p-Index From 2021 - 2026
3.402
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL TEKNIK MESIN
Sulardjaka Sulardjaka
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH OFFSET TERHADAP DISTRIBUSI KEKERASAN HASIL PENGELASAN ONE STEP DOUBLE SIDE FRICTION STIR WELDING PADA MATERIAL AA6061 – T6 DENGAN GEOMETRI PIN PERSEGI Michellin Pandhinata; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 1 (2026): VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan Friction Stir Welding (FSW) terus berkembang melalui berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas sambungan, salah satunya melalui metode One Step Double Side Friction Stir Welding (ODFSW). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi longitudinal offset terhadap karakteristik distribusi kekerasan pada sambungan aluminium AA6061-T6 menggunakan geometri pin persegi. Variasi offset yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 mm dan 4 mm. Pengujian difokuskan pada pengamatan makrografi untuk memastikan kualitas sambungan serta pengujian mikro-kekerasan Vickers untuk mengevaluasi sifat mekanis di berbagai zona las. Hasil pengamatan makrografi menunjukkan bahwa penggunaan pin persegi pada kedua variasi offset menghasilkan sambungan yang bebas dari cacat internal seperti tunnel defect atau porositas. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan profil yang khas pada sambungan FSW aluminium seri 6xxx, di mana terjadi penurunan kekerasan yang signifikan pada daerah Heat-Affected Zone (HAZ) dengan nilai terendah mencapai rentang 46 – 48 VHN akibat fenomena precipitate coarsening. Pada pusat adukan (Stir Zone), nilai kekerasan mengalami pemulihan hingga mencapai rentang 70 – 72 VHN. Spesimen dengan offset 4 mm tetap memiliki nilai kekerasan yang kompetitif di zona aduk meskipun menerima masukan panas yang lebih rendah, hal ini disebabkan oleh peningkatan laju regangan yang menghasilkan struktur mikro yang lebih stabil. Secara keseluruhan, variasi longitudinal offset berpengaruh terhadap distribusi panas dan laju regangan yang secara langsung menentukan profil kekerasan akhir pada sambungan ODFSW AA6061-T6.
SIMULASI NUMERIK PENGARUH GEOMETRI KOLAM TERHADAP EFISIENSI PEMBUANGAN ENDAPAN AMONIA PADA KOLAM BUDIDAYA PERIKANAN DARAT Moh. Faoji; Norman Iskandar; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya ikan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi perikanan dengan memperhatikan aspek internal seperti asal dan kualitas benih serta faktor eksternal meliputi kualitas air, pemberian pakan, teknologi, dan pengendalian hama serta penyakit. Salah satu permasalahan kualitas air adalah terbentuknya amonia yang bersifat toksik terhadap ikan, kadar amonia yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan ikan dan menyebabkan kematian. Amonia pada kolam terjadi karena adanya endapan sisa makanan dan kotoran dari ikan. Sistem kolam budidaya dengan mekanisme pembersihan mandiri sangat disarankan pada fase pembenihan dan pembesaran. Kolam dengan mekanisme pembersihan mandiri memungkinkan terbuangnya endapan secara berkala dan meminimalisir terbentuknya amonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh geometri kolam terhadap perilaku hidrodinamika aliran kolam dan menentukan kemiringan dasar kolam terbaik agar tercapai pembuangan endapan yang maksimal. Penelitian ini menggunakan simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics) dengan perangkat lunak ANSYS Fluent 2023  untuk memodelkan perilaku hidrodinamika. Untuk menganalisa endapan amonia, sebanyak 20 gram pelet diinjeksikan melalui permukaan air dan diamati pergerakannya selama 100 detik. Variasi kemiringan kolam pada simulasi ini adalah kemiringan 12o bentuk geometri kolam lingkaran. Hasil simulasi menunjukkan bahwa perubahan kemiringan dasar kolam mempengaruhi perilaku hidrodinamika aliran kolam dan laju pelepasan partikel, dengan kemiringan 12° menunjukkan hasil terbaik dalam pembuangan partikel.
ANALISIS SIGNIFIKANSI PARAMETER PROSES PEMBUATAN PELET KATALIS ZEOLIT ALAM MENGGUNAKAN ANOVA Rizky Aryo Suryo Nugroho; Norman Iskandar; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 1 (2026): VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zeolit alam sebagai katalis heterogen memerlukan proses peletisasi untuk meningkatkan stabilitas mekanis dan kemudahan penanganan dalam aplikasi industri. Penelitian ini bertujuan menganalisis signifikansi pengaruh empat parameter proses pembuatan pelet katalis zeolit alam terhadap sifat fisik pelet menggunakan metode Analysis of Variance (ANOVA). Parameter proses yang dianalisis meliputi status kalsinasi, ukuran mesh serbuk, tekanan kompaksi, dan asal zeolit. Tiga respons yang dievaluasi adalah kekuatan tekan pelet, kehilangan massa pada uji pelarutan, dan densitas pelet. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari penelitian terdahulu dan dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan bahwa asal zeolit merupakan faktor yang paling dominan dan signifikan secara statistik (p < 0,01) dalam mempengaruhi variasi sifat fisik pelet katalis, diikuti oleh tekanan kompaksi. Sementara itu, status kalsinasi dan ukuran mesh tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap ketiga respons yang diamati. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian kualitas bahan baku zeolit sebagai prioritas utama dalam proses manufaktur pelet katalis berbasis zeolit alam.
ANALISIS PENGARUH PERLAKUAN NAOH DAN ASETIL ANHIDRAT TERHADAP KEKUATAN REKAT DAN KEKUATAN LENTUR KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM Nasrul Hadi; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengurangi penggunaan bahan-bahan sintesis yang merusak lingkungan telah menjadi fokus banyak orang pada saat ini, maka dikembangkanlah material yang bersifat alami salah satunya komposit yang sedang banyak dikembangkan karena memiliki kelebihan seperti kekuatan yang baik dengan berat yang ringan, densitas rendah, dan memiliki fleksibilitas desain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi massa pada komposit dan treatment pada serat rami untuk nilai kekuatan lentur dan juga pengaruh plasticizer pada matriks gondorukem dan treatment pada serat rami untuk mengetahui nilai kekuatan rekat. Fraksi massa yang digunakan untuk pengujian bending adalah dengan variasi, 15%wt. Sedangkan variasi plasticizer yang digunakan adalah 10%wt. Treatment yang digunakan adalah alkalisasi menggunakan NaOH dengan dilakukan perendaman selama dua jam dan asetilasi menggunakan Asetil Anhidrat selama satu jam. Untuk mengetahui sifat mekanik, maka dilakukan pengujian bending dan pull-out. Dari hasil pengujian bending, disimpulkan semakin tingggi fraksi massa, maka nilai kekuatan lentur semakin tinggi. Selain itu, disimpulkan juga, nilai kekuatan lentur serat dengan treatment Asetil Anhidrat lebih tinggi dibanding dengan treatment NaOH. Secara berurutan nilai kekuatan lentur 15%wt adalah 7,39 N/mm2, 6,95 N/mm2, 6,6 N/mm2 untuk treatment serat Asetil Anhidrat dan 3,69 N/mm2, 3,75 N/mm2, 3,57 N/mm2 untuk treatment serat NaOH. Dari hasil pengujian bending, semakin tinggi presentase dari plasticizer, maka semakin kecil kekuatan rekat dari komposit. Untuk kekuatan rekat tertinggi dimiliki oleh serat dengan treatment Asetil Anhidrat yaitu 10%wt plasticizer dengan nilai 1,42 MPa dan menurun hingga 0,53 MPa di variasi 25%wt plasticizer. Untuk serat dengan treatment NaOH yaitu 10%wt plasticizer dengan nilai 1,11 MPa dan menurun hingga 0,473 MPa di variasi 25%wt plasticizer.