Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pemanfaatan Agregat Tambang Sangkaropi’ dan Fly Ash sebagai Pengganti Sebagian Semen pada Beton Buarlele, Luciana; Kusuma, Benny; Lulus Ananto Mangiwa
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 1 (2024): PCEJ Vol.6, No.1, March 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/je5knz81

Abstract

Beton adalah bahan dalam kontruksi yang sering dijumpai. Kebutuhan material beton semakin tinggi karena pembangunan semakin pesat tiap tahunnya. Dalam meiniingkatkan dan menjaga mutu beitonyang baik maka diperlukan material dengan kualitas yang baik pula. Agregat kasar penelitian ini diperoleh dari Tambng Sangkaropi’ yang berada di Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Toraja Utara. Agregat dari Tambang Sangkaropi’ diyakini banyak mengandung mineral seperti aluminium oksida, kalsium oksida, silikat oksida dan mineral lainnya. Untuk campuran semen dimanfaatkan abu terbang ata fly ash dari sisa pembakaran bat bara yang digiling halus. Penelitian ini menggunakan variasi fly ash 0%, 10% dan 15%. Dari hasil pengujian dengan penggunaan fly ash diperoleh peningkatan kuat tekan yang signifikan. Untuk hasil pengujian beton dinyatakan telah sesuai dengan standar mutu rencana
Pengaruh Penambahan Serbuk Pecahan Karang Sebagai Subtitusi Agregat Halus Dalam Pembuatan Paving block Michael Fernando Poli; Tanijaya, Jonie; Buarlele, Luciana
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 1 (2024): PCEJ Vol.6, No.1, March 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/4x384507

Abstract

Salah satu alternatif bahan atau material konstruksi jalan yang digunakan adalah paving block. Inovasi terhadap material pembuatan paving block salah satunya yaitu dengan pengaruh serbuk pecahan karang. Karang memiliki sifat ilmiah yaitu (CaCO3) atau mengandung zat kapur yg tinggi. Tujuan penelitian ini "Mengetahui karakteristik paving block yang menggunakan serbuk pecahan karang sebagai subtitusi agregat halus ditinjau dari kuat tekan, penyerapan air, dan berat jenisnya". Jumlah benda uji yang digunakan sebanyak 36 buah berupa kubus dengan ukuran 20 x 10 x 8 cm sesuai dengan Standart Industri Indonesia. Benda uji berupa paving block yang menggunakan subtitusi serbuk pecahan karang 0%, 20% 25%, 30%. Dari hasil uji kuat tekan yaitu variasi 0% pada pengujian 28 hari diperoleh sebesar 20,083 Mpa, variasi 20% diperoleh 22,167 MPa, variasi 25% diperoleh 23,250 MPa, dan variasi 30% 24,000 MPa dari kuat tekan rencana sebesar 20 MPa. Presentase penyerapan Paving block 0% yaitu 2,723%, variasi 20% sebesar 3,211%, variasi 25% sebesar 3,289%,dan variasi 30% sebesar 3,538%. Pengujian berat jenis Paving block 0% yaitu2185,417 Kg/m lebih kecil dari berat jenis Paving block variasi Pecahan Karang 20%, 25%, dan 30% dengan 2227,083 Kg/m. Maka hasil dari penelitian serbuk pecahan karang sebagai subtitusi agregat halus ini dapat menaikan kuat tekan, berat jenis serta nilai penyerapan air paving block sehingga serbuk pecahan karang layak digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan paving block
Penggunaan Limbah Bata Ringan Sebagai Bahan Campuran Pembuatan Beton Normal Hendrayana; Mara, Junus; Buarlele, Luciana
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 1 (2024): PCEJ Vol.6, No.1, March 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/zaqbzf35

Abstract

Beton merupakan campuran bahan khususnya agregat, semen, pasir, air dan bahan tambahan limbah bata ringan. Limbah bata ringan yang digunakan berasal dari pembangunan Apartemen 31 Sudirman Suites, Kota Makassar. Metode yang digunakan dalam Mix Design adalah metode Mix Design SNI 03-2834-2000. Kuat tekan beton yang diharapkan pada umur 28 hari adalah 25 MPa. Uji kuat tekan beton dilakukan pada saat benda uji berumur 7, 21 dan 28 hari dengan menggunakan mesin uji tekan untuk mengetahui kuat maksimum beton ketika diberi beban tekan (P) dalam satuan kN. Nilai kuat tekan beton umur 28 hari dengan perubahan 0%, 3%, 4% dan 5% berturut-turut adalah 26,492 MPa, 24,889 MPa, 23,569 MPa dan 22,438 MPa. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai rata-rata kuat tarik belah. Beton (ft) pada perubahan 0%, 3%, 4% dan 5% adalah 2640 MPa, 2428 MPa, 2098 MPa dan 1933 MPa. Dari hasil percobaan menunjukkan rata-rata nilai kuat lentur beton pada variabel 0%, 3%, 4% dan 5 berturut-turut adalah 3022 MPa, 2760 MPa, 2586 MPa dan 2470 MPa. 
Pengaruh Larutan Soda Api Pada Air Sebagai Campuran Beton Rapan, Abdianta; Kusuma, Benny; Buarlele, Luciana
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 2 (2024): PCEJ Vol.6, No.2, June 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/9ry0wa77

Abstract

Studi ini memanfaatkan penambahan soda api untuk mempercepat pengerasan beton fc’ 20 MPa. Variasi penambahan soda api untuk jenis sampel adalah 0%, 5%, 10% dan 15% dengan umur pengujian beton 7, 21, dan 28 hari yang dibandingkan terhadap beton normal baik kuat tekan, kuat lentur maupun kuat tarik. Hasil penelitian menunjukan pengaruh larutan Soda terhadap campuran beton menyebabkan turunnya mutu beton, campuran beton 0% di dapatkan nilai fc rata-rata sebesar 20,175 Mpa, pada penambahan variasi 5% penambahan soda api di dapatkan nilai fc 19,892 Mpa, pada penambahan variasi 10% menghasilkan angka kuat tekan 19,798 Mpa dan pada penambahan 15% menciptakan angka kuat tekan 19,232 Mpa. Nilai rata-rata kuat tarik belah untuk variasi 0%, 5%, 10% dan 15% diperoleh  2,498 Mpa, 2,380 Mpa, 2,215 Mpa dan 2,051 Mpa.  Nilai rata-rata kuat tekan lentur pada variasi 0%, 5%, 10% dan 15% diperoleh 2,964 Mpa, 2,906 Mpa, 2,760 Mpa dan 2,673 Mpa. Pengaruh penambahan soda api untuk mempercepat pengerasan beton berdampak buruk terhadap kuat lentur dan kuat tekan beton.
Analisis Bentuk Kolom Dengan Luas yang Sama Sriutami Saputri Agi; Tanijaya, Jonie; Buarlele, Luciana
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 3 (2024): PCEJ Vol.6, No.3, September 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/ybq1a588

Abstract

Pada suatu konstruksi bangunan gedung, kolom berfungsi sebagai pendukung beban-beban dari balok dan pelat, untuk diteruskan ke tanah dasar melalui pondasi. Pada umumnya kolom mengalami pembebanan eksentrisitas yang mengakibatkan terjadinya penambahan momen, sehingga menimbulkan tegangan, oleh karna itu penampang kolom akan mengalami kondisi daerah tekan dan tarik. Analisa perbandingan ketiga kolom yakni kolom bujur sangkar, persegi panjang dan lingkaran dilakukan berdasarkan perhitungan  dengan lima kondisi pembebanan kolom yaitu (1) kondisi keruntuhan tekan, (2) kondisi keruntuhan seimbang (balance), (3) kondisi keruntuhan tarik. Kolom pada batang I dan J dengan SAP2000 bahwa kolom yang menghasilkan gaya aksial yang paling maksimum adalah kolom persegi panjang yang menghasilkan 1210,580 KN. Gaya geser yang paling maksimum adalah kolom bujur sangkar yang menghasilkan 120,867 KN. Dan gaya momen yang paling maksimum adalah kolom lingkaran yang menghasilkan  433,985 KN. Untuk penulangan pada batang I dan J dibuat sama, kolom bujur sangkar memiliki kebutuhan tulangan sebesar 4225 mm2, kolom persegi panjang memiliki kebutuhan tulangan 4500 mm2, dan kolom lingkaran memiliki kebutuhan tulangan 4227 mm2 dengan menggunakan 8D29. Simpangan lantai arah x yang paling besar adalah kolom lingkaran dan simpangan lantai arah y yang paling besar adalah kolom persegi panjang.
Pemanfaatan Pekarangan Sebagai Strategi untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga A. Muh. Arif Bijaksana; A. St. Fatmawaty; Luciana Buarlele; Ade Sugiarti Kumalasari
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : ADPERTISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Backyard land is one of the agricultural objects that is neglected and receives less attention while it can provide additional income for farming households. The emergence of the phenomenon of rising prices of basic commodities that have increased every time is certainly a problem for the community, especially for small communities. Kelurahan Maccini Baji is located in Maros Regency and is considered a self-sufficient area. Therefore, the village should be a agricultural superior and advanced. Agricultural is one of the key factors supporting the local economy, which is expected to support Kelurahan Maccini Baji to become a more independent area in terms of economy and food, including family food security. For the food needs of the community in Maccini Baji village, the PKM team then conducted socialization related to the use of yard land which is often considered trivial to be an alternative strategy to meet family food needs. It is important for the community to educated to be wiser in managing yard land as a source of daily food and creating better and halal nutritional quality. The utilization of yard land can economically reduce family costs and, if done seriously, can generate additional income.
Analyzing Coastline Erosion to Save the Coastal Environment in Makassar Singgih, Hanna; Buarlele, Luciana; Febriani, Lisa
Journal of Science and Education (JSE) Vol. 5 No. 1 (2024): Journal of Science and Education (JSE)
Publisher : CV. Media Digital Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58905/jse.v5i1.438

Abstract

Due to the degradation of the beach, the sea level is approaching some of the buildings on Layar Putih beach. Tugu Layar Putih, which used to be accessible on foot, has been submerged. The condition of the beach looks damaged, especially at Tanjung Layar Putih, which is currently unattended and abandoned. This has a negative impact on the environment and can lead to flooding. The area from Tanjung Bunga Metro to Losari Beach is also experiencing high sedimentation. The high sedimentation is caused by the deposition of sediment carried by river currents in the area of the Jeneberang River estuary, as well as the presence of sea currents at the mouth of the river in sufficient volume. A sediment transport capacity that is not in balance with the supply is the process of beach retreat. This process is known as coastal erosion and causes changes in coastal morphology in addition to abrasion and estuarine sedimentation (accretion). While the coastal area of Makassar City is one of the beach tourist attraction areas located in Makassar City. The purpose of the study was to determine the causes of coastal erosion in order to find strategies to save the coastal environment in Makassar in order to prevent further coastal damage. The research methodology analyses beach typology, waves and sediments. The results of the study were obtained coastal sediment type clay type which has a high cohesion value, the wave direction is generally from the West and North towards the South, the most frequent wave height that can be analyzed by STWave CEDAS Genesis 4.03 Numerical Modelling for 10 years of modelling is 1.64 meters, the dynamics of shoreline change is quite balanced between erosion and accretion, the average wave period is 4.599 seconds, the sediment deposition rate is 1.66 cm/sec and sediment transport is 54,975,398.47 meter3/year. The sediment deposition rate is in a transitional (intermediate) condition so that sediment transport does not experience a significant decrease in transport. The conclusion from this study is that the beach tends to have more potential for sedimentation (accretion) than erosion (abrasion), due to the type of sediment and the construction of buildings on reclaimed land in the northern part of the study site.
Pemberdayaan UMKM Melalui Digitalisasi: Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal di Desa Bowong Cindea Kabupaten Pangkep Fatmawaty, A. St. Fatmawaty; Bijaksana, A. Muh. Arif Bijaksana; Buarlele, Luciana Buarlele; Khaeriyah, Khaeriyah
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) Vol. 4 No. 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : ADPERTISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Empowering Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) through digitalization is astrategic step to improve the competitiveness of local products in Indonesia, especially in rural areas. This research aims to explore the application of digitalization in improving thecompetitiveness of local products in Bowong Cindea Village, Pangkep Regency. The method used in this research is a combination of qualitative and quantitative approaches, with data collection through in-depth interviews, participatory observation, surveys, and documentation studies. The research respondents consisted of MSME players in Bowong Cindea Village as well as other related parties, such as training institutions and village government. The results show that the use of ecommerce platforms and social media significantly increases market reach and sales of local products. However, challenges such as limited internet access, lack of digital understanding, and limited capital for technology investment are still obstacles. Nonetheless, digitalization is proven to have a positive impact in improving the competitiveness and productivity of MSMEs in these villages. This study provides recommendations for policy makers and related parties to strengthen digital infrastructure, provide ongoing training, and encourage MSME participation in digitalplatforms to expand the market for local products.
Penggunaan Agregat dari Sungai Sarambu Ratte Balla Kecamatan Bittuang Kabupaten Tana Toraja Sebagai Campuran Beton Buarlele, Luciana; Bungin, Erni Rante; Alias Belopa
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 1 (2025): PCEJ Vol.7, No.1, Maret 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/hkdt7g90

Abstract

The Sarambu Ratte Balla River has a fairly clean aggregate, which can be seen visually with a clear river flow, making the Sarambu Ratte Balla river one of the sources of aggregate that can be utilised by the local community. The purpose of this study was to assess the compressive strength, split tensile strength, and flexural strength.This research was conducted at the Structure and Materials Laboratory, Siipiil Engineering Study Programme, Faculty of Engineering, University of Indonesia Paulus University. Method used in the mix design is SNI 7656:2012. The actual compressive strength test results for the design mix of 25 MPa concrete at 28 days reached 25.832 MPa, with a splitting tensile strength of 2.475 MPa and a flexural strength of 2.441 MPa, all meeting the design strength criteria for concrete. The actual compressive strength test results for the design mix of 30 MPa concrete at 28 days reached 30.451 MPa, with a splitting tensile strength of 2.875 MPa and a flexural strength of 3.146 MPa. Conclusion in this study has good results as a concrete mixture. This can be observed from the results of concrete testing that meets the quality of the plan, namely 25 MPa and 30 MPa.
Edukasi Peningkatan Keselamatan Berlalulintas dan K3 Kepada Awak Kendaraan Bis Radjawane, Louise Elizabeth; Sopacua, Helen Adry Irene; Febriani, Lisa; Buarlele, Luciana; Wong, Irwan Lie Keng
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i3.13347

Abstract

Pada tahun 2024, Provinsi Sulawesi Selatan berada di peringkat ke-6 yang memiliki tingkat kecelakaan tertintti di Indonesia pada tahun 2024. Kecelakaan yang tercatat bukan hanya dari kendaraan sepeda motor, mobil penumpang, dan truk, tetapi bus pariwisata juga termasuk di dalamnya. Kecelakaan kerja merupakan perhatian yang penting di berbagai industri, dan hal ini terutama berlaku bagi awak bus, memiliki tanggung jawab terhadap perpindahan orang dan logistik dengan aman, nyaman, dan selamat. Untuk membantu mewujudkan aero accident terutama bagi transportasi umum, maka penting dilakukan penyuluhan atau edukasi mengenai keselamatan berlalulintas dan K3. Kegiatan edukasi dilakukan di salah satu perusahaan operator bis di Kota Makassar, yang melayani perpindahan orang dan barang antar kota antar kabupaten. Tingkat pemahaman awak bis mengenai marka dan rambu lalulintas meningkat 20% setelah pembahasan materi. Pemahaman awak bis akan bahaya penggunaan ponsel saat berkendara, bertambah 90% setelah pemberian materi. Pemahaman awak bis akan blind spot pada bis mengalami peningkatan 47% setelah pemberian materi. Pemahaman akan ergonomic meningkat menjadi 95% (setelah pembahasan materi).  Melalui edukasi ini, diharapkan terjadi peningkatan berlalulintas yang aman, nyaman, tertib, dan selamat bagi awak bis dan peningkatan kesehatan dan keselamatan kerja