Abdurahman Laqif
Departemen Obstetri Dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Dr Moewardi/Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Plexus Medical Journal

Tingkat Pemahaman Mengenai COVID-19 dan Kepatuhan Pemeriksaan Kehamilan (ANC) : A Cross Sectional Raden Rara Pandhan Budi Larasati; Abdurahman Laqif; Eriana Melinawati; Lukman Aryoseto
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 4 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i4.244

Abstract

Pendahuluan: Ante natal care (ANC) dilakukan untuk mengetahui perkembangan janin dan kesehatan ibu hamil. Ketidakpatuhan memenuhi jadwal pemeriksaan ANC meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan dan persalinan, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB). Protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi COVID-19 memberlakukan stay at home (tetap tinggal di rumah) dan social distancing (menjaga jarak). Ibu hamil merupakan individu yang rentan terhadap infeksi COVID-19. Keterbaharuan penelitian melihat pengaruh pengetahuan ibu hamil terhadap kepatuhan melakukan pemeriksaan ANC. Tujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan mengenai COVID-19 terhadap kepatuhan subjek melakukan pemeriksaan ANC di masa pandemi COVID-19. Metode: Design penelitian adalah cross-sectional study dengan wawancara pada ibu hamil yang datang ANC saat masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Cawas 1, Klaten yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kelengkapan data diperoleh dengan pengisian kuesioner yang telah divalidasi dan catatan dari buku KIA. Olah data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Jumlah responden sebanyak 66 orang dengan 77,3 % (51/66) berusia antara 20-35 tahun, 75,8% (50/66) berpendidikan tinggi, dan 69,7% (46/66) merupakan ibu yang tidak bekerja. Tidak terdapat pengaruh tingkat pengetahuan mengenai COVID-19 terhadap kepatuhan pemeriksaan kehamilan (ANC) dalam masa pandemi di Puskesmas Cawas 1, Klaten, dengan p value 0,673. Kesimpulan: Tidak ada pengaruh tingkat pengetahuan COVID-19 terhadap kepatuhan ANC di masa pandemi di Puskesmas Cawas 1, Klaten.
Perbandingan Hipotensi Antara Anestesi General dan Anestesi Spinal pada Seksio Sesarea Ajeng Rahmawati Chandraningrum; R. TH. Supraptomo -; Abdurahman Laqif
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 5 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i5.278

Abstract

Pendahuluan: Seksio sesarea merupakan salah satu operasi yang paling sering dilakukan dalam persalinan. Seksio sesarea berkaitan dengan penggunaan anestesi, dengan anestesi spinal lebih sering digunakan dibandingkan dengan anestesi general. Penggunaan anestesi pada seksio sesarea dapat menyebabkan hipotensi. Hipotensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah sistolik kurang dari 100mmHg atau penurunan sekitar 20% dari nilai baseline. Episode singkat dari hipotensi dapat menyebabkan skor APGAR yang lebih rendah dan asidosis janin hingga hipoksia pada ibu serta depresi nenonatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hipotensi antara anestesi spinal dan anestesi general pada seksio sesarea di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di bagian Rekam Medik RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Sampel penelitian ini adalah pasien seksio sesarea tahun 2021 sebanyak 60 sampel dengan 30 kasus anestesi spinal dan 30 kasus anestesi general. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi yang ditetapkan. Data yang diperoleh kemudian di analisis menggunakan analisis bivariat dengan uji statistik yaitu uji chi square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Dari hasil analisis data, didapatkan hubungan yang signifikan antara jenis anestesi dengan kejadian hipotensi pada seksio sesarea di RSUD Dr. Moewardi dengan nilai p=0,002 (p<0,05). Didapatkan juga perbedaan pada kejadian hipotensi, dengan 21 kasus (35%) pada anestesi spinal dan 8 kasus (13,3%) pada anestesi general. Sedangkan yang tidak hipotensi sebanyak 9 kasus (15%) pada anestesi spinal dan 22 kasus (36,7%) pada anestesi general. Simpulan: Terjadinya hipotensi pada seksio sesarea di RSUD Dr. Moewardi Surakarta lebih banyak pada pasien anestesi spinal dibandingkan anestesi general.