Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Association Between Social Media Addiction and Mental Health Among Generation Z: A Cross-sectional Study in University X-West Sumatera, Indonesia Elsi Novnariza; Yudi Pradipta; Saidati Ashfi Dzakiya Henda; Aisyah Jannatus Shabrina
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 7, No 1 (2025): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v7i1.24102

Abstract

Mental health issues among adolescents in Indonesia are significant public health concern, with the prevalence rate reported 9.8%. Advances in information technology and widespread use of social media are factors that bring benefits as well as adverse effects on adolescent mental health. The study aimed to examine the association between social media addiction and the mental health of Generation Z college students. We used a cross-sectional study on May-July 2024 in University X, West Sumatera Province. The sample was 140 students based on Lemeshow's sample size formula. We conducted purposive sampling in 15 faculties proportionally. Data were collected through interviews using structured questionnaires adopted from Social Media Addiction Scale (SMAS) and Self Report Questionnaire (SRQ)-20. Data were analyzed using linear regression test with 95% Confidence Interval. The Majority of respondents were female (60%), from 2023 cohort (26.43%), and lived in a boarding house (76.43%). The most frequently used social media by respondents were: Instagram (68.6%), TikTok (55%), and WhatsApp (50%). The most significant relationship (p-value<0.001) was found between social media addiction and students' mental health adjusted by gender, residential, and admission year of students. These findings suggest that social media addiction related to mental health issues among college students. It is recommended that the university collaborate with the health service to conduct regular screening and mental health assesment for students. Keywords: College Students, Generation Z, Mental Health, Social Media Addiction
Kesiapsiagaan Rumah Tangga dalam Menghadapi Erupsi Gunung Marapi Salsabila, Ayu; Putri, Ade Suzana Eka; Pradipta, Yudi
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/y2j1v691

Abstract

Berdasarkan survei pendahuluan di Kecamatan Canduang danĀ  Kecamatan Sungai Pua, kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi masih rendah (65%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi di Kecamatan Canduang dan Kecamatan Sungai Pua. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study, dilakukan pada Maret 2024-Juni 2024. Sampel pada penelitian ini sebanyak 112 kepala keluarga dengan menggunakan teknik multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi-Square dan Regresi Logistik (95% Confidence Interval). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pekerjaan (p=0,039), pendapatan keluarga (p=0,004), dan kesadaran (p=0,050) memiliki hubungan dengan kesiapsiagaan. Sedangkan usia, pendidikan, kepemilikan rumah, dan persepsi risiko tidak memiliki hubungan dengan kesiapsiagaan. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kesiapsiagaan adalah pendapatan keluarga (p=0,006, POR=4,508 (CI 95% 1.547-13.136)). Disarankan kepada pemerintah setempat untuk melakukan upaya dalam pengembangan program penguatan ekonomi lokal dan edukasi akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
DISTRIBUSI KASUS TUBERKULOSIS ANAK DI SUMATERA BARAT BERDASARKAN FAKTOR PENJAMU DAN LINGKUNGAN Fahrunnisa, Rilla; Markolinda, Yessy; Pradipta, Yudi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.3325

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular dan penyebab kematian kedua tertinggi di dunia. Indonesia menempati peringkat kedua penyumbang kasus TBC global setelah India. Provinsi Sumatera Barat mencatat peningkatan signifikan kasus tuberkulosis (TBC) pada anak, terutama pada tahun 2024 mencapai 2.883 kasus. Peningkatan ini diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, baik dari aspek penjamu maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi kasus TBC anak berdasarkan faktor penjamu dan lingkungan guna mendukung perumusan kebijakan pencegahan dan pengendalian TBC yang lebih efektif. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat. Analisis dilakukan secara univariat untuk menggambarkan sebaran masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus TBC anak cenderung lebih tinggi pada wilayah dengan cakupan imunisasi BCG rendah, cakupan ASI eksklusif rendah, kepadatan hunian tinggi, jumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang rendah, dan tingkat kemiskinan yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan intervensi multisektoral yang mencakup peningkatan cakupan imunisasi BCG dan ASI eksklusif, perbaikan kondisi permukiman, perluasan akses terhadap layanan kesehatan, serta pengentasan kemiskinan. Selain itu, edukasi masyarakat mengenai pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan TBC anak juga perlu diperkuat guna menekan laju peningkatan kasus secara berkelanjutan.
KETAHANAN HIDUP PASIEN ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Aulia, Fina Rahma; Masrizal, Masrizal; Pradipta, Yudi; Siswati, Sri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30589

Abstract

Leukemia limfoblastik akut yang paling banyak terjadi pada populasi anak dan termasuk ke dalam jenis kanker darah dengan tingkat kematian tertinggi di Indonesia. RSUP M. Djamil merupakan rumah sakit rujukan untuk wilayah kerja Sumatera Tengah yang memiliki kasus Leukemia tertinggi di Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan hidup pasien anak dengan LLA di RSUP M. Djamil kota Padang tahun 2018-2023. Penelitian ini menggunakan desain studi retrospective cohort. Data bersumber dari rekam medis pasien rawat inap tahun 2018-2023. Sampel penelitian sebanyak 72 sampel dengan menggunakan total sampel. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (cox regression), dan multivariat (cox proportional hazard). Hasil menunjukkan sebesar 25% pasien mengalami event/kematian. Terdapat hubungan antara jumlah trombosit (p value=0,013) dan kormorbid (p-value=0,032) terhadap ketahanan hidup pasien dengan leukemia limfoblastik akut. Kormorbid merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi ketahanan hidup anak dengan leukemia limfoblastik akut (HR=9,112). Faktor risiko paling dominan mempengaruhi ketahanan hidup pasien anak dengan leukemia limfoblastik akut di RSUP M. Djamil Padang tahun 2018-2023 yaitu kormorbid.
UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR MELALUI EDUKASI DAN TINDAKAN PREVENTIF BERBASIS MEDIA FLASH CARD GAME PADA SISWA SDN 04 GAUNG PADANG Masrizal Masrizal; Ane Dayu Perwati; Yudi Pradipta; Falah Fauzi
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v7i4.719

Abstract

State Elementary School (SDN) 04 Gaung in Padang City is within the working area of the Mata Air Community Health Center, which has a high record of infectious disease cases among children, such as diarrhea and dengue fever (DF). The school environment faces sanitation challenges, with open drains and standing water during rainfall, which increase the risk of disease transmission. This activity aims to enhance students' understanding of infectious disease prevention through education using flash card game media. The program employed a pre-test and post-test design, involving 19 students from grades 4 and 5. The intervention consisted of education using flash card games containing information about Clean and Healthy Living Practices (PHBS). Data were analyzed using the Wilcoxon test to measure changes in knowledge, attitudes, and behaviors before and after the intervention. There was a significant improvement in all measured variables: knowledge (p=0.000) with an average increase from 3.16 to 6.84, attitude (p=0.034) from 6.32 to 6.68, and behavior (p=0.003) from 4.58 to 5.58. The majority of participants were female (63.2%) and 10 years old (52.6%). Education through flash card games proved effective in increasing knowledge, attitudes, and behaviors of SDN 04 Gaung students regarding infectious disease prevention. This interactive learning method successfully created a fun and informative learning environment for students.