Laksono, Bayu Budi
Institut Teknologi Sains Dan Kesehatan RS Dr Soepraoen Malang

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Dukungan Orang Tua dalam Peran Perawatan Tumbuh Kembang Anak dengan Perkembangan Kognitif Anak Prasekolah Dwiarti, Ma'rifatul; Hastuti, Apriyani Puji; Laksono, Bayu Budi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.344

Abstract

Usia prasekolah dikenal sebagai masa keemasan, karena pada fase ini otak anak berkembang hingga sekitar 80% dari kapasitas dewasa. Dukungan orang tua, terutama dalam peran perawatan tumbuh kembang anak, berperan penting dalam menstimulasi perkeembangan kognitif. Kurangnya dukungan dapat menyebabkan keterlambatan kognitif pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji keterkaitan antara dukungan orang tua dalam perawatan tumbuh kembang dengan perkembangan kognitif anak prasekolah di TA/KB Al Madaniyah Madyopuro Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel berjumlah 31 responden yang diambil melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner dukungan orang tua dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sebagian besar orang tua (83,9%) memberikan dukungan yang baik terhadap tumbuh kembang anak, dan mayoritas anak (83,9%) memiliki perkembangan kognitif yang sesuai dengan tahap usianya. Analisis uji korelasi Spearman Rank mengindikasikan terdapat korelasi yang positif dan bermakna antara dukungan orang tua dengan perkembangan kognitif anak (r, -0,576; p = 0,0007). Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan orang tua dalam perawatan tumbuh kembang, terutama melalui stimulasi dan keterlibatan aktif dalam pendampingan belajar, berperan penting dalam mengoptimalkan perkembangan kognitif anak prasekolah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan orang tua memegang peran penting untuk memaksimalkan perkembangan kognitif anak prasekolah. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua dan institusi pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.
Basic Life Support Training On Ability And Self- Confidence Student In Handling Cardiac Arrest Cahyadi, Faisal Ahmad; Hastuti, Apriyani; Indari, Indari; Kurniawan, Ardhiles Wahyu; Laksono, Bayu Budi; Jamil, Mokhtar; ristanto, riki; Fani, Rif'atul; Roesardhyati, Ratna; Soares, Domingos
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.27738

Abstract

Background: Basic life support or BLS is a series of first aid measures in emergency situations to save the life of someone experiencing cardiac arrest or respiratory problems. Objective This research aims to determine the effect of BLS (basic life support) training on students' knowledge and self-confidence in handling cardiac arrest in students Bachelor of Nursing Study Program ITSK RS Dr Soepraoen Malang. Method In this study, a pre-experimental research design was used, namely research in which before the research was carried out, the sample was given first in the form of a pre-test on December 18th 2024 and at the end of the study the sample was given a post-test on December 22 2024. The population in this study were college study in Department of Nursing with 160 students involving 160 students as samples using the Cluster sampling method. The independent variable in this research is Basic Life Support (BLS) training and the dependent is knowledge and self-confidence, the data from the examination results are analyzed using univariate and bivariate analysis. Results The research results showed that students' knowledge in handling cardiac arrest was mostly poor, as many as 128 students (80%). and after students took part in the training, there was an increase in students, namely to 44 people (27.50%) who answered correctly and those who answered with less marks decreased to 66 students (41.25%). Meanwhile, the level of self-confidence of students in handling cardiac arrest was found to be mostly good, 112 people (70%). Students' self-confidence also increased for the better, to 138 people (86.25%) who answered good and the remaining 22 people (13.75%) answered enough. Conclusion There is an influence of basic life support training on students' level of knowledge and self-confidence in handling cardiac arrest. It is hoped that students can apply the knowledge they have gained from BLS training and continue to increase their knowledge and self-confidence to help victims with cardiac arrest.
hipertensi, diet DASH, edukasi keluarga, keperawatan keluarga: INTERVENSI EDUKASI KELUARGA BERBASIS DIET DASH PADA PASIEN HIPERTENSI DI DUSUN NONGKOSEWU KECAMATAN PONCOKUSUMO, MALANG novianto ardy, joko; Asri, Yuni; Budi Laksono, Bayu
Indonesian Journal Of Empirical Nursing Sciences Vol 3 No 1 (2026): Vol. 3 No. 1 (2026): IJENS Maret (2026)
Publisher : Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, ITSK RS dr Soepraoen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/ijens.v3i1.83

Abstract

Pendahuluan: hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikelola secara optimal. Pengendalian hipertensi secara nonfarmakologis dapat dilakukan melalui penerapan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH). Keberhasilan diet DASH sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan keterlibatan keluarga dalam pengelolaan kesehatan pasien. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil intervensi edukasi keluarga berbasis diet DASH terhadap peningkatan pengetahuan keluarga pada pasien hipertensi di Dusun Nongkosewu, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Metode: myang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada lima keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat hipertensi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengkajian keperawatan keluarga, serta pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner diet DASH sebelum dan sesudah edukasi, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum edukasi seluruh responden berada pada kategori pengetahuan kurang. Setelah diberikan edukasi keluarga berbasis diet DASH, seluruh responden mengalami peningkatan pengetahuan ke kategori cukup. Kesimpulan: disimpulkan bahwa edukasi keluarga berbasis diet DASH efektif meningkatkan pengetahuan keluarga dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan keluarga dalam pengendalian hipertensi dan pencegahan komplikasi.