creates a value exchange between cultural experiences and the engagement of young audiences.
The Little Mermaid: Equality of Race and Skin Color to Criticism of Disney Film Fans on Twitter Asrul Nur Iman; Dzakiyyah Dzikraa Paokuma; Elsa Hidayati; Silvi Ramawati
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 5 No. 6 (2024): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (Augus
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v5i6.3225

Abstract

The animated film The Little Mermaid, adapted by Walt Disney in 1989, is a heartwarming tale about a mermaid named Ariel who falls in love with a prince. Social media users, mainly young adults, have noticed that the film touches on issues related to race and ethnicity. This study utilizes a content analysis method with a qualitative approach to explore the messages of equality that Disney conveys through the film. By examining fan comments, scenes, dialogue, and various forms of media such as images and text, we tried to uncover how Disney promotes equality in The Little Mermaid. Based on findings, Disney enthusiasts expressed disappointment with the company's failure to meet their expectations, particularly about Princess Ariel's depiction of dark skin. Detractors went so far as to make disparaging remarks, suggesting that black individuals were viewed as inferior and unequal to their white counterparts. Consequently, Disney's attempt to promote messages of fairness and equality was met with controversy among its devoted fan base.