Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Reduksi Kandungan Besi (fe) Dan Mangan (mn) Pada Air Tanah Menggunakan Arang Kayu Zahara Ramadhayanti Karyuni; Mamat Rokhmat; Edy Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Air tanah yang terdapat di daerah sekitar Telkom University mengandung Fe dan Mn yang melebihi kadar standar yangtelah ditentukan. Oleh karena itu, perlu diolah lagi agar aman digunakan untuk keperluan sehari-hari. Pada penelitian ini, air tanah diolah dengan metode adsorbsi menggunakan arang kayu yang dapat menyerap Fe dan Mn. Diamati pengaruh aktivasi arang terhadap daya adsorbsinya dan pengaruh kejernihan pada air. Aktivasi dilakukan dengan metode kimia-fisika dengan merendam arang terlebih dahulu ke dalam larutan 5% Na2CO3 selama 24 jam lalu dipanaskan pada tanur bertemperatur 400°C selama 30 menit. Bentuk arang juga dibedakan menjadi dua macam, yaitu serbuk dan ukuran 1 cm. Penjerapan arang kayu yang diaktivasi lebih baik dibandingkan dengan arang kayu tanpa perlakuan. Hasil analisis menggunakan Spektroskopi Serapan Atom (SSA) dalam penggunaan arang kayu serbuk yang diaktivasi dapat mengurangi ion logam besi dan manga masingmasing sebesar 95,52 % dan 99,64 %. Sedangkan untuk persentase daya penjernihan terbaik yang diukur menggunakan Fotometer, ditunjukkan oleh arang kayu yang telah diaktivasi dan berbentuk serbuk dapat mereduksi warna air sebesar 50,368%. Kata Kunci: arang kayu, logam besi, logam mangan, metode adsorpsi, aktivasi kimia-fisika, efisiesi. Abstract Groundwater available in the area around Telkom University contains Fe and Mn that exceed the specified standard levels. Therefore, water needs to be processed again for safe use for everyday purposes. In this study, groundwater was treated by adsorption method using charcoal wood which can absorb Fe and Mn. In addition, this study also observed the effect of charcoal activation on its adsorption power and the clarity effect on water. Activation is carried out by chemical-physical method by immersing the charcoal first into a 5% Na2Co3 solution for 24 hours and then heated to a 400oC temperature furnace for 30 minutes. Charcoal shape is also divided into two kinds, namely powder and size 1 cm. The absorption of activated charcoal is better than charcoal without treatment. The results of the analysis efficiency using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) in the use of activated wood powder charcoal can reduce iron metal and manga ions respectively by 95.52% and 99.64%. Whereas for the best percentage of purification power measured using Photometer, indicated by the activated charcoal and powder form can reduce water color by 50,368%. Keyword: wood charcoal, ferrous metal, manganese metal, adsorption method, chemical-physics activation, efisiensi
Degradasi Kandungan Metilen Blue Pada Air Menggunakan Sekam Padi Iqbal Dwi Cahyo; Mamat Rokhmat; Edy Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Limbah air pada pabrik tekstil umumnya masih banyak mengandung Metilen Blue (MB). Oleh Karena itu, air limbah tersebut harus diolah terlebih dahulu agar aman dibuang dan tidak mencemari lingkungan. Pada penelitian ini, sekam padi ditambahkan pada limbah air Metilen blue untuk mereduksi konsentrasinya. Air limbah Metilen blue yang digunakan adalah sampel yang dibuat dari campuran Aquadest dengan Metilen blue. Pengujian dilakukan dengan membandingkan sampel air yang telah diberi sekam padi kering (telah dijemur selama 8 jam) dan sekam padi yang direbus (selama 15 menit). Penjerapan pada sekam padi yang direbus lebih baik dibanding sekam padi yang dijemur. Penggunaan sekam padi yang direbus dapat mengurangi kadar Metilen blue sebesar 89 %. Selain itu pada penelitian ini juga diamati pengaruh masa sekam padi terhadap penjerapan metilen blue. Penggunaan sekam padi yang dijemur dengan massa 5 gram lebih baik dibanding penggunaan sekam padi dengan massa 2,5 gram. Sekam padi dengan massa 5 gram dapat mengurangi kandungan metilen blue sebesar 84% sedangkan sekam padi dengan massa 2,5 gram dapat mengurangi kandungan metilen blue sebesar 73%. Kata kunci: Limbah air Metilen blue, Sekam padi, adsorpsi. Abstract Waste water in textile factories generally still contains a lot of methylene blue. Therefore, the water must be processed first so that the waste water is safely removed and does not pollute the environment. In this study, the husk was immersed in Methylene blue water waste to determine its adsorbs power. Methylene blue waste water used is a sampel made from aquadest mixture with Methylene blue. The test was carried out by comparing the yield of water from rice husk which had been dried for 8 hours and rice husk which was boiled for 15 minutes. Absorption of boiled rice husk is better than dried rice husk. The use of boiled rice husk can reduce the amount of Metilen blue by 89%. In addition, this study also looked at the effect of rice husk on absorption. The use of rice husks which are dried at 5 grams is better than the use of rice husks with a mass of 2.5 grams. Rice husk with a mass of 5 grams can reduce the content of methylene blue by 84% while rice husk with a mass of 2.5 grams can reduce the content of methylene blue by 73% Keywords: Waste water,Methylene blue, Rice husk, adsorption.
Analisis Pengaruh Kemiringan Sudut Atap Kaca Dan Penambahan Cermin Pada Alas Basin Terhadap Laju Penguapan Air Garam Dalam Distilator Tenaga Surya Eriz Aprizki; Mamat Rokhmat; Edy Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Desain destilator adalah salah satu faktor yang mempengaruhi laju penguapan pada destilator. Oleh karena itu destilator perlu di disain sebaik mungkin agar produksi air yang didapat maksimal. Pada penelitian ini telah dilakukan variasi kemiringan atap destilator. Selain itu alas basin destilator juga dimodifikasi dengan menambahkan reflector cermin. Dalam penelitian ini pengujian destilator dilakukan pada sekala laboratorium menggunakan dua lampu bohlam yang pancaran energinya dianggap konstan. Adapun sempel air garam 33 ppt yang dibuat dengan mencampurkan air minum kemasan dengan sejumlah garam. Penggunaan reflector menyebabkan produksi air meningkat sebasa 36,5%. Selain itu penggunaan atap dengan sudut 35o menghasilkan air lebih banyak dibandingkan dengan atap 30o dan 40o yaitu 320 ml. Kata Kunci: Alumina, nanopartikel, viskositas, konduktivitas termal, konsentrasi, dan koefisien kinerja. Abstract The destilator design is one of the factors affecting the evaporation rate of the distillator. Therefore, the destilator needs to be designed in the best possible way for maximum water production. In this research has been done variation of roof tilt destilator. The base of the destilator basin is also modified by adding a mirror reflector. In this research, the destilator testing is done at the laboratory using two bulb lamps whose energy emission is considered constant. The 33 ppt brine sempel is made by mixing the bottled drinking water with some salt. The use of reflector causes water production to increase as 36.5%. In addition, the use of the roof with 35o angle to produce more water compared with the roof of 30o and 40o is 320 ml. Keywords: Alumina, nanoparticles, viscosity, thermal conductivity, concentration, and coefficient of performance
Pembuatan Sel Surya Berbahan Tio2 Dengan Penyisipan Partikel Emas Menggunakan Metode Elektroplating Faris Hanif Rahman; Mamat Rokhmat; Edy Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada Penelitian ini dipelajari pengaruh penyisipan partikel logam emas pada Sel Surya TiO2. Penyisipan partikel logam emas pada lapisan TiO2 dilakukan dengan menggunakan metode elektroplating. Material TiO2 yang dicampurkan dengan aquades lalu dideposisikan pada FTO menggunakan metode doctor blade. Lapisan TiO2 disisipi partikel logam emas dengan metode elektroplating sehingga membentuk lapisan kontak logam yang menjadi lintasan bagi elektron untuk mengalir lebih cepat menuju elektroda (FTO). Polimer elektrolit digunakan sebagai transport hole yang tersusun atas campuran LiOH dan PVA. Struktur sel surya yang telah dibuat dikarakterisasi dengan menggunakan I-V meter Keithley 617 untuk mengetahui performansi sel surya. Karakteristik I-V menunjukkan terjadi peningkatan efisiensi sel surya TiO2 setelah disisipi partikel logam emas menggunakan metode elektroplating. Pemberian tegangan 2 Volt dan waktu 5 detik saat elektroplating merupakan tegangan dan waktu optimal yang menghasilkan efisiensi terbaik pada Sel Surya TiO2/Au, yaitu sebesar 0,08%. Kata kunci: Sel Surya, TiO2, Elektroplating, Emas (Au) Abstract This research studied the effect of gold paticle inserted in TiO2 solar cells. Insertion of gold particle in TiO2 layer using electroplating method. TiO2 material is mixed with distilled water and then deposited on FTO using doctor blade method. TiO2 layer inserted gold particle with electroplating method to form a metal contact layer electrons to flow faster to the electrode (FTO). Polymer electrolyte was dedicated as a hole transport is composed of a mixture of LiOH and PVA. Structure of solar cell has been characterization by using a Keithley 617 meter to determine the performance of solar cell. I-V characteristic showed an increase in the efficienncy of solar cell with TiO2 inserted gold particlce using electroplating method at 0,08%.compared with solar cell TiO2 without inserted gold particlce at 0,002%. Keywords: Solar cell, TiO2, Electroplating, Gold.
Pembuatan Sel Surya Berbahan Titanium Dioksida Dengan Pendeposisian Partikel Perak Menggunakan Metode Elektroplating Wahyu Kurniawan; Mamat Rokhmat; Edy Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sel surya merupakan pembangkit listrik ramah lingkungan yang memanfaatkan cahaya matahari. Pada perkembangannya, sel surya telah sampai pada generasi ketiga. Penyerapan foton pada sel surya generasi ketiga biasanya menggunakan bahan TiO2 (Titanium Dioksida) atau ZnO (Seng Oksida). Bahan TiO2 digunakan dalam penelitian ini karena memiliki kemampuan penyerapan cahaya yang baik dalam kondisi sedikit cahaya dan pada kondisi teduh. Beberapa penelitian menyatakan untuk fotokatalis dan pembuatan sel surya terbaik menggunakan kristalin anatase. Namun, TiO2 anatase memiliki energi gap yang besar (3,2 ev) sehingga dibutuhkan pendeposisian logam tertentu dengan tujuan agar efisiensi dapat meningkat. Pada penelitian digunakan pendeposisian partikel Ag karena nilai konduktifitas Ag lebih besar dari Cu dan Au sehingga diharapkan efisiensinya menjadi lebih baik. Pendeposisian TiO2 pada FTO menggunakan metode doctor blade dan pendeposisian partikel Ag pada FTO/TiO2 menggunakan metode elektroplating. Pendeposisian partikel Ag diharapkan dapat mengurangi laju rekombinasi pada sel surya TiO2. Massa partikel Ag yang terdeposisi pada FTO/TiO2 sebanyak 0,001566 gram saat diberikan tegangan sebesar 1,5 volt selama 7 detik. Nilai efisiensi yang didapatkan sel surya TiO2 adalah 0,00176%, sedangkan nilai efisiensi TiO2/Ag yang didapatkan adalah sebesar 0,09938% yang menunjukkan kenaikan 56,46 kali lebih baik saat dideposisi partikel Ag. Kata Kunci: Sel surya TiO2, AgNO3, LiOH, doctor blade dan elektroplating. Abstract Solar cells are environmentally friendly power plants that utilize by sunlight. In its development, solar cells have arrived at the third generation. Photon absorption in third generation of solar cells usually used TiO2 (Titanium Dioxide) or ZnO (Zinc Oxide) materials. TiO2 material is used in this study because it has good light absorption capability in light conditions and under shaded conditions. Several studies have stated that photocatalysts and the manufacture of the best solar cells use crystalline anatase. However, anatase TiO2 has a large energy gap (3,2 ev) so that the deposition of certain metals is needed in order to increase efficiency. In this study Cu was replaced with Ag particles because the conductivity value of Ag material is greater than Cu and Au, so it is expected that efficiency can be increased. The deposition of TiO2 in the FTO using the doctor blade method and the deposition of Ag particles using the electroplating method. The depositing of Ag particle is expected to reduce the recombination in TiO2 solar cells. The particle mass of Ag which is deposited on FTO/TiO2 is 0,001566 grams when given a voltage of 1,5 volts for 7 seconds. The efficiency value obtained by TiO2 solar cells is 0,00176%, while the efficiency value of TiO2/Ag obtained is 0,09938% which shows an increase of 56,46 times better when deposited by Ag. Keywords: TiO2 solar cells, AgNO3, LiOH, doctor blade method and electroplatin.
Aktivasi Zeolit Alam Jenis Clinoptilolite Menggunakan Medan Listrik Searah Untuk Meningkatkan Adsorptivitas Terhadap Ion Garam Dalam Air Laut Rahman Aditya; Edy Wibowo; Mamat Rokhmat
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dilakukan aktivasi zeolit alam jenis clinoptilolite dengan menggunakan medan listrik searah. Aktivasi dilakukan untuk meningkatkan kemampuan adsorpsi zeolit terhadap ion garam terlarut dalam air. Pengujian dilakukan dengan cara membandingkan hasil pengurangan besar salinitas antara zeolit teraktivasi dan zeolit tidak teraktivasi. Air yang digunakan adalah sampel air garam 35,20 ppt yang dibuat dengan cara mencampurkan 400 ml air mineral dengan 14,80 gram garam. Perlakuan aktivasi dengan pemberian medan listrik searah terbukti dapat meningkatkan efisiensi sebesar 5,39% untuk pada zeolit dengan ukuran serbuk dan 2 mm, yang diberi tegangan 8 volt selama 15 menit. Selain variasi ukuran zeolit, pada penelitian ini dilakukan variasi besar tegangan dan lama waktu aktivasi. Penambahan besar tegangan dan lama waktu aktivasi cenderung menurunkan efisiensi zeolit. Selain itu, pada penelitian ini teramati bahwa nilai salinitas mempengaruhi daya efisiensi adsorpsi zeolit. Kata kunci: zeolit alam, clipnoptilolite, medan listrik, adsroptivitas, ion garam. Abstract In this study the activation of clinoptilolite zeolite by using unidirectional electric field was carried out. Activation is done to improve the ability of the zeolite to ion adsorption of dissolved salts in water. In this study, testing was carried out by comparing the results of the reduction in salinity between activated zeolites and non-activated zeolites. The water used is a sample of salt water 35,20 ppt which is made by mixing 400 ml mineral water with 14,80 gram salt. The treatment of activation using the unidirectional electric field method has been shown to increase the efficiency of zeolite adsorption against dissolved salt ions, with an efficiency of 5.39% in activated zeolites with powder size and 2 mm, which is given a voltage of 8 volts and 15 minutes activation time. In addition to variations in zeolite size, in this study variations in stress values and length of activation were carried out. Addition of voltage and activation time tends to reduce zeolite efficiency. Additionally, in this study it was observed that the value of salinity affect the zeolite adsorption efficiency. Keywords: natural zeolite, clinoptilolite, electric field, adsorptivity, salt ion.
Pengaruh Penambahan Karbon Pada Fotokatalist Berbahan Dasar Tio2 Untuk Mendegradasi Methylene Blue Nabilla Syahvalensi; Mamat Rokhmat; Edy Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu pencemaran lingkungan yang terjadi saat ini adalah pencemaran yang disebabkan oleh limbah industri tekstil. Oleh karena itu sebelum dibuang, limbah tersebut harus diolah terlebih dahulu agar tidak langsung mencemari lingkungan, karena limbah tekstil sangat berbahaya bagi kesehatan masyarak at, karena masih banyak mengandung Methylene Blue (MB). Pada penelitian ini, TiO2 sebagai fotokatalis proses degradasi MB dicampurkan dengan karbon aktif yang konsentrasinya divariasikan sebesar 0,2%, 0,4% , 0,6% , 0,8% , dan 1% dari jumlah TiO2 yang digunakan. Kemudian ditempelkan pada permuk aan kertas plastik lalu dipotong dengan ukuran 1cm x 1cm dan ditambahkan pada limbah air MB untuk mendegradasi air limbah MB dengan menjemur air limbah MB yang telah ditaburi dengan TiO2 dan karbon tersebut di bawah lampu halogen 250 Watt. Sampel yang digunakan sebagai air limbah MB adalah campuran air dengan MB. Pengujian pada penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan sampel air limbah MB yang telah diberi TiO2 dan karbon aktif 0,2% , 0,4% , 0,6% , 0,8% dan 1% setiap 5 jam, selama 40 jam. Penggunaan lembar plastik yang ditempeli TiO2 dengan sisipan bubuk karbon sebanyak 0,4% adalah yang paling efektif untuk mendegradasi sampel air limbah Methylene blue. Kata kunci: Limbah air Metilen blue, TiO2, karbon, fotodegradasi. Abstract One of the environmental pollutions that occur today is pollution caused by textile industry waste. Because before being disposed of, the waste must be processed first so as not to directly pollute the Environmen t, because textile waste is very dangerous for public health because it still contains a lot of Methylene Blue (MB). In this study, TiO2 as a degradation process of MB was mixed with activated karbon whos e concentration varied by 0.2% , 0.4% , 0.6% , 0.8% , and 1% of the amount of TiO2 used. Then it was affixed to the surface of the plastik paper and then cut to a size of 1 cm x 1 cm and added to MB wastewater to degrade MB wastewater by drying MB wastewater that had been sprinkled with TiO2 and karbon under 250 Watt halogen lamps. The sample used as MB wastewater is a mixture of water with MB. Tests in this study were carried out by comparing MB wastewater samples that were given TiO2 and activated karbon 0.2% , 0.4% , 0.6% , 0.8% and 1% every 5 hours, for 45 hours. The use of plastic sheets contained TiO2 with 0.4% carbon powder inserts is the most effective way to degrade Methylene blue wastewater samples Keywords: Methylene blue waterwaste, TiO2, carbon, photodegradation.
Pelapisan Titanium Dioksida Pada Plastik Sebagai Fotokatalis Untuk Mendegradasi Metilen Biru Wildan Bagus Firmansyah; Mamat Rokhmat; Edy Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Air limbah tekstil pada umummnya berwarna keruh dan berbahaya bagi lingkungan jika dibuang ke sembarang tempat. Oleh karena itu, air limbah tekstil harus dijernihkan atau di degradasi terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Pada penelitian ini air limbah tekstil dijernihkan dengan material TiO2 yang digunakan sebagai fotokatalis atau menggunakan bantuan cahaya. TiO2 yang digunakan di deposisi ke dalam plastik transparansi dengan menggunakan metode thermal coating. Pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 3 variasi methylene blue yang digunakan sebagai limbah cair serta penyinaran selama 40 jam . Pada variasi pertama yaitu 7,8125 mg/l di dapatkan hasil degradasi atau penurunan sebanyak 51%, sedangkan dua variasi lainnya yakni 31,25 mg/l dan 15,625 mg/l didapatkan hasil masing masing 9% dan 38%. Kata Kunci : TiO2, Fotokatalis , Degradasi, Methylene Blue, Limbah tekstil Abstract Textile waste water generally is dirty and dangerous for the environment if it is thrown away of anywhere. Therefore, textile waste water must be purified or degraded before being discharged into the environment. In this study textile waste water was purified with TiO2 material used as a photocatalyst or using light. TiO2 used in deposition into transparency plastic using thermal heating method. In this study, 3 variations of methylene blue were used as liquid waste and 40 hours of irradiation. In the first variation, which is 7,8125 mg/l of methylene blue, the results of degradation or decline are 51%, while the other two variations, 31,25 mg/l and 15,625 mg/l, are 9% and 38%. Keynote : TiO2, photocatalyst , Degradation , Methylene Blue, Textile Waste Water
Pengembangan Model Radiasi Matahari Untuk Kota Bandung Eka Muslim Budiansyah; Mamat Rokhmat; Ery Djunaedi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Saat ini, nilai radiasi matahari di suatu daerah dapat diketahui dengan menggunakan alat atauteknologi tertentu yang juga dapat memberikan informasi tambahan mengenai temperature, kelembapan(humidity) dan komponen-komponen cuaca lainnya. Namun, hingga saat ini belum terdapat formula yangdapat menghitung nilai radiasi matahari di suatu daerah berdasarkan nilai komponen – komponen cuacayang telah diketahui sebelumnya, sehingga nilai radiasi matahari belum dapat dihitung kapan saja dan dimana saja saat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formula radiasi matahari yangdapat dihitung menggunakan komponen-komponen cuaca yang mudah didapat seperti temperaturedengan derajat pengukuran Celsius (˚C) dan kelembapan (humidity). Menggunakan data variabelkomponen cuaca Kota Bandung dalam satu tahun penuh yang kemudian dipartisi berdasarkan kondisicuaca, peneliti menggunakan software R Studio mengembangkan beberapa formula yang dapat digunakanuntuk menghitung nilai radiasi matahari matahari di Kota Bandung. Kata Kunci: Nilai Radiasi Matahari, Temperatur, Kelembapan, Formula Radiasi Matahari, KotaBandung. AbstractCurrently, the solar radiation value in one place can be known using certain tools or technology that can provide additional information about temperature, humidity, and other weather component. However, there isno formula that can calculate the value of solar radiation cannot be calculated anytime and anywhere whenneeded. This study aims to develop a calculated solar radiation formula using available weather componentssuch as temperature with degrees of Celsius (˚C) and humidity. By applying the weather component variabledata of Bandung City in one full year which is then partitioned based on weather situation, researcher used RStudio software to develop several formula that can be used to calculate the value of solar radiation in BandungCity.Keywords: Solar Radiation Value, Temperature, Humidity, Solar Radiation Formula, Bandung City.
Efek Penempatan Panel Surya Terhadap Produksi Energi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Cirata 1 Mw Fuad Fauzi Wibowo; Mamat Rokhmat; Aripriantoni Aripriantoni
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakEnergi alternatif selalu bertumbuh dengan pesat dikarenakan pertumbuhan dan permintaan energi di dunia terus berkembang.Dengan kebutuhan energi yang semakin meningkat bahan fosil lama kelamaan akan menipis dan habis, maka untuk memenuhikebutuhan tersebut perlu memanfaatkan energi terbarukan, salah satunya adalah energi matahari yang dimanfaatkan menjadienergi listrik dengan menggunakan panel surya ( solar photovoltaic panel ). Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Ciratamerupakan pembankit listrik terbesar di pulau Jawa dengan kapasitas 1 MWp, dengan luas kurang lebih 1 hektar. Panel surya yangdigunakan yaitu jenis thin film dengan tipe CIS (Copper Indium Selenium). Ada tiga penempatan instalasi panel surya di PLTSCirata yaitu sistem di atas tanah (ground mounted), rooftop, dan parking shade dipasang menghadap ke arah terbit matahari dengansudut kemiringan 10 ÌŠ dari atas tanah. Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data produksi harian dengan intensitas database per-30 menit, data iradiasi, data temperatur panel surya serta faktor lingkungan. Sehinga didapatkan hasil perbandinganproduksi energi panel surya dengan kapasitas masing-masing percobaan sebesar 20kW, terjadi perbedaan output produksi yaituenergi maksimal sebesar 87,9 kWh pada ground mounted, 83,81 kWh pada parkingshade, dan 81,39 kWh pada rooftop.. Sehinggapanel surya yang terpasang diatas tanah menghasilkan energy yang lebih optimal di Pembangkit Listrik Tenaga Surya Cirata 1MWp. Kata Kunci : Panel Surya, PLTS. AbstractAlternative energy is always growing rapidly because of the growth and demand of energy in the world continues to grow. With theincreasing energy needs of fossil materials over time will be depleted and depleted, then to meet these needs it is necessary to userenewable energy, one of which is solar energy that is used as electrical energy using solar panels (solar photovoltaic panels). CirataSolar Power Plant (PLTS) is the largest electricity bank in Java with a capacity of 1 MWp, with an area of approximately 1 hectare. Thesolar panels used are thin film with type CIS (Copper Indium Selenium). There are three solar panel installations in Cirata PLTS,namely a ground mounted, rooftop, and parking shade system mounted facing the rising sun with a slope of 10 from the ground. Thedata used in this study are daily production data with intensity data bases per 30 minutes, irradiation data, solar panel temperature dataand environmental factors. So that the results of the comparison of solar panel energy production with the capacity of each experiment is20kW, there is a difference in production output, namely maximum energy of 87.9 kWh on ground mounted, 83.81 kWh on parkingshade, and 81.39 kWh on rooftop. solar panels installed on the ground produce more optimal energy in the Cirata 1 MWp Solar PowerPlant.Keywords: Solar Panel, PLTS.