Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penghimpunan Wakaf Uang Melalui Kotak Wakaf Masjid Perspektif Fikih Wakaf (Studi Kasus Di Masjid Al-Ikhlas Dan Masjid Raya Babussalam Kota Padang Iis Suci Wahyuni; Duhriah Duhriah
Saqifah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 6, No 2 (2021): Saqifah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : Saqifah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/sqf.v6i2.226

Abstract

Latar belakang penelitian ini jika dilihat dalam penghimpunan wakaf uang ini tidak adanya kejelasan dalam pengelolaan dan tidak adanya sighat antara si wakif dan nazhir.  Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana penghimpunan wakaf uang melalui kotak wakaf masjid perspektif fikih wakaf (Studi kasus masjid Al-Ikhlas dan Masjid Raya Babussalam Pasar Baru, Kota Padang). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, pengelola (nazhir) wakaf atau wakif yang melakukan wakaf uang melalui kotak wakaf ini agar lebih memahami apa itu wakaf uang yang sesuai dengan fikih wakaf. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (Field Research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data dari fenomena yang terjadi langsung, wajar dan alamiah. Adapun hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan penghimpunan wakaf uang melalui kotak wakaf masjid di masjid Al-Ikhlas ini dengan cara menyebarkan sebanyak 30 kotak wakaf ke toko-toko dan rumah makan. Sedangkan pelaksanaan penghimpunan wakaf uang melalui kotak wakaf masjid di masjid Raya Babussalam adalah dengan meletakkan kotak wakaf di masjid itu saja tanpa ada menyebarkan ke tempat-tempat lain. Berdasarkan perspektif fikih wakaf bahwa penghimpunan wakaf uang melalui kotak wakaf masjid di masjid Al-Ikhlas dan masjid Raya Babussalam ini tidak sesuai dengan ketentuan fikih wakaf karena tidak terpenuhinya seluruh rukun dan syarat dari wakaf uang tersebut. Selain itu, karna kurangnya pengetahuan pengurus dan pengelola (nazhir) mengenai wakaf uang, sehingga praktek yang terjadi di lapangan sama halnya dengan pengelolaan infak dan sedekah.Latar belakang penelitian ini jika dilihat dalam penghimpunan wakaf uang ini tidak adanya kejelasan dalam pengelolaan dan tidak adanya sighat antara si wakif dan nazhir.  Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana penghimpunan wakaf uang melalui kotak wakaf masjid perspektif fikih wakaf (Studi kasus masjid Al-Ikhlas dan Masjid Raya Babussalam Pasar Baru, Kota Padang). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, pengelola (nazhir) wakaf atau wakif yang melakukan wakaf uang melalui kotak wakaf ini agar lebih memahami apa itu wakaf uang yang sesuai dengan fikih wakaf. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (Field Research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data dari fenomena yang terjadi langsung, wajar dan alamiah. Adapun hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan penghimpunan wakaf uang melalui kotak wakaf masjid di masjid Al-Ikhlas ini dengan cara menyebarkan sebanyak 30 kotak wakaf ke toko-toko dan rumah makan. Sedangkan pelaksanaan penghimpunan wakaf uang melalui kotak wakaf masjid di masjid Raya Babussalam adalah dengan meletakkan kotak wakaf di masjid itu saja tanpa ada menyebarkan ke tempat-tempat lain. Berdasarkan perspektif fikih wakaf bahwa penghimpunan wakaf uang melalui kotak wakaf masjid di masjid Al-Ikhlas dan masjid Raya Babussalam ini tidak sesuai dengan ketentuan fikih wakaf karena tidak terpenuhinya seluruh rukun dan syarat dari wakaf uang tersebut. Selain itu, karna kurangnya pengetahuan pengurus dan pengelola (nazhir) mengenai wakaf uang, sehingga praktek yang terjadi di lapangan sama halnya dengan pengelolaan infak dan sedekah.
Zakat Compliance among Citrus Farmers: Legal Awareness in Nagari Koto Tangah, West Pasaman Regency Elnita Elnita; Duhriah Duhriah; Fauzi Yati
Saqifah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 10, No 1 (2025): Saqifah:Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : Saqifah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/sqf.v10i1.690

Abstract

The legal awareness of the community in paying zakat, especially on citrus agricultural products, is an important aspect in supporting social welfare and economic justice. The purpose of this study is to analyze the level of legal awareness of the community in paying zakat on oranges. The study uses a qualitative approach. Primary data was obtained through interviews and secondary data was obtained from journals, books, research results and a number of literature or academic studies. The results of this study are that the background of farmers not paying zakat on oranges is. First, the community considers that zakat on oranges cannot be paid because of the large number of expenses for their living needs and the zakat that is usually paid is zakat on rice, while no community pays zakat on oranges so they are also reluctant to pay zakat on oranges because of the community's habits. Second, the legal awareness of orange farmers in Nagari Persiapan Koto Tangah is relatively low due to the lack of knowledge and understanding of the law which has an impact on the behavior of orange farmers, namely the zakat that is paid, but not in accordance with the provisions.
Economic Fiqh Analysis on Cryptocurrency as a Payment Instrument in Islam Nurul Qosimah Siregar; Nikma Sari Harahap; Anisa Tul Fitri; Hulwati Hulwati; Duhriah Duhriah
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v10i1.19105

Abstract

The use of cryptocurrencies as a payment instrument is an interesting social phenomenon to discuss. The use of cryptocurrencies as an official payment instrument is still prohibited by Bank Indonesia, but the use of cryptocurrencies continues to grow in Indonesia. BI limits the use of cryptocurrencies only as assets to be invested, not as legal tender. This research aims to analyze the law of cryptocurrency as a payment instrument from the perspective of economic fiqh. The data analysis technique in this study uses a qualitative analysis method that is descriptive-analytical. The researcher analyzed the suitability of the characteristics of cryptocurrency as a payment instrument with the principles of economic fiqh. A conceptual approach is used to explain the concept of cryptocurrency and a normative-theological approach is used to relate the concept to the provisions of Islamic law. The results of the study show that cryptocurrencies can, in principle, be recognized as objects of legal ownership (maal mutaqawwam) in Islam because they have value, can be owned and transferred. Cryptocurrencies can be used as a medium of exchange in Islam on a limited basis, if their use complies with Sharia principles: it is done transparently, free from speculation and usury, and supported by legitimate authorities and systems that guarantee clarity of value and security of transactions. This research emphasizes the importance of developing regulations that are adaptive to digital financial technology, as well as the need to emphasize transparency and avoidance of practices that are contrary to Islamic economic principles.Keywords: Cryptocurrency; Economic Fiqh; Payment Instrument.