Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Dan Pengalaman Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan Neni Sri Wahyuni; Supriadi Supriadi; M.Nelson Pinem
Bisnis-Net Vol 9, No 1: MEI 2026
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/bn.v9i1.8705

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas sumber daya manusia dan pengalaman kerja terhadap produktivitas karyawan. Studi ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan tuntutan pekerjaan yang berdampak pada belum optimalnya produktivitas organisasi. Berangkat dari perspektif human capital, penelitian ini menguji peran kualitas SDM dan pengalaman kerja sebagai determinan utama produktivitas karyawan.Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan pada PT Indofood Fortuna Makmur Medan dengan jumlah 72 orang yang dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala likert dan dianalisis dengan regresi linear berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia dan pengalaman kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi yang lebih kuat dalam meningkatkan produktivitas. Temuan ini menegaskan bahwa produktivitas karyawan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi individu, tetapi juga oleh akumulasi pengalaman kerja yang relevan.Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam memperkuat teori human capital dengan menunjukkan bahwa integrasi antara kualitas SDM dan pengalaman kerja merupakan faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas. Implikasi praktis menunjukkan pentingnya organisasi dalam mengembangkan kompetensi karyawan secara berkelanjutan serta menyediakan lingkungan kerja yang mendukung pembelajaran berbasis pengalaman.
Pengaruh Dukungan Organisasi dengan Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta yang Kuliah Sambil Bekerja Hasrita; Diny Atrizka; Neni Sri Wahyuni
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v5i1.2269

Abstract

Mahasiswa yang kuliah sambil bekerja merupakan mahasiswa yang berusaha meringankan beban orangtuanya dan mendorong mahasiswa kuliah sambil bekerja. Mahasiswa seperti ini melakukan dua aktivitas sekaligus yaitu kuliah dan bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara dukungan organisasi dan kesejahteraan psikologis mahasiswa perguruan tinggi swasta yang kuliah sambil bekerja. Masalah yang sering dihadapi mahasiswa berkuliah sambil bekerja merupakan tantangan, termasuk tekanan akademis dan perasaan kesepian, yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Mahasiswa yang kuliah sambil bekerja dituntut untuk mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, mulai dari mengatur waktu, kedisplinan, dan memperhatikan kondisi kesehatan fisik mereka baik itu dalam urusan perkuliahan maupun dalam pekerjaan, mereka harus membagi peran antara mahasiswa dan karyawan, terlebih lagi permasalahan dalam pergaulan, serta kurangnya interaksi dengan sesama teman. Penelitian ini terhadap 111 mahasiswa perguruan tinggi swasta yang kuliah sambil bekerja. Hipotesis penelitian ini bahwa dukungan organisasi yang baik atau tinggi akan berhubungan positif dengan kesejahteraan psikologis yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan skala dukungan organisasi dan skala kesejahteraan psikologis untuk mengukur hubungan antara dukungan organisasi dengan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa perguruan tinggi swasta yang kuliah sambil bekerja. Data dianalisis dengan teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil yang diperoleh menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan organisasi dan kesejahteraan psikologis. Artinya, semakin tinggi dukungan organisasi, semakin baik kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan organisasi memberikan kontribusi sebesar 27,3% terhadap kesejahteraan psikologis) mahasiswa perguruan tinggi swasta yang kuliah sambil bekerja. Selebihnya 72,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Semakin tinggi dukungan organisasi, semakin baik kesejahteraan psikologis mahasiswa perguruan tinggi swasta yang kuliah sambil bekerja.