Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EFEKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VARIETAS RUBRUM) TERHADAP PERTUMBUHAN MALASSEZIA FURFUR PADA PITIRIASIS VERSIKOLOR Wibowo, Bakti; Widyaswari, Meidyta Sinantryana; Putri, Winawati Eka
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35737

Abstract

ABSTRAK Pitiriasis versikolor merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur Malassezia furfur. Banyak ditemukan di daerah tropis. Penggunaan antijamur dalam jangka panjang dapat mengakibatkan resisten dan menimbulkan efek samping. Sehingga perlu alternatif antijamur, seperti jahe merah. Jahe merah memiliki senyawa antibakteri dan antijamur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dalam menghambat pertumbuhan Malassezia furfur pada kasus Pitiriasis versikolor (PV). Penelitian True Eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Jumlah sampel sebanyak 30 sampel dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan P1, P2, P3, P4 dan 2 kelompok kontrol K+ dan K-. 4 kelompok diberi ekstrak jahe merah dengan konsentrasi 25%, 50% 75% dan 100%, K+ diberi topikal ketokonazole dan K- diberi etanol 96%. Sampel diinkubasi 3 x 24 jam pada suhu 280 C kemudian dihitung zona hambat disekitar jamur. Analisis data menggunakan SPSS 25.0, kemudian menggunakan uji One- Way Anova dilanjutkan uji post-hoc LSD.  Hasil penelitian menunjukan bahwa Ekstrak rimpang jahe merah dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% mampu menghambat pertumbuhan jamur Malassezia furfur dengan rata-rata zona hambat sebesar 2,92 cm, 3,36 cm, 4,44 cm, dan 4,68 cm. Uji One-Way Annova didapatkan hasil signifikan p< 0.05 yang berarti ekstrak rimpang jahe merah dapat menghambat pertumbuhan jamur Malassezia furfur pada Pitirisis versikolor.
SELF-CARE TRAINING FOR SANTRI AS AN EFFORT TO PREVENT SCABIES IN PESANTREN Khamida; Fitriasari, Andikawati; Widyaswari, Meidyta Sinantryana
Community Service Journal of Indonesia Vol 6 No 2 (2024): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v6i2.592

Abstract

Islamic boarding schools in Indonesia have classic problems related to the health of students, one of which is common in Islamic boarding schools and identical to the lives of students, is scabies. This community service activity was carried out at the As Syafiiyah Islamic boarding school to provide solutions to the problems of the As Syafiiyah Islamic boarding school community by providing education, training as well and mentoring Islamic boarding school health cadres in preventing scabies. This activity is carried out by providing education, training, and assistance to students and poskestren cadres about "self-care" in preventing scabies. Evaluation of this activity was carried out using pre and post-test scores. It was found that there was an increase in the post-test score compared to the pre-test. Before the self-care training was given, it was found that 20% of the students were still not clean in maintaining their hygiene, but after the self-care training was given, it was found that none (0%) of the students were clean and 58.5% of their hygiene was good. It is concluded that self-care training can improve the ability of students to prevent scabies through personal hygiene skills which include: clothing hygiene, skin hygiene, hand and nail hygiene, genital hygiene, towel hygiene, and cleanliness of prayer tools. The behavior of preventing scabies through maintaining personal hygiene needs to be stated in the Pesantren regulations and socialized to the Pesantren community and requires support from the Kyai or Pesantren leaders, including Bu Nyai Pesantren so that it can be implemented properly.
PENGENALAN "KUKU DAN SEGALA PENYAKITNYA" UNTUK MENDUKUNG GERAKAN BERSIH DIRI DI PP. DARUSSALAM AL-FAISHOLIYAH MADURA Ulfa, Maria; Widyaswari, Meidyta Sinantryana; Agnovianto, Yuriske; Saputra, Dimas Bagus Dwi; Guterres, Ribeilizho Carrol Lay Gloria
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37609

Abstract

Pondok pesantren adalah tempat berkumpulnya banyak orang dimana rentan terjadi penularan penyakit terutama penyakit kulit dan kuku. Kondisi kuku dapat memberikan petunjuk berharga tentang kesehatan, meskipun seringkali tidak menjadi petunjuk pertama suatu penyakit serius. Kebiasaan menggigiti kuku juga bisa memungkinkan penyebaran flu, infeksi, dan penyebaran bakteri yang mengganggu pencernaan. Oleh karena itu, hal ini menjadi prioritas yang perlu diperhatikan dan dibenahi agar dapat mengurangi risiko penularan penyakit melalui kuku di lingkungan Pondok Pesantren. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman dengan memberikan edukasi pengenalan kuku dan segala penyakitnya untuk mendukung gerakan bersih diri di PP. Darussalam Al-Faisholiyah Madura. Metode yang digunakan dalam penyuluhan adalah ceramah dan tanya jawab. Sebelum penyuluhan peserta diberi pre-test, kemudian setelah penyuluhan peserta diberi post-test. Hasil pre-test dan post-test dinilai kemudian dilakukan pengolahan data dan evaluasi.. Hasil pre-test dan post-test mengenai pengetahuan pengenalan kuku dan segala penyakitnya melalui kuesioner secara langsung terjadi peningkatan nilai oleh santri yang mengikuti kegiatan ini. Persentase kenaikan nilai rata-rata adalah sebesar 38%. Dari hasil analisis Uji T-test, menunjukkan bahwa nilai p sebesar 0,00000 (p < 0,05), yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan santri saat sebelum dilakukan penyuluhan dan setelah dilakukan penyuluhan. Kesimpulannya, Pengabdian masyarakat tentang “Pengenalan "Kuku dan Segala Penyakitnya" untuk Mendukung Gerakan Bersih Diri di PP. Darussalam Al-Faisholiyah Madura telah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman santri.