Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Penggunaan Modul Berbasis REACT Pada Matakuliah Kalkulus Terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Mahasiswa Alfiani Athma Putri Rosyadi; Arif Hidayatul Khusna
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v7i1.5414

Abstract

Mengintegrasikan matematika dengan konteks kehidupan sehari-hari, maupun pengetahuan awal siswa merupakan dasar untuk menjadikan belajar matematika bermakna bagi mahasiswa. Oleh karena itu, pengetahuan yang terpisah, subjek yang berbeda dan topik yang berbeda sepatutnya diramu menjadi keseluruhan yang bermakna dan mahasiswa harus dapat menghubungkan setiap bagian-bagian tersebut dengan kehidupan, minat atau kebutuhan mahasiswa tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan modul berbasis REACT pada matakuliah kalkulus terhadap kemampuan koneksi matematis mahasiswa. Subyek penelitian ini merupakan 5 mahasiswa yang telah menempuh matakuliah kalkulus diferensial. Data penelitian berupa hasil pekerjaan siswa pada modul REACT, disertai hasil wawancara untuk memperkuat hasil yang diperoleh. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa dengan berbantuan modul REACT mahasiswa dapat menghubungkan materi sebelumnya (kalkulus diferensial) dengan materi kalkulus integral, begitu juga mahasiswa dapat menghubungkan materi integral dengan kehidupan sehari-hari. Namun penggunaan modul ini, masih kurang dalam menekankan hubungan kalkulus integral dengan disiplin ilmu lainnya.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA MAHASISWA (LKM) BERBASIS SCAFFOLDING UNTUK MEMAHAMKAN KONSEP FUNGSI PADA MAHASISWA Arif Hidayatul Khusna
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 1, No 2: Oktober 2018
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v1i2.19

Abstract

New students get misconceptions about the function concept so that LKM are needed as a learning medium in an attempt to understand the concept of a new function. This study aims to describe how the development of LKM based Scaffolding to understand the concept of function in the new students are valid and practical. The development model used is Borg Gall (1983). Development model consisting of 4 stages, that are information gathering, planning, product development, and product testing. The research instrument used is LKM validation sheet and student response sheet. The results show that the LKM that developed had valid category with a score of 3.7 and the practical category with a score of 3.7. 
PEMBELAJARAN BERBASIS REACT UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS X PADA MATERI FUNGSI EKSPONENSIAL DI SMAN 2 BATU Wiwik Sugiarti; Marhan Taufik; Alfiani Athma Putri Rosyadi; Arif Hidayatul Khusna; Rizal Dian Azmi
INSPIRAMATIKA Vol 4 No 2 (2018): Inspiramatika, December 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.376 KB) | DOI: 10.52166/inspiramatika.v4i2.1246

Abstract

Mathematics learning is a subject that prioritizes strong conceptual understanding. This makes the teachers have to use the right model and strategy in conveying to the students that understanding the concept can be optimal. So that the learning in this study uses the REACT strategy. This strategy links teaching material with circumstances around. By using this REACT strategy in learning there is an increase in students' understanding of exponential function material with the REACT approach. This is indicated by the change in test score I, which is 62 to 82 in the second test. In addition, it can also be seen from the results of a questionnaire that shows an increase in student understanding.
PROFIL KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Arif Hidayatul Khusna
EMTEKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/emteka.v1i2.585

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemamampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari gaya belajar yaitu gaya visual, auditorial, dan kinestetik, Jenis peneltian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrument yang digunakan adalah tes, angket gaya belajar, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian diperoleh bahwa siswa yang memiliki gaya belajar visual mampu mengorganisasi pola pikir matematis melalui komunikasi dengan baik, menganalisis hasil pola pikir matematis untuk selanjutnya digunakan sebagai alat evaluasi dalam penyelesaian masalah dengan baik tetapi kurang tepat dalam mengekspresikan ide matematika menggunakan bahasa matematika. Siswa dengan gaya belajar auditorial mampu mengorganisasi pola pikir matematis melalui komunikasi dengan baik tetapi dalam menganalisis hasil pola pikir matematis untuk selanjutnya digunakan sebagai alat evaluasi dalam penyelesaian masalah kurang tepat. Siswa dengan gaya belajar kinestetik belum tepat dalam mengekspresikan ide matematika menggunakan bahasa matematika. Kata kunci: gaya belajar; komunikasi matematis ABSTRACT The purpose of this study is to describe students' mathematical communication skills in terms of learning styles, namely visual, auditory, and kinesthetic styles. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. The instruments used were tests, learning style questionnaires, and interview guides. The results showed that students who have a visual learning style are able to organize mathematical thinking patterns through communication well, analyze the results of mathematical thinking and then use them as an evaluation tool in solving problems well but are less precise in expressing mathematical ideas using mathematical language. Students with an auditory learning style are able to organize a mathematical mindset through communication well, but in analyzing the results of a mathematical mindset to be used as an evaluation tool in solving problems is not quite right. Students with kinesthetic learning styles are not yet right in expressing mathematical ideas using mathematical language. Keywords: learning styles; mathematical communication
Pendampingan Dan Pelatihan Desain Grafis Untuk Kewirausahaan Bagi Siswa SMK Muhammadiyah 9 Wagir Arif Hidayatul Khusna; Mayang Dintarini
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol 5 No 1 (2021): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta (DIS) Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/je.v5i1.385

Abstract

The problem faced by students is at the production stage, namely the problem of product labeling. Until now labeling was done simply or without labeling. If students can design their own product labels, of course this will add to the selling value of the product. The existence of labels and brochures also add value to the promotion of student products. The aim of this mentoring activity is to provide training and graphic design assistance to students of SMK. The steps of this community service activities are observations, socialization, graphic design training, assistance in making labels and brochures for student entrepreneurial products, as well as evaluating and reflecting on service activities. The result of this service activity was in the form of training and graphic design assistance for students. All of the activities was well done . This can be seen from the number of students who participated in training and mentoring for three days. In addition, there are positive responses from teachers and students that have an impact on the success of this graphic design training and assistance. This can be seen from the results of student designs that are attractive and can be used as a commercial tool.
Pengembangan Lembar Kerja Geometri Transformasi Sebagai Asesmen Kemampuan Kognitif Mahasiswa berdasarkan RECCE-MODEL Emma Aidha Yasmine; Anis Farida Jamil; Arif Hidayatul Khusna
Al-Khwarizmi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 8, No 2 (2020): Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam had Accredi
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.636 KB) | DOI: 10.24256/jpmipa.v8i2.1544

Abstract

Abstract:The application of real-life problems to Students’ Worksheet in learning transformation geometry makes learning meaningful. This is done in this study by developing Students’ Worksheet using a RECCE-MODEL framework. This research uses research and development type. The 3D model used in this study contains three stages, namely the understanding stage, the manufacturing stage, and the development stage. This study uses a student response questionnaire sheet, validation sheet, and the results of students’ worksheet work as research instruments. From the research results, the students’ worksheet developed was declared valid with a percentage of 79%, practical with a percentage of 85%, and effective by grouping students' cognitive abilities based on the RECCE-MODEL. Thus, it can be concluded that the transformation geometry worksheet developed can measure the cognitive abilities of students. Abstrak:Penerapan LKM geometri transformasi dalam kehidupan nyata menjadikan pembelajaran matematika lebih bermakna. Hal ini dilakukan pada penelitian ini dengan mengembangkan LKM menggunakan kerangka berpikir RECCE-MODEL. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 3D yaitu Define (tahap pengertian), Design (tahap pembuatan), dan Develop (tahap pengembangan). Penelitian ini menggunakan lembar angket respon mahasiswa, lembar validasi, dan hasil pengerjaan LKM sebagai instrumen penelitian. Dari hasil penelitian, LKM yang dikembangkan dinyatakan valid dengan persentase 79%, praktis dengan persentase 85%, dan efektif dengan pengelompokkan kemampuan kognitif mahasiswa berdasarkan RECCE-MODEL. Sehingga dapat disimpulkan bahwa lembar kerja geometri transformasi yang dikembangkan dapat mengukur kemampuan kognitif mahasiswa.
Students’ reflective thinking based on their levels of emotional intelligence in mathematical problem-solving Dwi Priyo Utomo; Erentrudis Junirestu; Arif Hidayatul Khusna
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 14 No. 1 (2021): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v14i1.399

Abstract

[English]: This qualitative research aims to analyze secondary students’ reflective thinking in solving mathematical problems based on their emotional intelligence (EI). It involved four secondary school students selected from twenty-nine students who were given the EI questionnaire. The research instrument was a test and an interview guideline. Data analysis was referred to as Polya's four problem-solving stages integrated with the indicators of reflective thinking. The findings reveal that students with a high level of emotional intelligence can fulfill the whole indicators of reflective thinking. In this case, the students can react to a given situation or problem by carefully understanding the available information, making comparisons between elements to formulate strategies, explaining in detail the steps to solve problems, and doing contemplation in checking step by step and correcting mistakes. Meanwhile, students with mid-levels of emotional intelligence are less reflective in making comparisons between elements to formulate strategies for problem-solving. [Bahasa]: Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran reflektif siswa sekolah menengah pertama dalam menyelesaikan masalah matematika berbasis kecerdasan emosional. Subjek penelitian adalah empat siswa, dipilih dari 29 siswa yang mengisi kuesioner. Data dikumpulkan melalui tes dan wawancara kemudian dianalisis dengan merujuk pada empat langkah pemecahan masalah Polya yang diintegrasikan dengan indikator berpikir reflektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat kecerdasan emosional tinggi memenuhi semua indikator berpikir reflektif dalam pemecahan masalah. Dalam hal ini, siswa mampu memberikan reaksi pada situasi atau permasalahan yang diberikan dengan memahami secara cermat informasi yang ada, melakukan komparasi antar elemen untuk menyusun strategi, menjelaskan secara rinci langkah memecahkan masalah, melakukan kontemplasi dalam memeriksa langkah demi langkah dan memperbaiki kesalahan. Sedangkan siswa dengan tingkat kecerdasan emosional sedang kurang reflektif dalam melakukan komparasi antar elemen untuk menyusun strategi pemecahan masalah.
Mentoring Activities for the Mathematics Olympiad Module in Elementary Schools Alfiani Athma Putri Rosyadi; Ahsanul Inam; Arif Hidayatul Khusna
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol 7 No 1 (2023): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta (DIS) Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/je.v7i1.729

Abstract

Mathematics olympiad is one of the routine activities that is followed by the school level, especially elementary schools. One of the elementary schools that regularly takes part in the Olympics is SD Muhammadiyah 9 Malang. Based on the results of interviews with teachers, information was obtained that in SD Muhammadiyah 9 Malang, Olympic guidance activities were still not optimal. In addition, there are no modules specifically provided for Olympic activities. This is what makes the service team to accompany teachers at the elementary school to conduct Olympic guidance. Service preparation activities include socialization and delivery of information on activity plans. Furthermore, socialization and implementation of activities. Implementation of activities includes workshops and the preparation of mathematics olympiad modules. The output of this community service activity is the Mathematics Olympiad module and its application in guidance activities.
Pengembangan lembar kerja siswa (LKS) berkarakteristik react pokok bahasan barisan dan deret pada siswa SMA kelas XII Arif Hidayatul Khusna; Makbul Muksar
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP) Vol. 1 No. 10 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.584 KB) | DOI: 10.17977/um067v1i10p780-787

Abstract

Ketersediaan LKS matematika untuk siswa SMA yang beredar saat ini sebagian besar hanya berisi ringkasan materi, contoh soal dan kemudian soal sehingga siswa cenderung menghafal dan tidak membangun suatu konsep. Hal ini menyebabkan kurangnya tingkat pemahaman siswa. Oleh karena itu, perlu dikembangkan LKS yang dapat memperdalam pemahaman siswa yaitu dengan mengembangakan LKS yang berkarakteristik REACT. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Plomp yang terdiri dari empat tahap yaitu 1) Tahap Investigasi Awal, 2) Tahap Perancangan, 3) Tahap Realisasi, 4) Tahap Tes, evaluasi, dan Revisi. Berdasarkan hasil uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji keefektifan yang diuraikan pada Bab IV, secara keseluruhan produk LKS yang dikembangkan dinyatakan valid dengan persentase 85,16 persen, praktis dengan persentase 85,6 persen, dan efektif karena semua subjek uji coba mendapatkan nilai lebih dari 75 saat mengerjakan soal evaluasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa LKS yang dikembangkan telah memenuhi kriteria baik dan layak digunakan sebagai alternatif bahan ajar matematika pokok bahasan Barisan dan Deret.
KEMAMPUAN NUMERASI SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL BERDASARKAN KECERDASAN LOGIS-MATEMATIS Asfa Milati; Baiduri Baiduri; Arif Hidayatul Khusna
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i3.7163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual berdasarkan kecerdasan logis-matematis, mengetahui ada atau tidaknya pengaruh kecerdasan logis-matematis dengan kemampuan numerasi. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini yaitu 81 siswa kelas VII di SMP N 8 Malang. Instrumen yang digunakan dalam peneitian ini yaitu soal tes kemampuan numerasi dan kecerdasan logis-matematis. Teknik analisis data menggukan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh kecerdasan logis-matematis terhadap kemampuan numerasi. Uji prasyarat dilakukan dengan uji normalitas, uji linearitas dan uji heterokedatisitas sebagai syarat dari analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan persentase ketuntasan kemampuan numerasi siswa indikator (1) siswa dengan kecerdasan logis-matematis kategori tinggi sebesar 84,05%, sedang 71,45%, rendah 40%. Indikator (2) siswa dengan kecerdasan logis-matematis kategori tinggi sebesar 67,85%, sedang 21,45%, rendah 20%. Indikator (3) siswa dengan kecerdasan logis-matematis kategori tinggi sebesar 80,5%, sedang 14,2%, rendah 30%. Selain itu, terdapat pengaruh positif kecerdasan logis-matematis terhadap kemampuan numerasi sebesar 40,2% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.