Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis Efisiensi Output Produksi Plts Berbasis Fix Mounting Dan Single Axis Solar Tracker Di Pt Pjb Cirata Akmal Faizal; Mamat Rokhmat; Aripriantoni Aripriantoni
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKebutuhan energi yang semakin meningkat dan bahan fosil lama kelamaan akan menipis dan habis, maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu memanfaatkan energi terbarukan, salah satunya adalahenergi matahari. Sel surya merupakan sebuah perangkat yang dapat merubah energi sinar matahari ke energilistrik dengan proses efek fotovoltaik dengan berbahan semi konduktor, komponen panel surya atau solarcell ini sangat penting bagi sistem pembangkit listrik tenaga surya yang dimanfaatkan menjadi energi listrikdengan menggunakan panel surya ( solar photovoltaic panel ). Dengan berkembangnya teknologi banyakjenis-jenis sistem PLTS yang membuat ada beberapa tipe pemasangan PLTS yaitu dengan fix mounting,single axis tracker. Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah perbandingan efisiensi data output produksiharian dengan intensitas data base per-15 menit dan data iradiasi matahari. Hasil perbandingan persentaseproduksi energi panel surya sistem single axis solar tracker dan fix mounting selama 17 hari yaitu single axislebih besar 13,171 % terhadap fix mounting. Maka sistem PLTS yang digunakan lebih baik menggunakansistem Single axis yang menghasilkan energi paling maksimal.Kata kunci : Panel Surya, PLTS,single axis,fix mounting. AbstractIncreasing energy needs and fossil materials will gradually thin out and run out, so to meet these needs it is necessary to utilize renewable energy, one of which is solar energy. Solar cells are devices thatcan convert sunlight energy into electrical energy by the process of photovoltaic effects using semiconductors,solarpanelcomponentsorsolarcellsthatareveryimportantforsolarpowergenerationsystemsthatareusedaselectricalenergyusingsolarpanels(solarphotovoltaic)panel).WiththedevelopmentoftechnologymanytypesofsolarpowersystemsthatmakethereareseveraltypesofPLTSinstallation,namelyfixmounting, single axis tracker. The data used in this study is a comparison of the efficiency of dailyproduction output data with a 15-minute data base intensity and solar irradiation data. The results of thecomparison of the percentage of energy production of single axis solar tracker solar panel systems and fixmounting for 17 days, namely a single axis greater 13.171% against fix mounting. Then the PLTS system isused to better use a single axis system that produces the most energy.Keywords: Solar Panel, PLTS, single axis, fix mounting.
Fabrikasi Inter Layer Counter Electrode Karbon Untuk Dye-sensitized Solar Cell Diky Meidianto; Mamat Rokhmat; Shobih Shobih
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) tipe monolitik yang hanya memiliki satu substrat banyakdikembangkan karena harga fabrikasi yang murah dan proses fabrikasi yang sederhana.Namun, efisiensi yang rendah merupakan salah satu kelemahannya. Salah satu penyebabnyaadalah counter electrode yang digunakan sebagai lapisan untuk meningkatkankonduktivitas substrat kaca FTO, tidak menempel kuat pada substrat kaca FTO, sehinggadiperlukan lapisan inter layer yang dapat meningkatkan konduktivitas lapisan counterelectrode serta meningkatkan adhesivitas antara counter electrode dengan substrat kacaFTO. Pada penelitian ini, bahan counter electrode yang diguankan adalah karbon dan bahaninter layer yang digunakan adalah karbon dan TiO colloid yang berfungsi sebagai binder.Pendeposisian setiap lapisan DSSC tipe monolitik dilakukan dengan teknik screen printing. Lapisan pertama karbon 1 (Inter Layer) memiliki komposisi 0,13 gr grafit, 0,2 ml TiO2colloid, 0,2 ml Triton 10% dan 0,25 ml terpineol dan karbon 2 (Counter Electrode) memilikikomposisi 0,5 gr carbon nanopowder, 2 gr bubuk grafit, 0,3 gr ethyl-cellulose, 0,25 gr TiOP25,dan 4,25 gr terpineol. Kedua lapisan karbon tersebut komposisinya dikali 10 untukmemperbanyak pasta yang dihasilkan. Massa grafit pada karbon 1 (Inter Layer)divariasikan menjadi 5 variasi yaitu 0,9 gr (A), 1,1 gr (B), 1,3 gr (C), 1,5 gr (D), dan 1,7 gr(E). Setelah inter layer karbon difabrikasi, dilakukan karakterisasi morfologi, pengukuranresistansi sheet, uji adhesivitas dan uji transmitansi serta karakterisasi I-V pada DSSC tipemonolitik yang telah difabrikasi. Hasilnya, pada morfologi inter layer karbon yangdikarakterisasi menggunakan SEM, diperoleh bahwa lapisan inter layer sampel B memilikipenyebaran grafit yang merata dan hanya sedikit terlihat adanya aglomerasi pada karbon.Selain itu, pada uji resistansi sheet menggunakan four point probe diperoleh hasil bahwa sampel B memiliki Rs yang stabil dengan rata rata 12,097±0,054 Ω/sq. Pada uji adhesivitas,terlihat bahwa lapisan karbon 1 yang melekat kuat pada substrat kaca FTO secara visual, dan pada uji transmitansi menggunakan UV-VIS, sampel B memiliki rasio transmitansiterkecil antara sesudah dan sebelum uji adhesivitas sebesar 1,963. Hasil karakterisasi I-VDSSC tipe monolitik, diperoleh efisiensi terbesar berasal dari sampel B yang memiliki massa1,1 gr grafit pada TiO colloid sebesar 1,258 %. Sehingga penambahan inter layer karbonantara counter electrode karbon dan substrat kaca FTO dapat meningkatkan efisiensi dariDSSC tipe monolitik 2Kata kunci: DSSC tipe monolitik, karbon, grafitAbstract Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) monolithic type which has only one substrate developed a lotbecause of the low price of fabrication and a simple fabrication process. However, lowefficiency is one of its weaknesses. One reason is the counter electrode which is used as a layerto increase the conductivity of the FTO glass substrate, not firmly attached to the FTO glasssubstrate, so that an inter layer is needed that can increase the conductivity of the counterelectrode layer and increase the adhesivity between the counter electrode and the FTO glasssubstrate. In this study, the material of counter electrode was used carbon and the inter layermaterial was used carbon and TiO2 colloid which functioned as binders. Deposition of eachmonolithic type DSSC layer is done by screen printing techniques. The first layer of carbon 1 (Inter Layer) has a composition of 0,13 gr graphite, 0,2 ml TiO2 colloid, 0,2 ml Triton 10% and0,25 ml terpineol and carbon 2 (Counter Electrode) has a composition of 0,5 gr carbonnanopowder, 2 gr graphite powder, 0,3 gr ethyl-cellulose, 0,25 gr TiO2-P25, and 4,25 grterpineol. The two carbon layers are multiplied by 10 to multiply the resulting paste. Graphitemass at carbon 1 (Inter Layer) varied into 5 variations, namely 0,9 gr (A), 1,1 gr (B), 1,3 gr (C),1,5 gr (D), and 1,7 gr (E). After fabricated inter layer carbon, soma characterizations weredone, like morphological characterization, sheet resistance measurement, adhesivity test andtransmittance test and I-V characterization on monolithic type DSSC were fabricated. As aresult, in the inter layer carbon morphology characterized using SEM, it was found that theinter layer of sample B had a uniform spread of graphite and only a small amount of carbonagglomeration was seen. In addition, the sheet resistance test using four point probes shows thatsample B has a stable Rs with an average of 12,097±0,054 Ω/ sq. In the adhesion test, it can be seen that the carbon 1 layer is firmly attached to the FTO glass substrate visually, and in thetransmittance test using UV-VIS, sample B has the smallest transmittance ratio between afterand before the adhesive test of 1,963. The results of the monolithic type I-V DSSCcharacterization, obtained the greatest efficiency derived from sample B which has a mass of 1.1gr graphite on the colloid TiO2 of 1,258%. So that the addition of the inter layer carbon betweenthe carbon electrode counter and the FTO glass substrate can improve the efficiency of themonolithic type DSSC Keywords: monolithic type DSSC, carbon, graphite 
Analisis Perbandingan Suhu Sistem Terkontrol Dan Sistem Konvensional Pada Pertumbuhan Tanaman Kangkung Hidroponik Sistem Rakit Apung Fathur Rahman; Mamat Rokhmat; Indra Wahyudin Fathonah
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tugas akhir ini membahas tentang pengaruh temperatur permukaan sel surya terhadap kapasitas daya keluaran dengan suatu hipotesis yang mengatakan pada pukul 12.00 – 16.00 output dalam kondisi optimal tetapi ada penurunan kinerja sel surya sebagai akibat dari meningkatnya temperatur pada rentang waktu tersebut. Penelitian ini dilakukan di rooftop Gedung P (Deli) Fakultas Teknik Elektro Universitas Telkom dengan mengambil beberapa data menggunakan alat ukur temperatur permukaan sel surya dan arus yang dihasilkan sehingga mendapatkan data yang lebih akurat dan kontinu. Pengambilan data temperatur dilakukan pada tiga titik untuk memperoleh nilai temperatur permukaan panel surya. Selain itu, penelitian juga mengambil data intensitas cahaya. Pada penelitian ini, diperoleh nilai intensitas yang sama namun memiliki nilai arus dan temperature yang berbeda. Nilai daya keluaran pada panel surya dari pukul 12.00 hingga 16.00 menunjukkan penurunan dengan rata-rata penurunan sebesar 2,8991 W setiap 15 menit atau setara 0,1932 W/menit. Dengan kesimpulan bahwa temperatur memiliki pengaruh terhadap besar kapasitas daya yang dihasilkan oleh panel surya dengan pengaruh rata-rata sebesar 2,42 W/oC. Semakin tinggi temperatur panel surya maka kinerja panel surya akan menurun. Kata Kunci : Sel surya, temperature, energi terbarukan Abstract This final project discusses the change in the temperature of the solar cell with respect to capacity of the output power with the hypothesis that at 12.00 – 16.00 the output is in optimal conditions but there is a decrease in the solar cell as a result of the temperature in the specified time span. This research was conducted on the roof of P Building (Deli), Faculty of Electrical Engineering, Telkom University by taking some data using solar cell temperature measurement device and the resulting current so as to obtain more accurate and continuous data. Temperature data collection was carried out at three points to obtain the surface temperature value of the solar panel. In addition, the study also took light intensity data. In this study, we obtained the same intensity value but had different values for current and temperature. The value of the output power on the solar panel from 12.00 to 16.00 shows a decrease with an average decrease of 2,8991 W every 15 minutes or the equivalent of 0,1932 W/minute. In conclusion that temperature has an influence on the power capacity generated by solar panels with an average effect of 2,42 W/oC. The higher the temperature of the solar panels, the lower the performance of the solar panels. Key word : solar cell, temperature, renewable energy
Analisis Pengaruh Temperatur Permukaan Panel Surya Terhadap Kapasitas Daya Keluaran Fathur Rahman; Mamat Rokhmat; Indra Wahyudin Fathonah
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tugas akhir ini membahas tentang pengaruh temperatur permukaan sel surya terhadap kapasitas daya keluaran dengan suatu hipotesis yang mengatakan pada pukul 12.00 – 16.00 output dalam kondisi optimal tetapi ada penurunan kinerja sel surya sebagai akibat dari meningkatnya temperatur pada rentang waktu tersebut. Penelitian ini dilakukan di rooftop Gedung P (Deli) Fakultas Teknik Elektro Universitas Telkom dengan mengambil beberapa data menggunakan alat ukur temperatur permukaan sel surya dan arus yang dihasilkan sehingga mendapatkan data yang lebih akurat dan kontinu. Pengambilan data temperatur dilakukan pada tiga titik untuk memperoleh nilai temperatur permukaan panel surya. Selain itu, penelitian juga mengambil data intensitas cahaya. Pada penelitian ini, diperoleh nilai intensitas yang sama namun memiliki nilai arus dan temperature yang berbeda. Nilai daya keluaran pada panel surya dari pukul 12.00 hingga 16.00 menunjukkan penurunan dengan rata-rata penurunan sebesar 2,8991 W setiap 15 menit atau setara 0,1932 W/menit. Dengan kesimpulan bahwa temperatur memiliki pengaruh terhadap besar kapasitas daya yang dihasilkan oleh panel surya dengan pengaruh rata-rata sebesar 2,42 W/oC. Semakin tinggi temperatur panel surya maka kinerja panel surya akan menurun. Kata Kunci : Sel surya, temperature, energi terbarukan Abstract This final project discusses the change in the temperature of the solar cell with respect to capacity of the output power with the hypothesis that at 12.00 – 16.00 the output is in optimal conditions but there is a decrease in the solar cell as a result of the temperature in the specified time span. This research was conducted on the roof of P Building (Deli), Faculty of Electrical Engineering, Telkom University by taking some data using solar cell temperature measurement device and the resulting current so as to obtain more accurate and continuous data. Temperature data collection was carried out at three points to obtain the surface temperature value of the solar panel. In addition, the study also took light intensity data. In this study, we obtained the same intensity value but had different values for current and temperature. The value of the output power on the solar panel from 12.00 to 16.00 shows a decrease with an average decrease of 2,8991 W every 15 minutes or the equivalent of 0,1932 W/minute. In conclusion that temperature has an influence on the power capacity generated by solar panels with an average effect of 2,42 W/oC. The higher the temperature of the solar panels, the lower the performance of the solar panels. Key word : solar cell, temperature, renewable energy
Pelatihan Internet of Things (IoT) Untuk Sistem Hidroponik Sederhana di Masyarakat Citeureup dalam Menyambut Era Smart Nation Ihsan Maulidin; Amaliyah Rohsari Indah Utami; Tania Verasta; Theresia Deviyana Gunawan; Ahmad Qurthobi; Mamat Rokhmat; Asep Suhendi; Andre Swardana; Erni Dwi Sumaryatie
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17493

Abstract

Smart nation merupakan suatu pemanfaatan teknologi berbasis internet dan sensor yang dapat mempermudah kegiatan manusia dalam kehidupan sehari – hari. Oleh karena itu, pelatihan IoT di Desa Citeureup khususnya RW 6, Kabupaten Bandung sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan warga RW 6 telah mengembangkan sistem hidroponik namun secara sederhana dan konvensional di greenhouse yang dimiliki. Di sisi lain, Telkom University merupakan kampus berbasis teknologi digital yang mendukung, mengembangkan ide, serta pemikiran untuk menerapkan teknologi berbasis 4.0 dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, terutama di lingkungan masyarakat. Oleh sebab itu, pelatihan IoT yang dilakukan bertujuan untuk mengedukasi dan menyiapkan masyarakat sasar tentang pemanfaatan IoT pada sistem hidroponik yang dimiliki. Pelatihan dilakukan dengan cara mengenalkan komponen dan simulasi sistem IoT berupa pengukuran tingkat keasaman (pH) sistem tersebut. Berikutnya, pengaruh kegiatan pelatihan dianalisis melalui survey pra dan paska pelatihan terhadap peserta sebanyak 70 responden, serta hasil pengukuran pH dalam sistem pagi dan sore. Hasil analisis survei kuesioner menunjukkan bahwa sebanyak 87% dari total responden mengerti tentang penerapan IoT pada sistem hidroponik dibandingkan sebelum pelatihan. Serta, data awal pengukuran pH selama 10 hari saat pagi dan sore tidak berbeda yaitu berkisar 6,60 – 6,72. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi pH air system hidroponik warga adalah tidak membahayakan tanaman. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini memberikan kontribusi positif bagi masyarakat khususnya RW 6 dalam menyambut era smart nation.
Pembuatan Sistem Penyedia Energi Ramah Lingkungan berbasis Cahaya Matahari untuk Sistem Penerangan dan Pengairan pada sistem Aquaponik terintegrasi IoT di Desa Citeureup Fathona, Indra; Rokhmat, Mamat; Suhendi, Asep
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): Charity - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v5i2.4676

Abstract

Pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini telah dilakukan pemanfaatan panel surya untuk kebutuhan pengairan pada tanaman hidroponik dan untuk penerangan di salah satu tempat daerah Desa Citeureup Kabupaten Bandung. Sistem yang sudah dibangun bisa memasok listrik dengan daya 155 Watt dihasilkan dari 8 solar panel 100 Wp. Baterai yang dibutuhkan sebagai penyimpan energi untuk sistem ini sejumlah 6 unit sehingga dapat mempertahankan penggunaan kapasitas baterai di kisaran 50% demi menjaga umur pakai baterai lebih lama. Pemeliharaan dan pengecekan berkala dilakukan bekerja sama dengan masyarakat sekitar dan perangkat desa seperti Kepada Desa Citeureup, ketua RW, ketua Karang Taruna, Ketua Ibu PKK. Wilayah desa Citeureup sebagian besar merupakan tanah permukiman dan hanya beberapa daerah pertanian serta industri, sehingga tidak memiliki lahan yang luas untuk pertanian konvensional. Teknik Hidroponik dan aquaponic cocok diterapkan untuk lahan yang tidak terlalu luas sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan akan sayuran yang bervitamin. Keberlanjutan dari pengabdian masyarakat ini memiliki target memenuhi kebutuhan daya listrik dan juga penggunaan Internet of Things (IoT) sebagai pemantauan jarak jauh.
Analysis of Emission Reduction in Indonesia's Power Generation Sector for the Centennial Milestone using Grammatical Evolution and ARIMA Raharjo, Jangkung; Wijayanto, Inung; Nur Ikhsan, Rifki Rahman; Indra Wijaya, Igpo; Nugroho, Bambang Setia; Rokhmat, Mamat
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.9.3.3067

Abstract

This study examines the Indonesian government's commitment to reducing electricity production, a crucial element in achieving sustainable energy. Historically, Indonesia depends on non-renewable energy sources, including coal and oil. Indonesia is presently transitioning to cleaner energy alternatives. This policy is done to align with the objective of global sustainability. This pivotal action by the Indonesian government aims to accelerate the adoption of low-carbon technology by society. Through careful planning, Indonesia aims to establish a sustainable and resilient energy framework that addresses both current and future environmental challenges. The active participation of both the state and private sectors is crucial to support this transition. For instance, investment in research and development of sustainable technology by the private sector can accelerate the improvement or creation of a more sustainable energy framework. Innovative technologies, such as solar, hydropower, and wind, can significantly contribute to reducing carbon footprints. This study conducted an extensive observation and evaluation of the contribution of Indonesia's power generation sector to achieving net-zero emissions. This study utilizes the Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) and Grammatical Evolution (GE) to predict the overall electrical capacity trajectory leading up to Indonesia's Centennial in 2045. By utilizing the exponential grammar, GE outperforms ARIMA in predicting energy forecasts. This research sheds light on Indonesia's transformative efforts, contributing to a broader understanding of how to cultivate a sustainable and environmentally responsible energy future.
Fabrikasi Dan Karakterisasi Mortar Semen Yang Dilapisi Lapisan Tio2 Bersifat SelfCleaning Widiansyah, Irvan Taufiq; Rokhmat, Mamat; Wibowo, Edy
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri menyebabkan jumlah polutan meningkat dan berdampak buruk bagilingkungan terutama pada bangunan-bangunan di sekitar. Oleh karena itu dibutuhkan membuat mortarsemen yang anti kotoran atau yang bersifat selfcleaning untuk melindungi mortar dari debu, kotoran,dan serapan air yang dapat merusak. Salah satu upayatersebut ialah dengan memanfaatkan efek fotokatalis smart material berbasis titanium dioksida (TiO2).Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik lapisan TiO2 terhadap pengaruh kondisi lingkungan,pengaruh pada sudut kontak yang terbentuk pada selfcleaning, pengaruh fotokatalis pada self-cleaning,serta mengetahui pengaruh komposisi TiO2 yang ideal.Komposisi lapisan TiO2 dibuat bervariasi, yaitu 2gram, 4 gram, dan 6 gram, dan variasi tambahandengan mencampurkan 1 gram PEG 4000 dari setiapkomposisi TiO2 tersebut. Dan komposisi TiO2dicampurkan langsung pada mortar semen, yaitu 50gram, 100 gram, dan 150 gram. Pengujian selfcleaning menggunakan jenis pengotor Methylene Blue.Hasil terbaik kondisi permukaan mortar semen akibatproses fotokatalis bersifat self-cleaning didapatkanpada sampel dengan lapisan TiO2 komposisi 6 grampada penjemuran di bawah matahari denganpersentase rata-rata tingkat kepekatan warna zatpengotor sebesar 35,12%. Sedangkan hasil pengujiansudut kontak pada permukaan mortar semen bersifathidrofilik, dengan sudut kontak 19,5º pada mortarsemen yang dicampurkan langsung TiO2 dengankomposisi 150 gram. Kata Kunci - Fotokatalis, self-cleaning, mortar semen, sudut kontak, TiO2.
Penggunaan Titanium Dioksida (Tio2) Untuk Material Anti Kotor Alviona, Vonny Aulia; Rokhmat, Mamat; Wibowo, Edy
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia banyak gedung perkantoran,rumah bertingkat yang mempunyai kaca atau dinding besar.Dengan cuaca tropis Indonesia menyebabkan noda mudahberkembang pada kaca atau dinding. Maka dibutuhkan inovasidalam pembersihan kaca atau dinding tersebut denganmelapiskan material TiO2 pada kaca atau dinding agar kotorantidak mudah menempel pada kaca (self-cleaning). Self-cleaningdapat dihasilkan dengan memanfaatkan sifat fotokatalis dariTiO2 yang aktif jika terkena cahaya matahari. Pengukuranyang digunakan yaitu pengukuran fotokatalis dan sudutkontak. Pengukuran sudut kontak bertujuan untuk mengetahuisifat self-cleaning yang didapat hidrofilik atau hidrofobik.Pelapisan larutan TiO2 dan Aquades pada substrat kaca denganukuran 2 cm x 2 cm dengan tebal kaca 5 mm dilakukan denganteknik spray. Penelitian yang telah dilakukan saat prosesfotokatalis mendapatkan komposisi terbaik yaitu komposisilapisan TiO2 sebanyak 6-gram, baik dengan lapisan TiO2-PEGmaupun lapisan TiO2-Tanpa PEG. Komposisi TiO2 sebanyak 6-gram yang mendegradasi dan menghilangkan pengotor lebihcepat 5 sampai 10 menit dibandingkan komposisi lapisan TiO2sebanyak 2-gram dan 4-gram dengan nilai rata-rata persentasehilangnya pengotor Methylene Blue pada permukaan lapisanTiO2-PEG yaitu 37% dan rata-rata intensitas cahaya 99498 lux.Kemudian sifat self-cleaning yang didapat merupakan sifathidrofilik karena memiliki sudut kontak kurang dari 900. Kata kunci— Fotokatalis, PEG, Self-Cleaning, TiO2