Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Evaluasi Drug Related Problems (DRPS) Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan Komplikasi Penyakit Ginjal Kronik di RS X Yogyakarta Kusumiati, Marna; Atmaja, Sarah Puspita; Murdiana, Happy Elda
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.13381

Abstract

ABSTRACT The prevalence of Diabetes Mellitus (DM) sufferers increases every year, especially type 2 DM, because this often causes complications and even death. Type 2 diabetes mellitus has a major impact on the development of chronic kidney disease (CKD), based on uncontrolled type 2 diabetes over a long period of time. Achieving maximum therapeutic effects with minimal side effects is one of the responsibilities of pharmaceutical care, one of which is identifying the occurrence of Drug Related Problems (DRPs). The aim of this study was to evaluate DRPs in Type 2 DM patients with CKD complications at RS x Yogyakarta as evaluation material in handling the incidence of DRPs in type 2 DM patients with CKD complications. The method in this research is descriptive quantitative with data collection using a total sampling technique on retrospective data from medical record documents at the inpatient installation of Hospital The conclusion in this study is that the characteristics of type 2 DM sufferers with CKD are mostly women (51.35%), with age > 60 (67.56%), and the highest CKD stage is G5. The most common cause of DRP cases is inappropriate drug selection (64%), giving rise to the problem of unsafe drug events in patients (56%). Keywords: Diabetes Mellitus Type 2, Chronic Kidneys Disease (CKD), Drug Related Problems (Drps), Hospitalization.  ABSTRAK Prevalensi penderita Diabetes Melitus (DM) setiap tahun mengalami peningkatan khususnya DM tipe 2, sehingga tidak sedikit yang menyebabkan komplikasi hingga kematian. DM tipe 2 berdampak besar pada pengembangan Penyakit Ginjal Kronis (PGK), akibat tidak terkontrolnya penyakit DM tipe 2 dalam jangka waktu lama. Pencapaian efek terapi maksimal dengan efek samping minimal adalah salah satu tanggungjawab farmasi salah satunya mengidentifikasi terjadinya Drug Related Problems (DRPs). Tujuan penelitian ini adalah melakukan Evaluasi DRPs pada Pasien DM Tipe 2 dengan komplikasi PGK di RS x Yogyakarta sebagai bahan evaluasi dalam penanganan kejadian DRPs pada pasien DM tipe 2 dengan komplikasi PGK. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data menggunakan teknik total sampling pada data retrospektif dokumen rekam medis diinstalasi rawat inap RS X Yogyakarta Januari 2019 – Mei 2023. Hasil penelitian didapat penyebab Kasus DRP terjadi karena pemilihan obat yang tidak tepat (64%) dan pemilihan dosis obat kurang tepat (36%), dan potensi masalah yang terjadi adalah kejadian obat yang tidak aman pada pasien sebesar (56%) dan Kejadian pengobatan yang tidak efektif (44%). Kesimpulannya adalah, Penyebab Kasus DRPs paling banyak terjadi adalah pemilihan obat yang tidak tepat (64%), sehingga menimbulkan potensi masalah yakni kejadian obat yang tidak aman pada pasien sebesar (56%). Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Penyakit Ginjal Kronik (PGK), Drug Releted Problems (Drps), Rawat Inap.
Aktivitas Antibakteri Fraksi N-Heksan, Etil Asetat, N-Butanol Daun Jambu Mete (Annacardium occidentale) terhadap Bakteri Penyebab Ulkus Diabetik (Staphylococcus aureus dan Escherichia coli) Wahyukurnia, Pilar Tesalonika; Yuhara, Novena Adi; Atmaja, Sarah Puspita
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1039

Abstract

Daun jambu mete (Anacardium occidentale L.) mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minimum dan perbedaan zona hambat 5%, 10%, 20% ekstrak, fraksi n-heksan, etil asetat dan n-butanol daun jambu mete pada pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Metode fraksinasi yang digunakan adalah metode partisi. Ekstrak dan fraksi daun jambu mete dilakukan pengujian konsentrasi hambat minimum (KHM) dengan metode dilusi padat. Hasil KHM dilanjutkan dengan pengujian konsentrasi bunuh minimum (KBM). Dilakukan penapisan senyawa fitokimia dan kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) antar konsentrasi ekstrak, fraksi etil asetat, n-butanol daun jambu mete terhadap diameter zona hambat pertumbuhan bakteri uji. Rata-rata terkuat diameter zona hambat bakteri S.aureus pada ekstrak 20% (14,5mm), fraksi etil asetat 20% (13,3mm), fraksi n-butanol 20% (12,23mm). Pada bakteri E.coli yaitu 20% ekstrak (10,6mm), fraksi etil asetat (15,3mm), fraksi n-butanol (9mm). Konsentrasi 5% ekstrak, fraksi etil asetat, n-butanol memiliki nilai KHM, namun tidak memiliki nilai KBM pada kedua bakteri uji. Fraksi n-heksan tidak memiliki zona hambat terhadap kedua bakteri uji. Kesimpulan dari penelitian ini fraksi N-Heksan tidak memiliki zona hambat terhadap pertumbuhan kedua bakteri, namun ekstrak, fraksi etil asetat dan n-butanol daun jambu mete mampu menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus dan E.coli dibandingkan kontrol negatif. Zona hambat yang dihasilkan tidak lebih kuat dibandingkan kontrol positif, kecuali pada fraksi etil asetat 20% memiliki diameter zona hambat sedikit lebih besar dan berbeda namun tidak signifikan (p>0,05) dibanding kontrol positif (15,33mm vs 15mm) terhadap bakteri E.coli.