Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Berbagai Faktor Eksternal terhadap Stabilitas Pigmen Bixin dari Selaput Biji Kesumba (Bixa orellana L.) Potensi sebagai Pewarna Alami Makanan Suparmi
Sains Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Kedokteran; Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/sainsmed.v1i1.1683

Abstract

HUBUNGAN ANTARA POLA PENGASUHAN ANAK DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6 – 59 BULAN Arini Asma Syahida; Ratnawati .; Suparmi .
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 1, No 1 (2022): September
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.68 KB)

Abstract

Stunting merupakan permasalahan utama gizi anak Indonesia. Salah satupenyebab stunting yaitu pola pengasuhan anak yang secara tidak langsungmempengaruhi status gizi. Pola pengasuhan merupakan sikap orang tua kepadaanak yang memiliki suatu pola yang relatif dan konsisten. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan antara pola pengasuhan anak dengan kejadianstunting. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan rancangan case control.Data diambil dengan wawancara menggunakan kuesioner. Sampel penelitianberjumlah 50 balita berusia 6 – 59 bulan. Pengambilan sampel dilakukan denganconsecutive sampling. Hubungan antara pola pengasuhan anak dengan stuntingdianalisis dengan uji chi-square, fisher exact, dan regresi logistik. Hasil analisisbivariat menunjukkan perawatan kesehatan tidak berhubungan dengan kejadianstunting (p=0.349; OR=4.57; CI 95%=0.47 – 44.17), pemberian makan anakberhubungan dengan kejadian stunting (p=0.004; OR=9.04; CI 95%=1.74 –46.89); pengasuh anak tidak berhubungan dengan kejadian stunting (p=0.480;OR=1.66; CI 95%=0.40 – 6.78), kebiasaan pengasuhan berhubungan dengankejadian stunting (p=0,002; OR=7,94; CI 95%=1,88 – 33,50). Analisis multivariatmenunjukkan faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu pemberianmakan anak dan kebiasaan pengasuhan. Pemberian makan anak dan kebiasaanpengasuhan berhubungan dengan kejadian stunting. Pemberian makan anak yangburuk berisiko anaknya menderita stunting 9,04 kali dibandingkan anak dari ibuyang pemberian makannya baik. Kebiasaan pengasuhan buruk berisiko anaknyamenderita stunting 7,94 kali dibandingkan anak yang kebiasaan pengasuhannyabaik.
Efforts to maintain visual acuity for the ta'lim assembly at the Daarul Ghufroon Indonesia Foundation (YADIN) Brebes Alteriana Mydriati Sita Pritasari; Christina Indrajati; Atik Rahmawati; Suparmi Suparmi
Community Empowerment Vol 8 No 6 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.8592

Abstract

The focus of this community service is the lack of knowledge and skills in maintaining eye health. This community service aims to increase the knowledge and behavior of the YADIN Brebes congregation regarding efforts to maintain visual acuity. There were 97 participants in the activity where 27.84% were elderly. The method includes counseling, examination and consultation on the results of eye refraction tests and the distribution of eye drops. Participants who need glasses are given free reading glasses. The results of the refractive test of the right and left eyes showed that 45.36% had a brittle eye lens, where 32.98% of them were recommended for cataract surgery.
Upaya Peningkatan Kesehatan di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung Kabupaten Demak melalui Pemeriksaan dan Penyuluhan Kesehatan Masfiyah Masfiyah; Sampurna Sampurna; Iwang Yusuf; Kamilia Dwi Utami; Suparmi Suparmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 2, No 3 (2023): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.2.3.102-111

Abstract

Timbulsloko merupakan sebuah desa di wilayah pesisir Kecamatan Sayung, Demak, Jawa Tengah, Indonesia yang terdampak banjir rob sehingga seluruh desa tergenang air. Dampak kesehatan yang dialami oleh masyarakat Timbulsloko terlihat dari menurunnya status kesehatan. Genangan air yang setiap hari dilewati menyebabkan banyak masyarakat yang mengeluh penyakit kulit berupa gatal-gatal dan gangguan pencernaan, seperti diare. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertujuan untuk meningkatkan kesehatan warga masyarakat melalui penyuluhan kesehatan terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Metode pelaksanaan PkM terdiri dari Penyuluhan kesehatan mengenai PHBS khususnya cara mencuci tangan yang baik. Sebagian besar masyarakat yang memeriksakan kesehatannya adalah perempuan 35(81,4%) dengan umur bervariasi dari balita sampai lansia. Prosentase terbesar pasien adalah umur pra lansia dan lansia 32(74,5%). Terdapat 7 (21,9 %) masyarakat yang memeriksakan diri dengan kadar gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dl dan terdapat 18(56,3%) dengan kadar asam urat yang melebihi nilai normal. PkM di Desa Timbulsloko, Sayung, Demak bermanfaat sebagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan. Penyuluhan mengenai PHBS khususnya cara mencuci tangan sesuai metode WHO bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk menjaga kebiasaan cuci tangan agar terhindar dari penyakit infeksi. Pemeriksaaan dan pengobatan gratis sebaiknya dilaksanakan secara berkesinambungan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan warga Timbulsloko yang memiliki wilayah pemukiman terendam air rob. Dukungan dari semua pihak baik akademisi, pemangku kebijakan dan politisi sangat diperlukan untuk mengangkat derajat warga Timbulsloko. Timbulsloko is a village in the coastal territory of Sayung, Demak, Central Java, Indonesia, entirely submerged by flooding. The deteriorating health status of the Timbulsloko population is evidence of the adverse health effects experienced by that culture. Many people suffer from skin diseases, such as itching, and digestive disorders, such as diarrhea, due to the daily influx of water. The activities of this community service (PkM) seek to improve the health of citizens through health coverage associated with Clean and Healthy Behavior (PHBS), medical examinations, and free medical care. The method of implementing PkM consists of health assessments regarding PHBS, specifically how to cleanse hands properly. Most of those who examined their health were women over 35 (81,4%), ranging in age from young to old. 74.5 percent of patients are younger than 32 years of age. Seven people (21.9%) self-tested for 200 mg/dl blood sugar levels, and eighteen (56.3%) had uric acid levels that exceeded normal. PkM in the villages of Timbulsloko, Sayung, and Demak contributes to improving public health in a region with limited access to health services. Knowledge of PHBS, in particular how to cleanse hands according to WHO methods, is advantageous for increasing public awareness of the importance of hand washing in preventing the spread of infectious diseases. In order to enhance the health of Timbulsloko residents residing in flooded residential areas, free inspections and treatments must be performed continuously and without cost. To raise the standards of the Timbulsloko people, support from all parties, including academics, policymakers, and legislators, is required.
Personal Higiene, Ketersediaan Air, dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 6–59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Singorojo I, Kabupaten Kendal: Personal Hygiene, Water Availability, and Environmental Sanitation with the Incidence of Stunting in Toddlers Aged 6–59 Months in the Working Area of the Singorojo I Public Health Center, Kendal Regency Veramita Nanda Pradana; Suparmi Suparmi; Ratnawati Ratnawati
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 3 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i3.2023.421-426

Abstract

Backgrounds: Stunting is a chronic nutritional problem in Indonesia. The increase in the incidence of stunting in Indonesia is influenced by various factors such as maternal, nutritional, socioeconomic, and environmental factors. Personal hygiene of mothers and children, access to basic sanitation, and clean water are associated with high stunting rates in the Singgorojo 1 Public Health Center. Objectives: Determined the relationship between personal hygiene, water availability, and environmental sanitation with the incidence of stunting in toddlers aged 6–59 months. Methods: Observational analysis used a case-control design. Data were collected through interviews using questionnaires and observation of children. The affordable population of this study was toddlers aged 6-59 months in the working area of ​​the Singgorojo Health Center 1. The sample used was 50 toddlers aged 6-59 months. The sampling technique was carried out by consecutive sampling. Data analysis used Chi-Square, Fisher Exact, and Logistic Regression tests. Results: The relationship between personal hygiene (OR=5.762; p=0.012; 95% CI=1.363–24.362), water availability (OR=4.571; p=0.349; 95% CI=0.473–44.170), and environmental sanitation with stunting incidence ( OR=9.333; p=0.001; 95% CI=2.431–35.839). The results of the multivariate analysis of the relationship between personal hygiene (OR=3.867; p=0.111; =1.353; 95% CI=0.732–20.423), water availability (OR=10.305; p=0.066; =2.333; 95 % CI =0.858–123.732), and environmental sanitation with stunting incidence (OR=10.535; p=0.002; =2.355; 95% CI=2.419–45.887). Conclusions: Personal hygiene and environmental sanitation are associated with stunting in toddlers aged 6–59 months.