Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penyuluhan Pemanfaatan Penggunaan Mikrobubble Pada Pembudidaya Ikan Desa Sokong, Lombok Utara Damai Diniariwisan; Bagus Dwi Hari Setyono; Septiana Dwiyanti; Yuliana Asri; Nuri Muahiddah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8831

Abstract

Mikrobubble merupakan salah satu teknologi yang mulai banyak digunakan dibidang perikanan terutama dalam hal supply dan transfer oksigen guna mendukung kualitas air. Masyarakat pembudidaya ikan di desa Sokong masih belum banyak mengetahui tentang teknologi mikrobubble sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus memberikan informasi mengenai penggunaan mikrobubble dalam kolam budidaya. Metode yang digunakan dalam pengabdian kali ini yaitu dengan penyuluhan sekaligus pelatihan penggunaan alat mikrobubble. Kegiatan penyuluhan yang diawali dari penyampaian materi tentang teknologi mikrobubble dan juga berbagai permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan budidaya. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan saat dilakukan diskusi. Kegiatan dilanjutkan dengan perakitan komponen mikrobubble sekaligus sebagai pelatihan, sehingga masyarakat menjadi tahu secara langsung. Tim pengabdian juga memberikan kesempatan pendampingan kepada masyarakat pembudidaya untuk memastikan masyarakat pembudidaya menerapkan pengetahuan dan kemampuan yang didapat serta untuk membantu memberi solusi terhadap permasalahan yang mungkin akan muncul selama proses penggunaan mikrobubble. Implementasi teknologi mikrobubble sebagai bentuk dari teknologi tepat guna untuk mengontrol dan menjaga kualitas air sehingga dapat membantu kegiatan budidaya ikan. Selain itu transfer teknologi dan pengetahuan berupa materi tentang manfaat mikrobubble, perakitan perangkat, pengoperasian dan perawatan, dapat membuat masyarakat mitra menjadi paham akan adanya teknologi mikrobubble
PERTUMBUHAN SPIRULINA PADA BERBAGAI PERLAKUAN MEDIA KULTIVASI (REVIEW) Damai Diniariwisan; Nuri Muahiddah
Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Vol 7 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jpp.v7i2.8493

Abstract

Potential using of single cell proteins in life increasingly has great potential. Spirulina sp. as a microalgae which contains high levels of nutrients such as protein, fat and minerals has become superior for cultivation. Many benefits in various fields, including fisheries, health, cosmetics and industry, have resulted in a lot of research being carried out to increase cultivation production. Various research sources have been summarized to find out how various media treatments influence the growth and density of spirulina. Through various cultivation media treatments and also the addition of various fertilizers as nutrients, variations in spirulina growth density are produced. In general, Spirulina sp. prefers media with normal pH that tends to be alkaline, namely 7-10. As for the salinity range, they are able to grow in high salinity range of 15-30 ppt. Application of organic and inorganic fertilizers can produce higher density. On a semi-mass media scale of 100 liters, the addition of a combination of ±100 g of inorganic fertilizer showed growth that continued to increase even until the 15th day. The use of organic fertilizer, especially from bird droppings, shows the highest density compared to chicken, cow and buffalo manure. Using organic fertilizer can be more recommended alternative, because it uses natural or organic ingredients that come from nature.
ANALISIS KUALITAS AIR GUNA MENDUKUNG PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN BERBASIS KERAMBA JARING APUNG (KJA) DI PERAIRAN PANTAI ELAK-ELAK SEKOTONG Damai Diniariwisan; Muhammad Sumsanto
Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Vol 7 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jpp.v7i2.8412

Abstract

Elak-elak Beach are a coastal area that is used for tourism and fishing activities in the form of traditional fishing systems. The potential is quite good for cultivation activities, making this area considered quite suitable for developing KJA activities. The aim of this research is to analyze water quality to see the suitability of the area to support marine cage-based fish cultivation development activities. The method used is descriptive with a purposive sampling system, to describe current conditions. The results of water quality measurements show that the temperature range is 30-32 °C, pH 7.6-7.8 and salinity 30 ppt, where these figures indicate a normal range. For DO, the results show >5 mg/l, which means it is suitable for the needs of aquatic biota, especially cultivated biota. Meanwhile, the nutrient content measured through phosphate and nitrate levels also showed quite high results, namely 0.025 – 0.03 mg/l for phosphate and 0.01 – 0.05 mg/l for nitrate. This range of values ​​indicates eutrophic waters, so that overall the Elak-elak Beach water area is good enough for the development of marine cage-based cultivation.
KONDISI KELIMPAHAN DAN STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON DI PERAIRAN PANTAI SENGGIGI KABUPATEN LOMBOK BARAT Damai Diniariwisan; Thoy Batun Citra Rahmadani
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i2.504

Abstract

Fitoplankton adalah salah satu mikroorganisme akuatik yang memiliki peran penting pada siklus kehidupan di air. Sebagai produsen primer dalam suatu rantai atau jaring makanan, fitoplankton dapat menjadi parameter ekologi untuk menggambarkan kondisi perairan, melalui kelimpahan dan struktur komunitasnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi kelimpahan dan struktur komunitas fitoplankton di perairan Pantai Senggigi, Kabupaten Lombok Barat dan dilaksanakan pada bulan Oktober 2022. Jenis fitoplankton yang ditemukan terdiri dari 2 divisi yaitu Chrysophyta dan Pyrrophyta. Divisi Chrysophyta yang teridentifikasi terdiri dari genus Cocconeis, Torodinium, Skeletonema, Nitzchia, Guinardia dan Eunotia, sedangkan dari divisi Pyrrophyta terdiri dari 3 genus yaitu Pyrocystis, Gymnodinium dan Histioneis. Hasil kelimpahan fitoplankton yang ditemukan di seluruh stasiun berkisar 4.267 – 8.213 Ind/L yang menunjukkan perairan dalam kondisi oligotrofik. Sedangkan struktur komunitas digambarkan dari hasil perhitungan indeks keanekaragaman (H’) berkisar 1,59 – 1,80, indeks keseragaman 0,86 – 0,90 dan indeks dominansi 0,19 – 0,25. Nilai – nilai tersebut menunjukkan lokasi perairan Pantai Senggigi dalam keadaan yang stabil, atau tidak muncul genus yang mendominasi.
POTENSI DAN KADAR NUTRISI IKAN RUCAH YANG DIDARATKAN DI PANTAI AMPENAN, NUSA TENGGARA BARAT Wastu Ayu Diamahesa; Bagus Dwi Hari Setyono; Rangga Idris Affandi; Damai Diniariwisan
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 4 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i4.718

Abstract

Penelitian ini berfokus pada ikan rucah, hasil samping dari kegiatan penangkapan ikan yang masih menjadi bagian signifikan dari tangkapan nelayan di Pantai Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Sayangnya, seringkali ikan rucah ini tidak dimanfaatkan secara optimal, sehingga berpotensi menjadi limbah dan menimbulkan risiko pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas ikan rucah yang didaratkan di Pantai Ampenan, Mataram, dengan fokus pada analisis kadar nutrisi. Metode purposive sampling digunakan dalam penelitian ini, dengan analisis yang bersifat deskriptif. Sampel ikan yang diperoleh dari nelayan dianalisis untuk menentukan kadar protein, lemak, dan air. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar protein pada ikan rucah yang didaratkan di Pantai Ampenan, Mataram berkisar antara 71,52% hingga 72,34% untuk fillet, dan 54,80% hingga 70,60% untuk seluruh tubuh. Sedangkan kadar lemak ikan rucah bervariasi antara 0,65% hingga 4,23% untuk fillet, dan 0,96% hingga 6,31% untuk seluruh tubuh.Temuan ini mengindikasikan bahwa ikan rucah memiliki potensi nutrisi yang signifikan, terutama dalam hal kadar protein. Evaluasi ini memberikan wawasan yang berharga terkait potensi pemanfaatan ikan rucah sebagai sumber nutrisi yang bernilai, serta menciptakan pemahaman lebih lanjut terkait dampak lingkungan dan manfaat ekonomis yang dapat diperoleh dari optimalisasi pemanfaatan ikan ini.
POTENTIAL USE OF FENNEL (FOENICULUM VULGARE) AS FISH IMMUNOSTIMULANT: ARTICLE REVIEW Rangga Idris Affandi; Damai Diniariwisan
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i2.816

Abstract

The development of aquaculture systems from traditional to intensive has the potential to increase environmental pollution and other problems such as the emergence of disease. One of the fish health management that can be applied to control disease attacks is by taking action to prevent fish disease by administering immunostimulants. Sources of natural immunostimulants can come from plants. Ingredients in natural plants can be immunostimulants for fish, one of which is the fennel (Foeniculum vulgare). Fennel is generally known as a raw material for making bitter herbal medicine which has many benefits for the human body because of its content. Therefore, the aim of this literature review research is to provide a clear picture of the potential of the fennel as an immunostimulant in fish. The method used is a systematic literature review with stages of taking data from the library, then continuing with reading, taking notes and processing research material from articles resulting from research on the potential of fennel as an immunostimulant in fish. The results showed that fennel contain various bioactive compounds with the largest content being flavonoids which can be used as immunostimulants in aquaculture. Fennel have great potential for further research development in an effort to make this material an immunostimulant in large-scale aquaculture.