Hodidjah Hodidjah
Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penerapan Model Direct Instruction untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Siswa dalam Pembelajaran Seni Tari di Sekolah Dasar Miga Nur Safitria S; Hodidjah Hodidjah; Rosarina Giyartini
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.216 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i3.13060

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik siswa dalam pembelajaran seni tari karena materi tidak tersampaikan secara keseluruhan terutama praktik dalam memperagakan gerak dan model pembelajaran yang digunakan guru belum bervariasi, sehingga dalam pembelajaran seni tari belum mengembangkan keterampilan siswa. Mengatasi hal tersebut model direct instruction dapat diterapkan dalam pembelajaran seni tari untuk meningkatkan keterampilan motorik siswa dalam memperagakan gerak tari lagu apuse. Penggunaan model tersebut karena dapat menekankan pada keterampilan siswa. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendeskripsikan keterampilan motorik siswa dalam pembelajaran seni tari memperagakan gerak tari lagu apuse sebelum dan sesudah menerapkan model direct instruction di kelas IVB SD Negeri Cibeureum Kota Tasikmalaya yang berjumlah 25 siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan desain penelitian pre-experimental design dalam bentuk one-group pre-test - post-test design dan pendekatan penelitiannya yaitu pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai asym sig sebesar 0,000 0,05 sehingga Ha (Hipotesis Alternatif) diterima dan H0 (Hipotesis Nol) ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan terhadap keterampilan motorik siswa dalam pembelajaran seni tari memperagakan gerak tari lagu apuse dengan menerapkan model direct instruction di kelas IVB SD Negeri Cibeureum Kota Tasikmalaya.Kata Kunci: Model direct instruction, keterampilan motorik siswa, pembelajaran seni tari
Pengaruh Media Cerita Bergambar terhadap Membaca Pemahaman pada Teks Dongeng Neng Wulan Marisa; Hodidjah Hodidjah; Oyon Haki Pranata
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 1 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: June 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i1.17983

Abstract

      Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya minat dan antusias siswa dalam kegiatan membaca cerita sehingga tidak bisa memahami isi dari cerita tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti memilih media konkret cerita bergambar terhadap peningkatan membaca pemahaman siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Rumusan masalah dalam penelitian ini secara umum yaitu bagaimana pengaruh media cerita bergambar  terhadap membaca pemahaman pada teks dongeng di kelas III SD Negeri Mancogeh Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini secara umum untuk mengetahui pengaruh media cerita bergambar  terhadap membaca pemahaman pada teks dongeng, siswa kelas III SD Negeri Mancogeh Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimental Design dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan teknik tes, observasi dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini  adalah siswa kelas III SD Negeri Mancogeh, dengan teknik pengambilan sampel berupa sampel jenuh. Adapun instrumen yang digunakan adalah soal tes berupa soal uraian. Analisis data kuantitatif menggunakan Microsoft Excel 2010 dan program SPSS versi 16.0. Setelah penelitian ini dilakukan, diperoleh data kemudian data tersebut diolah dan dianalisis, sehingga temuan yang diperoleh membuktikan bahwa kenaikan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Pada kelas kontrol kenaikan nilai rata-ratanya dari 41,36 menjadi 70. Sedangkan pada kelas eksperimen kenaikan rata-ratanya adalah 48,64 menjadi 79,54. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh informasi bahwa peningkatan pemahaman siswa pada teks dongeng di kelas yang menggunakan media cerita bergambar lebih baik dari pada peningkatan siswa di kelas yang tidak menggunakan media cerita bergambar. Maka dari itu, disimpulkan bahwa media cerita bergambar mempunyai pengaruh terhadap membaca pemahaman siswa pada teks dongeng di Sekolah Dasar. 
Jenis dan Kuantitas Konjungsi dalam Cerita Anak Bhekti Wahyuningsih; hodidjah hodidjah; seni apriliya
Indonesian Journal of Primary Education Vol 1, No 1 (2017): Indonesian Journal of Primary Education: June 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v1i1.7498

Abstract

Konjungsi berperan penting dalam pembentukan kalimat. Setiap cerita tidak terlepas dari penggunaan konjungsi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan jenis dan kuantitas penggunaan konjungsi yang terdapat dalam cerita anak. Cerita anak ini terdapat pada naskah terbaik LMCA tahun 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis konten dengan pemaparan deskriptif. Sumber data penelitian adalah cerita anak pada naskah terbaik LMCA tahun 2014. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat empat jenis konjungsi yang digunakan yaitu konjungsi antarkata/frase, antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf. Jenis konjungsi yang paling sering digunakan yaitu konjungsi antarklausa sebanyak 387 kali (60,50%) dari 639 penggunaan konjungsi, konjungsi antarkata/frase sebanyak 167 kali (26,13%), konjungsi antarkalimat sebanyak 81 kali (12,68%), dan konjungsi antarparagraf sebanyak 4 kali (0,63%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan ajar penggunaan konjungsi dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SD.
Pengembangan Multimedia Interaktif tentang Pupuh pada Pembelajaran Bahasa Sunda di Kelas III Sekolah Dasar Santi Siti Nurlela; Hodidjah Hodidjah; E Kosasih
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 2 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: December 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i2.22102

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan belum tersedianya multimedia interaktif yang menjelaskan tentang materi pupuh pada mata pelajaran bahasa sunda di kelas III sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan ketersediaan media pembelajaran tentang pupuh pada pembelajaran bahasa sunda di kelas III SDN 2 Taraju sebelum dilakukan penelitian; (2) Mendeskripsikan desain pengembangan multimedia interaktif tentang pupuh pada pembelajaran bahasa sunda di kelas III SDN 2 Taraju; (3) Mendeskripsikan kelayakan pengembangan multimedia interaktif tentang pupuh pada pembelajaran bahasa sunda di kelas III SDN 2 Taraju; (4) Mendeskripsikan implementasi multimedia interaktif tentang pupuh pada pembelajaran bahasa sunda di kelas III SDN 2 Taraju.Penelitian ini menghasilkan produk berupa multimedia interaktif tentang pupuh pada pembelajaran bahasa sunda di kelas III sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan Design Based Research (DBR). Penelitian ini menghasilkan empatsimpulan. Pertama, media pembelajaran berbasis multimedia interaktif tentang pupuh di kelas III SDN 2 Taraju belum tersedia.. Kedua, mulitmedia interaktif tentang pupuh pada pembelajarann bahasa sunda dibuat dan dirancang dengan menggunakan aplikasi Adobe Captivate. Ketiga, uji produk dilaksanakan melaluibeberapa penilaian dari ahli yaitu ahli materi pembelajaran tentang pupuh, ahli media pembelajaran, dan ahli pedagogik. Multimedia interkatif juga diuji respons kepada siswa kelas III sekolah dasar baik dari konteks maupun konten. Keempat, multimedia interaktif tentang pupuh diimplementasikan di kelas III A dan III B SDN 2 Taraju. Multimedia interaktif tentang pupuh dapat digunakan pada pembelajaran untuk kelas III sekolah dasar karena materi didalamnya disesuaikan dengan kurikulum yang terdapat di sekolah dasar yaitu kurikulum 2013. 
Pengembangan Buku Cerita Anak tentang Makanan Bakso Khas Tasikmalaya Engken Nurhalimah; Hodidjah Hodidjah; Seni Apriliya
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 1 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: June 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i1.18603

Abstract

Penelitian ini didasarkan karena tidak tersedianya buku cerita anak yang mengenalkan makanan bakso khas Tasikmalaya. Akibatnya siswa tidak memiliki pengetahuan tentang makanan bakso yang ada dilingkungan sekitarnya. Dalam kurikulum 2013 (revisi) terdapat materi tentang aspek kebudayaan salah satunya makanan. dalam materi tersebut siswa harus sampai mengetahui cara membuat dan cara menyajikannya. Namun hasil data yang diperoleh pada saat studi pendahuluan menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang belum mengetahui komposisi pada makanan bakso. Hal ini dikarenakan belum adanya buku cerita anak yang memuat tentang makanan bakso khas Tasikmalaya untuk anak. Oleh karena itu peneliti melakukan pengembangan produk buku cerita anak tentang makanan bakso khas Tasikmalaya. Dengan mendesain produk awal, menguji kelayakan dan menghasilkan produk akhir buku cerita anak.  Buku cerita yang dikembangkan memuat pengetahuan tentang alat yang digunakan, bahan dasar, cara membuat dan cara penyajian bakso khas Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode Educational Design Research model Reeves. Dengan melakukan identifikasi dan analisis masalah, mengembangkan solusi pada patokan teori, melakukan proses berulang dalam menguji dan memperbaiki produk, serta melakukan refleksi untuk menghasilkan design principle. Penelitian ini dilakukan di sekolah dasar kelas IV SDN 1 Nagarasari di Tasikmalaya. Buku cerita yang dibuat sudah diuji kelayakannya dan di validasi oleh ahli serta mendapatkan respons positif dari guru dan siswa sekolah dasar. Penelitian ini menghasilkan produk akhir yaitu buku cerita anak yang berjudul “Bakso Asik dan Kotak Ajaib”.
Jenis dan Kuantitas Konjungsi dalam Cerita Anak Bhekti Wahyuningsih; hodidjah hodidjah; seni apriliya
Indonesian Journal of Primary Education Vol 1, No 1 (2017): Indonesian Journal of Primary Education: June 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v1i1.7498

Abstract

Konjungsi berperan penting dalam pembentukan kalimat. Setiap cerita tidak terlepas dari penggunaan konjungsi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan jenis dan kuantitas penggunaan konjungsi yang terdapat dalam cerita anak. Cerita anak ini terdapat pada naskah terbaik LMCA tahun 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis konten dengan pemaparan deskriptif. Sumber data penelitian adalah cerita anak pada naskah terbaik LMCA tahun 2014. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat empat jenis konjungsi yang digunakan yaitu konjungsi antarkata/frase, antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf. Jenis konjungsi yang paling sering digunakan yaitu konjungsi antarklausa sebanyak 387 kali (60,50%) dari 639 penggunaan konjungsi, konjungsi antarkata/frase sebanyak 167 kali (26,13%), konjungsi antarkalimat sebanyak 81 kali (12,68%), dan konjungsi antarparagraf sebanyak 4 kali (0,63%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan ajar penggunaan konjungsi dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SD.
Pengembangan Multimedia Interaktif tentang Pupuh pada Pembelajaran Bahasa Sunda di Kelas III Sekolah Dasar Santi Siti Nurlela; Hodidjah Hodidjah; E Kosasih
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 2 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: December 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i2.22102

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan belum tersedianya multimedia interaktif yang menjelaskan tentang materi pupuh pada mata pelajaran bahasa sunda di kelas III sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan ketersediaan media pembelajaran tentang pupuh pada pembelajaran bahasa sunda di kelas III SDN 2 Taraju sebelum dilakukan penelitian; (2) Mendeskripsikan desain pengembangan multimedia interaktif tentang pupuh pada pembelajaran bahasa sunda di kelas III SDN 2 Taraju; (3) Mendeskripsikan kelayakan pengembangan multimedia interaktif tentang pupuh pada pembelajaran bahasa sunda di kelas III SDN 2 Taraju; (4) Mendeskripsikan implementasi multimedia interaktif tentang pupuh pada pembelajaran bahasa sunda di kelas III SDN 2 Taraju.Penelitian ini menghasilkan produk berupa multimedia interaktif tentang pupuh pada pembelajaran bahasa sunda di kelas III sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan Design Based Research (DBR). Penelitian ini menghasilkan empatsimpulan. Pertama, media pembelajaran berbasis multimedia interaktif tentang pupuh di kelas III SDN 2 Taraju belum tersedia.. Kedua, mulitmedia interaktif tentang pupuh pada pembelajarann bahasa sunda dibuat dan dirancang dengan menggunakan aplikasi Adobe Captivate. Ketiga, uji produk dilaksanakan melaluibeberapa penilaian dari ahli yaitu ahli materi pembelajaran tentang pupuh, ahli media pembelajaran, dan ahli pedagogik. Multimedia interkatif juga diuji respons kepada siswa kelas III sekolah dasar baik dari konteks maupun konten. Keempat, multimedia interaktif tentang pupuh diimplementasikan di kelas III A dan III B SDN 2 Taraju. Multimedia interaktif tentang pupuh dapat digunakan pada pembelajaran untuk kelas III sekolah dasar karena materi didalamnya disesuaikan dengan kurikulum yang terdapat di sekolah dasar yaitu kurikulum 2013. 
Pengembangan Buku Cerita Anak tentang Makanan Bakso Khas Tasikmalaya Engken Nurhalimah; Hodidjah Hodidjah; Seni Apriliya
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 1 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: June 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i1.18603

Abstract

Penelitian ini didasarkan karena tidak tersedianya buku cerita anak yang mengenalkan makanan bakso khas Tasikmalaya. Akibatnya siswa tidak memiliki pengetahuan tentang makanan bakso yang ada dilingkungan sekitarnya. Dalam kurikulum 2013 (revisi) terdapat materi tentang aspek kebudayaan salah satunya makanan. dalam materi tersebut siswa harus sampai mengetahui cara membuat dan cara menyajikannya. Namun hasil data yang diperoleh pada saat studi pendahuluan menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang belum mengetahui komposisi pada makanan bakso. Hal ini dikarenakan belum adanya buku cerita anak yang memuat tentang makanan bakso khas Tasikmalaya untuk anak. Oleh karena itu peneliti melakukan pengembangan produk buku cerita anak tentang makanan bakso khas Tasikmalaya. Dengan mendesain produk awal, menguji kelayakan dan menghasilkan produk akhir buku cerita anak.  Buku cerita yang dikembangkan memuat pengetahuan tentang alat yang digunakan, bahan dasar, cara membuat dan cara penyajian bakso khas Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode Educational Design Research model Reeves. Dengan melakukan identifikasi dan analisis masalah, mengembangkan solusi pada patokan teori, melakukan proses berulang dalam menguji dan memperbaiki produk, serta melakukan refleksi untuk menghasilkan design principle. Penelitian ini dilakukan di sekolah dasar kelas IV SDN 1 Nagarasari di Tasikmalaya. Buku cerita yang dibuat sudah diuji kelayakannya dan di validasi oleh ahli serta mendapatkan respons positif dari guru dan siswa sekolah dasar. Penelitian ini menghasilkan produk akhir yaitu buku cerita anak yang berjudul “Bakso Asik dan Kotak Ajaib”.
Pengaruh Media Cerita Bergambar terhadap Membaca Pemahaman pada Teks Dongeng Neng Wulan Marisa; Hodidjah Hodidjah; Oyon Haki Pranata
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 1 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: June 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i1.17983

Abstract

      Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya minat dan antusias siswa dalam kegiatan membaca cerita sehingga tidak bisa memahami isi dari cerita tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti memilih media konkret cerita bergambar terhadap peningkatan membaca pemahaman siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Rumusan masalah dalam penelitian ini secara umum yaitu bagaimana pengaruh media cerita bergambar  terhadap membaca pemahaman pada teks dongeng di kelas III SD Negeri Mancogeh Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini secara umum untuk mengetahui pengaruh media cerita bergambar  terhadap membaca pemahaman pada teks dongeng, siswa kelas III SD Negeri Mancogeh Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimental Design dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan teknik tes, observasi dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini  adalah siswa kelas III SD Negeri Mancogeh, dengan teknik pengambilan sampel berupa sampel jenuh. Adapun instrumen yang digunakan adalah soal tes berupa soal uraian. Analisis data kuantitatif menggunakan Microsoft Excel 2010 dan program SPSS versi 16.0. Setelah penelitian ini dilakukan, diperoleh data kemudian data tersebut diolah dan dianalisis, sehingga temuan yang diperoleh membuktikan bahwa kenaikan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Pada kelas kontrol kenaikan nilai rata-ratanya dari 41,36 menjadi 70. Sedangkan pada kelas eksperimen kenaikan rata-ratanya adalah 48,64 menjadi 79,54. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh informasi bahwa peningkatan pemahaman siswa pada teks dongeng di kelas yang menggunakan media cerita bergambar lebih baik dari pada peningkatan siswa di kelas yang tidak menggunakan media cerita bergambar. Maka dari itu, disimpulkan bahwa media cerita bergambar mempunyai pengaruh terhadap membaca pemahaman siswa pada teks dongeng di Sekolah Dasar.