Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Spread of the Chikungunya Outbreak in Solok District, West Sumatera Province - 2024 Yudi Pradipta; Elsi Novnariza; Muhammad Ilham Basgoro; Masrizal Masrizal
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 7, No 1 (2025): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v7i1.24246

Abstract

Chikungunya is one of the potential diseases of the outbreak in Indonesia. It is caused by the Chik Virus and transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. The severity of symptoms ranges from mild fever to, in some cases, temporary paralysis. In early January 2024, suspected chikungunya outbreaks were reported in several villages in Solok District. The Solok District Health Office conducted an epidemiological investigation to break the chain of transmission. This study aims to describe the epidemiological characteristics of Chikungunya cases in Solok District. We conducted a descriptive study on March - June 2024. Surveillance data of Chikungunya cases were collected from West Sumatera Provincial Health Office. Data analysis was performed by using open access software Epi Info 7, R-Studio, and QGIS. A total of 134 Chikungunya cases were reported. The investigation showed that the majority of Chikungunya cases were women (63.3%), aged 18-45 years (49.54%), most of cases lived in Cupak Village (20.86%), Kinari Village (20.14%), and Muara Panas Village (20.14%), the majority cases were students (28.38%), and housewives (28.38%). The majority of cases presented with fever (95.49%) and joint pain (90.23%), and overhalf developed a rash (55.97%), and no signs of bleeding (98.51%). The epidemic curve with a propagated type indicates the possibility of multiple waves of transmission through mosquito bites. Chikungunya outbreak in Solok District shows weaknesses in early warning and rapid response in disease control. The Solok District Health Office needs to strengthening surveillance system of Chikungunya and contact tracing on the field. Keywords: Chikungunya, Mosquito, Outbreak, Vector Borne.
The Association Between Social Media Addiction and Mental Health Among Generation Z: A Cross-sectional Study in University X-West Sumatera, Indonesia Elsi Novnariza; Yudi Pradipta; Saidati Ashfi Dzakiya Henda; Aisyah Jannatus Shabrina
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 7, No 1 (2025): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v7i1.24102

Abstract

Mental health issues among adolescents in Indonesia are significant public health concern, with the prevalence rate reported 9.8%. Advances in information technology and widespread use of social media are factors that bring benefits as well as adverse effects on adolescent mental health. The study aimed to examine the association between social media addiction and the mental health of Generation Z college students. We used a cross-sectional study on May-July 2024 in University X, West Sumatera Province. The sample was 140 students based on Lemeshow's sample size formula. We conducted purposive sampling in 15 faculties proportionally. Data were collected through interviews using structured questionnaires adopted from Social Media Addiction Scale (SMAS) and Self Report Questionnaire (SRQ)-20. Data were analyzed using linear regression test with 95% Confidence Interval. The Majority of respondents were female (60%), from 2023 cohort (26.43%), and lived in a boarding house (76.43%). The most frequently used social media by respondents were: Instagram (68.6%), TikTok (55%), and WhatsApp (50%). The most significant relationship (p-value<0.001) was found between social media addiction and students' mental health adjusted by gender, residential, and admission year of students. These findings suggest that social media addiction related to mental health issues among college students. It is recommended that the university collaborate with the health service to conduct regular screening and mental health assesment for students. Keywords: College Students, Generation Z, Mental Health, Social Media Addiction
Kesiapsiagaan Rumah Tangga dalam Menghadapi Erupsi Gunung Marapi Salsabila, Ayu; Putri, Ade Suzana Eka; Pradipta, Yudi
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/y2j1v691

Abstract

Berdasarkan survei pendahuluan di Kecamatan Canduang danĀ  Kecamatan Sungai Pua, kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi masih rendah (65%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi di Kecamatan Canduang dan Kecamatan Sungai Pua. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study, dilakukan pada Maret 2024-Juni 2024. Sampel pada penelitian ini sebanyak 112 kepala keluarga dengan menggunakan teknik multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi-Square dan Regresi Logistik (95% Confidence Interval). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pekerjaan (p=0,039), pendapatan keluarga (p=0,004), dan kesadaran (p=0,050) memiliki hubungan dengan kesiapsiagaan. Sedangkan usia, pendidikan, kepemilikan rumah, dan persepsi risiko tidak memiliki hubungan dengan kesiapsiagaan. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kesiapsiagaan adalah pendapatan keluarga (p=0,006, POR=4,508 (CI 95% 1.547-13.136)). Disarankan kepada pemerintah setempat untuk melakukan upaya dalam pengembangan program penguatan ekonomi lokal dan edukasi akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
DISTRIBUSI KASUS TUBERKULOSIS ANAK DI SUMATERA BARAT BERDASARKAN FAKTOR PENJAMU DAN LINGKUNGAN Fahrunnisa, Rilla; Markolinda, Yessy; Pradipta, Yudi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.3325

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular dan penyebab kematian kedua tertinggi di dunia. Indonesia menempati peringkat kedua penyumbang kasus TBC global setelah India. Provinsi Sumatera Barat mencatat peningkatan signifikan kasus tuberkulosis (TBC) pada anak, terutama pada tahun 2024 mencapai 2.883 kasus. Peningkatan ini diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, baik dari aspek penjamu maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi kasus TBC anak berdasarkan faktor penjamu dan lingkungan guna mendukung perumusan kebijakan pencegahan dan pengendalian TBC yang lebih efektif. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat. Analisis dilakukan secara univariat untuk menggambarkan sebaran masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus TBC anak cenderung lebih tinggi pada wilayah dengan cakupan imunisasi BCG rendah, cakupan ASI eksklusif rendah, kepadatan hunian tinggi, jumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang rendah, dan tingkat kemiskinan yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan intervensi multisektoral yang mencakup peningkatan cakupan imunisasi BCG dan ASI eksklusif, perbaikan kondisi permukiman, perluasan akses terhadap layanan kesehatan, serta pengentasan kemiskinan. Selain itu, edukasi masyarakat mengenai pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan TBC anak juga perlu diperkuat guna menekan laju peningkatan kasus secara berkelanjutan.