Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Technology and Food Processing (JTFP)

PENERAPAN COLD CHAIN STORAGE PADA PEMBEKUAN FILET KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) Faizah Faizah; Ajeng Dyah Kurniawati; Anis Khairunnisa; Niluh Putu Sonia Agustini
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 3 No. 02 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v3i02.1280

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcalifet) merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, dikarenakan kadar protein dan kadar air yang tinggi mengakibatkan ikan kakap putih memerlukan penanganan khusus. Salah satu cara untuk menjaga kesegaran, mutu, dan sifat organoleptik ikan kakap putih yaitu dengan menerapkan sistem Cold Chain Storage. Cold Chain Storage merupakan metode penyimpanan dengan cara mengendalikan suhu untuk menjaga kualitas dan keamanan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan sistem cold chain storage dalam proses pembekuan filet Kakap Putih (Lates calcarifer). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi dan wawancara langsung dengan karyawan. Hasil penelitian menunjukkan setiap proses pengolahan ikan memiliki suhu di bawah 5oC. Suhu ikan pada proses penerimaan bahan baku 3,5oC, sortasi 2,7oC, penimbangan 2,1oC, penyisikan 3,0oC, pencucian 3,2oC, fillet 2,9oC, penyusunan dalam long pan 3,0 oC, pembekuan -35oC, pengemasan dan pelabelan -1,5oC, penyimpanan -21oC, dan distribusi 17,5oC. Metode pembekuan yang digunakan yaitu pembekuan cepat dengan suhu -30oC sampai -40oC. Berdasarkan hasil penelitian, suhu ikan kakap putih pada sistem Cold Chain Storage sudah memenuhi SNI01-2696.3-2006 tentang filet kakap beku yaitu suhu maksimal ikan 5oC.
PENGARUH KONSENTRASI STARTER TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI YOGHURT Kurniawati, Ajeng Dyah; Gati, Andini Rahyu; Nurjanah, Al Haya; Latifasari, Nurul
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 4 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v4i01.1432

Abstract

Yoghurt adalah produk yang diperoleh dari susu yang telah dipasteurisasi, kemudian difermentasi dengan menggunakan bakteri tertentu sampai diperoleh keasaman, bau, dan rasa yang khas, dengan atau tanpa penambahan bahan tambahan lain yang diizinkan. Proses fermentasi pada yoghurt akan mempengaruhi cita rasa dan tingkat keasaman dari yoghurt yang dihasilkan. Salah satu faktor yang menentukan tingkat keasaman pada proses fermentasi yoghurt adalah konsentrasi starter yang digunakan. Pada penelitian ini, akan dilakukan komparasi Tingkat preferensi konsumen terhadap yoghurt yang dibuat dengan konsentrasi starter 2.5% dan 5%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kesukaan panelis pada skala hedonik 1-5 (tidak suka-sangat suka) dengan atribut sensori warna, aroma, viskositas dan rasa. Hasil uji sensori menunjukkan perbedaan signifikan antara yoghurt yang dibuat dengan konsentrasi starter 2.5% dan 5%. Sementara itu, pada parameter viskositas dan warna tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara yoghurt yoghurt yang dibuat dengan konsentrasi starter 2.5% dan 5%.