Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Scaling-up Embung Tadah Hujan Untuk Irigasi Pertanian Sudianto, Sudianto; Dyah Kurniawati, Ajeng; Ni’amah, Khoirun
TEKIBA : Jurnal Teknologi dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): TEKIBA : Jurnal Teknologi dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/tekiba.v4i2.4389

Abstract

Kedungbenda Village, Purbalingga, faces agricultural irrigation problems due to dependence on erratic rainfall, especially during the dry season, exacerbated by the El Niño phenomenon. Rain-fed reservoirs are proposed as a solution to increase the availability of irrigation water. Through the rain-fed reservoir scaling-up program, the water storage capacity is significantly increased. As a result, the planting frequency, which was previously only one to two times per year, increased to three times per year, contributing to increased agricultural productivity. The total area of ​​irrigated land also increased, from three to five rice fields per reservoir to a larger area with eight active reservoirs. In addition, the impact of drought was successfully minimized so that farmers could still manage their land even during the long dry season. This program also increased farmers' awareness of the importance of sustainable water management through water management training. However, challenges still exist in terms of reservoir maintenance, especially related to sedimentation. In the future, a more intensive maintenance strategy is needed to maintain the sustainability of the reservoirs.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN MUTU PRODUK TAHU YANG BERKELANJUTAN PADA UMKM TAHU MELALUI INOVASI TEKNsOLOGI Ajeng Dyah Kurniawati; Adanti Wido Paramadini; Silvia Van Marsally
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27576

Abstract

Abstrak: Desa Kalikidang, Kecamatan Sokaraja adalah salah satu sentra produksi tahu yang ada di Kabupaten Banyumas. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh pengrajin tahu yang tergabung dalam Kelompok UMKM di Desa Kalikidang yaitu dalam proses distribusi dan pemasaran produk tahu ke konsumen seringkali ditemui terjadinya penurunan mutu berupa perubahan tekstur dan aroma pada produk tahu yang mengakibatkan produk menjadi tidak laku di pasaran. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengrajin tahu tentang cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) serta meningkatkan keterampilan pengrajin terkait penerapan proses pasteurisasi untuk meningkatkan mutu dan umur simpan pada produk tahu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertempat di Desa Kalikidang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Metode kegiatan yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain focus group discussion, ceramah dan praktik. Kegiatan ini diikuti oleh para pengrajin tahu di Desa Kalikidang sebanyak 30 orang. Hasil dari kegiatan pemberdayaan masyarakat ini diantaranya adalah; (1) peningkatan pengetahuan Masyarakat terkait cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) sebesar 45%; (2) peningkatkan kapasitas produksi sebesar 50% dan peningkatan umur simpan produk dari 2 hari menjadi 5 hari pada kondisi dingin; (3) peningkatan pendapatan Masyarakat pengrajin tahu Desa Kalikidang akibat adanya peningkatan kapasitas produksi.Abstract: Kalikidang Village, Sokaraja District, is one of the centers for tofu production in Banyumas Regency. One of the issues faced by tofu producers in Kalikidang Village is a decline in the quality of tofu products during the distribution and marketing process of tofu products to consumers. The decline in quality includes changes in the physical characteristics of the product, such as the presence of slime and a change in aroma to a sour scent, which results in the products becoming unsellable in the market. This Community Service Activity aims to improve the quality and shelf life of tofu products in Kalikidang Village through the application of steam pasteurization technology. This community service activity took place in Kalikidang Village, Sokaraja District, Banyumas Regency. The activity methods used in this activity included focus group discussions, lectures and practice. This activity was attended by 30 people in Kalikidang Village. The results of the Community Service Activity are (1) Increase in the public awareness about good manufacturing process by 45%; (2) Increase in production capacity by 50% and an extension of product shelf life from 2 days to 5 days under cold conditions; (3) an increase in the income of tofu producers in Kalikidang Village due to the increase in production capacity. 
Peningkatan stabilitas oksidatif pada minyak kedelai dalam mempertahankan kualitas minyak goreng pada penggorengan berulang Ajeng Dyah Kurniawati; Nurul Latifasari; Dias Feby Budiarly; Fitranaya Arlian; Akmel Lu’lu

Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/tp.v15i1.4728

Abstract

Frying is a food processing process that is important due to flavor formation in food product. An oxidation reaction shall occur during frying, which may affect the quality and stability of cooking oil. Synthetic antioxidants that exceed this limit can be harmful to health, so in order to enhance the stability of frying oil it is necessary to use of natural antioxidant like phenolic compounds from cardamom essential oil. Thus, this research aims to study the effect of cardamom essential oil addition to the frying oil to enhance its oxidative stability during repeated frying process. This study begins with the characterization of antioxidant activity of cardamom oil including total phenolic content, total flavonoid content, and free radical scavenging ability (IC50). The research was continued by heating soybean frying oil to which various concentration antioxidants have been added, such as 5%, 10%, and 15% for 1 and 3 cycles frying process and the quality of frying oil at before and after processing was analyzed, which includes acid number and peroxide value. The results showed that the total content of phenolic compound levels in cardamom oil was 56.32 ± 2.04 mg GAE/gram; total flavonoids were 40.10 ± 11.66 mg QE/gram; and the IC50 value was 501.37 ppm. The addition of cardamom oil as a natural antioxidant with concentrations of 5%, 10%, and 15% can significantly increase the oxidative stability of soybean oil. The highest increase in the oxidative stability of soybean oil was obtained from the addition of cardamom essential oil at a concentration of 15%.
KOMBUCHA DAN SIFAT FUNGSIONALNYA: STUDI PUSTAKA Faizah; Anis Khairunnisa; Nurul Latifasari; Ajeng Dyah Kurniawati
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 9 No. 5 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/42pr8595

Abstract

Kombucha adalah minum fermentasi yang dibuat dengan bahan dasar teh dan gula. Beberapa tahun terakhir,  kombucha mengalami peningkatan popularitas yang signifikan. Selain itu, kombucha diketahui memiliki sifat fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan seperti kandungan probiotik dan senyawa antioksidan yang tinggi  seperti vitamin C, polifenol, dan senyawa glukoronat. Berdasarkan sifat fungsional yang terkandung pada kombucha tersebut maka artikel ini bertujuan untuk mengekplorasi sifat fungsional kombucha dan manfaatnya  pada kesehatan manusia. Proses pembuatan kombucha melibatkan berbagai jenis teh seperti teh hitam, hijau,  oolong, dan teh herbal lainnya yang memengaruhi komposisi mikroba, kandungan bioaktif, serta sifat  fungsionalnya. SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast) digunakan sebagai starter untuk fermentasi kombucha, menghasilkan lapisan selulosa dan meningkatkan aktivitas antioksidan. Berdasarkan hasil dari  penelitian yang digunakan pada literatur review ini, kombucha memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti  polifenol, D-saccharic acid-1,4-lacton (DSL), etanol, asam organik, asam asetat, dan asam glukoronat yang  memberikan berbagai manfaat kesehatan, termasuk detoksifikasi, perlindungan sel dari radikal bebas, dan  peningkatan imunitas. Proses fermentasi juga diketahui mampu meningkatkan kandungan antioksidan dalam  kombucha, menjadikannya sebagai minuman fungsional dengan efek positif terhadap kesehatan seperti  pencegahan kanker dan penyakit kardiovaskular. 
PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK ATSIRI KAPULAGA (Elettaria cardamomum) SEBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI DALAM PENINGKATAN STABILITAS OKSIDATIF MINYAK KEDELAI SELAMA PROSES PENYIMPANAN Fitranaya Arlian Cintaya Dewi; Ajeng Dyah Kurniawati; Evia Zunita Dwi Pratiwi; Diandra Citra Salsabila; Salimatul Qolbiyah
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/rqetm854

Abstract

Reaksi oksidasi merupakan salah satu penyebab utama kerusakan dan penurunan mutu minyak nabati, termasuk minyak kedelai. Minyak kedelai kaya akan asam lemak tak jenuh, terutama PUFA (polyunsaturated fatty acid), yang membuatnya lebih mudah teroksidasi. Reaksi oksidasi ini dapat menghasilkan senyawa yang bersifat radikal, senyawa toksik, dan senyawa pembentuk rasa yang tidak diinginkan (off-flavour) dalam minyak kedelai selama penyimpanan. Penurunan kualitas akibat reaksi oksidasi pada minyak ini dapat dicegah dengan penambahan komponen antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek penambahan minyak atsiri kapulaga pada tiga konsentrasi berbeda (5%, 10%, dan 15% v/v) terhadap nilai asam dan nilai peroksida minyak kedelai, yang diamati pada berbagai waktu dan suhu penyimpanan. Penelitian ini diawali dengan karakterisasi aktivitas antioksidan minyak atsiri kapulaga, meliputi kandungan fenolik total, kandungan flavonoid total, dan kemampuan penangkal radikal bebas (IC50). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kadar senyawa fenolik dalam minyak kapulaga adalah 56,32 ± 2,04 mg GAE/gram; total flavonoid sebesar 40,10 ± 11,66 mg QE/gram; dan nilai IC50 sebesar 501,37 ppm. Penambahan minyak kapulaga sebagai antioksidan alami dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% mampu meningkatkan stabilitas oksidatif minyak kedelai secara signifikan selama penyimpanan. Peningkatan waktu penyimpanan dan suhu penyimpanan mengakibatkan tingkat oksidasi yang lebih tinggi.
Fabrikasi dan Karakterisasi Biokomposit Selulosa Bakteri-Kitosan dengan Ekstrak Daun Sirih (Piper betle) sebagai Dural Patch Suci Rahma Sari, Deli; Wido Paramadini, Adanti; Dyah Kurniawati, Ajeng
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dura mater merupakan lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang. Kerusakan pada dura mater akibat cedera, operasi neurokirurgi, atau infeksi dapat menyebabkan kebocoran cairan serebrospinal dan komplikasi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan biomaterialberbasis bacterial cellulose (BC) yang diperkuat dengan kitosan dan ekstrak daun sirih sebagai kandidat dural patch. BC disintesis menggunakan Acetobacter xylinum dalam media air kelapa, kemudian direndam dalam larutan kitosan dan ekstrak daun sirih dengan variasi konsentrasi (0%, 5%, 10%, 15%) dan dikeringkan menggunakan metode freeze dry. Karakterisasi material dilakukan melalui uji FTIR, swelling, degradasi, dan antibakteri. Hasil menunjukkan keberhasilan sintesis komposit dengan interaksi gugus fungsi antara BC, kitosan, dan ekstrak daun sirih. Rasio swelling tertinggi pada sampel kontrol (1002%) menurun drastis pada konsentrasi 15% (446%). Uji degradasi menunjukkan penambahan ekstrak daun sirih meningkatkan laju degradasi material dengan hasil ANOVA (p = 0,0429) yang signifikan. Uji antibakteri menunjukkan peningkatan zona hambat terhadap bakteri S. aureus (0–5,4 mm) dan E. coli (0–2,2 mm) seiring penambahan konsentrasi ekstrak daun sirih. Hasil ini mengindikasikan bahwa kombinasi BC-kitosan dengan ekstrak daun sirih memiliki potensi sebagai dural patch dengan sifat antibakteri, kemampuan penyerapan cairan, dan laju degradasi yang sesuai untuk aplikasi biomedis.Kata kunci: Daun sirih, dural patch, kitosan, selulosa bakteri
PENGARUH PEMBERIAN YOGHURT BUAH DELIMA (Punica granatum) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI KOLON TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI 1,2-dimethilhidrazine (DMH) Kurniawati, Ajeng Dyah; Najah, Sabila; Widyawati, Ana; Latifasari, Nurul; Zunita, Evia
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 9 No 1 (2025): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jgipas.2025.9.1.13469

Abstract

This study aimed to discuss the effect of yogurt fortified with pomegranate-fortified yoghurt, containing key antioxidant compounds such as anthocyanins, on male Wistar rats (Rattus norvegicus) induced by 1,2-dimethylhydrazine (DMH), a carcinogenic compound for colon cancer. The first stage of this study was testing antioxidant activity in various methods of making yogurt. A colon cancer rat group was induced with DMH with a dose of 20 mg/kg/body weight for 5 weeks by subcutaneous injection once a week. Induction of 1.2 DMH in experimental animals was carried out for 5 weeks, while the induction of pomegranate yogurt was carried out using oral induction every day for 4 weeks. The highest antioxidant activity was obtained from yogurt made by mixing plain yogurt and fermented pomegranate juice, where the proportion of pomegranate juice was greater, resulting in a percentage inhibition value of 77.96%. Giving pomegranate yogurt for 4 weeks was able to improve the histopathological picture of rats induced by 1.2 DMH. The best improvement in the histopathological in the colon of rats induced by 1.2 DMH was achieved by the P3 treatment group, where the proportion of pomegranate was greater when compared to plain yogurt.
Inisiasi Teknologi Tepat Guna: Pembuatan Eco Enzyme dari Kulit Buah untuk Skema Barter Limbah Rumah Tangga Melalui Aplikasi Digital Aldo, Dasril; Kurniawati, Ajeng Dyah; Lishobrina, Lina Fatimah; Paramadini, Adanti Wido; Afrad, Mahazam; Fathan, Faizal Burhani Ulil; Maulana, Ihsan; Sulaeman, Gilang; Yasin, Feri
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.1599

Abstract

Household organic waste, which accounts for more than 60% of total national waste in Indonesia, remains a major challenge in community-based waste management. This community service program aims to raise public awareness and engagement through the production of eco enzyme made from fruit peels as an environmentally friendly product, which will later become part of a waste exchange (barter) system using a digital application. The activity involved 25 participants consisting of volunteers, university students, and members of environmental communities. The methods included socialization, hands-on training on eco enzyme production using a 3:1:1 ratio of water, brown sugar, and fruit peels, followed by a 90-day fermentation process. Evaluation was conducted through pre- and post-training questionnaires and direct observation of participants’ practices. Results showed that 88% of participants successfully produced eco enzyme with an optimal pH level (3.5–4.5), and 76% expressed interest in joining the proposed digital barter system. The activity also improved participants’ understanding of circular economy concepts and independent waste management. In conclusion, the eco enzyme training serves as a strategic initial step in developing a waste exchange ecosystem based on appropriate technology, while also acting as an educational tool to foster environmental awareness through participatory and sustainable approaches.ABSTRAKPermasalahan limbah organik rumah tangga, yang mencapai lebih dari 60% dari total sampah nasional, masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat melalui pembuatan eco enzyme dari kulit buah sebagai produk ramah lingkungan, yang kelak akan dijadikan bagian dari sistem pertukaran (barter) dengan limbah rumah tangga menggunakan aplikasi digital. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2025 di Desa Muntang, Kabupaten Purbalingga, dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri dari relawan, mahasiswa, dan anggota komunitas peduli lingkungan. Mitra kegiatan ini adalah Komunitas Limbah Pustaka yang turut berperan dalam penyediaan lokasi dan fasilitasi peserta. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis pembuatan eco enzyme dengan komposisi 3 bagian air, 1 bagian gula merah, dan 1 bagian kulit buah, seperti kulit nanas, jeruk, semangka, dan pepaya, serta pendampingan fermentasi selama 90 hari. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner pre dan post pelatihan, serta observasi praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 88% peserta berhasil memproduksi eco enzyme dengan kualitas pH optimal (3,5–4,5), dan 76% di antaranya menyatakan tertarik untuk mengikuti skema barter digital berbasis aplikasi. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman peserta terhadap konsep ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah mandiri. Kesimpulannya, pelatihan pembuatan eco enzyme merupakan langkah awal yang strategis dalam membangun ekosistem pertukaran limbah berbasis teknologi tepat guna, sekaligus menjadi media edukatif dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan secara partisipatif dan berkelanjutan.
Peningkatan stabilitas oksidatif pada minyak kedelai dalam mempertahankan kualitas minyak goreng pada penggorengan berulang: Improving oxidative stability of soybean oil by addition of cardamom essential oils (Elettaria cardamomum) during repeated frying process Kurniawati, Ajeng Dyah; Latifasari, Nurul; Budiarly, Dias Feby; Arlian, Fitranaya; Lu’lu, Akmel
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/tp.v15i1.4728

Abstract

Frying is a food processing process that is important due to flavor formation in food product. An oxidation reaction shall occur during frying, which may affect the quality and stability of cooking oil. Synthetic antioxidants that exceed this limit can be harmful to health, so in order to enhance the stability of frying oil it is necessary to use of natural antioxidant like phenolic compounds from cardamom essential oil. Thus, this research aims to study the effect of cardamom essential oil addition to the frying oil to enhance its oxidative stability during repeated frying process. This study begins with the characterization of antioxidant activity of cardamom oil including total phenolic content, total flavonoid content, and free radical scavenging ability (IC50). The research was continued by heating soybean frying oil to which various concentration antioxidants have been added, such as 5%, 10%, and 15% for 1 and 3 cycles frying process and the quality of frying oil at before and after processing was analyzed, which includes acid number and peroxide value. The results showed that the total content of phenolic compound levels in cardamom oil was 56.32 ± 2.04 mg GAE/gram; total flavonoids were 40.10 ± 11.66 mg QE/gram; and the IC50 value was 501.37 ppm. The addition of cardamom oil as a natural antioxidant with concentrations of 5%, 10%, and 15% can significantly increase the oxidative stability of soybean oil. The highest increase in the oxidative stability of soybean oil was obtained from the addition of cardamom essential oil at a concentration of 15%.
PENGARUH REFORMULASI YOGURT DRINK SEHATI MENGGUNAKAN CMC (Carboxymethyl cellulose) TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA SELAMA PENYIMPANAN DINGIN Latifasari, Nurul; Kurniawati, Ajeng Dyah; Raharditya, Carantia; Cahyani, Septi Adi
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.2.254-263

Abstract

Yogurt drink merupakan olahan minuman fermentasi yang kaya akan manfaat, namun yogurt drink memiliki kelemahan dalam hal stabilitas selama penyimpanan. Penyimpanan yogurt dalam jangka waktu yang cukup lama akan menyebabkan kerusakan seperti sinersis, yaitu terbentuknya dua endapan akibat terpisahnya padatan dan cairan pada yogurt. Kelemahan ini dapat diperbaiki dengan menambahkan bahan penstabil seperti CMC pada produk dengan konsentrasi tertentu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan penstabil CMC dengan variasi konsentrasi yang berbeda terhadap karakteristik fisik dan kimiawi produk yogurt drink yang di reformulasi. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan variasi konsentrasi penambahan bahan penstabil CMC 0%; 0,3%; 0,5%; 0,7%; dan 0,9% pada yogurt drink. Variabel pengujiannya, meliputi uji stabilitas, viskositas, pH, gula brix (padatan gula dalam larutan) dan total asam tertitrasi yang akan dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan penstabil berupa CMC pada konsentrasi 0,1% - 0,9% mampu meningkatkan stabilitas fisik dari yogurt drink yang dihasilkan. Konsentrasi CMC yang ditambahkan berpengaruh nyata terhadap viskositas, stabilitas fisik dan total padatan. Penambahan CMC pada konsentrasi 0,5% dan 0,7% dapat meningkatkan stabilitas fisik yogurt hingga penyimpanan selama 12 hari pada kondisi suhu refrigerator (4 – 8)°C dengan nilai stabilitas dan viskositas, berturut-turut 378 cP dan 87%; serta 424,33 cP dan 91%.
Co-Authors Adanti Wido Paramadini Adanti Wido Paramadini Afifah Naurah Hidayat Afin Muhammad Nurtsani Agustianto, Satya Helfi Akmel Lu’lu Alhakim, Rahmat Aminatus Saadah Anis Khairunnisa Ariq Cahya Wardhana Arlian, Fitranaya Aswin Injar Kharistama Budiarly, Dias Feby Cahyani, Septi Adi Chusnul Hidayat Dasril Aldo Dasril Aldo Dasril Aldo Dedy Agung Prabowo Dermawan, Muhammad Saldi Diandra Citra Salsabila Dias Feby Budiarly Dio Syahputra Evia Zunita Dwi Pratiwi Evia Zunita Dwi Pratiwi Evia Zunita Dwi Pratiwi Faizah Faizah Faizah Faizah Faizah Faizah Faizah Faizah Faizah Faizah Faizah Faizah Faizah Faizah Faizal Burhani Ulil Fathan Fathan, Faizal Burhani Ulil Fauzi Ahmad Muda Fitranaya Arlian Fitranaya Arlian Fitranaya Arlian Cintaya Dewi Gati, Andini Rahyu Giovanni Raharja Hanief Taqiyuddien Adz-Dzaky An-Naayif Ichya Ulumiddiin Lina Fatimah Lishobrina Lu’lu, Akmel M. Hanif Al Faiz Mahazam Afrad Maulana, Ihsan Muhammad Nafal Fiqrian Muhammad Novianto Bayu Saputro Muhammad Tata Awaludin Najah, Sabila Niluh Putu Sonia Agustini Ni’amah, Khoirun Nurjanah, Al Haya Nurul Latifasari Nurul Latifasari Pangestu, Farhan Aryo Raharditya, Carantia Ratih Windu Arini Reni Dyah Wahyuningrum Rifda Naufalin Riftian Dimas Adriano Salimatul Qolbiyah Saputra , Wahyu Andi Setiowati, Arima Diah Silvia Van Marsally Silvia Van Marsally Suci Rahma Sari, Deli Sudianto sudianto Sudianto, Sudianto Sulaeman, Gilang Widyawati, Ana Wijaya, Rheynaldi Yasin, Feri Yohani Setiya Rafika Nur Yohani Setiya Rafika Nur Zunita, Evia ⁠Ihsan Maulana