Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Tata Kelola Manajemen Layanan Teknologi Informasi Menggunakan Itil V3 Domain Service Transition Dan Service Operation Di Pemerintah Kota Bandung Luki Aisha Kusuma Wardani; Murahartawaty Murahartawaty; Luthfi Ramadani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi Informasi saat ini menjadi sudah menjadi kebutuhan inti suatu organisasi dan bukan hanya sebagai alat pendukung. Pemerintah Kota Bandung, sebagai instansi pemerintahan, menjadikan Teknologi Informasi merupakan salah satu visi yang perlu dicapai. Dalam rangka mencapai good government, dibutuhkan suatu tata kelola TI untuk memastikan bahwa investasi TI menambah value dan selaras dengan tujuan instansi. Pemerintah Kota Bandung saat ini belum memiliki prosedur dan kebijakan yang mengatur tentang pengelolaan layanan TI. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuat sebuah prosedur dan kebijakan agar layanan yang diberikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung selalu maksimal. Penelitian dilakukan menggunakan ITIL v3 pada domain Service Operation dan Service Transition. ITIL v3 digunakan karena layanan TI juga merupakan salah satu business core di Pemerintahan Kota Bandung sehingga lebih baik diimplementasikan manajemen layanan TI. ITIL juga merupakan best practice yang dapat meningkatkan efisiensi operasional IT instansi. Assesment yang dilakukan sebagai pengukuran Capability Level adalah dengan menggunakan ISO 15504. Karena kurangnya data primer, data sekunder digunakan untuk mencari proses prioritas yang akan dipilih, dengan memetakan tujuan instansi dengan ketiadaan proses ITIL. Disamping itu, juga dilakukan studi penelitian ITIL pada sektor publik lain, untuk melihat proses ITIL yang sering menjadi prioritas. Hasil dari perancangan tata kelola ini adalah kebijakan dan prosedur terkait proses-proses di ITIL yang menjadi prioritas. Kata Kunci : Tata Kelola, ITSM, ITIL v3, Service Operation, Service Transition, Sektor Publik
Perancangan Tata Kelola Manajemen Layanan Teknologi Informasi Berdasarkan Itil V3 Domain Service Design Di Pemerintah Kota Bandung Fikrotun Nadiyya; Murahartawaty Murahartawaty; Luthfi Ramadani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinas Komunikasi dan Informatika bertanggung jawab mengelola layanan TI yang disediakan Pemerintah Kota Bandung. Namun penyelenggaran layanan TI tersebut belum diimbangin oleh penerapan tata kelola manejemen layanan TI. Sehingga, belum dapat dipastikan pemanfaatan TI tersebut benar -benar memberi nilai tambah dan selaras dengan tujuan strategis dari pemerintahan. Selain itu, keputusan Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No.41/PER/MEN.KOMINFO/11/2007 tentang Panduan Umum Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional semakin mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk mulai menerapkan tata kelola layanan TI. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan rancangan rekomendasi manajemen layanan TI di Pemerintah Kota Bandung. Perancangan ini menggunakan framework ITIL Versi 3 pada domain service design dengan sub- domain service catalogue management, service level management, information security management dan supplier management. Hasil perancangan service design ini menghasilkan dokumen kebijakan, standar prosedur dan dokumen pendukung proses. Diharapkan hasil dari perancangan service design ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi dan diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas manajemen layanan TI Pemerintah Kota Bandung. Kata kunci : Tata Kelola, ITIL, Service Design, Manajemen Layanan TI
Perancangan Enterprise Architecture Sebagai Strategi Pengembangan Smart Village Pilar Lingkungan, Ekonomi, Masyarakat Menggunakan TOGAF ADM 9.2: Studi Kasus Desa Serang Nurseha, Ema; Ramadani, Luthfi; Dewi, Fitriyana
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Penelitian ini berfokus pada penerapan konsepSmart Village di Desa Serang melalui perancanganEnterprise Architecture menggunakan framework TOGAFADM 9.2, yang mencakup tahap-tahap Preliminary Phase,Architecture Vision, Business Architecture, DataArchitecture, Application Architecture, TechnologyArchitecture, Opportunities and Solutions, serta MigrationPlanning. Penelitian ini didorong oleh perkembanganteknologi informasi dan kebutuhan untuk meningkatkanefisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya desa dalammendukung pembangunan berkelanjutan sertameningkatkan pencapaian SDGs, khususnya SDGs 8(Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata) dan SDGs 15 (DesaPeduli Lingkungan Darat). Permasalahan yang dikajimeliputi ketidakefisienan dalam pelaksanaan aktivitas bisnis,ketidakmerataan perekonomian desa, serta komunikasi yangkurang efektif antara pemerintah desa dengan industri lokal.Hasil penelitian ini berdasarkan analisis terhadap pilarlingkungan, ekonomi, dan masyarakat. PerancanganEnterprise Architecture untuk Smart Village di PemerintahDesa Serang menghasilkan output berupa ArchitectureRoadmap dan Blueprint Enterprise Architecture, yangberfungsi sebagai pedoman strategis dalam penerapan sisteminformasi pada pilar-pilar tersebut di Pemerintahan DesaSerang. Kata kunci— Enterprise Architecture, Pilar, SDGs, SmartVillage, TOGAF ADM
Perancangan Enterprise Architecture Sebagai Strategi Pengembangan Smart Village Pilar Mobilitas, Tata Kelola, Dan Hidup Cerdas Menggunakan Togaf Adm 9.2: Studi Kasus Desa Serang Andini, I Dewa Ayu Nyoman Usi; Ramadani , Luthfi; Dewi, Fitriyana
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Penelitian ini bertujuan untuk merancangarsitektur enterprise sebagai strategi pengembangan smartvillage di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, denganberfokus pada pilar mobilitas, tata kelola, dan hidup cerdasmenggunakan metode TOGAF ADM 9.2. Perancangan inidilakukan untuk mengatasi tantangan Desa Serang yang masihbelum optimal dalam pencapaian SDGs poin ke-9 terkaitinfrastruktur dan inovasi desa. Metode penelitian yangdigunakan melibatkan analisis mendalam terhadap kondisieksisting Desa Serang yang dilakukan dengan mengumpulkandata melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan analisisdokumen. Perancangan dilakukan secara sistematis mengikutifase-fase pada TOGAF ADM, mulai dari Preliminary Phasehingga Migration Planning. Hasil penelitian menunjukkanblueprint arsitektur enterprise yang dapat menjadi panduanbagi Desa Serang untuk menerapkan konsep smart village.Melalui implementasi smart village, Desa Serang diharapkandapat meningkatkan efisiensi layanan publik, memperbaikiinfrastruktur, mengoptimalkan potensi tenaga kerja, danmemperbaiki kondisi lingkungan, sekaligus mendukungpencapaian SDGs poin ke-9. IT Roadmap dan BlueprintEnterprise Architecture dihasilkan sebagai pedoman strategisimplementasi konsep smart village untuk meningkatkanmobilitas, tata kelola, dan hidup cerdas di lingkunganpemerintahan Desa Serang. Kata kunci— Enterprise Architecture, Smart village, SDGs, TOGAF ADM,
Perancangan Enterprise Architecture Sebagai Strategi Pengembangan Smart Village Pada Layanan Kesehatan Masyarakat Desa Menggunakan Togaf Adm 9.2 Dewi, Setiani Rahma; Ramadani, Luthfi; Nugraha, Ryan Adhitya
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Pengembangan desa dengan pemanfaatanteknologi berdasarkan konsep smart village bertujuan untukmeningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorongpembangunan desa yang berkelanjutan. Kualitas hidupmasyarakat dapat dilihat berdasarkan layanan kesehatansebagai penunjang kesehatan masarakat desa yang menjadibagian dari fokus pengembangan desa. Pelayanan kesehatanyang dapat dijangkau oleh masyarakat merupakan bentukakses kesehatan sehingga perlu adanya fokus untuk penyediaanfasilitas kesehatan yang dapat dijangkau oleh semua kalangan,sehingga kebutuhan masyarakat sebagai pengguna terpenuhi.Penelitian ini bertujuan menghasilkan rancangan blueprintenterprise architecture dan IT roadmap pada aspek layanankesehatan menggunakan framework TOGAF ADM sebagaimetode penelitian dengan konsep smart village. Hasil penelitianini berupa usulan perbaikan untuk memenuhi kebutuhan akseslayanan kesehatan. Serta rancangan IT roadmap berupa usulanpengembangan proyek dalam 4 tahun kedepan untukimplementasi pada aspek layanan kesehatan dalammewujudkan bagian dari konsep smart village. Kata kunci— Layanan Kesehatan, Enterprise Architecture, Smart Village, TOGAF ADM
Perancangan Arsitektur Enterprise Sebagai Strategi Pembangunan Desa Cerdas Dalam Pelayanan Pariwisata Menggunakan Togaf Adm 9.2 Dwinanda, Muhammad Farrel; Ramadani, Luthfi; Nugraha , Ryan Adhitya
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Smart village merupakan konsep pembangunansebuah desa dengan mengintegrasikan teknologi informasiterhadap kehidupan masyarakat perdesaan. Pemanfaatanteknologi pada aspek layanan pariwisata merupakan salah satubagian dari pengembangan smart village. Layanan pariwisatapada desa secara umumnya masih belum terintegrasi. Hal inidapat menyebabkan tidak meratanya pelayanan pariwisata didesa. Penyelarasan teknologi informasi yang baik dapatmeningkatkan kualitas pelayanan pariwisata menjadi lebihefisien, dan dengan pelayanan yang baik, maka akanmeningkatkan daya tarik desa terhadap calon wisatawan.Penelitian ini bertujuan menghasilkan rancangan blueprintenterprise architecture pada aspek layanan wisata konsepsmart village dan IT roadmap pada aspek layanan pariwisatamenggunakan framework TOGAF ADM 9.2 sebagai metodepenelitian dengan konsep smart village. Hasil penelitian iniberupa usulan perbaikan untuk memenuhi kebutuhan akseslayanan pariwisata. Usulan tersebut kemudian dirancangmenjadi IT roadmap berupa usulan pengembangan proyekdalam 4 tahun kedepan untuk implementasi pada aspek layananpariwisata dalam mewujudkan bagian dari konsep smartvillage. Kata kunci— Smart Village, Layanan Pariwisata, Enterprise Architecture
Evaluasi Kesuksesan Penerimaan Sistem ERP berbasis SAP menggunakan Technology Acceptance Model 3 (TAM 3) pada PT. Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) Muzakki, Abdul Ghani; Witjaksono, R.Wahjoe; Ramadani , Luthfi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) adalah sebuah entitas bisnis yang dimiliki oleh negara, yang merupakan bagian dari kelompok perusahaan milik pemerintah. (BUMN) berfokus pada penyediaan solusi IT Endto-End. PT. Sigma Cipta Caraka telah menerapkan sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (ERP) untuk mengoperasikan kegiatan bisnis perusahaan. SAP merupakan aplikasi yang digunakan oleh PT. Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) sebagai aplikasi primernya. Dengan hal ini, penulis akan melakukan penelitian berupa evaluasi kesuksesan penerapan SAP dengan menggunakan Technology Acceptance Model 3 yang mempunyai 15 variabel pengukuran dan 17 hipotesis yang akan diuji. Data yang diperoleh akan diolah dengan perhitungan SEM-PLS menggunakan aplikasi pengolahan data SmartPLS 4.0. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa hasil yang didemonstrasikan menggunakan sistem terhadap kegunaan yang dirasakan, dorongan dan pengaruh orang lain terhadap status sosial mereka, kepuasan yang dirasakan terhadap kemudahan yang digunakan, dan Niat dalam penggunaan sistem terhadap perilaku dalam menggunakan sistem SAP memiliki pengaruh yang positif dan signifikan pada penerimaan implementasi sistem SAP di Telkomsigma. Kata kunci— Enterprise Resource Planning, SAP, PT. Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma), Technology Acceptance Model 3, Structural Equational Modeling – Partial Least Squares (SEMPLS)
Analyzing The Requirements Needed To Align The To-Be Defined OWOW Concept For Boon Edam Service Processes With The SAP FSM Application Wijaya, Natalia Violi Kristena; Fauzi, Rokhman; Ramadani, Luthfi
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—Currently, field services are essential in the service sector. Field services set them apart from other services because they offer the opportunity for companies to engage directly with their customers. Technicians as company representatives will have a major impact on customer satisfaction when they perform field services. The better the field service provided, the more satisfied customers are with the company's performance. Therefore, having good field service is the main key to staying afloat in this tight service competition. As the legacy SAP Work Manager at Boon Edam no longer supports them in the service area, the Boon Edam company wants to implement the new SAP Field Service Management (FSM) in hopes of helping them achieve their Global Service Strategy. By analyzing the current situation of how the Boon Edam Service process works and investigating how SAP FSM works, it is hoped that the advice given will help align One Way of Working (OWOW) for Service and SAP FSM. Therefore, it is hoped that the implementation of the SAP FSM Application will run smoothly. The deliverable of the assignment given is an advice in the creation of the to-be defined One Way of Working (OWOW) for Boon Edam Service. The to-be defined OWOW for Service is described in the form of a process flow where this process flow has to include alignment of how Boon Edam Service and SAP FSM work. The main strategy used by the author is to conduct a gap analysis which helps identify what is still missing in the alignment process and how to improve it. At the end of the research, the requirement analysis from the gap analysis resulted that not all alignment processes between the desired requirements and SAP FSM functionality went smoothly. There were also some miss requirements have been found where it seems no functionality within the SAP FSM can carried out in accordance with the desired requirement. Moreover, SAP FSM can cover most of the desired requirements that Boon Edam has. Finally, as part of the recommendation, research on finding out of the box functionality of SAP FSM should be continued. Through that, Boon Edam can maximize the use of SAP FSM and minimize the amount of customization.Keywords—One Way of Working (OWOW), SAP Field Service Management (FSM), gap analysis, alignment process.
Arsitektur Generik Untuk Sistem Informasi Kesehatan Tingkat Kabupaten/Kota Ramadhani, Azzahra Siti; Ramadani, Luthfi; Falahah, Falahah
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Kesehatan masyarakat merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha masyarakat dalam pengadaan pelayanan kesehatan, pencegahan, dan pemberantasan penyakit. Sistem Informasi Kesehatan merupakan suatu aturan yang didalamnya tedapat sebuah data, informasi, indikator, prosedur, perangkat, teknologi, dan sumber daya manusia yang saling berkaitan dan dikelola secara sistematis untuk mengarahkan tindakan atau keputusan yang berguna dalam mendukung pembangunan kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk merancang arsiektur generik untuk Sistem Informasi Kesehatan (SIK) Kabupaten/Kota berdasarkan tiga study case antara lain yaitu Dinas Kesehatan Kota Bandung, Kota Palangkaraya, Kota Jakarta Timur, Puskesmas Menteng, dan Puskesmas Cakung. Perancangan arsitektur generik ini menggunakan TOGAF ADM karena detail dan dapat memberikan pemahamanan arsitektur yang mudah dipahami. Pada TOGAF ADM ini terdapat beberapa fase seperti Primary Phase, Architecture Vision Phase, Business Architecture Phase, Data Architecture Phase, Application Architecture Phase, dan Technology Architecture Phase serta dari setiap fase tersebut akan menghasilkan beberapa artefak, cataog, dan matriks. Penelitian in dilakukan sampai Technology Architecture Phase dengan menggambarkan kondisi eksisting dan kondisi target. Sehingga hasil dari penelitian ini adalah berupa blueprint yang menggambarkan usulan sesuai dengan kebutuhan bisnis.Kata kunci—arsitektur generik, sistem informasi kesehatan, TOGAF ADM, blueprint
Asesmen Dan Peningkatan Manajemen Proyek Sistem Informasi Pada Area Procurement Management Dan Quality Management Menggunakan PMMM (Studi Kasus : PuTI Universitas Telkom) Farras, Muhammad Faishal; Santosa, Iqbal; Ramadani, Luthfi
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Dalam rangka meningkatkan Manajemen Proyek Sistem Informasi pada PuTI Universitas Telkom, perlu adanya asesmen serta peningkatan untuk mengetahui dan menilai tingkat kematangan manajemen proyek sehingga proyek bisa berjalan sesuai dengan perencanaan awal pada PuTI. Salah satu model yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan Manajemen Proyek Sistem Informasi pada PuTI yaitu Project Management Maturity. Penelitian ini berfokus pada pendekatan Project Management Maturity Model (PMMM) sebagai alat untuk menilai tingkat kematangan manajemen proyek sistem informasi pada PuTI Universitas Telkom dengan metode tahapan COBIT 2019 implementation, dan merancang instrument penelitian berupa self-assessment. Penelitian dilakukan melalui wawancara menggunakan self-assessment, kemudian dilakukan pengumpulan data evidence untuk mendukung penelitian ini. Hasil dari penelitian ini yaitu berupa tingkat kematangan pada knowledge area procurement dan quality management, dari penelitian ini didapatkan bahwa tingkat kematangan pada knowledge area procurement management berada pada level 1 (Initial Process) dimana belum adanya metode, praktik serta standar yang ditetapkan, kemudian belum adanya dokumentasi secara lengkap dan menyeluruh pada knowledge area procurement management. Sedangkan pada knowledge area quality management berada pada level 5 (Optimizing Process) dimana PuTI telah menyadari dan menjalankan manajemen proyek kualitasnya dengan baik sesuai standarisasi ISO 20000 dan ISO 21001. Diharapkan dengan menggunakan model pendekatan seperti ini dapat membantu PuTI Universitas Telkom dalam meningkatkan tingkat kematangan manajemen proyeknya.Kata Kunci — proyek, manajemen proyek, Project Management Maturity Model (PMMM), procurement management, quality management.
Co-Authors Afrananta, Geldisen Agnes Yemima Amalia Yovadiani Andini, I Dewa Ayu Nyoman Usi Anggraini, Bella Tantriana Dwi Aprianti Putri Sujana Artamevia, Mima Augustina Asih Rumanti Aulina Meidinah Karim Auliya, Feby Nandha BASUKI RAHMAD Berlian Maulidya Izzati Cantika Dewi Fortuna Dewi, Setiani Rahma Dhata Praditya Dwianti, Indah Dwinanda, Muhammad Farrel Fadhil Alreyhan Pahrevi Falahah . Farah Luthfia Farras, Muhammad Faishal Fauzi, Rokhman Fauziah, Rainy Happy Shahisa Fikri, Ikhsan Tasef Nur Fikrotun Nadiyya Fitriyana Dewi Hadi Hariyanto Iqbal Santosa Juniarti, Feni Kamilah, Shahnaz Kirana, Shilvy Chandra Lita Vieryna Luki Aisha Kusuma Wardani Lukman Abdurrahman M. Agung Rizaldi M. Agung Rizaldi Monica Suryatama Deby Muhamad Gilang Ginanjar Muhdiantini, Cindy Mukti, Iqbal Yulizar Murahartawaty Murahartawaty Muzakki, Abdul Ghani Nazhara Aurellia Hakim Nurseha, Ema Pua Note, Faizal Ghiffary Purno Tri Aji Puspito, Dewa Cetra Prabasworo Putra, Bagas Wahyu Qonita, Muthiah R. Wahjoe Witjaksono Rahmat Mulyana Rahmat Mulyana Ramadhane, Titisari Ramadhani, Azzahra Siti Rasyid Ramadhani Dharmawan Riska Dwi Yuliati Risma Sri Nur Hasanah Riverinda Rijadi, Safara Cathasa Rosanicha, Rosanicha Ryan Adhitya Nugraha Ryan Adhtya Nugraha Ryan Adhtya Nugraha Sari Dewi Budiwati Setiawan, Herro Arya Shafira Fatimah Azzahra Siti Fildzah Nadhilah Suhermawan Sologia, Filia Eunike Suryatiningsih Tarigan, Yosephine Mayagita Tiara Aurellia Putri Insyra Titisari Ramadhane Uli Artha Wijaya, Natalia Violi Kristena Yahdi Siradj Yani, Mega Fitri Yulizar Mukti, Iqbal Zafira Chairunnisa Heriansjah Putri